Two Words to Say!

Two words to say

Author : mamotho

Title : Two words to say

Main cast : Park Heenim, Kim Jonghyun

Support cast : Key, Minho

Genre : Life

Lenght : Oneshot

Rate : PG 13

Note : Attention pelisss.. Tulisan yang berwarna itu flashback ya..

Summary : Hanya ada dua kata yang ingin kukatakan saat kau kembali. Cepatlah kembali. Aku merindukanmu dan ingin segera mengucapkannya.

 

©mamoTHo, 2012

 

Pada dasarnya, tidak pernah ada seseorang yang begitu merasa tersakiti ketika ingin mengatakan suatu hal pada seseorang. Bahkan, hanya untuk sebuah ucapan maaf dan terimakasih, seseorang biasanya lupa memaknai kata tersebut. Tidak banyak yang begitu memikirkan bagaimana rasanya menyesal ketika belum mengucapkan 2 kata tersebut. Tidak banyak, namun itu terjadi padaku. Hanya ada satu orang bodoh, yang secara emosional rupanya menyesal setelah ditinggal, dan lupa untuk mengucapkan salam perpisahan atau hanya untuk berterimakasih. Manusia bukannya seperti itu? Menyesal setelah melakukan, atau merasa butuh di saat kehilangan. Yah, begitulah hidup. Dan begitupun dengan diriku, seseorang yang telah ditinggalkan.

“Aku memang bodoh!” kataku untuk mungkin yang kesejutakalinya mengumpat diri sendiri ketika terdampar di tempat ini.

Kuhentikan aktifitasku yang menatap langit. Langit biru bersih terlalu indah untuk mengisi perasaanku yang semakin lama semakin merasa bersalah. Sudah dua tahun aku memiliki perasaan bersalah, dan dua tahun itu pula aku tidak bisa melalukan apa-apa untuk menebus dosaku.

Aku menghela nafas. Bahuku bahkan semakin turun saja atau mungkin merosot hingga puncak kepalaku menyentuh senderan kursi taman. Aku semakin merosot lemas dan tidak bersemangat. well, itulah yang kurasakan saat ini.

“Dua tahun yang lalu aku tidak pernah duduk sendirian di bangku taman ini.” gumamku selalu mengingat beberapa potongan kenangan yang masuk berkelebat singkat di kepalaku.

Yap. Inilah alasanku kemari. Dan ini yang aku lakukan selama 2 tahun ini ketika aku memutuskan untuk pergi ke tempat ini di hari dimana aku ditinggalkan. 09 Juni. Aku akan ingat tanggal itu. Selalu. Dimana aku merasa bodoh dan mengomel pada satu orang itu.

Jika kembali ke masa itu!

Belakangan terakhir seorang pria yang kukenal baik telah berubah. Kami hampir setidaknya jadi dekat selama dua minggu ini. Apa ini perasaanku saja, atau memang pria ini benar-benar jadi berubah. Dia terlihat agak sensitif sekarang, dan ini terlalu membuatku jadi tidak banyak bicara padanya.

“Jjong! Aku bawa ini!” kataku sambil membawa sebuah botol soju kosong yang kutunjukan di depan wajahnya. Aku hanya ingin membuat dia tertawa setiap aku membawa botol soju bekas—yang sebenarnya tidak kuminum. Ini bagian dari koleksi kebodohan kami seminggu kemarin.

Kulihat Jonghyun hanya mendesah tak bahagia. Benar seperti yang kupikirkan, dia jadi berubah. Dan, perasaan khawatir akan sesuatu tiba-tiba datang dan masuk ke kepalaku.

Aku ikut duduk di kursi taman kampus bersamanya. kutolehkan pandanganku hanya pada pria ini, berharap dia mengerti arti tatapan yang kulemparkan. Aku ingin menerkamnya, dan aku akui, sebenarnya aku kesal pada Jonghyun yang seperti ini.

“Kenapa lagi sih? Aku butuh vitamin! Kita minum soju bersama! Otte?” sahutku berusaha ingin mencairkan suasana. Biasanya kalau sudah seperti ini Jonghyun akan tertawa.

Salah, dia hanya melirikku dengan tatapan dingin. Apa aku baru saja membuatnya marah? Aku rasa ucapanku biasa saja.

“Tidak soju lagi Heenim-ah. Sudah kubilang berkali-kali.”

Aku mendesah pelan. “Lalu apa? Ingin bicara padamu saja aku begitu sulit sekarang!”

“Sulit kenapa?” katanya dengan masih tidak menghilangkan kesan datar di tiap ucapannya.

“ER! Kenapa kau jadi pendiam begini Kim Jonghyun? kalau kau punya masalah cerita. Atau kalau aku yang punya salah, bilang saja!”

Kami terdiam cukup lama. Hening, hanya itu yang melanda kami sekarang.

“Aku akan pergi.”

Mwo? Pergi? Tidak salah dengarkah aku?

Beberapa pikiran tiba-tiba datang ketika percakapan Jonghyun dengan ayahnya tidak sengaja kudengar.. Aku menyaksikan pertengkaran keduanya di belakang gedung kampus.

Aboeji sudah tidak bisa lagi mentoleransi semuanya. Bahkan, eomma-ku saja sudah tidak bisa kubela lagi. Pada kenyataannya eomma yang salah.”

Yaa..” Sebuah ucapan apalagi yang harus terlontar dari mulutku? Aku masih begitu shock mendengar ucapan Jonghyun.

“Aku tidak bohong padamu, Heenim. Aku rasa aku harus pergi bersama aboeji.”

“Lalu…” Suaraku jadi tertahan. Mungkin aku hampir terisak sekarang.

“Kita tidak bisa bersama lagi.”

DEG!

Tidak bisa bersama? Bahkan, kata-kata itu terlalu menyesakan untuk kupikirkan atau kudengar. Astaga.. Kenapa aku begitu sakit mendengarnya. Apa aku akan ditinggalkan?

“Kuharap kau mengerti, Heenim. Ini pun keputusanku.”

Jantungku sudah pasti berhenti berdetak saat kalimat-kalimat seperti itu terlontar dari mulutnya, seperti menegaskan memang itu yang dia inginkan saat ini. Sial, bulir air mata kurasa sudah jatuh ke pipiku. Aku menyekanya cepat. Beberapa perasaan berkecamuk masuk dan menghujam jantungku setelah itu. Aku bahkan belum sempat mengakui apa yang kurasakan padanya. Perasaanku pada Jonghyun. Tidak, tidak mungkin aku mengakuinya di saat Jonghyun justru memutuskan untuk pergi.

“Apa kau kembali?” kataku untuk sekian kalinya berusaha tegar, menahan perasaanku yang sebenarnya butuh untuk menangis keras di pundak seseorang.

“Tidak tahu. Jangan menangis.”

Deg!

Dia tahu aku menangis, tapi kenapa malah sengaja membuang muka di saat aku terus-terusan menatapnya. Ini hanya membuatku semakin sedih Kim Jonghyun, batinku dalam hati.

“NAPPEUN!” teriakku sambil bangun dari duduk.

Aku pergi dari tempat itu. Dan untuk pertama kalinya aku memang tidak peduli padanya. Aku sungguh marah melihat Jonghyun yang semakin lama semakin membuatku khawatir.

Sebentar! Jonghyun bahkan tidak mengejarku?

Aku merasa bodoh ketika berhenti melangkah  setelah meninggalkannya dan malah berbalik untuk melihat dirinya lagi. Aku berharap dia menatapku dan mau menghampiriku hingga akhirnya menarik tanganku untuk kembali duduk di kursi taman itu bersamanya. Namun, aku rupanya salah besar. Yang kulihat justru lebih menyakitkan.  Hanya punggung Jonghyun yang dingin yang menjadi pemandanganku saat ini. Dia sudah pergi dan berjalan berlawanan arah, meninggalkan kursi taman beserta diriku. Tanpa ucapan. Astaga.. Kenapa jadi begini?

Beberapa hal yang tidak kumengerti di masa itu, ketika aku harus menanggapi suatu hal dengan emosional. Mungkin aku takut kehilangan, yap.. aku memang benar-benar kehilangan.

Aku menghela nafas pelan. “Sudah kubilang, Heenim adalah orang bodoh!”

Aku menoleh ke samping, dan memfokuskan pandanganku pada sebuah pohon rindang. Pohon yang berdiri kokoh itu tempat lain yang mengisi kenanganku bersama Kim Jonghyun. Aku ingat kami dulu sering bersandar pada batang pohon dan mendengarkan lagu yang sama bersama. Kata Jonghyun selera musikku aneh dan kolot. Kadang hal kecil seperti perbedaan selalu menjadi topik yang asik untuk dibicarakan. Yap, kami bisa membicarakan apapun, sekalipun hal itu tidak begitu penting.

Aku ingat, orang dingin, orang terasing dan orang yang sama sekali tidak kubayangkan seperti Kim Jonghyun di masa itu bisa menjadi ramah padaku, dan menjadi orang yang paling dekat denganku.

Di masa itu..

Hari ini, kami sedang duduk di sebuah pohon rindang berdua. Saling menyender pada batang pohon yang kokoh, menikmati kesunyian di taman kampus yang cukup sepi dan menikmati harumnya bau dedaunan segar.

Tenang, itulah yang aku rasakan, atau mungkin Jonghyun juga merasakannya, pikirku sambil mencuri lirik padanya. Jonghyun sedang menutup matanya sambil menikmati sebuah lagu yang terpasang dengan earphone yang kami pakai bersamaan.

“Sudah kubilang pria itu banyak. See, kemarin Kibum slebor itu menanyakanmu.”

“Oh, pria itu. Tidak tertarik dengan pria bawel.”

“Kibum satu-satunya pria yang lumayan optimis. Dia selalu mengekori kegiatanku. Katanya, Kim Jonghyun berbeda dengan teman-temannya lain. Dia sangat berminat denganku.”

“Jadi kalian? ka-kalian itu gay?”

TAKK!! Sebuah jitakan sudah pasti melayang ke kepalaku.

“Aku tidak berniat memanfaatkannya seperti yang lain. Kudengar dia orang paling kaya raya di sini. Dia hanya kuanggap teman.”

“Oh.”

“Kalau kau mau, aku mau saja menjodohkanmu dengannya.”

“Hmm!” Aku menatapnya malas.

“Iya, kau berhak mendapat pria yang kau mau.” katanya malah menjulurkan lidah padaku. Astaga, dia baru saja mengejek.

Setelah kami dekat, beginilah kami. Seorang sahabat atau mungkin terlalu berlebihan jika harus dikatakan hanya bersahabat. Kebiasaanku menggelayutinya tidak sengaja, bersender pada punggungnya, menggandeng tangannya hanya untuk seorang brengsek melihat, aku rasa itu tidak normal. Awalnya, aku hanya ingin membuktikan pada mantan kekasihku tanpa dia pun aku punya orang yang spesial sekarang. Tapi, rupanya itu semakin lama, justru semakin menjadi sebuah kebiasaan. Ketergantungan.

Sebentar! Apa aku baru saja mengucapkan kata spesial untuk seorang yang bernama Kim Jonghyun?

Beberapa debaran yang terjadi di masa itu tentang dirinya yang tidak bisa kubiarkan di kemudian hari. Aku mendadak jadi selalu berdebar di dekatnya.

“Hei Heenim-ah! Nih!” sahut suara seorang pria menamatkan lamunanku.

Kutolehkan pandanganku ke belakang dan mendapati sebuah tangan besar yang langsung menutup mataku. Aku sudah tahu kebiasaan orang ini, batinku dalam hati.

“Key-ah! Kau sudah besar, jangan seperti ini!”

Yap, siapa lagi pria  yang selalu melakukan hal ke kanak-kanakan seperti ini. Hanya dia, Kim Kibum, yang selalu datang dengan gaya slebornya. Dia begitu bebas lepas sekarang. well, yeah, dulu karena status ayah yang kaya raya itu, dia begitu tertekan.

“Roti khusus untukmu. Saengil Chukae! 22? ER, umurmu sungguh tua! Ahahaa!!”

“Lalu denganmu? Kau pun sama. Dasar tukang roti!”

“Tapi aku pria.. Masih bisa tergolong muda. Lagi pula menjalani bisnis roti lebih menyenangkan ketimbang duduk di kantor dan menandatangani sebuah kontrak.”

“Berisik!” Begitulah Key, harus kupotong baru akan diam.

“Iya.. cepat makan. Kue khusus ulang tahunmu.”

Aku mendesah. Kue yang cantik, sudah kupastikan rasa tart buatan Kibum pasti enak. Tapi, selalu saja aku menatapnya pasrah ketika hendak memakannya. Banyak yang mengusik pikiranku tentang Kim Jonghyun itu. Aku dan Kibum jadi dekatpun karena dia!

Beberapa perasaan sedih yang tidak bisa kulupakan di masa itu.

“BODOH!! BODOH!! BODOH!!!”

Hanya itu yang bisa kuumpatkan dalam hati. Emosiku, kemarahanku, hanya berakibat seperti ini. Jonghyun justru benar-benar pergi tanpa mengucapkan salam perpisahannya padaku.

“SIAPA YANG TIDAK BODOH! AKU MEMANG BODOH!” teriakku lagi-lagi semakin frustasi. Aku begitu sedih. Air mata sudah tak bisa kubendung lagi. Aku hanya bisa mengumpat diri sendiri.

Tidak ada yang bisa kulakukan kalau seperti ini. Bagaimana aku bisa menemuinya lagi? Bagaimana aku bisa berbicara dengannya? Tidak ada yang kuketahui lebih dari dirinya selain Jonghyun yang dalam 2 minggu ini bersamaku menjadi teman ceritaku, teman bahagiaku, dan Jonghyun yang selalu mabuk sampai Jonghyun yang terlalu penuh misteri.

Aku terus menangis meratapi kebodohanku sendiri pada punggung seseorang. Tidak peduli lagi bagaimana ekspresi orang ini sekarang. Yang pasti, aku butuh punggungnya untuk menangis.

“Dia juga bodoh. Tidak meninggalkan apapun untuk dikatakan padamu.” kata suara itu.

Punggung seseorang yang menjadi sandaranku kini adalah punggung Kibum. Dia yang mengabariku kalau Jonghyun sudah pergi, tepat di hari dimana Jonghyun mengatakan padaku dia akan pergi.

Aku tidak berhenti menangis. Terserah pada Kibum jika ingin memarahiku atau mengomeliku. Aku hanya ingin berduka. Berduka karena tidak sempat mengatakan satu kalimat indah untuk Jonghyun di pertemuan terakhir kami. Aku justru mengatakan dia jahat dan pergi begitu saja dari hadapannya. Sungguh, aku benar-benar menyesal.

“Harusnya kau tidak emosional.” kata Kibum menasehatiku lagi, sedang aku masih sibuk terisak.

“Kau jadi tak sempat mengucapkan terimakasih pada Jonghyun, kan.” kata Kibum lagi. Kata-katanya memang begitu sampai di hati dan meranjak naik ke ubun-ubun. Aku pun terlalu bodoh. Padahal Jonghyun yang selama ini menemaniku di saat aku dan Minho berpisah, kekasihku yang benar-benar tidak tahu diri itu.

“Bahkan kau belum meminta maaf juga, Park Heenim!”

Aku hanya bisa menangis lebih terisak lagi. Ucapan Kibum benar-benar menyesakan. Ya, aku bahkan belum sempat minta maaf. Dua kata yang belum kuucapkan padanya. Aku benar-benar menyesal.

“Kenapa? kau jadi ingat Jonghyun?”

Aku tersentak. Pertanyaan Kibum selalu membuatku terkejut dua kali lipat. Ketika ia bertanya tentang Jonghyun, di saat itu pula aku memang sedang memikirkan Kim Jonghyun. Dan ocehannya  tentang Jonghyun di setiap pertemuan kami hanya membuatku mengingat Jonghyun terus-terusan. Kibum tidak pernah berhenti mengoceh tentangnya, seakan-akan mengingatkanku agar aku tidak melupakan nama Kim Jonghyun sebentar saja dari kepalaku. Padahal aku sendiri tidak tahu apakah Jonghyun memikirkanku atau tidak. Dia hanya butuh kukenang. Sudah dua tahun. Apa  yang kutunggu. Pria itu tidak ada kabar sama sekali.

“Nanti kalau seseorang pergi dan menghilang dari hadapanmu. Pleasecalm down, oke?”

Aku mendengus pada Key. Selalu saja dia mengolokku, batinku dalam hati. “Iya, aku tidak akan sebodoh itu lagi.”

“Kalau nanti Jonghyun tiba-tiba muncul di hadapanmu, kau jangan lupa mengatakan apa yang ingin kau katakan. Jangan malah marah-marah.”

“Jangan mengingatkanku terus-terusan. Dalam 2 tahun ini dia tidak pernah muncul dengan satu kabar pun, Kibum. Sudah sana, urusi saja pacar barumu.”

“Hahah! Kok tahu aku punya pacar baru?”

Kebiasaan! Pria ini memang mendadak jadi playboy. Dasar tukang roti, dumalku dalam hati sambil tak berhenti memutar bola mata dan menggelengkan kepala bersamaan.

“Apa yang tidak kuketahui tentang kau, Key-ah? Kau begitu menarik perhatian ketika lepas dengan ayahmu.”

“Yap. Dan apa yang kau ketahui tentang Minho sekarang? Aku dengar kalian kemarin bertemu. Dalam rangka apa?”

Deg. Dari  mana pria sesibuk dia tahu. Dasar pria bawel.

Eomma-nya sakit, jadi aku pergi menjenguk.”

“Astaga, lalu kau jadi dekat dengannya?”

“Kalau dilihat memang.”

Yaa—“

“Tenang saja Key, aku tidak mungkin menyukainya lagi. Dia kuanggap hanya sebatas masa lalu.”

Key mendesah. “Aku tidak yakin!”

“Kau harus percaya padaku.”

BIP!

Sebuah dering ponsel berbunyi begitu saja. Minho? kataku dalam hati saat melihat layar ponselnya. Sebuah pesan singkat dari Minho.

“Sudah kubilang, kau jadi dekat. Aku tidak tanggung jawab kalau kau menyukainya lagi.” celetuk Key. Dia baru saja mencuri lirik ke ponsel yang kupegang.

kata-kata itu seakan memfaksinku, menerorku, dan membuatku menahan aktifitas yang baru saja ingin membalas pesan singkat Minho. Harus kuakui Minho sebenarnya kembali di sisiku di saat yang tidak tepat. Posisiku memang kurang menguntungkan sebagai wanita yang menyukai pria lain dan di dekati pria lain. Aku sendiri malah bingung.

Pertemuanku dengan Key hanya menjadi acara debat rutin. Setiap kedatangannya, kami selalu berakhir seperti ini. Berpisah dan menjalani aktivitas masing-masing tanpa pamit terlebih dahulu. Dia baru saja pergi karena lelah berdebat.

Aku mendesah, “Kenapa harus perkara Minho dan diriku yang kembali dekat lagi..” kataku lagi-lagi jadi kepikiran.

Yap, pria yang satu tadi selalu marah ketika mengetahui diriku dan Minho menjadi dekat akhir-akhir ini. Padahal aku tidak ada niatan untuk kembali pada orang yang sama yang sudah mengecewakanku untuk keberapa kalinya. kita hanya berteman kok, kataku dalam hati menyakinkan diri.

“Sudahlah, aku mau pulang juga!”

Aku pun lanjut berjalan menyusuri taman hingga tiba di depan sebuah gedung kampus yang bangunannya tidak pernah berubah. Dan lagi-lagi, sekelebat bayangan datang..

Di masa itu, sebelum aku berteman dengan Jonghyun. Aku sedang berjalan melewati gerbang kampusku, dan dengan tidak sengaja, berpapasan lagi dengan orang itu. Kim Jonghyun lagi. Dia berjalan melenggang dengan gayanya yang sok keren dan dengan tidak peduli, saat dia menatapku, dia pun membuang muka lagi. Astaga, dia tidak ingat semalam aku memergokinya mabuk. Sialan, umpatku dalam hati.

Aku tidak peduli. Dia memang orang yang seperti itu. Untuk apa aku memikirkan orang yang sama sekali tidak memikirkanku juga. Hanya membuang-buang waktu.

DEG!

Langkahku terhenti. Dan, hatiku tiba-tiba sesak dan merasa tersakiti.

Kini seseorang berjalan melewatiku. Pura-pura tidak mengenaliku, dan dengan tidak tahu malunya, merangkul gadis lain di hadapanku. Minho sialan! Pria itu benar-benar sudah gila. Aku bahkan belum pernah mengatakan hubungan kita berakhir setelah memergokinya yang berciuman dengan gadis lain beberapa saat lalu. Aku tahu aku sudah sering memergokinya, tapi dengan bodohnya aku malah pura-pura tidak tahu dan menganggap hal itu biasa saja. Hanya orang tolol yang mengira aksi mesra pacarku dengan gadis bukan suatu perselingkuhan. Aku yang tolol memang!

Tak terasa, air mata sudah jatuh dari pelupuk mataku. Aku langsung menyekanya cepat, tidak mau orang lain melihat kelemahanku yang satu ini. Aku memang terlalu sensitif, hingga lagi-lagi tak sadar mataku bertemu dengan pria yang salah. Dia hanya menatap sebentar mataku, dan kemudian, dengan dingin justru membuang muka lagi.

Aku tidak peduli dengan sosok pria yang angkuh itu. Kim Jonghyun apa? Masa bodo, kataku dalam hati sambil lanjut berjalan ke ruangan di mana jam kuliahku tiba.

Pagi ini sudah kuhabiskan hanya untuk memikirkan orang-orang yang sama sekali tidak memikirkanku. Aku memang bodoh.

“Seka itu!”

Sebuah suara mengagetkanku. Kutolehkan pandanganku ke samping dan mendapatkan orang yang sama sekali tidak kusangka-sangka sedang menenggelamkan wajahnya sambil memberi sebuah tisu yang kini di arahkan tepat di depan wajahku.

Kenapa pria ini? Apa  karena dia memergokiku menangis lalu dia peduli?

“Seka. Kau tidak pantas membuang air matamu secara percuma.” katanya kemudian makin membuatku bingung saja. Tanpa kusadari aku justru jadi menangis lagi mendengar ucapannya.

“Nih!” katanya lalu memberi tisu itu ke tanganku, lalu kemudian meninggalkanku.

Aku terdiam. Bahkan, untuk meneruskan tangisku saja aku tidak bisa karena begitu terkejut pria ini berani menyentuh tanganku. Kim Jonghyun? Sungguh tak pernah kusangka.

“J-jong—“

Gwenchana..” katanya kemudian terus berjalan memunggungiku. Aku bahkan belum mengucapkan terimakasih untuk tisu yang ia berikan.

Beberapa hal yang tidak dapat kupercaya kita baru saja melakukan sebuah komunikasi singkat…

Astaga! Kami terlihat seperti dekat. Padahal kami bukan seseorang yang mengenal dan ditakdirkan untuk sama-sama saling dekat. Aku justru orang terasing baginya di masa itu.

Badanku tiba-tiba bergerak sendiri untuk menyusuri sekeliling kampus. Aku menaiki lift dan terhenti di sebuah ruangan. IV-6 papan yang terpajang di sana. itu ruangan kelasku. Ruang dimana aku mengenal pria dingin seperti Kim Jonghyun. Geez!!! Kenapa aku malah terdampar di sini. Aigoo!

“Huh! dasar pria sok kecakepan itu.” umpat seseorang di dekatku.

Bisikan dan gumaman beberapa gadis terdengar di telingaku. Aku tetap terdiam, duduk dan mendengar setiap lontaran beberapa hal menyebalkan dari mereka yang berada di sebelahku. Tidak kulakukan dengan sengaja, tapi apa yang mereka bicarakan memang terdengar begitu jelas di telingaku.

“Sok! Orang sok kecakepan! Sungguh menyebalkan!” umpat salah satu dari mereka untuk kesekian kalinya. Kali ini membuat aku menoleh ke arah yang ia maksud.

Seorang pria dengan tubuh atletis masuk dari pintu kelas. Tubuhnya sangat kekar untuk ukuran seorang pria. Dia memiliki otot yang cukup besar. Dan, dia hanya berjalan dengan gagah, tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarnya yang terus memperhatikan keberadaan orang itu untuk barangkali 3 hari semenjak ia masuk ke ruangan ini, atau menjadi mahasiswa di kampus ini.

“Tuh kan, mau sampai kapan coba dia seperti itu. Padahal dia tampan.” sahut salah satu gadis pada temannya sendiri.

Tampan? Ya, pria itu memang memiliki paras yang tampan. Dia memiliki garis wajah yang tegas, mata yang cendengrung sendu, potongan rambut yang keren—style yang sangat pria—well, wajar semua gadis akhir-akhir ini membicarakannya. Dia memang menarik perhatian semua mahasiswi di Universitas kami.

“Jonghyun-ah!” sapa seorang pria pada orang yang baru saja dibicarakan semua gadis di ruangan kelas, tempat aku berada. Semua orang jadi melirik pad orang itu. Berharap, ada sepatah kata yang akan dilontrakan oleh pria yang baru saja dipanggil dengan sebutan Jonghyun. Hanya sapaan balik, itu sangat dinanti semuanya, atau mungkin, aku pun ingin mendengar sedikit saja dia mengucapkan sesuatu.

“Malam nanti, pesta di rumahku. Kau harus ikut, Jjong!” ajak pria yang tiba di bangku kelas Jonghyun. Kulihat Jonghyun menoleh dan mendongakan wajahnya pada pria itu. Tapi, karena terlihat malas, dia justru hanya menggeleng pelan. Jelas saja itu membuat semua gadis yang ada di kelas jadi menurunkan bahunya pasrah. Mereka jadi tidak bisa mendengar suara anak pindahan tersebut.

DEG!!!

Aku terpaku!

Yeah, bagaimana tidak, semenjak tadi semua orang membicarkan orang itu, dan aku jadi ikut memperhatikannya, mata kami baru saja bertemu beberapa detik yang lalu. Pria bernama Jonghyun yang dikenal dingin itu baru saja menatapku tidak sengaja dan menamatkan lamunanku dengan membuang muka lagi.

AISH!! Hanya itu yang bisa kubatinkan dalam hati. Aku hanya shock barusan.

Perasaan shock-ku tidak berhenti di situ saja!!!

Siangnya, dimana siang tiba-tiba menjadi siang yang tidak terlalu bersahabat membuatku sedikit kelelahan. Bagaimana tidak, cuaca hangat yang biasa kurasakan hari ini kandas begitu saja karena hujan deras. Aku duduk menyendiri di kelas, dan menatap hujan dari balik jendela kelas sendirian. Rintik-rintiknya bahkan bisa kudengar dengan jelas karena air hujan yang deras itu benar-benar mengenai kaca jendela ruang kuliahku. Andai saja aku bawa payung atau pulang lebih awal, pasti aku tidak akan terjebak di sini.

“Sudahlah, aku pulang saja dari pada terlambat!”

Aku pun bangun dari duduk yang tidak bermanfaat dan hanya membuang waktu percuma hingga jam mengajar les privat beberapa menit lagi tiba. Kuambil sebuah tas dan memasukan beberapa buku ke dalamnya dengan tergesa-gesa. Hujan rintik dan ruang kelas yang kosong hanya membuatku malas berada di sini sendirian.

Hening… Betapa heningnya situasi yang kurasakan. Aku pun berjalan di lorong-lorong gedung yang sudah mulai terlihat sepi. Hanya bunyi suara lift iseng yang kudengar sepanjang lantai yang kutelusuri. Maklum, ruang kuliahku berada di lantai 4, aku harus turun karena tidak mau menaiki lift seorang diri. Alasannya hanya satu. Aku orang yang penakut.

DUGH!!!

Sebuah suara sangat keras terdengar di telingaku. Aku menoleh cepat ingin mengetahui sumber suara namun aku tidak menemukan apa-apa.

DUGH!!!

Dan lagi-lagi suara yang sama mengagetkanku. Dan kini apa yang kulihat. Seorang pria baru saja keluar dari ruangan yang aku rasa adalah salah satu ruang tak terpakai di gedung kampus ini. Dia kini berdiri terpaku melihatku yang ada di hadapannya—yang sama mematungnya.

Jonghyun! Pria itu, batinku dalam hati.

Dia hanya terdiam menatapku dan tidak lama dari itu, dia justru dengan segera menyembunyikan tangan kanannya ke belakang.

“Jonghyun-ssi..” kataku berusaha menyapanya walau sebenarnya justru terdengar sangat aneh. Ini untuk pertama kalinya aku menyapa orang seperti Kim Jonghyun itu.

Benar yang ada dipikiranku, Jonghyun tidak menjawab, dan dengan tidak peduli, dia justru berjalan melewatiku begitu saja. Kelihatannya dia memang tidak begitu tertarik dengan sapaanku, hingga lagi-lagi selalu bertindak dingin seperti Kim Jonghyun yang kukenal 3 hari yang lalu. Tidak ada perkenalan, dia hanya ikut duduk di kelas. Dan sangat disesali, hanya beberapa anak yang inisiatif yang mengetahui namanya Jonghyun. Dia begitu pendiam dan misterius. Sungguh sulit dibayangkan, dia bisa tahan dengan lingkungan baru dengan imej yang mengasingkan diri itu.

Beberapa hal yang tidak kumengerti kenapa dia begitu dingin di masa itu… Kim Jonghyun.. Aku ingin lebih mengenalnya.

Sigh!

Aneh, memang aneh! Pria yang begitu dekat denganku, yang masih membuatku merasa bersalah, sekarang rupanya mengingatkanku bagaimana kami benar-benar tidak sangat baik di awal. Kami memang tidak dekat.

Dan ketika aku sadar kenapa kami bisa tiba-tiba menjadi dekat, adalah, ketika kami tiba-tiba saling menyapa pertama kalinya di kedai soju. Aku duduk di salah satu kursi yang berhadapan papan tulis yang bercoretkan sebuah kata ‘soju’. Karena soju kami saling kenal. Yap, mungkin saja.

Di masa itu!

Tidak bisa kupercaya, apa yang kulakukan malam-malam begini dengan berkeluyuran di tengah jalan. Aku hanya frustasi! Yah, frustasi. Bagaimana aku tidak frustasi? Well, aku baru saja melihat kekasihku sendiri dengan wanita lain. Aku tidak bisa, batinku dalam hati. Pria yang sudah kupercaya selama ini dengan mudahnya menggandeng lengan gadis lain di saat aku datang ke tempatnya untuk memberi kejutan karena datang di hari dimana kita harusnya merayakan sebuah perayaan hari jadian.

“Awas saja Minho itu!! Tidak akan kumaafkan yang kali ini.” kataku sambil masuk ke sebuah kedai soju di pinggir jalan.

“2 Botol soju, ahjushi!” kataku langsung menyambar duduk tidak peduli.

Ahjushi dengan cepat menyodorkan 2 soju. Satu soju sudah kuteguk dengan bersemangat. Dan dengan frustasi pun, aku mengucak rambut kesal tidak peduli. Aku terlalu marah hari ini. Minho sudah ketiga kalinya selingkuh dan aku selalu mau saja memaafkannya.

“AKU SUNGGUH BODOH BUKAN?” teriakku tidak sadar di tengah kesunyian. Ahjushi jadi melirikku.

Yaa… Jangan berisik.” sahut seseorang di sebelahku dengan nada mabuk. Aku bahkan baru sadar kalau di sebelahku rupanya ada sesosok pria yang dengan frustasi meneguk minuman yang sama denganku, soju.

Deg!

Oh my god! Damn God! How can ??

Pria ini aku kenal, kataku dalam hati sambil menatap lekat dirinya dari dekat. Jarak kami memang terlalu dekat. Dia ada di sebelahku, menatap sojunya yang dia genggam dengan tangan kanan. Ponselnya berbunyi di saat yang sama ketika mata kami hampir bertemu lagi, tapi dia tidak menanggap bunyi dering ponselnya sendiri, padahal ponsel tersebut digenggam dengan baik di tangan kirinya. Sepertinya dia memang sengaja mengabaikannya. Ini sisi lain dari Kim Jonghyun yang tak pernah kuduga. Aku justru menemukannya dalam kondisi yang seratus derajat berbeda dengan di kampus.

Sebentar! Mataku tertuju pada satu yang menarik perhatianku. Sebuah luka memar di tangan kanannya. Benar-benar merah lebam. Aku pun merasa heran dia tidak sakit di saat aku menyentuhnya. Aku rasa itu sebuah luka pukulan tangan sendiri. Jangan-jangan…

Yaa~ Neo Jonghyun-ssi!!!” kataku memanggilnya tidak peduli. Aku pun sama dengannya, berada dalam kondisi mabuk.

Pada akhirnya Jonghyun menoleh padaku. Astaga, baru pertama kali aku benar-benar melihat orang ini dari dekat. Dia memang begitu tampan jika dilihat dari jarak 10 cm saja. Astaga juga! Apapula yang kupikirkan di saat seperti ini. Dia hanya tampan, tidak pakai begitu.

WaeHeenim-ssi?” katanya langsung jadi terkejut menatapku. Aku sudah pasti terkejut. Seorang Jonghyun mengenaliku? Apalagi menyebut namaku? Tidak pernah kusangka seorang seperti dirinya bisa mengingat namaku, memanggil, dimana dia tidak pernah memanggil nama orang lain sepengetahuanku.

Aku begitu tercekat, sedangkan dia justru meneguk sojunya kembali dan tidak peduli dengan aksiku yang masih terpaku.

“Kau sedang apa di sini?” Dia melirik layar ponselnya malas. “Jam 1 malam?” katanya lalu menoleh padaku.

“K-kau sendiri sedang apa?” kataku malah jadi gugup. Yah, tentu saja aku gugup, ini pertama kalinya kami berbicara.

“Aku? Tidak perlu kau tahu.” katanya kemudian malah bangun dan tiba-tiba berjalan meninggalkanku begitu saja. “Jangan pulang malam-malam. Seorang gadis tidak baik berkeluyuran di jam malam.” katanya kemudian semakin membuatku terdiam.

Aku pun kebingungan. Benar-benar sesuatu yang tidak kumengerti kenapa dia tiba-tiba peduli dan mengingat baik namaku. Aku jadi semakin penasaran..

Beberapa hari kemudian…

“Park Heenim… Apa kau kelelahan?” sebuah suara membangunkanku. Aku mengerjapkan mata. Baru saja aku seperti melihat Jonghyun, dan rupanya aku salah. Minho, hanya Minho yang ada di depanku.

“Kita sampai.” sahutnya lagi. Mataku jadi menerawang apa yang ada di hadapanku saat ini. GOD, DAMN! Minho membawaku ke Han River. Ini adalah tempat dimana aku dan Jonghyun akrab untuk pertama kalinya. Jantungku tiba-tiba saja berdebar kencang mengingat masa itu.

“Kemari!” Minho menarik tanganku dan mengajakku keluar dari mobilnya dan entah kenapa..

Minho menoleh kebelakang sambil menggenggam tanganku, dan dia tersenyum.

Kami kini berdiri di pinggir sungai. Memandang riak sungai, dan tiba-tiba suasana jadi begitu hening sekarang. Aku baru ingat sekarang. Aku tadi pingsan ketika berdebat dengan Minho. Pesan Minho kemarin membuat kami jadi bertemu pada hari ini. Dan, coba tebak apa yang dia lakukan padaku di hari ini??

Dia benar-benar gila! Membawaku pada situasi dimana aku tidak menginginkannya. Dia mengajakku untuk bertemu mantan kekasihnya. Dan apa yang dia lakukan? Dia mengaku padanya kalau dia sekarang kembali padaku. Sial! Dia hanya berbohong.

“Maaf Heenim-ah. Aku tidak bermaksud begitu. Kumohon jangan salah paham.”

Deg!

“Aku harus kembali pada Yeonim. Aku tidak bisa meninggalkannya. Dia pasti sakit.”

“Minho..” Aku mendesah. Aku rasa dia pun salah paham. “Aku sama sekali tidak ada niat—“

“Aku tahu. Tapi aku merasa kamu menungguku.”

Astaga, itukah yang ada dipikiran Minho. Juga Kibum? kalau aku dekat dan berbaik hati kembali pada Minho itu artinya aku mengharapkan dia kembali padaku?? Salah besar …

“Aku harap kau mendapatkan pria yang lebih baik..”

“Minho.. aku pikir kita hanya berteman.”

“Iya. Tapi. aku tidak melihat seperti itu.”

“Min..”

“Maaf Heenim-ah.”

Astaga, apakah pria ini sungguh percaya diri tingkat tinggi? batinku.

“Ayo kita pulang. Akan kuantar kau sampai rumah.”

“Tidak perlu, Minho. Kau yang pulang, aku mau di sini.”

“Tidak baik perempu—“

“Sana urusi saja perempuan itu! Kalau kau peduli padaku itu artinya kau ingin aku mengejarmu!!” Teriakku. Aku begitu kesal jadinya.

Minho terkejut. Melihat aku berteriak keras padanya, yap, siapa yang jadi tidak terkejut. Aku memang jadi kesal. Entahlah… aku bingung sendiri. Minho tiba-tiba menatapku dan menggenggam tanganku.

“Gwenchana Minho-ya..” kataku. aku tidak merasa sakit hati, aku hanya begitu kesal, kenapa dia menjadi seorang pria begitu plin plan dan tidak punya pendirian.

Minho akhirnya pergi meninggalkanku, dan aku… tiba-tiba saja teringat dengan masa laluku. masa dimana aku menangisi pria itu di tempat ini.

“Heenim! Park Heenim! Heh! Bangun! Kita sampai!!” sahut sebuah suara. Aku merasa tubuhku diguncang-guncang, walau aku pun sendiri belum membuka mataku. Aku terlalu mengantuk.

“Kita sampai!! Cepat!! Kita harus melakukan sesuatu.”

Bayangan seorang pria walau terlihat buram dari mataku yang belum sepenuhnya terbuka sedang terlihat gembira. Dia dengan gembiranya tersenyum padaku. Ada apa dengan pria ini akhir-akhir ini, batinku dalam hati.

“J-Jonghyun..”

GREB!

Dia malah menarikku yang masih di ambang batas kesadaran. Dan dengan sopan, dia justru menarikku berjalan sesuai kemauannya.

Kurasakan angin begitu sempurna mengenai setiap inci kulitku. Astaga malam ini sungguh dingin dan pria ini justru membawaku ke tempat terbuka seperti ini. Mataku mendadak membulat. Tempat ini….

Aku menoleh cepat pada Jonghyun. “Sungai Han?”

Jonghyun mengangguk dan mengajakku untuk menikmati keindahan sungai han dari dekat. Sepi. Entah posisi kita ada di sebelah mana, kurasakan kita memang seperti terasingkan dari semuanya.

“Teriaklah sekarang! Kau tidak baik memendam semuanya sendirian.”

“Eh?”

“Beberapa pikiranmu, aku rasa akan sedikit ringan jika kau keluarkan sekarang.”

“Memang?”

“Setiap orang memang memiliki masalah, tapi terkadang orang selalu saja menghindar dari masalah itu. Tidak ingin membahasnya dan lebih suka menguburnya atau pura-pura tidak tahu. Kau tidak boleh seperti itu. Menangis tidak menyelesaikan masalah.”

Ucapan pria ini,  geez… Aku bahkan tidak bisa menginterupsinya berbicara. Aku rasa air mata jadi menetes begitu saja. Astaga.. Aku jadi menangis di depannya.

“Heenim-ssi..”

“Jo-Jonghyun.. ke-kenapa?”

Dia tersenyum padaku. Lalu tanpa kumengerti dia kini melemparkan pandangannya ke sungai han.

“HEENIM MEMANG BODOH!!” teriaknya tiba-tiba membuat kedua alisku menaik. “HEENIM MEMANG BODOH KARENA MEMBIARKAN PRIA ITU MELUKAI DIRINYA!!” katanya lagi berteriak tanpa malu.

Dia kembali menoleh padaku. Sedang aku jadi sibuk menoleh ke kanan dan ke kiri, takut ada orang di luar sana yang memperhatikan kami.

“Bukankah itu yang ingin kau katakan. Ayo katakan. Kau tidak patut membiarkannya ini terus menerus. Lagi pula Minho memang brengsek.”

Aku bingung. Apa aku dan Minho begitu terkenal hingga ia tahu apa yang sekarang menjadi kegelisahanku?

“Cepat teriakan!”

Aku tersentak dan kemudian mengangguk mantap walau masih dalam kondisi menangis. “Aku tidak memaafkanmu Choi Minho!”

“Kurang keras.”

“Aku tidak memaafkanmu!”

“Kurang keras. Kau tidak bicara dengan orang yang ada di depanmu. Orangnya sangat jauh. Harus lebih keras lagi.”

Tanpa kusadari aku mendengus pada Jonghyun. Kuseka air mata dukaku, dan mengambil nafas dalam-dalam lalu meneriakan hal yang sama, namun lebih keras. “AKU SANGAT MEMBENCIMU! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU! SUDAH CUKUP AKU BERSABAR! AKU TIDAK MAU BERSAMAMU LAGI WALAU ITU AKAN MENYIKSAKU!!”

Aku menoleh pada Jonghyun, dan lagi-lagi tanpa alasan, kini kami malah tertawa bersaaman.

Beberapa kebahagiaan yang tidak bisa kugambarkan sekarang mengenai dirinya… Oh tuhan, aku begitu nyaman dekat dengan Jonghyun.

“AH TIDAK BISA BEGINI!!! Micheo! Micheo!!! Sudah kubilang Minho gila!” dumalku sendirian.

Aku sedang di kedai soju pinggir jalan sendirian. Setiap merasa pusing di kepala dan sakit di batin, aku selalu pergi ke tempat ini. Hanya untuk meneguk soju dan mencurahkan kekesalanku pada botol soju, benda mati yang kini sudah terbiasa kuajak bicara.

“Kau, Minho, sungguh sangat bodoh. lagi-lagi kau mengulangi kesalahan yang sama.” Kuteguk soju untuk sekian kalinya. “Untuk apa melepaskan gadis yang sudah kau pacari setelah 2 tahun, lalu berniat kembali padaku. Untuk apa kau meralat ucapanmu tadi di Han river.”

“AAHHHH! Kau memang gila!”

Beberapa botol soju sudah pasti mengisi kerongkonganku. Panas ditubuh terlalu menstimulusku untuk semakin marah saja. Aku memang sedang emosi saat ini!

Tadi setelah Minho pergi. Dia mendadak kembali ke tempat di mana aku masih mengenang tiap memori bersama Jonghyun di tempat itu. Dia datang dan tiba-tiba memelukku. Dan bilang, “Heenim… sebenarnya yang ingin kukatakan adalah kebalikan dari itu.”

Secara sadar aku mendengar dia sayang padaku. Namun dia lebih terlihat seperti orang yang terluka jika dibandingkan dengan orang yang bahagia karena menyayangi seseorang. Untuk pertama kalinya aku melihat dia lemah. Dan yang paling aku benci, ER, dia dengan misterius meninggalkanku lagi, dan hanya berpesan pada Heenim yang polos ini, “Love is pain. Aku akan mendapati luka, tapi aku tidak ingin kau terluka. Sudah cukup kau terluka denganku. Aku ingin kau bahagia Heenim.”

Kata-katanya sungguh tidak kumengerti.

“AHHH KAU MEMANG BODOH, HEENIM!!” Aku merutuk diri sendiri. “AHJUSHI AKU MINTA—”

“—Aku juga minta satu  botol lagi!”

Suara itu membuatku menoleh ke samping. Suara yang tidak asing didengar, dan, astaga, aku kenal. Pria bertubuh kekar sedang berdiri di sampingku, merapihkan setelanya. Dia melirik ke arahku dan tersenyum. Tuhan, aku tidak ingin pingsan sekarang..

“Ka-kamu…” Suaraku tercekat. Aku tidak bisa melanjutkan ucapanku lagi. Melihat orang itu menatapku sambil tersenyum, membuatku sungguh…

Oraemaneyo Heenim-ssi!” katanya membuatku tidak sadar kalau bulir air mata jatuh begitu saja ke pipiku. Aku menangis. Setelah aku emosi beberapa saat yang lalu, kini aku..

Tapi..

Tidak..

Aku tidak bisa begitu.

Jangan salah. Pria ini menghilang sudah lama dan aku menangis untuknya. Sungguh menyebalkan!

Kusimpan soju dengan kasar ke meja! Kuambil tasku dan pergi dari tempat itu sambil menyeka air mata. Entah perasaanku seperti apa, tapi setelah beberapa langkah kasar yang kupijak, aku malah terdiam dan merasa bodoh.

“Kim Jonghyun datang…” kataku lirih berbicara pada diri sendiri.

“Kim Jonghyun kembali..”

“Kim Jonghyun tersenyum padaku..”

Aku justru malah menangis di tengah jalan. Tidak tahan dengan perasaan yang meluap-luap ini, kini aku justru berbalik sambil menangis terisak. Kulihat Jonghyun terdiam di sebrang. Berdiri dan menatapku sambil tersenyum. Dan dengan tampang tidak berdosa, dia justru melambaikan tangannya seakan menyapa ‘hai’ dari kejauhan.

Bodoh!

Aku berjalan kasar ke arahnya. Aku tahu ini tolol, tapi inilah Heenim. Bodoh dan tidak mau menyesal untuk kedua kalinya.

Jonghyun melangkah mundur ketika aku tiba di tempatnya. Berdiri di depannya hanya menatap sinis padanya. Apa yang perlu kuperlihatkan lagi?? Aku hanya ingin dia tahu aku begitu kesal padanya.

Jonghyun yang semakin tampan, kataku dalam hati malah membatin mellihat kesempurnaan wajahnya dari dekat. Bodoh, rutukku dalam hati.

Kugelengkan kepalaku cepat hingga dia menaikan kedua alisnya. Aku rasa dia sekarang sadar aku sedang melakukan percakapan pada diri sendiri dalam hati. Yeah, aku sedang berjuang antara senang dan sebal dalam hati.

“Heen…”

Aku tidak bisa menahan perasaanku. Kupeluk Jonghyun cepat sampai ia tak bisa melanjutkan apa yang ingin ia katakan.

“He-Henim..”

“Mianhae! Jeongmal Mianhae Jonghyun!!! Aku menyesal telah berkata kasar padamu! Aku bahkan belum sempat mengucapkan terimakasih padamu di masa itu. Kau yang terbaik dan aku sungguh menyesal membuatmu pergi seperti itu.”

“Ya-yaa..”

“Aku tidak peduli. Hanya diam dan dengarkan aku saja!” Aku semakin menangis tak terkontrol.

Jonghyun membalas pelukanku. Dia mengelus puncak kepalaku seakan-akan mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Kehangatan tubuh yang kurasakan lagi setelah lama. Aku rindu padanya. Sudah kubilang, aku bahkan begitu tolol membiarkan diriku hanya untuk menerima pelukan seperti ini.

Ya…”

Suara yang begitu kurindu. Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya tajam. Mata kami bertaut sangat lama. Kalau saja kami bisa bertelepati, akan kukatakan dia adalah tolol ke dua! Yang pertama adalah aku.

Jonghyun tersenyum.

Yaa! 2 tahun tak bertemu kau hanya merespon ‘ya’!! Sungguh Keter..”

Ne Heenim-ah, nado!”

Nado mwo?? Mwo??” Kuseka air mataku lagi. ucapannya hanya membuatku semakin menangis. Tapi, ini tangis bahagia karena bisa berkomunikasi lagi seperti ini.

“Memang, kau maunya apa?”

“Mau apa memangnya? Aku tidak mau apa-apa!”

“Sudah jangan menangis! Aku sudah kembali.”

“Kau kembali di saat yang tidak tepat.” kataku terus-terusan menyeka air mata yang tidak berhenti keluar. Aku terlalu bahagia.

“Kenapa? Karena Minho kah? Aku kembali disaat kau dekat lagi dengan si Minho itu, huh?” terdengar nada yang tidak asing. Seperti meremehkan dan marah.

“Minho?” tiba-tiba pemikiran tentang Key datang. Aku rasa Key yang mengadukannya.

“Kau jadi diam?”

Kupeluk Jonghyun kembali. Aku tidak bisa membiarkan dia mengoceh karena membicarakan yang lain selain kami. Aku hanya ingin membicarakan dirinya dan diriku di saat kami 2 tahun tidak bersama.

“Hei..”

“Aku hanya ingin membicarakanmu. Aku tidak tahu kemana sebenarnya kau 2 tahun ini, Jjong. Aku rindu padamu, tapi kau tidak pernah mengabariku apa-apa. Aku sungguh kehilangan.”

Kurasakan tangan Jonghyun mengelus puncak kepalaku dan jantungku mulai berdebar aneh karena itu. Seharusnya aku katakan aku menyukai sehingga kalimat nado terucap dari bibirnya.

Gomawoyo. Aku kembali ingin mengatakan maaf padamu juga. Maaf aku tidak menjadi baik untukmu, dan terimakasih sudah mau menerima maafku dan tidak marah padaku saat aku kembali. Aku tidak pernah merasa kehilanganmu.”

Aku mendongak menatapnya. Seperti merasa aneh Jonghyun pun memutar bola matanya.

“Kibum selalu melapor.”

“Jad-jadi selama ini?”

Jonghyun mengangguk, membuatku semakin yakin kalau dia baru saja mengakui keberadaanya yang selalu diketahui Kibum, dan aku tidak tahu sama sekali kalau Kibum berkomunikasi dengannya 2 tahun ini. Jadi selama ini aku saja yang dibodohi?? Untuk apa?

“Alasanku kembali sebenarnya karena aku takut kau kembali pada pria itu.” Wajahnya memerah. “Kalau saja aku tidak tahu kalau kau dan Minho akan bertemu, aku tidak akan kembali ke sini. Aku masih sibuk.”

Sekarang aku sadar. Alasan kenapa aku tidak berhenti memikirkan Jonghyun adalah karena si tukang roti Kibum itu sengaja. Sialan. Dan ini ulah Jjong juga. Nappeun!!!

“Maafkan aku karena membuat Minho kebingungan. Kami tadi pun bertemu.”

Yaa!! kalian…”

“Aku percaya kau menyukaiku, Heenim-ah. Tidak usah kau ucapkan itu. Aku pun menyukaimu.”

Deg!

Ucapan seperti itu, datang begitu saja dari mulut Kim Jonghyun. Aku begitu bahagia. Bahagia sampai harus menangis lagi. Kupeluk dirinya erat lagi dan menangis di bahunya.

“Sudah jangan menangis. Aku kembali bukan untuk ditangisi.” katanya melepaskan pelukanku dan memegang bahuku erat.

Aku menatapnya bahagia lalu tersenyum.

“Kenapa? Senang aku kembali? Urusanku belum selesai di sana. Aku harus pergi lagi, tapi begitu aku kembali, tolong untuk tidak menangis lagi. Aku pulang juga hanya ingin memastikan kau jadi milikku atau tidak.”

Ne?”

“Kemarikan tanganmu.”

Jonghyun justru merebut tanganku. Dan aku, masih saja dalam kebingungan.

“Pakai ini maka kita sekarang sudah berada dalam satu ikatan.” Katanya memasangkan sebuah cincin di tanganku. “Heenim sekarang milikku, dan kau hanya boleh berdekatan dengan Kibum saja.”

Beberapa tindakan Jonghyun yang selalu membuatku bertanya-tanya. Sebuah kebodohan di masa lalu yang tidak bisa kumaafkan tentang diriku. Membencinya sekaligus menyukainya.. tapi akhirnya beberapa waktu itu kini terlewati hingga kami kembali bersama seperti ini. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku jadi ingin menangis lagi..

“Kau sangat suka membuang air matamu.” Ia menyekanya. Karena pada kenyataannya aku sudah terlanjur menangis.

“Mian, aku memang seperti ini. Tidak bisa membiarkan air mataku keluar ketika kau berlaku baik padaku.”

“Kita sekarang bersama.”

Aku tersenyum padanya. Senyum terbaik yang baru kali ini kuberikan pada Jonghyun. Aku senang ia kembali. Aku senang telah mengatakan 2 kata yang sangat ingin kukatakan. Aku senang ia  memiliki perasaan yang sama padaku. Aku sungguh senang sampai ingin menangis. Walaupun ia akan pergi lagi, tapi aku senang karena ketika ia pergi, aku tidak perlu resah dan diliputi perasaan bersalah lagi. Two words to say,  I want to say 2 words again for you, Kim Jonghyun. Love and forever.

Fin!

Mamotho’s note!!

Yuhu!!! Kemarin baru aja posting bilang hiatus dan sekarang malah posting FF. Mood emang labil!! Ini mamot lagi mood nulis lagi masa -_- yaudah lah selamat datang kembali dan membaca ff oneshot ini. FF ini adalah ff yang aku buat bulan Juni kemarin. LOL!!! Dan baru nafsu diedit hari ini. kekeke!! Semoga sukaaaaa!!!!

Lalu, FF ini aku persembahkan untuk orang-orang yang pernah ditinggalkan yang kemudian menyesal karena belum mengucap apa-apa. Berdasarkan flashback itu, lahirlah sebuah ff ini. hehe~

Note special : buat Ienav41, Diyawonnie, Onmithee….. yang menemani kelabilanku, kebersamaan kelabilan kita tepatnya, kyaaaaaahhh!! Aku nulis ff lagi!! Cepetan kita kembali ke dunia ini. I miss your FF!! Dan komen hebringnya lenot! Saranghae~~<3

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 11 November 2012, in ONESHOT, SHINee FF and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 51 Comments.

  1. Sebentar. Jadi ceritanya Minho sama Heenim itu dulunya pacaran tapi Minhonya selingkuh, saat itu Heenim jadinya deket sama Jonghyun. Jonghyunlah yang bikin Heenim bangkit dari keterpurukan karena abis diselingkuhi sama Minho, jadinya mereka deket. Terus mereka ini udah kaya sahabatan banget tapi sahabat pake perasaan (deg) eh Jonghyunnya akhirnya pergi dan si Heenim nyesel karena gak bisa bilang makasih dan maaf ke Jonghyun. Terus di saat Jonghyun lagi pergi, Minho deket lagi sama Heenim. Tapi sebenernya Minho juga gak ada maksud lain, dia malah mikir Heenimnya yang masih suka sama dia. Nah pas si Heenim sebel sama “pemikiran” Minho itu dia mabok dan Jonghyun balik. Gitu bukan eon?

    Sempet bingung tadi yang pas flashback on-off nya itu. Tapi akhirnya ngertinya begitu. Bener gak ya? Hmm tadi nemu ada kata “memfaksin” maksudnya “memvaksin” ya eon? Terus ini “Aku justru menemukannya dalam kondisi yang seratus derajat berbeda dengan di kampus.” maksudnya 180 derajat kah? Kalau 180 derajat itu baru punya arti “berubah drastis” gitu hehe.

    Ada niatan mau bikin sequel atau Jonghyun POV ga eon? Masih ada pertanyaan-pertanyaan yang bermain di otakku soalnya terutama tentang Jonghyun kekekekeke ^^V

    • -___________________-
      Coba simpulin diri ndit.. Kesimpulannya ada di kamu. LOL!
      Enggak dit, boro2 jjong POV, inimah emang Heenim yg jadi cast utama dengan segala pemikiran dan masa lalunya. jjong ga ada niatan untuk di jelasin kenapa dan siapa jjong itu. LOL! Yg penting yang eon tegasin disini, akhirnya heenim bisa ngucapin 2 kalimat itu buat abang jonghyun. haha

      Okay~ chukaeeee ndit kamu pertama komen. ini terharu benjeeut!! kekeekke

      • Oh iya sih eon, bener. Terkadang apa yang mau kita sampaikan itu ternyata belum cukup untuk reader. Contohnya ya itu, eonni nekenin tentang dua kalimat yang mau heenim ucapin ke jjong eh akunya juga ternyata penasaran sama hal lain. Aku juga pernah bikin flash fiction dan begini juga sama kejadiannya. Reader pengen tahu lebih banyak kekekekeke. Oke sip sip aku udah dapet kok poinnya 😀

      • Iya emang suka gitu.. AKu juga suka penasaran sama isi pikiran lain si penulis sampai nyampein cerita kaya gitu. KEPO gitu.. makanya kalau kenal authornya, aku akan nanya langsung sampai dapet apa yg aku pengen. Kisah ini emang aku saklekin kaya gitu. Bolak-balik. Lmao!

      • Iya eon, meskipun aku pernah bikin cerita kaya gini juga tapi ketika jadi reader ternyata keinginan untuk tahu lebih banyak itu bisa aja aku rasain. Padahal cerita juga mungkin punya batasan ya (macem skripsi kan juga ada hahaha). Hihihihi baru bener-bener ngerasain sudut pandang pas jadi reader ataupun jadi author itu bisa beda banget, padahal si reader ini pernah ada di posisi author juga (maksudnya aku kkkkk) #jadi curcol

  2. kak irma kembali..
    dr td mlm duduk manis menunggu.. trnyata pagi baru lht ffnya.. hahaha

    duduk di sebuah pohon rindang … sengaja gak pake kata “di bawah” kak?
    duduk di bawah sebuah pohon rindang gtu mksdnya? hihihihi

    oh.. aq bingung sm kalimat ini:
    menggandeng tangannya hanya untuk seorang brengsek melihat
    maksudnya?

    oh iya.. aktivitas kak.. bukan pke F.. hehehe

    Punggung seseorang yang menjadi sandaranku kini adalah punggung Kibum. >> *pengen ;A;*

    minho kepedean bgt sih =.=”

    dia justru melambaikan tangannya seakan menyapa ‘hai’ dari kejauhan. =.= pngn jitak tuh org jdinya… hahaha

    jadi intinya…
    baik minho maupun jjong…. sama2 punya rasa PD yg tinggi pke banget… lol
    n jjong.. gak ada tampang bersalah bgt… hahaha
    n kunci.. dsr odong… bikin org jd klhtn bodoh.. hahaha

    n pas bc bagian heenim n jjong pelukan… aku jd pngn meluk jjong . . . pasti hangat ;;__;;

    ikut kt nandit.. ayo dong kak.. bikin pov jjongnya.. hahaha

  3. ShineeMVPgirl90

    huahhhh, aku pikir LOD yg terbit ternyata ff jjong yah…

    jadi 2 katanya itu terimakasih sama maaf ya eon * hehehehehe
    Aku malah suka karaktrnya jonghyun di sini dingin tapi penuh dengan kejutan..

    Aku suka banget krakter2 yang kayak gitu, eh malah curcol…

    Eon LOD nya monggoh di lanjutin yakkk..
    heheehehhe~

  4. mamooottt…
    Tega bner kau padaku,sekalinya kmbali buat ff malah bt ak menangis..it knapa persembahanya buat orang2 yg ditinggalkan n blm sempet mengatakan apapun,huweeee…bnr2 dh y mot..

    It jonghyun PD bgt yak,gak ada rasa bersalah sama sekali,,klo ak jd heenim bakal ak jitak c dino yg bgtu tampan it…oh…

  5. YEAY!!!!eonni-ku kembali..dan finally my lovely DINO yg jd main cast..walau cm oneshoot..dan karakter jonghyun nampak aneh karena kebiasaan me-nyoju -nya..CEPAT LUNASI HUTANGMU EONNI..UTK BIKIN FF CG JONGHYUN..KUDU HARUS WAJIB SECEPATNYA..KARENA AQ CINTA KIM JONGHYUN -LOL!! HWAITING~!!!

  6. kok tau c aye kumiko..hah..kagak jd ngerjain dah ah #plak!
    Kisah nyatamu kah mot??wuih..happy end dong

  7. KYAAAAA MAMOOTTT KYAAAAAAAAAAAAAAA !! LMAOOO
    Atuhlahh aku tergerak baca ngeliat mensyenan kamu sama selingkuhan .. WHATTTT ??? OUR STORY ???? rrrrrrrrrrrrrr !!!

    pas kamu cerita ini 26 halaman one shoot aku mikir atuhlah ini si mamot cuap cuap apaan tentang Jjong smpe bisa se khilap itu -________- dan akhirnya ngerti kenapa panjang begini

    YANG PERTAMA !!! ga suka ihh sma nama ceweknya !!! HEENIM !!! yang kebayang mukanya heechul mulu -_____________- SUNGGH MENGACAUKAN IMAJINASI !! ganti nama yg lain !! atuhlah mott epep kamu udah bnyak jngan kebanyakan pairing jugaa -___________- kalo aku lebuh suka pairing yg udah ada tetap kamu abadikan !! misalnya klo jjong sma rena .. onew sma lena .. taemin sma iena .. key sma ienav41 .. mino sma yena(?) >> *AWAS AJA KAGAK NGARTI MAKSUDNYA*

    YANG KEDUA !! sma kayak reader sebelumnya .. AKU JUGA PABALIYEUT MOTTT !!! atuhlah yaahh ini ibarat bolak balik masa kini masa sekarang ,, biasanya kan klo FF gak bgtu banyak bolak baliknya masa kini dan masa sekarang … kalo ini BANYAK BANGET !! LOL !! awalnya aku juga berhnti ditengah buat mikir dan bolak balik tapi akhirnya aku ngerti .. dan setelah aku khayati resapi nikmati cumbui #naon justru disitulah letak menariknya .. kamu bikin ff ini dengan plot kayak yg bener2 cerita dan bolak balik masa lalu .. AKU SUKA !!!

    YANG KETIGA !! ihhhh di awal awal si jjong gak kuat banget karakternya mot aku gak nangkep itu jjong(?) apapula itu dia diem diem dingin amit bgtu rrrrrrr ,,, dan kamu tau apa ???? SEPANJANG JALAN AKU BACA INI FF AKU NYARI NYARI DIMANA LETAK KEMIRIPAN INI CERITA SMA KISAH KAMU !!! DAN GAKKKKKK ADAAA MOTTT !!! NOTHINGG WEYYYYYYY !! /INJEKKKKKKK SMPE SHINEE KOMBEK !!!! karakternya jjong gak mirip sma jjong ANU .. yg sma cuma SOJU doang LOL !! dan ngumpulin botol soju kosong ITU MAH kelakukannya IRMAYANTI LOL !!!

    Tau ga sihh apa ??? AKU BAHAGIA KAMU MENCERCA MINO DISINI !!! muahahhahahah !!! jarang kan mino kamu nistain !! aduh sumpah itu mino karakternya nista banget .. kenapa mantannya mino ?? kenapa gak BUMI aja ??? /dibakar mitmit/
    … dan keyy disiniii yawohhhhhhhhhhhhh yope yope muaaghhmuaghhh sipiliiiliii atunyaaaa tatttttaaaaaaa .. emak emak banget !!! SUKA !!!! dan untungnya kamu jdiin key ya .. bukannya dikisah kamu yg nenangin kamu baby aku ???? MUAHAHHHAHAHHAHHAHAHH .. sejuta cinta untuk mamot yg tidak memasukkan baby aku dalam lingkaran(?) ini .. ADAW ABSURD !! BODO !!

    langsung yahh mot aku suka banget sama adegan terkhirnyaaa !!! dimana si wanitaaa mewekk mulu .. ITU BULAN BANGET !!! LOL .. CENGENG !! dan jjong !! MATIII YOKKKKKKK !!! itu gak romantis sma sekali !!! gak ada mesra mesranya !!! TAPI MANIS BANGET BUAT GUE MOTTT !!!!! Gue menggelepar liat si jjong diakhir !!!

    DAN SATU LAGI MOTTT !!!!!! INI KEKURANGAN YG SANGAT FATAL !!!
    KAGAK ADA CIUMANNYA IHHHHHHHHHH !!!!!!
    MALES !!!
    atuhlah bakal lebih manis klo si jjong nyium dikit LOL

    udah sekian komen absurd gue .. GAK PENTING YA !!! GAK PEDULI !!! LOL
    yang jelas kangen sma tulisa kamu !!
    cepet atuhlah tamatin itu Lee Onew !!! aku gak mau baca krna yakin kamu bakal masih lama namatinnya !!! dan napsu baca epep gue LABIL .. klo digantung malah biasanya gak pengen baca lagi .. JADI CEPET TAMATIN !!
    dan semangat atuhlah NULISNYA !!!
    jangan gampang down sma omongan orang … percaya diri sama diri kamu dan tulisan kamu !!
    MITMIT di epepnya bilang gini !!
    “hidup itu harus berjalan apapun yang terjadi .. kita tidak bisa selamaya hidup berdasarkan omongan atau pendapat orang lain” INI SETUJU BANGET KATA KATANYA !!
    soo jangan berhenti nulis .. ALWAYS SEMANGATTTT !!!!!
    aku kangen sma EPEP kamu MITMIT DIYA !! sampe harus baca ulang lagi LOL !!
    udahlah yaa ahh !! meskipun ini komen nyampah .. tapi isinya bukan sampahh !! Ini cinta dan rindu buat tulisan kamu !!
    Okeeee .. Lena dan AYAH @skehehdanfdldi juga selingkuhan @realjonghyun90 selalu mndukung mamottttt .. PPWAITINGGG !!! ^^d

    tuhh gue beli pulsa !!! AMITTT !!

    • KYAAAAAHHH!! Akhirnya kamu nyepam weehh!! /lempar baby onew/
      Lendooot ini sumpah cuap2 kamu bikin aku keterngakakan! LMAO IH!!! Pas kamu bilang kamu baca ini aku sumpah penasaran sama apa yang ada di otak kamu sampai kamu bilang kangen aku nulis lagi. #sedih #terharu

      Aku mau repkomen kamu:
      Beeebbbb…. ini cuma 21 halaman -_- kapan aku bilang 26 hlm lol! MATA KAMU KATARAK!!!!!
      Rep 1, aku bingung mau namain apa lagi. HEENIM ITU NAMA KOREA AKU IF U WANT TO KNOW!! Nama aku versi mamot kalau galau. LOL!!! Atulah ia dimasa yang akan datang aku ga akan nambah2 nama karakter ff lagi!! Sory, ga ada rena, lena, iena. /bakar/

      Rep 2, aku baru nih bikin cerita pake flashback pabaliut -_- lol!! Miapah pusing?? iya aku juga waktu ngedit pusing mantes2innya. Ini mengalir gitu aja di kepala aku. Jadi murni isi otak aku kukuras sampai maabok sendiri. lmao~

      Rep 3, Itu diem dingin pas udah mau ninggalin apanannn.. Jadi itu setelah kenal dan temenan. baru kesana-kesanannya.. manis dan jonghyun benjeeuut! Jjong yang anu mah ABSURD TOTAL. Ya modifikasi dikit dah~! lmao
      dan.. GA PERLU BUKA KARTU AKU EMANG SUKA NGOLEKSI BOTOL SOJU!!! /KICK/

      Rep 4, Iya yaahhh.. abisnya yg pantes jadi mantan aku kan cuma minho. Onew mah sampai suami!! Jadi mana rela aku jadiin onew mantan. /DIGILING LENOT/ Tapi ya beb, iya sih, yang nenangin bulan dimasa itu si Onew 🙂 apadahh~

      Rep 5,Iya cengeng sebagian dari karakter HEENIM!!

      Rep 6, Aku ga redo bibir aku dicium JJONG! LOL!!! DASAR KAMU MESUM!!

      Outro : Iyaa dah lendot… aku semangat! semangat kok!! Tiap orang punya karakter nulis masing2. Tinggal di eksplor aja…Makasih ya ndot, quotesnya okeh!!! Wkwkwkw.. Mana mit2. CIUM DULU SINI SAMA BULAN~<3 LMAO! Payy~ sampai juga di LOD ya lendot. Entar aku terusin lagi ffnya. kekeke~

  8. ADDAAAWW MALU INI KOMEN PANJANG TAK BERISI LOL

  9. tadi aku mau komen apaan yak?gara2 baca komen diatas jadi speechless buyar smua yg ada diotak saking ngakaknya haduuhh 😆

    okeh lah lnjut..dari sekian banyaknya epep tante,yg biasanya klo baca tuh enjoy,fun,kga perlu di bawa berat,taaaappppiiiii ni epep atu bner2 cetar yg membahana gitu deh.soalnya udah bikin jidat mengkerut buat berpikir dan berkonsentrasi supaya imjinasinya tuh nyampe ke otak..daaannn hasilnya ya lumayan ngertilah maksudnya kkk *cuma lumayan doang lol..
    tp bner waktu nyoba buat berimajinasi cast cewenya yg muncul mlh king of 4D alias kim heenim aka kim heechul yg pke wig rambut panjang(kan cantik bgt tuh)..haduhh apapula ini sejak kapan kim jonghyun dan kim heechul ada affair gini,buyar semua dah ni tante imajinasiku astagaa ampuni aim yaowoh lol….
    dan biasanya minho jdi cowo bae bae yg unyu munyu knpa di sini rasanya pngen ngejitak tu kodok dan mlh jjong yg dingin2 asooy err tanggung jawab tante klo aku berpaling dri minho ke jjong (ㄱ,ㄱ)

    oya satu lagi ada kan tuh pendeskripsian badan berototnya jjong,dan demi apa aku mlh ngebayangin badannya agung hercules tpi muka jjong haduuhh dri tdi imajinasi kaga ada yg beres nih *sigh -,-

    yasudlah drpda ni otak tambah error…ehemm lnjutan LODnya kpn tante oya homi jg blum selesai tuh kyanya y? *uhuk lol

    • TANTE??? WKWKWKW!! Oka nanti ya tante belum buat lagi 😦

      IYa deh ff ini emang asli bingungnya ngebingungin -_- LOL!! Selamat menikmati tapi yaah~ dan heenim!! bukan heecul! ini park heenim oke?? lol!

  10. eon.. akhirnya kau ngepost fanfic juga… lama banget aku nunggunya..
    aku lagi suka sama jjong nih.. ffnya keren.. i like it..
    btw,, itu cg ga dilanjutin??? ;_;

  11. EONNNIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII…. Kenapa gak bilaaaang udah balik hiatus, huh? Kenapaaaa?
    Aku telat kan bacanya, ini post kapan hayooo? errr *injek mamoth*

    Dan…dannn… ini kok eonni keliatan banget galaunya yah, gak ada kalimat yang bikin ngakak seperti biasanya di epep yang lain #plaakk
    tapiii keren sih…
    btw Heenim? Itu nama cewek yah eon? Baru denger *diinjek*
    Eonni, flashback awal aku bingung loh yang di taman terus yang Heenim inget obrolan ayahnya jjong sama jjong. Flashback di dalam flashback(?) ahhh stress -_-
    Oya boleh kritik kan? Hehe
    entah kenapa aku gak suka tiap flashback pasti ada awal di masa itu, kesannya pas flashback gak ada kata lain eonni hehe *peace*
    LOL itu minho pedeee gilaaaaaaaaaa wkwkwkwkwk *ngakak guling2*
    Dan Heenim odong, mau aja tertipu hal yang sama sama minho lol
    Huweee si jjongg :3 ternyata kauuuu.. kkk

    Eonnnn… mood udah balik kan? LEE ONEWWWWWWW Cepatttt kerjakan!!! rampungkann!!!!!!!! *hebooh*

  12. ELAAAAAAAAAAHHHH!!!!
    Ini aer mata belom turun-turun ini!! udah diujung padahal!! Dan ga bisa turun! ngakak duluan pas baca bagian ending!Huwah! Gimana enehh??!!! #dugh

    idiw, kok sepertinya karakter “Minho” disini lagi jijay-jijay iyuhhh kamseupay gitu ya?? Udah pede tingkat dewa gitu, alamak bujubuset~~ aku ga mao ama cowok kayak gitu iiihh #DUGH

    KIBUM! Seperti biasa dia selalu jadi karakter penengah yang rempong. Tak ada Lee bersaudara di sini. Dan TUKANG ROTI?! Omo….. BUATIN DONG KAPAN_KAPAN#DUGH
    Tapieiiiii itu Jonghyun di awal alamak sangat amat dingin liseka? (liseka=sekali#duarr) Kayak disembur es rasanya #DUGH

    Dah deh, bingung juga mau komen apa lagi. LEE ONEWWWW EONNN~~~ NANGGUNG TUUH! CEPATTT~~~ XD

    • LMAO ~ PEUHLISSS Kerenan dikit. HELOH, tukang roti gitu T.T
      Aku juga lupa ini mau ngomong apa.
      Padahal waktu awalliat ini,aku excited bgd pgn balas.hurl

  13. sya shock dgn komen2 diatas yg kyaknya bkal ngalahin panjang efef aslinya..
    sumpah, hebat sekali dirimu eonn.. sekali comeback, yg ngomentarin bejibun..!
    keren bgt!! ehehehe..

    knapa minho labil sangat disini? astaga, ampe merinding gila ngebayanginnya..
    *bawa kang tae joon plg, minho ditendang..
    wkwkwkw..

    dtunggu efef laennya eonn!!
    *ngelirik LOD…

    • OMONAAAAA MY KANG TAE JOON! Itu film sampai sekarang belum aku tonton beres T.T
      Aku ga bs liat itu drama. Ngantuk dan bobo terus T.T

      oKAY~ Tunggu yaaa ></

  14. Kyaaahhhh~~~~ akhirnyaaaaa, ada FF yg keluar dari blog mu eooon, udah nunggu sampe lumutan ‘-‘ tapi kita sama eon, lagi gk mood. Eon gk mood nulis ff aku gk mood baca ff, errrrr ini semua gara2 RP _-_ dunia FF telah terhapus semenjak aku nge RP ‘-‘ jadi aja gk mood lagi baca FF, aku pengen nyoba ngiget2 ff apa aja yg belom aku lanjutin baca dan cuma inget blog mu, dan nunggu ff mu eon, aaaahh gk ada komen, pokoknya semua ff eon JJANG! Kkkkkkkk ❤ ayo kembalikan mood mamoth eonni ^^)9

    • WHATTTTT IEUUU KAMU BONGKAR IDENTITAS AKU .LOL!!
      Sama ~~ aku jg cm inget ke sini kalau inget shinee! #kekeke
      AYOOOO KEMBALIKAN DUNIA SHINEE KU. LOL!

  15. waaaa. jonghyun disini eonni bikin romantis ih. tapi nyebelin juga sih. seenak jidat maen pergi 2 taun eh pas balik lagi main iket anek orang pake cincin. jaaaaah.

  16. Hu hu hu hu T^T sekelebat masalaluku terulang kembali pas baca ff ini .

    Tp yg ini endingnya lebih so sweet ketimbang aku T^T #curhat

  17. Karna menyukai Minho sangat, baca cerita ini tokonya minho yang terbayanggg, toengggg

  18. Uwooooo,, johaaaa,

    Eonni, post ini di SF3SI juga ya?ya?

  19. spt biasa ff onnie tu bagus
    cuma dsni aku jdi benci sma minho
    dia kok jd kepedean gtu ya
    gpp deh skali” minho d nistain hahaha..

  20. boleh tuh rotinya si key buat buka puasa :9

  21. Sedìh… Perasaan dirundung rindu…
    Jonghyun, kau benar2!

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: