Complicated Girl – Lee Onew’s Drama (4)

CG – Lee Onew’s Drama (4)

Author : mamoTHo

Title : Complicated Girl (Lee Onew’s drama)

Main Cast : Lee Jinki (Onew), Hwang Yumi

Other Cast : SHINee Member (Taemin)

Genre : Romance – comedy – fluff

Rate : PG 13

This Story©mamoTHo

+++++

Yumi saat ini merebahkan dirinya di tempat tidur. Tadi dia diantar oleh Jinki sampai ke hotel—tempat sementara ia tinggal di Seoul sekarang. Jinki yang memaksa ingin mengantarnya, kalau Yumi tidak menuruti, pasti lampu kamar hotel akan diambilnya lagi sesuai kesepakatan. Belum lagi kartu kreditnya, oh gosh, tidak mungkin Yumi mau mengembalikan jaminan selevel tambang emas itu pada Jinki. Akhirnya ia pun mengiyakan permintaan Jinki. Yeah, walau jadinya mereka hanya terdiam di sepanjang jalan. Tidak bergandeng tangan, tidak berbincang. Keduanya begitu merasa canggung beberapa saat yang lalu setelah keluar dari dorm.

Bip! Bunyi suara singkat seperti itu menandakan bahwa sebuah pesan telah masuk ke ponsel Yumi. Matanya langsung membulat ketika melihat layar ponselnya.

From Jinki :
Maaf, aku tadi memelukmu. Jangan menambah  beberapa tingkatan untuk membenciku, ne?

Entah kenapa membaca pesan itu membuat jantung Yumi berdetak cepat. Dia sadar akan dirinya. Dia memegang dadanya hingga lagi-lagi mengontrol deru nafasnya yang tiba-tiba tak beraturan.

“Heh! Jangan bilang aku tadi baru saja berdebar karena memikirkan dipeluk oleh si amatiran?!” Yumi menjambak rambutnya sendiri. Dia merasa sebentar lagi akan gila.

Dengan cepat dia mengetik pesan untuk membalas pesan tadi, namun karena ragu, dia pun jadi menghapusnya dan berpikir untuk tidak terlalu ambil pusing apalagi sampai membalas pesan itu. Dia takut dan bingung harus membalas apa. Dia pun takut dia salah paham dan Jinki salah paham juga. Mereka bukannya hanya berakting?

“ARRGGGHHH!! ENTAHLAH!”

Yumi merebahkan diri lagi dan menenggelamkan wajahnya ke bantal. Dia bahkan belum membersihkan dirinya setelah dari luar dan memutuskan langsung tidur di tempat. Terlalu frustasi, mungkin itu dirinya saat ini.

Kembali ke beberapa saat yang lalu!

Jadi, di saat tadi dirinya dan Jinki masih terdiam di dorm. Ketika beberapa member sibuk dengan pacarnya masing-masing, Jinki dan Yumi memang jadi berdiam di balkon dorm untuk mengasingkan diri. Mereka mencari udara dan berdiam diri berdua di sana. Tidak ada kegiatan lain, setelah makan-makan tadi, semua member di dorm memiliki kegiatan kencan sendiri-sendiri.  Mereka, Key dan Eunji pasti masih berkutat dengan dapur. Hyemi, Minho, Jonghyun, dan Nana sudah pasti akan berdiam di sofa, mengawasi permainan Taemin dan Saera yang duduk di lantai menamatkan permainan Playstation-nya. Taemin memang masih berusaha mengalahkan Saera. Rupanya dewi kecantikan seperti Saera, benar-benar jago bermain PS. 

“Heh, sekarang aku mengerti perasaanmu. Sebagai seorang leader kau seperti tertinggal. Setelah melihat para member seperti itu, sepertinya kau memang harus punya satu juga.”

Yah, Yumi sadar. Dia menilai Jinki jadi kesepian karena tingkah member yang suka berkencan di dorm. Mereka pada akhirnya memperbincangkan rencana baru Jinki yang ingin memiliki pacar. Apalagi Jinki baru saja bercerita sudah menemukan satu wanita yang cocok untuknya. Tapi, rupanya, di saat yang sama, suara dibalik pintu balkon terdengar berisik, membuat Yumi menoleh sebentar dan melihat beberapa member mengintip.

Para pria itu, decak Yumi dalam hati ketika melihat Key, Minho, Jonghyun dan Taemin mengintip di balik pintu yang terletak di belakang Jinki. Jinki tidak sadar kalau di belakangnya beberapa member menyaksikan. Dia terus-terusan bicara mengenai rencananya memiliki pacar pada Yumi sambil memandang ke luar balkon. Sedang Yumi yang ada di sebelahnya jadi tidak konsen dengan tingkah para member yang membuatnya jadi risih. Omongan Jinki sama sekali tak didengarnya. Dia hanya menatap wajah Jinki yang bercerita padanya. Dan tiba-tiba saja, karena merasa risih, dia berjinjit untuk menggapai sesuatu.

Chup!

Sebuah kecupan kilat Yumi daratkan di pipi Jinki membuat Jinki kaget. Suatu kesalahan besar karena Yumi mengecup pipi itu tanpa pikir panjang. Benar, menurutnya dia memang sudah gila. Dan tentu saja aksi itu membuat Jinki menaikan alisnya. Tapi herannya, Yumi malah tersenyum sangat manis padanya. 

“Mereka mengintip dari tadi.” bisik Yumi dengan tidak menunjukan sedikit pun rasa gugup di depan Jinki.

Jinki menurunkan alisnya yang tadi menaik. Kini dia mengerti kalau yang tadi hanya sebuah akting untuk membuat para member yakin kalau mereka sesungguhnya berpacaran. Tapi tidak bisa. Wajah Jinki jadi memanas karena kecupan pipi tadi, dan karena itu pula, dia menarik Yumi ke pelukannya. Dia memeluk Yumi.

“Yaa.. amatiran..” bisik Yumi.

“Sebentar, sebentar saja. Mungkin ini bisa membuat mereka percaya.” kata Jinki. Jantungnya berdetak cepat. Sebenarnya dia saat ini menyembunyikan ekspresi wajahnya yang tidak karuan. Yumi keterlaluan menurutnya.

Selang beberapa menit, keduanya melepaskan pelukan dan tersenyum. Jinki menatap Yumi begitupun dengan Yumi.

“Heheh.. Kau tidak mimisan lagi?” Yumi menunjuk wajah Jinki, masih selalu ingin memojokan Jinki karena perkara mimisan itu.

“Meledek, huh! Sudah kubilang itu dulu. Lagi pula kau tidak pernah mendengar penjela…” Jinki tiba-tiba menarik Yumi ke pelukannya lagi. Entah kenapa, wajahnya jadi begitu panas sekarang, hingga lagi-lagi ingin menyembunyikan rasa takutnya.

Kembali ke masa kini!

“AAAHHHHHH BENARKAN AKU JADI BERDEBAR SEKARANG!!!” jerit Yumi kalang kabut menamatkan bayangan kejadian berpelukan tadi sore di dorm.

“TIDAK!! TIDAK!! TIDAK BISA BEGINI, HWANG YUMI!!” katanya mengatai diri sendiri.

Drrrtt.. drrtt… drrt… Sebuah panggilan menginterupsi kekesalan Yumi. Dia dengan cepat mengambil ponsel dan mendesah saat melihat ponselnya.

Apalagi si owner fansite ini.. Padahal aku sudah kirim foto si amatiran itu, batin Yumi sambil menggelengkan kepalanya lagi. Frustasi yang bercabang.

“Hwaeng-saeng!! Gomawoyo!! Foto yang kau kirim mendapat respon menakjubkan. Onew ternyata selamat.”

Yumi lekas menjauhkan gagang teleponnya ketika mendengar sahutan luar biasa kencangnya dari seberang telepon.

“Eonni, aku kan sudah kirim pesan padamu. Onew memang sehat saja. Dia memang sedang mengalami masa liburannya.”

“Perlukah aku beri keterangan seperti itu?”

“Andweyo!! Tugas kita kan bukan memberitakan! Cukup menyebarkan foto. Lagi pula kita tidak pula bertindak sejauh itu.”

“Arayo! Aku rasa sangat menguntungkan menjadikanmu seorang stalker. Cepat kirim foto lainnya. Dan beritahu apa yang dilakukan si maniak ayam itu. Satu lagi! Jangan sampai status stalker membuat kau menyukainya lagi!! Itu sangat dilarang!!”

DEG!!

Mendengar ucapan itu Yumi merasa tersentak. Padahal tidak ada yang salah, dan lagi pula tidak perlu dipikirkan terlalu jauh. Dia memang tidak mungkin menyukai Jinki setelah lebih dominan membencinya.

“Yaa! Hwang Saeng!! Ya sudah! Kukirim bonus karena kau sudah bekerja dengan baik! Cepat dapatkan yang lain oke!!”

BIP!

Yumi terdiam sesaat. Pandangannya terlihat kosong. Hanya jendela kamar hotel yang ada di seberangnya yang menjadi pusat perhatiannya saat ini. Selain karena tirainya bermotif cantik, di sana juga menghantarkan suatu kemewahan yang Yumi biasa rasakan. Dia jadi melamun.

“Menyukai Jinki?? Huh, menyukai apanya! Amit-amit dengan si amatiran itu!”

Tidak sebanding dengan ucapannya, pikirannya justru melayang kemana-mana. Beberapa pikiran tiba-tiba menghampirinya. Sudah hampir 3 hari dia di Seoul dan dia hanya melakoni tugas seorang stalker dan berpura-pura menjadi pacar dalam drama Lee Jinki.

Jinki  bilang dia akan segera memiliki pacar??

“MASA BODOH, YUMI!!! KENAPA KAU MEMIKIRKAN SI AMATIRAN ITU!!!” teriaknya kesal pada diri sendiri. Dia hampir saja melempar bantal lagi kalau saja dia tidak ingat kelakuannya bisa merusak barang hotel. Dia pun beralih jadi memukul bantal.

Mungkin, hanya tinggal 4 hari lagi aku di sini, pikirnya kemudian melamun.

Yumi tahu ini hanya akting, tapi kenapa dia jadi kepikiran. Dia begitu gelisah saat ini dan tiba-tiba saja tangannya bergerak untuk mengambil sebuah kamera di samping tempat tidurnya. Dia menghidupkannya dan mengecek beberapa foto satu persatu. Terutama foto yang hari ini dia ambil saat kencan di dorm bersama member lain. Suasana yang sangat hangat, gumamnya dalam hati ketika menatap satu foto yang menarik perhatiannya. Saat kamera ditimer untuk mengambil gambar semuanya. Foto Lee Jinki yang merangkulnya. Dia tidak menyangka kalau Jinki akan berpose seperti itu padanya. Dengan memberikan V-Linenya di atas kepala Yumi. Itu ciri khas saat mereka masih di masa sekolah dulu. Yumi ingat jelas akan hal itu. Apa maksud Lee Jinki dengan berpose seperti itu, itu hanya mengingatkan sebuah kenangan baginya.

Sebuah foto Yumi lihat lagi. Kali ini foto Lee Jinki yang sedang di balkon yang tidak sengaja terpotret. Dia yang sedang melamun. Wajahnya sungguh membuat Yumi terdiam. Wajah yang menggambarkan kesedihan. Dan karena itu pula, Yumi menyuruhnya tersenyum dan mempotretnya lagi. Foto setelah itu adalah foto Jinki yang tersenyum. Yumi jadi tersenyum melihatnya dan tiba-tiba sesuatu yang tanpa dimengerti berdetak cepat lagi di dadanya. Dengan cepat Yumi mematikan kameranya dan menutup dirinya dengan selimut seluruhnya. Dan tidak lama kemudian dia menjerit sangat keras masih di dalam selimut.

“AHHH!! SI AMATIRAN ITU MEMANG KUBENCI!! DIA MEMBUATKU BERUJUNG MENYUKAINYA LAGI!”

+++++

Jinki saat ini sedang duduk di tempat tidurnya sambil menatap layar ponsel. Dia pun sama galaunya dengan Yumi. Sedari tadi dia menunggu balasan pesan Yumi. Sudah 1 jam Yumi tidak membalasnya. Hal itu membuat Jinki jadi penasaran. Yumi memang masih dingin pada Jinki. Jinki tahu, seharusnya dia tidak mendekati Yumi lagi. Ini hanya mempersulit dirinya, apalagi setelah mengetahui Yumi sekarang sudah memiliki kekasih. Seharusnya Jinki tidak mengada-adakan hal semacam pacaran bohongan.

Hwang Yumi, salah satu gadis yang sampai saat ini tidak pernah dia lupakan karena ada beberapa hal yang sangat buruk terjadi di masa lalu. Kenangan bersama Yumi yang akhirnya membuat Yumi membenci Jinki. Jinki merasa bersalah karena itu. Dia tidak bisa membiarkan gadis lain membencinya lagi. Yumi saja sudah cukup menurutnya. Apalagi, dia belum memperbaiki citranya sendiri di hadapan Yumi. Hubungan keduanya memang berakhir akibat dirinya sendiri. Dia tidak menyangka hal itu sedemikian rupa tidak bisa dikontrolnya. Di masa dulu, entah karena cuaca dingin atau perasaan gugupnya, akhirnya dia memang membuat Yumi kecewa dan marah. Yumi menyangkanya pria lemah, dan tentu saja Jinki merasa sedih akan imej itu. Dia tidak bisa menyukai orang yang sama. Tidak bisa, batinya ketika sekelebat mengenai bayangan wajah Yumi menghampiri benaknya. Tapi pada akhirnya, mereka justru dipertemukan kembali dalam kondisi tidak baik. Ya, kondisi di mana mereka harus dibuat dekat lagi. Menjadi seorang kekasih, dan hanya pura-pura.

Hyung? Belum tidur? Kenapa menatap handphone-mu terlalu lama?” tanya Taemin.

Jinki mendelik pada Taemin yang tidur di ranjang yang ada di sebelahnya. “Aku hanya melihat tampilan animasinya, Tae.”

“Eisshhh.. Jangan bohong. Hyung sedang menunggu balasan atau telepon ‘kan?”

“Lee Taemin, don’t tease me.”

Hyung berpacaran sudah 1 tahun, tapi aku baru sekarang melihat hyung gusar seperti ini. Hebat.”

“Hebat apanya?”

“Aku rasa, Yumi-noona membuatmu jadi gusar sekarang.”

“ER! TIDUR SANA!!”

Jinki kembali dengan ponselnya. Bosan karena digoda oleh bocah seperti Taemin akhirnya dia pergi ke luar kamar dan duduk di sofa dorm. Dia dengan cepat mengambil majalah perempuan yang ada di sofa itu—majalah yang selalu tergeletak di sana milik Kordi noona. Dia membaca satu artikel di sana. Tidak peduli di sana ada Minho, Key dan Jonghyun tertidur di lantai, dia tetap nyaman duduk sendirian tanpa harus ada yang bertanya-tanya lagi perihal kencan dirinya dan Yumi.

“Perempuan benar-benar rumit.” katanya setelah membaca sebuah artikel.

Kesal karena pemikiran seperti penasaran Yumi sedang apa, dia pun memutuskan untuk pergi ke balkon dan berniat ingin menelepon Yumi. Dia telah kalah telak mempertahankan kesabarannya untuk menunggu balasan pesan gadis itu.

Sama halnya dengan di tempat lain. Yumi terkejut bukan main karena mendapat panggilan Jinki. Setahu Yumi selama pertama kali Jinki menelponnya, mereka sudah sepakat tidak akan menelpon di jam 11 malam kecuali mendesak. Apakah telepon Jinki kali ini begitu mendesak, Yumi pun tidak tahu. Yang jelas dia hanya merasa gugup ketika menyadari dirinya menyukai Lee Jinki untuk kedua kalinya.

“Yu~!” panggilan Jinki membuat telinga Yumi bergidik. Sebutan ‘Yu’ tadi sukses jantung Yumi tiba-tiba bekerja lebih cepat.

“Kenapa menelponku, huh!” Yumi berusaha dingin meresponnya seperti biasa.

“Teleponmu tidak sibuk kok! Pacarmu tidak menelpon?” Lagi-lagi pertanyaan itu yang dilontarkan Jinki, seperti tidak ada topik lain yang menghantarkan mereka berdua jadi bertengkar.

“Kau kenapa sih? Ingin kenalan dengan pacarku, huh! Menanyakan dia terus!”

“Hehe..”

“Kenapa menelpon? Ada yang mendesak?” tanya Yumi. Jinki jadi terdiam, dia tahu yang mendesak hanya rasa penasarannya karena Yumi tidak membalas pesannya. Tapi tidak mungkin dia bilang karena itu. Dia butuh alasan tepat.

“Ada.”

“Apa?”

“Besok ajari aku cara berkencan.”

“MWOOOOO???” Sebuah jawaban terkejut terlontar dari mulut Yumi. Dia begitu shock setelah mendengar ucapan Jinki yang mendekati gila itu.

Aku akan berikan foto gratis untukmu. Ponakanmu pasti senang.”

“Yaa~ aku sudah cukup banyak memiliki fotomu. Untuk apa mempotretmu lagi. Kalau besok tidak ada aksi pamer, kenapa harus susah-susah mengajakku kencan. Kau harusnya pulang ke rumah untuk melepas rindu dengan keluargamu di masa liburanmu. Bukannya malah bermain drama denganku”

“Kau sungguh bawel, yu. Kapan aku bicara?”

“Ne, mian!”

“Aku sungguh ingin berkencan. Siapa yang membuatku jadi amatiran, itu juga kamu, Yu. kamu harus ingat itu. Dan, harus bertanggung jawab.”

“MWO??? BAGAIMANA BISA AKU?! ENAK SAJA!”

“Makanya selamatkan imejku dengan segera. Aku tidak mau menjadi amatiran di depan wanita.”

DEG! Sebegitu ingin memiliki pacarkah seorang Lee Jinki? Di saat sekarang aku menyukainya? Haruskah aku membantunya?? AAAAHHH SIAPA YANG MENYUKAI PRIA INI! ENAK SAJA!! AKU BISA GILA! NO NO NO!! BIG NO!!

+++++

Di hari yang berbeda!

Bisa gila apanya, saat ini Yumi sedang menelusuri mall, tempat di mana ia ingin memanfaatkan kartu kredit Jinki. Dia yang semalam sangat kontra, kini rupanya sangat menikmati ritual sebelum pergi berkencan—ide Lee Jinki kemarin malam. Yumi terlihat begitu cantik siang ini. Sungguh berbeda dengan Yumi yang kemarin. Dia tidak terlihat kusam atau berdandan asal, tapi sungguh terlihat seperti seorang perempuan dewasa yang begitu cantik. Jika ditatap dari ujung kaki sampai ujung rambut, dandanannya tidak ada bedanya dengan setelah Jinki membelikan sebuah dress untuknya. Yap, dengan amat bangga Yumi memakai dress itu lagi. Dan tujuannya pergi ke pusat perbelanjaan saat ini adalah membeli beberapa pakaian untuk dirinya sendiri. Dia begitu bersemangat, hingga sudah mengantongi beberapa pakaian mahal ke kantong belanjaannya. Dia tidak kira-kira memberi 10 setel dalam sehari dengan menggunakan kartu kredit Jinki.

“Masa bodo ah! Ini kan kesempatan, harus kupergunakan baik-baik.” katanya sambil mengambil satu sepatu cantik yang terpajang di dekat sebuah patung.

Yumi terdiam sesaat. Kegiatan yang terlalu asik bershoping ria terhenti ketika ia melihat seseorang yang ia kenal dari balik kaca outlet. Seseorang yang tidak berdandan hingga tidak mungkin fans mengenalinya. Dengan rambut yang sedikit berbeda, berwarna hitam dengan highlight keemasan, menggunakan topi dan.. Tangan Yumi yang memegang satu pasang baju melemas. Seorang yang nampak seperti seorang gadis di samping pria itu membuat Yumi jadi melamun. Seorang gadis berambut lurus pirang kecoklatan sepunggung di rangkul oleh orang yang dikenalnya.

Yumi meninggalkan kantong belanjaannya dan dengan cepat berlari ke luar outlet tempat ia tadi memilih pakaian. Dia mengejar dua orang itu.

Lee Jinki dengan seorang wanita di siang bolong seperti ini. DASAR PRIA ITU AMATIRAN SANGAT!!, rutuk Yumi dalam hati sambil hampir mengambil sebuah ponsel untuk menelpon orang yang baru disebutnya amatiran. Dia tiba-tiba merasa geram.

Yumi terdiam. Dia tiba-tiba merasa bodoh dengan diri sendiri. Jinki jalan dengan wanita siapapun apa pedulinya. Kalau pun dia ketahuan oleh media, ya itu deritanya, kenapa dia begitu peduli. Yumi bodoh, dumalnya lagi pada diri sendiri.

Dia pun berbalik arah tidak peduli orang yang baru saja hampir dikuntitnya akan pergi kemana. Langkahnya tiba-tiba terhenti lagi.

“HYAAA!! AKU TADI MASUK OUTLET MANA? BELANJAANKU!!!” katanya panik sendiri. Yumi mendesah pelan. Dia tidak menyangka akibat rasa penasarannya, kini, ia justru kehilangan kesempatan emas untuk memiliki baju cantik secara gratis.

“Aku jadi tidak mood hunting lagi!” katanya yang kemudian malah berjalan lemas dan turun melalui lift. Dia pun berniat untuk pulang lagi menunggu malam tiba untuk berkencan dengan Lee Jinki.

+++++

Yumi tertegun memperhatikan bayangan dirinya yang terpantul di cermin. Dia tahu ini hanya kencan yang cuma sehari dan tidak butuh repot-repot untuk peduli dan terlalu masuk dan kencan ini. Tapi, perasaannya berkata lain. Dia begitu merasa kencan ini sangat spesial. Yap, sangat spesial sampai dia tidak bisa sampai memilih baju saking bingungnya.

Aishh! Hanya pria amatiran itu! Kenapa aku begitu repot!” katanya lalu menyambar sebuah kaos asal dan jeans pendek. Dia mengikat rambutnya dan menggunakan topi untuk menutupi penyamarannya. Tak lupa juga Yumi mengambil piggy bag kecil lalu dipakainya, ingin mencocokan pantas atau tidak jika satu setel dengan dandannya. Tampilannya sungguh  biasa saja, malah terlihat seperti ingin pergi berbelanja bukan seperti gadis yang ingin berkencan.

“Sudahlah! Peduli amat!” katanya lalu menyambar pintu dan melompat kaget saat melihat seseorang yang baru saja didumalnya berdiri di depan pintu sambil menunjukan rangkaian giginya yang rapih, terkecuali gigi kelincinya yang begitu menggemaskan.

Jinki dengan gaya santainya sudah berada di depan pintu kamar hotel Yumi. Dia menggunakan setelan casual—fashion teroris—yaitu celana jeans, kaos, dan sweater yang masih tertenteng di lengan kirinya. Tidak lupa juga dia memakai topi dan masker untuk menutupi penyamarannya.

Jinki membuka maskernya. “Good afternoon, lady!!” sapanya sambil memberikan setangkai bunga tulip dengan tangkai panjang pada Yumi. Yumi mematung menangkap ekspresi dan perlakuan pria itu.

“Bukannya kita hari ini boleh menikmati kencannya. Anggap aku seperti pacarmu. Pacar yang sudah 1 tahun berpacaran denganmu.”

Jantung Yumi berdebar kencang lagi. Hanya dengan 3 kalimat, dia pun merasa bodoh sendiri lalu merampas bunga tersebut dan menciumnya. “Wangi! Baiklah, tidak buruk Onew! Terimakasih!” respon Yumi dingin dan meletakan bunga tulip itu di kamarnya.

“AYO!” ajak Yumi langsung menggandeng lengan Jinki.

Setelah Jinki bilang kalau mereka perlu menikmati kencan mereka di malam ini, Yumi merasa harus tidak memperlihatkan sesuatu yang berbeda dari dirinya.  Mereka pun akhirnya berjalan bersama layaknya sepasang kekasih.

“Kau seperti turis.” gumam Jinki sambil mendelik cara berpakaian Yumi.

“Kenapa lagi?”

“Dandananmu!”

“Aku hanya asal. Bingung harus memakai apa.”

“Kenapa tidak memakai pakaian yang biasa kau pakai kencan dengan pacarmu. Aku rasa kau tidak perlu bingung hanya memilih pakaian.”

Deg! Jinki selalu memojokannya perkara pacar atau lainnya menurut Yumi.

“Bagaimana jika pacarmu tahu kau selingkuh satu hari denganku?”

“Er! Kau berisik! Hari ini kita pacaran, bukan? Jangan banyak membicarakan pacarku. Atau aku tidak akan memberitahu tips melepas status amatiranmu itu.”

Arasoo!” Jinki merangkul bahu Yumi. “Kau cantik hari ini! Semoga hari ini kita bahagia.” kata Jinki tidak sadar kalau ucapannya membuat Yumi hampir mati karena berdebar.

+++++

“Aku ingin mencoba gaya pacaran HOMI.” gumam Jinki. “Ayo! Kita pakai baju couple!” katanya lalu menarik Yumi masuk ke salah satu distro pakaian di pinggir jalan.

“EH??”

“Iya. Kau harus mau. Aku sungguh ingin merasakannya. Kita pakai kacamata yang sama dan masker yang sama.”

“Jangan ngaco! Aku tidak mau terlihat seperti anak panti!”

“Harus mau Yumi. Kau pacarku hari ini. Dan kau sudah berjanji padaku.”

ER! Hanya itu yang ada di benak Yumi sekarang. Permintaan itu mau tidak mau memang harus diiyakan. Yumi jadi merasa bodoh sendiri.

Yumi sekarang menatap Jinki dan kemudian pandangannya teralihkan karena kaos serupa yang dipakai Jinki dan dirinya. Sebuah kaos berwarna putih, dengan gambar kelinci besar yang sedang mengedip, sungguh berasa bermain di taman kanak-kanak, batin Yumi. Belum lagi ketika dia mengalihkan pandangannya lagi ke wajah Jinki, Jinki justru tersenyum dibalik masker yang digunakannya. Yumi masih bisa melihatnya karena pipi Jinki terangkat membuat matanya jadi menyipit.

“Sudah takjubnya?” sela Jinki membuka kacamata model aviator itu.

Yumi jadi terkesiap dan menggelengkan kepalanya. Dia justru terdiam terlalu lama sehingga dengan cepat Jinki menarik tangannya dan menggenggamnya. Jinki pada malam ini terlalu inisiatif untuk memulai semuanya lebih dulu. Hingga langit malam saja jadi terlalu indah untuk menggambarkan situasi malam ini untuk keduanya. Yeah, mereka bahkan tidak sadar malam sudah terlalu larut untuk di sebut berkencan. Mereka benar-benar melenggang untuk melakukan beberapa permainan yang ditawarkan oleh taman hiburan malam. Keduanya begitu menikmati kencan mereka.

Tteokbokki?” Jinki menyodorkan makanan yang belum habis di makannya pada Yumi. Dan karena itu pula Yumi dengan berani melahapnya langsung dari tangan Jinki.

Waktu yang terlalu lama mereka lalui untuk berkencan malam ini, membuat keduanya akrab. Tidak ada rasa canggung apalagi perasaan jengkel. Keduanya sungguh menikmati kencannya.

“Apa yang harus kita makan lagi? Aku begitu senang malam ini. Dan aku sangat suka makan.”

Jinki tersenyum menatap wajah Yumi yang terlalu bahagia saat melihat beberapa stand makanan. Beberapa makanan enak tersaji dan rasanya Yumi ingin memakan semuanya.

“Kau begitu rindu korea, Yu?”

“Iya aku rindu semuanya. Kecuali kamu Lee Onew. huh!”

“Kenapa kau terlalu membenciku?”

Yumi menghentikan aktifitas memilih makanan di stand makanan. Kini dia beralih menatap Jinki lekat. Kenapa, pikirnya mulai curiga pada Jinki.

Wae? Kenapa kau membenciku?”

“ER! Kau membuat moodku drop kalau membicarakan itu. Kita sedang berkencan. Please, jangan ingat masa lalu itu. Aku benci mengingatnya.” Yumi beralih lagi pada makanan yang sedang dipilihnya. Dia tersenyum pada si penjual, sedang Jinki menggembungkan pipinya tidak terima dicueki.

Jinki tiba-tiba menarik Yumi menjauh dari tempat itu. “Ahjushi.. titip makanan kami sebentar.” teriak Jinki sambil terus menarik—atau lebih terkesan menyeret—Yumi menjauh.

Yumi kebingungan bukan main. Jinki tiba-tiba seperti ini adalah Jinki yang lebih menakutkan dari apapun juga.

Yaa! Kau mau bawa aku kemana? Kenapa kau jadi marah ketika aku tidak mau mengingatnya!”

Jinki tidak mendengarnya, dia terus menggenggam lengan Yumi kasar untuk  menjauh dari stand makan.

Yaa! Amatiran! Kau mau bawa aku ke mana?”

“Lihat kembang api!” kata Jinki dingin sambil tiba-tiba menarik pinggang Yumi ke arahnya. Jantung Yumi tidak usah ditanya. Dia begitu berdebar karena Lee Jinki yang seperti ini.

“O-Onew ah..”

“Kau janji ingin membuatku tidak amatiran. Kenapa sekarang justru kamu yang terlihat amatiran. Gaya pacaran apa yang biasa kau lakukan sih? Kurangkul saja begitu kaku!”

Yumi menggeretakan giginya kesal. Jinki benar-benar cerewet menurutnya. “Enak saja! Aku tidak…”

Sebuah suara gaduh terdengar membuat Yumi tidak meneruskan kalimatnya. Suara riuh beberapa pengunjung pun terdengar setelah itu. Yumi menoleh, dan kini matanya membulat dan hatinya tiba-tiba berbunga ketika melihat di atas langit kembang api bermuculan dengan megahnya. Warna-warni kembang api yang begitu indah menurutnya. Dia jadi melupakan emosinya karena Jinki. Begitu pun dengan Jinki yang spontan menunjukan raut wajah yang bahagia saat menatap kembang api. Mereka saling menatap dan tiba-tiba tersenyum bersamaan, lupa kalau mereka sesungguhnya tadi sedang sama-sama kesal.

“Bagussss..” kata mereka bersamaan dan tiba-tiba mereka saling menggandeng tangan satu sama lain, dan dengan tidak disadari, keduanya kini berlari mencari tempat tertinggi di taman hiburan itu untuk melihat kembang api dari dekat.

Ini mengingatkan masa lalu mereka. Masa di mana mereka melihat kembang api bersama. Mereka ingat, status semasa bocah itu rupanya tidak pernah hilang ketika mereka melihat kembang api, karena keduanya tiba-tiba jadi konyol mendadak.

“Pelan-pelan!” kata Yumi pada Jinki yang terus menariknya menaiki tower di tempat itu.

“Cepat, Yu! Kembang apinya hanya berlangsung setengah jam saja!!” kata Jinki terburu-buru. Dia benar-benar lupa yang diajaknya berlari menaiki tangga adalah seorang perempuan.

“Iya pelan-pelan! Aku sudah lama tidak naik tangga!”

“SAMPAI!!” kata Jinki puas. Matanya memandang tebaran kembang api yang menyala. Sama dengan Yumi, dia pun kini terdiam dan menatap ke luar tower. Indah. Begitu indah jika dilihat dari atas tower.

“Dulu, kita selalu datang di menit-menit terakhir untuk melihat ini. Dari atap sekolah. Kau ingat?”

“Iya. Kau begitu bersemangat mengajakku ke atap sekolah sampai kau harus terjatuh, Yu.”

“Hm..” Yumi berdeham. Tangannya tidak sadar menggandeng Jinki dan bersender di bahu Jinki. Begitupun Jinki. “Kembang api itu memang indah.”

Jinki menoleh pada Yumi. Dia menatap dalam pada Yumi yang masih setia bersender di bahunya. Beberapa orang di tower itu pun melakukan hal yang sama. Saling sibuk dengan pasangannya masing-masing. Apa yang dilakukan Jinki dengan menatap Yumi terlalu lama, tentu saja membuat Yumi ikut menatap dalam padanya. Yumi pun merasa ada yang menariknya ingin menjadi lebih dekat dengan Jinki, sehingg dia pun tidak sadar bahwa wajah mereka kini kian dekat satu sama lain. Hanya satu tatapan yang diperlihatkan keduanya. Tidak bicara, hanya kegaduhan kembang api yang menggema di telinga mereka.

Tatapan penuh arti. Suasana malam ini terlalu membuat Jinki ingin melakukan hal yang lebih dari sebuah tatapan. Perlahan, dia mulai merengkuh wajah Yumi agar mendekat ke wajahnya. Deru nafas Yumi bahkan sudah terasa dipermukaan wajah Jinki. Entah perasaan apa yang mereka rasakan saat ini, tapi keduanya terlihat seperti ingin berciuman.

“TERIMAKASIH SUDAH MENYAKSIKAN KEMBANG API DI ULANG TAHUN SPESIAL TAMAN HIBURAN INI!!” sahut sebuah suara menamatkan aksi keduanya yang hendak berciuman.

Yumi dengan cepat membuang muka dari Jinki, begitupun dengan Jinki. Mereka jadi kesulitan mulai dari saat ini untuk mengontrol perasaan masing-masing. Terlalu terbuai dengan drama mereka, mereka benar-benar dalam masalah besar saat ini.

Yumi mendelik cepat pada Jinki. “Bwee!! Aku tidak mau menciummu, amatiran!” kata Yumi membuat Jinki terbelalak kaget. Kecanggungan di antara keduanya sirna begitu saja karena Yumi.

Jinki jadi terkekeh—entah dengan air muka seperti apa yang jelas dia jadi begitu malu sendiri karena ucapan Yumi. Dia akhirnya hanya mencubit pipi Yumi dan mengajaknya turun dari tower. Dan, merasa canggung lagi ketika hanya pemandangan orang yang sedang berciuman yang dilihatnya ketika ia melewati mereka.

+++++

Berbeda dengan ucapan Yumi yang tadi merasa biasa saja pada Jinki, hatinya tidak berkata demikian. Dia benar-benar khawatir pada perasaannya sendiri. Dia telah berbohong pada Jinki dan sekarang kena batunya sendiri. Menyukai Lee Jinki, itulah sekarang yang ada di benaknya sepanjang perjalan pulang. Dia tidak bisa seperti ini. Dia tidak bisa memanfaatkan situasi seperti ini terus-terusan. Dan dia tidak bisa menjadi pacar dalam drama Jinki lagi mulai saat ini. Hatinya begitu sesak sekarang.

Hanya angin malam yang menggelitik tubuh keduanya yang kini sedang berjalan menyusuri jalan setapak untuk tiba di hotel Yumi. Jinki dengan baik mengantarnya. Menurutnya tugas berkencannya belum berakhir kalau belum mengantarkan gadis itu dengan selamat.

“Onew-ah..” panggil Yumi masih setia berjalan di samping Jinki. Suasana begitu hening malam ini.

Ne?”

“Kapan kita selesaikan drama ini?” kata Yumi tiba-tiba. Hatinya begitu sakit ketika mengucapkan pertanyaan yang dilontarkannya sendiri.

Wae?”

Aniya.. Aku rasa kau harus jujur pada member aku siapa sebenarnya. Dan, tidak masalah kalau mereka tahu kau memang belum memiliki pacar.”

Langkah Jinki terhenti. Sedang di depannya Yumi terus berjalan dan berbicara sendiri. Yumi menyadari kalau Jinki tidak di sampingnya lagi, hingga kemudian dia berbalik dengan segera dan melihat Jinki yang berdiri mematung di seberangnya. Alis Yumi menaik, bingung kenapa Jinki tiba-tiba jadi diam. Tapi, tanpa dia mengerti Jinki justru tersenyum padanya dan berjalan cepat ke arahnya.

“Yu, kau sudah sampai.” katanya jadi membuat Yumi menoleh ke belakang. Benar, hotel Yumi memang sudah dekat dari tempat di mana mereka kini saling berdiri berdekatan.

“Iya aku sudah—“

Yumi terdiam. Jinki tiba-tiba menariknya hingga tubuh Yumi kini mendarat di tubuh Jinki. Bibirnya menghangat. Dia baru saja sadar kalau bibir Jinki sudah mendarat lebih dulu di bibirnya. Mematung! Hanya itu kondisi mereka berdua saat ini.

Penekanan bibir pria amatiran, hanya itu yang ada di benak Yumi saat ini. Dia begitu terkejut, bahkan untuk marah pun dia tidak mungkin bisa.

Jinki melepaskan Yumi dan dengan cepat berbalik. Dia kini berjalan memunggungi Yumi tak mempedulikan Yumi yang masih terdiam mematung terkejut.

“Sampai jumpa lagi, Yu! Kebaikanmu akan kuingat selalu!!” kata Jinki sambil melambaikan tangannya sambil tidak melihat Yumi yang masih setia berdiri di belakangnya.

Yumi terdiam masih kaget. Terdiam mematung dan hanya menatap Jinki yang berjalan memunggunyi saat ini. Dia bahkan hanya sempat memegang bibirnya yang baru saja menerima kehangatan pemilik bibir yang sama. Terkejut dan lemas, dia bahkan tidak bisa menanggapi ucapan Lee Jinki. Sama dengan Jinki, dia pun berjalan tidak berhenti memejamkan matanya kasar di sepanjang jalan. Mengontrol emosinya, itulah yang dilakukan pria itu sekarang, hingga lagi-lagi dia meletakan punggung tangannya di hidung dan berdecak kesal.

“SIAL!!” katanya yang hanya bisa menggambarkan situasi dirinya saat ini.

To Be Continue..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

Mamotho note!

-Ngaku siapa yang demen ama part ini? Skinship dari awal banyak kan? Kejawabkan perasaan Yumi? Kalau Onew? MOLLA yah! Pokoknya semoga suka deh ama part ini >o<

-Part lanjutannya agak lama. Eon bener-bener sedang belajar adaptasi sama dunia kerja ^^ Doain dikasih kesehatan, mood, dan semangat yg banyak yo! Gomawo sudah setia selama ini 🙂 HUGS MIWU!

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 9 June 2012, in CHRONICLES, COMPLICATED GIRL, Lee Onew's Drama, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 133 Comments.

  1. yaaaaahhhhhhh tbc mengganggu saja,,, lagi asik”nya bca tuh kissing scene malah tbc *dasar yadong*,,, aku paling suka ma part ini, bnyk skinshipnya,,haha.. *makin ketauan yadong.. bnr kan yumi msh ska onew, .. mdh”an onew nya juga sama kaya yumi…. ditungu kelanjutannya ya..fighting

  2. Anyeong aku reader baru .
    maap aku baru komen di part ini hehe abis aku liat ada lanjutannya jadi aku komennya di part terakhir aja deh hehe *tp ternyata ini masih jauh dari part endingnya hehe (sotoy)*.

    Wah author suer deh baca part ini bikin jantung aku dag dig dug tak karuan .
    Iiih aku penasaran pengen baca part selanjutnya .
    Jangan lama2 ya eon ngepost part selanjutnya aku udah ga sabar ni pengen tau kelanjutannya hehehehe 🙂

    • Hahaha 😀
      Sama.. Aku juga selalu dugdugan pas ngeditnya. MELTING dan merasa ngelawak sendiri. LMAOO!!
      oke deh, ditunggu aja ya..

      Maap baru membalas ^^v

  3. Yumi?Namanya,kok,sama seperti namaku?Hahahaha,Nama yang sangat kusuka adalah Jinki.Mendengarnya saja sudah terbayang mukanya yang sedang tersenyum padaku.
    ( ˘ з˘ )/ Teruslah membuat story,jangan putus asa.( ˘ з˘ )/

  4. Aku baru beres baca ulang!! Lol! Selanjutnya .. Selanjutnya .. We’ll see!

    -author mamot-

  5. lanjutanya mana nih oen…
    penasaran amat nih.. 😀

  6. Etjieeeeeeehhh yang udah kerja buahahah XDD
    Kerja jadi apa eon???
    Gila, ngakak abis baca dari awal sampe terakhir. bodoh, bodoh, BODOHHH!!!!!!
    Giyahaa….. sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatoh jugak neng. Hiyahkakakakaka~~~~
    Itu eh buset Jinki gila sweeet banget nget nget ngeeeeeeettt~~~ pengen deh punya laki kayak dia ._.V
    Wow, buset, kartu kredit emaaaakkkk…… gila itu kartu kredit dihabisin (bukan deng, cuma dipake habis-habisan #plakk) Jinki tongpes kanker dong. Masa artis kere?? #DUAGHHHHH
    Ayuk ayuk.. part 5 part 5…… XDDD

  7. Mamooothhhhh eonnnnnnnnnn *mamoth : apa sih fi, lama gak nongol malah ribut* biariiinnn :p
    i’m backkkkkkkkkkkkkk tapi ntar ngilang lagi kayanya *ditebas*

    hwaaaaaaaaaaaaaa Jinkiiiiiiiiii…..
    Kenapaaaaa kamuuuu gak romantissss sama akuuuu *gantung jinki*
    yumiiiiiiiiiiiiiiii.. ngakuuu kan sekarang kalau cintrooong sama suamiii aye *digeplak*
    Jinki kenapa sih situ mimisan mulu, emang gak cukup yah liat aku aja mimisannya, kenapaaa sama yumii jugaaa -_-
    iniii apa ini banyak skinship.. apaaaaaaaaaaaaaa????? eonni jangan meracuni otak jinkiiii donggg *injek mamoth eon* #ehhh
    ituuu merekaaa yang ciuman kok aku yang deg-degan yahhh eon??? padahal udah sering dicium jinki *digampar bolak-balik*

    Ahhhhhhhhhhhh pokoknyaaa daebaaaaaaaaaaaaaaakkkk, feelnya dapet, bikin deg-degan.. semangattt eonnn buat nulis chapt selanjutnyaaaaanyaaaaa… akuuu menantimu LOL

  8. Hahahaha betul, Unn nih part paling banyak skinship betebaran, like it*eh

    Itu Onew kenapa lagi? Apa dia mimisan lagi abis nyium Yumi??

    Aigo aigo~ next partnya ditunggu, Unn…

  9. huahhh kerenz aku suka banget gaya na onew disini…berasa nyata….

    ditunggu next chap na author 🙂

  10. eonni, daebak,
    part 5nya kapan, wow, i can’t stand for waiting *ngigau loe ya?

  11. Suamikuuuuuu (っ‾̣̣̣﹏‾̣̣̣)っ

  12. 😳 joooaaaa! aku suka part ini! yaelah si yumi msh jaim aja padahal suka tuuuh, gatau deh ya kalo si onppa tp kyknya dia jg msh suka deh! haha setelah nyium pasti mimisan lg deh!
    hihi yumi nolak pake baju couple krn keliatan kyk anak panti, berarti homi couple yg absurd ga ketulungan itu keliatan kyk anak panti dong dimata yumi? huakakak 😆 *dibacok eonni*
    oiya terus yg di mall itu bang ayam ya? sama siapa dia? 😯

  13. Anyeong unn aku reader baru maaf baru komen disini
    Daebak eon aku suka >_< itu si onew mimisan lagi deh pasti wkwk lanjut ya eon ^^ ~keep writing~

  14. Yaaaaa~ >< akuu sukaaa! makin so sweet!
    Ceilah si Onew abis main cium langsung kabur gitu aja. Udah Onew bilang aja masih suka gausah gengsi gitu wkwk xD
    Tapi siapa itu cewe berambut coklat? '-'
    Nice! ^^ lanjut dulu~ hoho

  15. aku aku!! aku demen sama part ini hahaha ini tuh jinki nya ceritanya sakit apa gimana? kok mimisan setiap mau ciuman sama pas abis ciuman -_-

  16. DAEBAKK eon >.<
    aigoo fall in love emang part paling paliiiing deh pokoknya #tebar bunga

  17. Hah aku jd ngiri ama yumi, pengen deh ngerasain kayak gituh

  18. Jinki bohong terus ahh…
    bner mereka couple dusta 😀

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: