Complicated Girl – Lee Onew’s Drama (3)

CG – Lee Onew’s Drama (3)

Author : mamoTHo

Title : Complicated Girl (Lee Onew’s Drama)

Main Cast : Lee Jinki (Onew), Hwang Yumi

Other Cast : (SHINee member & Their Girlfriend)

–          Minho Hyemi

–          Jonghyun Nana

–          Taemin Saera

–          Key Eunji

Genre : Romance – comedy – fluff

Rate : PG 13

This Story©mamoTHo

+++++

“YOSH!! Aku sudah siap!!” pekik Yumi sambil berjalan masuk ke gedung dorm SHINee. Dia memandang pantulan wajahnya di cermin yang ia keluarkan lewat sakunya. “Hehe.. Beruntung aku masih menyisakan satu dress, sepasang sepatu cantik, dan tas bermerek mahal. Ini memang rejekimu wahai manusia amatiraaannn. Keke~!” katanya sambil terkekeh sendiri.

Langkah Yumi terhenti ketika dia sampai di sebuah lift. Dia pun berdiri sambil menunggu lift turun dari lantai 13 ke lantai tempat ia berdiam. Sungguh membosankan, pikirnya jadi kesal.

“Ah,  wangi parfum ini benar-benar enak. Aku rindu!! Untung saja tadi di mall ada tester parfum. Huh, aku memang berniat hanya untuk menjajal. Termasuk make-up yang kupakai ini. Semua gratis! Memang rejekiku kalau yang ini!” katanya terus-terusan berceloteh di depan lift.

Yap, pada hari ini, sesuai dengan kesepakatan karena lampu yang dibelikan Jinki kemarin, Yumi memang berniat pergi ke dorm SHINee. Dan sesuai perintah pacar dalam dramanya itu, dia memang harus berdandan cantik. Tidak asal seperti yang akhir-akhir ini diperlihatkannya pada Jinki.

“Apa coba menyuruhku datang dan berpura-pura membawa masakan ayam spesial untuknya sebagai makanan buatanku khusus untuk pacar. Haisshhh.. Dia benar-benar niat membuatku kesusahan.” dumal Yumi lagi. Dia benar-benar bosan, sedang lift masih 3 lantai lagi untuk sampai ke bawah.

Ting!!

“Yu~!” Baru saja Yumi ingin masuk lift seseorang memanggilnya. Dia kenal suara itu. Jelas itu suara Lee Jinki yang selalu memanggilnya dengan sebutan ‘Yu’.

Yumi menoleh ke belakang. Tepat dugaannya. “Kenapa, amatir? Harusnya kau ada di dorm, bukan?”

Jinki menarik tangan Yumi secepat kilat dan mengajaknya berjalan hingga tiba ke tangga darurat.

Haishh.. Kau serius ingin membawaku ke lantai atas dengan menaiki tangga ini?” tanya Yumi curiga hingga akhirnya Jinki menghentikan langkahnya.

“Tidak! Aku hanya ingin mengetes beberapa hal.”

Yumi menatap Jinki. Dia tidak hanya menatapnya, tapi mengamati tampilannya juga. Jinki tampil berbeda. Agak rapih, dan menurutnya sedikit lebih tampan dan wangi dari yang terakhir ditemuinya. Apa karena ini ceritanya mereka berkencan? Yeah, mungkin saja, pikir Yumi.

Yumi menggelengkan kepalanya cepat karena tadi memikirkan pria itu. “Apalagi, Onew-ah… Aku sudah bawa ayam favoritmu. Aku tidak buat yah. Aku beli. Jangan lupa untuk menggantinya!”

Jinki tidak merespon Yumi yang kian berceloteh. Dia justru mengamati Yumi yang berdiri di depannya terlalu dalam membuat Yumi merasa takut.

“Dandananmu sudah lebih oke. Kau seperti perempuan sekarang.”

Yumi memutar bola matanya. “Er! Aku memang seperti ini. Sudah kubilang akhir-akhir ini aku iseng. Kalau aku berdandan seperti ini, bahaya kalau nanti banyak pria suka padaku. Trus nanti pacarku bagaimana nasibnya.”

Jinki menaikan alisnya. Tiap ucapan Yumi, akhir-akhir ini dirasanya tidak penting. “Baiklah kita mulai.” kata Jinki langsung memegang kedua bahu Yumi mantap. “Yumi-ya, kalau member bertanya sesuatu tentangku, kau sudah pasti mengenalku, bukan? Kau akan bilang kita berpacaran berapa lama, Yu?”

“1 tahun?”

“Bagus!”

“Kalau para member bertanya apa, bagaimana dan segala tetek bengeknya—“

“Percaya saja padaku.” sela Yumi. Dia sudah tahu arah pembicaraan Jinki akan ke mana.

“Tapi, jawab pakai hati. Terkadang kau terlalu dingin menjawab sesuatu.  Satu lagi, kuingatkan lagi, jangan keceplosan memanggilku amatiran. Dan jangan juga memanggilku Lee Onew. Itu sangat aneh. Panggil namaku seperti biasa. Aku punya—”

“Iya iya iya, Jinki-ya. Setelah ini, kau tidak bisa menginterupsiku lagi. Aku harus melakukan sesuatu, bukan harus meladenimu setiap hari. Coba bayangkan, betapa teganya tuhan padaku selalu menemukanmu di setiap harinya. Aku butuh privasi.”

Jinki terkekeh lagi. Yumi yang kesulitan, itu memang membuatnya senang. “Kita cuma seminggu berpacaran. Mungkin.”

“Mungkin kau bilang?” Yumi mencubit lengan Jinki. “Heh, Lee Onew. Aku juga punya pekerjaan. Seminggu ini itu aku harus…” Yumi tiba-tiba terdiam tidak melanjutkan kalimatnya.

“Harus apa?”

“Pokoknya sudah 3 hari ini aku selalu diganggu olehmu. Aku harus istirahat! Intinya aku harus istirahat di sini! Untuk apa aku capek-capek ke Seoul kalau untuk—”

“Iya iya iya, Yu~!” Jinki ikut mencubit lengan Yumi. Dan karena itu pula Yumi menatapnya tajam. Tiba-tiba saja dia jadi begitu geli dengan tingkah Lee Jinki. Dia pun menatap wajah Jinki dekat hingga jarak di antara keduanya menyempit. Hembusan nafas Jinki saja terasa dipermukaan wajahnya.

“ER! Kau begitu menyusahkan. Kenapa tidak bilang saja kau memang belum punya pacar sih?” Yumi membuang muka. Malas menanggapi wajah Jinki yang kian terlalu terdiam saat menatap balik padanya. Dia pun berjalan ke luar dari pintu darurat.

“Tidak bisa. Yeah, walau aku akan punya sebentar lagi.” Tiba-tiba Jinki menarik tangan Yumi, membuat gadis itu berhenti berjalan. “Kita pacaran. Harus terlihat pacaran, bukan?” katanya sambil menunjukan tangannya yang menggenggam tangan Yumi saat ini. Yumi memutar bola matanya lagi tak peduli.

“Menanggapi omonganmu tadi. Jadi kau sudah punya calonnya?”

“Sudah!”

“Wow! Hebat!! Kenapa kau tidak tarik dia dalam drama ini? Kenapa harus aku?”

“Karena kau orang yang kutemui pertama dan aku mengaku pada Minho kau yang pacarku.”

“Jadi kau mau bilang kedatanganmu bertemu gadis itu terlambat karena aku? Dasar!”

“Mau permen??” tanya Jinki tiba-tiba.

Yumi mendelik padanya. “Kenapa?”

“Kau sungguh bawel!”

Sepanjang jalan mereka berdebat. Sudah di dalam Lift pun mereka berdebat. Tidak Jinki dan Yumi akhir-akhir ini memang suka bertengkar. Ide Lee Jinki juga benar-benar membuat Yumi ingin berdebat terus-terusan atau bahkan membuatnya ingin muntah. Jinki terlalu berlebihan. Menurutnya sungguh tidak penting membuat suatu cerita fiksi tentang hubungan mereka. Coba, tidak normal bagaimana, Jinki bilang pada Yumi kalau mereka itu bertemu saat fan meeting di Jepang. Dia ingin mengarang cerita kalau Yumi adalah MVP akut yang benar-benar mengincar Lee Jinki. Lalu mereka tidak sengaja bertabrakan, dan tiba-tiba saja Yumi mencium Jinki lalu Jinki jadi mencintainya. STOP!!! Bahkan khayalan ini tidak mau diteruskannya.

“Yang normal saja, Lee O—”

“Biasakan panggil namaku!”

Ne.. Jinki. Baik, kuteruskan. Idemu terlalu konyol. Yang normal biasa juga tak apa. Yang penting mereka percaya. Itu saja. Aku akan bilang kita bertemu tahun kemarin secara tidak sengaja. Karena kau teman lamaku lalu kita saling suka. Lebih simple dari pada harus dikarang-karang.”

TING!

Suara Lift terbuka berbunyi, Yumi pun melengos keluar lebih dulu.

“Sudahlah, selesaikan drama hari ini. Aku masih punya banyak pekerja—“ Kata-kata Yumi terhenti saat bunyi—seperti suara robekan—terdengar dekat di telinganya.

Yumi menoleh ke belakang dan mendapati tangan Jinki yang memegang lengan dresnya, yang rupanya sekarang jadi robek. Mata Yumi beralih pada Jinki dan mendapati pria itu dengan mulut yang menganga.

“Yu..” Jinki tidak bisa bicara. Dirinya bahkan jadi bingung melihat baju cantik Yumi bisa robek karena tarikan tangannya.

“Y-y-yaa, O-Onew-ah..” Bahkan, Yumi pun ikut gelagapan.

Baju mahal yang Yumi sisakan satu-satunya, pemberian ulang tahunnya tahun kemarin dari ayahnya, dengan enaknya Jinki robekan begitu saja. Awalnya dia merasa hanya kaget, tapi karena beberapa pikiran datang di mana ia begitu sulit memiliki baju seperti itu akhir-akhir ini, belum lagi arti dari dress itu sendiri, kini matanya jadi berkaca-kaca. Isakan tiba-tiba muncul di tengah keheningan keduanya. Dan tidak lama dari itu, Yumi menutup wajahnya dan menangis di depan lift, membuat Jinki kebingungan bukan main. Tentu saja. Jinki sudah pasti jadi bingung karena Yumi menangis tiba-tiba.

Yaa! Yumi-ya. Kenapa kau nangis? Yaa!”

Yumi tidak menjawabnya, dia masih sibuk dengan isakannya sendiri. Karena sebuah pakaian? Mungkin saja.

“Yu! Maaf. Aku tidak sengaja. Sungguh tidak sengaja. Jangan menangis, Yumi… Aku tidak mengerti kenapa kau menangis karena ini.”

A-appa..” isak Yumi makin parah. Yumi yang selalu terlihat galak, hanya sebuah baju tiba-tiba menangis, sungguh membuat Lee Jinki jadi kalang kabut.

“Yumi, maaf! Iya baju ini dari appa-mu! Maaf! Maaf!!!” Jinki akhirnya berlutut, berusaha ingin membuat gadis itu diam.

Yumi tidak diam. Tangisnya justru semakin parah ketika Jinki berlutut untuk kedua kali di hadapannya. Jinki tidak tahu apa yang harus diperbuat, berlutut pun tidak digubris oleh Yumi. Hingga akhirnya dia menarik Yumi dan membawa Yumi berjalan turun melalui lift lagi.

“Ayo kita cari dress untukmu lagi!”

+++++

Jinki sibuk memilih baju terusan untuk Yumi. Sedang Yumi sedari tadi masih tidak berhenti menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Dia benar-benar merasa sedih karena sebuah pakaian. Sekarang mereka memang sedang berada di butik yang paling dekat dari dorm.

“Yu~! Sudah jangan menangis. Please, semua orang mengira aku berlaku macam-macam padamu.” kata Jinki masih sibuk mencari dress yang cocok. “Yu! Bantu aku saja. Aku sungguh tidak tahu seleramu.”

Yumi tidak menggubrisnya. Dia pun merasa malu karena harus kelepasan memperlihatkan kesedihannya pada pria amatiran itu. Pria yang sudah pasti tidak tahu sisi sensitif seorang Yumi.

“Yu!! Aku sudah minta maaf.” Jinki masih terus mencari pakaian, hingga akhirnya seorang karyawan perempuan di butik itu mendekatinya.

“Aku rasa yang ini cocok untuk nona itu.” katanya. Dan tepat dengan itu Jinki menemukan dress yang sesuai seleranya. Sebuah dress berwarna peach yang dipadukan dengan warna krem gading, yang bahannya berserat lembut. Sungguh manis menurutnya.

“Aku rasa yang ini!!” katanya tersenyum bangga pada si karyawan di butik itu. Wajah Jinki yang terekpos barusan sudah pasti membuat karyawan perempuan itu membulatkan mata—dengan tidak terlepas dari mulut yang tiba-tiba menganga.

“O-Onew SH-SHINee?”

Jinki meletakan jari di bibirnya sendiri, mengisaratkan agar karyawan itu tidak bicara, hingga membuat karyawan itu menoleh ke samping, ke tempat gadis yang duduk di sofa yang masih setia menangis terisak. Sebuah tanda tanya besar tergambar di kepalanya.

Jinki menghampiri Yumi, tidak peduli dengan nasib karyawan yang jadi penasaran. “Yu! Sudah jangan menangis. Ini pakai ini. Aku rasa kau akan suka. Sudah ya jangan menangis…”

Yumi memperlihatkan wajahnya membuat Jinki melompat kaget. “Astaga. Maskaramu!!” pekik Jinki.

“Hancur! Hancur ‘kan? Semua gara-gara kamu!! Baju ini pemberian dari appa. Kau tahu, aku begitu menghargainya. Dan kau dengan mudah merobeknya. Yeah, walau aku tahu kau tidak sengaja…”

Blsshhh!!

Jinki memasukan dress itu hingga melingkar di leher Yumi, sengaja membuat Yumi jadi diam. “Cepat ganti baju, Yu! Iya aku menyesal. Lain kali aku tidak akan seperti itu lagi. Maaf!”

Yumi menatap Jinki tajam. Dia tahu dia pun salah. Terlalu mengomel karena bukan kesalahan yang tidak disengaja itu. “Well, aku maafkan. Tapi.. dandananku?”

“Ya harus kau rapihkanlah, Yu. Aku tidak mau dikatai jalan dengan hantu. Kau menyeramkan. Lihat cermin saja!”

“Aku tidak bawa make-up. Mana kutahu aku akan menangis.”

“Ya sudah kita beli. Semua pakai uangku saja. Bila perlu kartu kreditku kau pakai selama seminggu.”

Isakan Yumi terhenti tiba-tiba. Dia begitu terkejut mendengar ucapan Jinki. Kartu kredit?? Sudah lama Yumi tidak menyentuh kartu kredit selama 6 bulan ini. Kesalahan terbesar pria adalah memberikan kartu kreditnya pada wanita, pikir Yumi di saat yang sama.

“Kenapa kau berhenti menangis? Kaget aku sebaik itu?”

+++++

Di dorm SHINee!

Suasana di dorm terlihat sangat ramai. Di sofa terdapat Lee Taemin dan Saera sedang bermain PS bersama. Di dapur Key dan Eunji sedang kompak memasak. Kelihatannya justru Eunji yang  belajar masak pada Key, tapi keduanya sungguh terlihat bahagia. Lalu Jonghyun dan Nana, mereka sedang di kamar entah sedang melakukan apa, yang jelas setahu yang lain, Nana sedang bereksperimen dengan pakaian baru Maypole yang sedang dicoba oleh Jonghyun sedari tadi. Tapi yang dipertanyakan, kenapa harus di dalam kamar. Sayangnya, Hyemi dan Minho belum datang di dorm, tidak aneh suasana di dorm tidak terdengar seperti lusinan orang. Masih normal ada 6 orang di dalamnya.

Jinki dan Yumi masuk sambil bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih.

“Aku sudah minta maaf, Yu. Entah berapa kali.”

“Iya sudah kumaafkan. Kartu kreditmu kutahan.” Yumi tersenyum bahagia. Walau Yumi sudah mengatakan dengan jelas kalau dia tidak apa-apa, Jinki masih merasa khawatir. Dia masih begitu terkejut melihat perempuan yang membencinya hingga mati bisa menangis di depannya.

Layaknya seorang pacar yang baik, Yumi pun langsung pergi ke dapur dan menyajikan ayam yang dibawanya untuk semua member, walau terkesan dari penjelasannya memang Jinki yang dia elu-elukan. Bukan karena keinginannya, itu perintah si maniak ayam itu.

“Jadi Yumi-noona benar-benar pacar Onew-hyung?” Key mulai mengajak Yumi berbincang. “Aku sudah tahu. Minho yang bilang. Ternyata noona benar-benar cantik. Dress yang pakai sungguh match denganmu.”

Yumi tersenyum mendengarnya. Dia sebenarnya bingung harus membicarakan apa lagi, setelah dari tadi hanya masakan ayam yang dijelaskannya pada Key. Dia mati-matian berkhayal seperti membuat ayam spesial itu.

“Oh! Onew-hyung sudah datang!” sahut seseorang. “Aku kira—AAAAAHH!!” teriak suara tadi tiba-tiba. “Saera, masa kau mengalahkanku lagi sih! Cukup Minho-hyung saja, kau harus kalah.” Itu adalah suara Taemin yang kemudian lupa dengan kalimatnya pada Jinki. Dia malah lanjut bermain PS lagi.

Jinki sendiri saat ini sedang duduk di meja makan, pura-pura senang melihat Yumi menyajikan makanan padanya. Sebuah paha ayam yang disajikan dengan cantik di piringnya. Yeah, walau sedari tadi—tanpa sepengetahuan yang lain—Yumi bergerutu ria pada Jinki, bahkan kadang merong padanya.

“Aku rasa noona sudah mengenalku. Aku Kibum.” kata Key kembali pada Yumi setelah tadi mengajarkan Eunji cara mengupas bawang.

Ara..” kata Yumi.

“Ini Eunji.” lanjut Key sambil menarik Eunji yang baru saja mencuci tangannya karena bau bawang. “Eunji pacarku.”

A-anyeong haseyo.. Aku Kim Eunji. Hehe..” sapa seorang gadis sambil tersenyum malu.

“Eunji, sudah kubilang kau jangan malu-malu.” sambar Key. Yumi jadi terdiam bingung harus menanggapi seperti apa momen tersebut. Sedang saat dia menoleh pada Jinki, Jinki malah sibuk melahap ayam tanpa ampun.

Pria amatir ini!

“WAH, YUMI-NOONA DATANG! NOONA~ MIAN! AKU TIDAK SADAR NOONA DATANG!!” sahut sebuah suara yang sama dengan yang barusan. Itu suara Taemin lagi. “Noona, aku Taemin. Aku rasa noona sudah tahu.”

“Taemin! Siapa yang mengajarimu menyapa orang dari sana? Kemari yang sopan!” omel Jinki padanya. Dia masih waras walau masih tanpa ampun melahap ayamnya.

Taemin dengan berat hati meninggalkan stick PS-nya sambil menggandeng Saera ke dapur, mengikuti perintah kakak tertua di dorm tersebut.

Mian, noona. Aku Lee Taemin. Dan ini, Il Saera. Anyyeonghaseyo.” kata Taemin dibarengi dengan bungkukan Saera kekasihnya. Mereka membuat semuanya tersenyum. Pasangan yang paling junior tingkatannya di dorm. Sungguh membuat gemas. Bahkan Eunji dan Key saja saling menyengol sikut, entah apa yang ada di pikiran mereka, nampaknya hanya mereka sendiri yang mengetahui isi pikiran masing-masing.

“A-anyeong. Aku Hwang Yumi. Senang berkenalan denganmu, Taemin-Saera.” sapa Yumi.

Noona, aku mau main lagi. Selamat datang di dorm.” kata Taemin sambil menggandeng Saera yang sedari tadi masih melirik ke belakang. Kelihatannya dia ingin ikut bergabung dengan orang-orang di dapur, tapi Taemin terus saja mengajaknya bermain.

Suasana di dalam dorm sungguh hangat. Tepat di hari minggu manajer mereka sedang cuti dan mereka malah menggunakan dorm sebagai ajang kencan masal.

“Aku sampai…” sahut suara lemas seseorang yang masuk ke dalam dorm. Semua mata memandang ke sumber suara. Itu Minho dan Hyemi. Hyemi dan Minho datang tidak lama dari Jinki dan Yumi tiba. Mereka berdua tidak terlihat seperti biasanya. Sepertinya sedang terjadi perang dingin di antara keduanya.

Hyemi masuk dengan langkah gusar tanpa menyapa semua yang ada di dorm. Sedang Minho terus mengekorinya, membujuk Hyemi namun Hyemi langsung menyambar pada Eunji dan mengobrol dengannya.

Yaa! Eunji sedang masak! Tarik pacarmu, Minho! Jangan buat dia mengganggu honeyku!” teriak Key tidak terima membuat yang lain menoleh padanya termasuk Yumi yang tidak menyangka bahwa sifat anak-anak di dorm lebih mengasikan dari kelihatannya.

Yumi beralih duduk ke sofa bergabung dengan Taemin dan Saera. Dia belum bisa beradaptasi dengan baik.

Noona, kau mau ikut main?” tanya Taemin ditambah dengan Saera yang tersenyum manis pada Yumi. Saera bagi Yumi terlihat seperti adik kecil. Dia sangat manis dan cantik. Benar-benar satu level dengan Taemin yang begitu cantik untuk ukuran seorang pria.

“Yumi, mukamu jangan mupeng begitu melihat perempuan. Semua akan salah paham.” sambar Jinki diikuti tatapan tajam dari Yumi. Jinki selalu mengganggu kesenangannya. “Dia fotografer.” tambah Jinki ketika melihat Taemin dan Saera mulai memandang curiga.

“Lain kali aku akan memotret kalian. Kalian sungguh cocok.” ujar Yumi. Dan karena itu, entah kenapa wajah Taemin memanas, dan Saera yang ada di sebelahnya langsung memegang wajahnya.

“Taemin-ah.. Jangan seperti ini.” kata Saera pada pacarnya. Jelas saja itu  membuat Yumi jadi merasa lucu. Dia buru-buru menatap Jinki. Dan seperti mengerti tatapan Yumi, Jinki menaikan bahunya.

“Hyemi… Jangan seperti ini. Selalu saja hal sepele kau ributkan.” Suara Minho terdengar oleh semuanya. Sekarang semuanya jelas kalau kedua bocah itu memang sedang bertengkar.

“Tidak mau tahu! Kenapa harus selalu kamu di antara yang lain yang harus melakukan kiss-scene. Tidak cukupkah dengan Pianist??”

“Hyemi itu hanya akting.”

“Iya akting. Tapi, selalu saja kamu yang kena sial. Coba ganti. Bisa kan dengan Taemin, Jonghyun atau Key juga!”

“Bersyukur Onew-hyung tak disebut.” gumam Taemin di tengah-tengah kesunyian dorm yang konsen pada Hyemi dan Minho.

“Onew-oppa satu di antara kalian yang paling baik padaku.” sela Hyemi membuat Yumi menoleh ke arah Jinki. Jinki mengangkat bahunya lagi. Dia saja bingung kenapa Hyemi bisa menilainya baik.

“Hyemi, please. Kalau kau tidak suka, tidak usah lihat CF-nya. Gampang ‘kan?”

“AAAAHH!! Berisik!!” Hyemi menutup kupingnya saat mendengar ucapan Minho.

“Hyemi, aku tidak peduli pada ciuman yang dilakukan tanpa perasaan. Aku hanya ingin menciummu!” Di saat seperti ini, selalu saja Minho berujung menggodanya. Benar-benar pria yang tidak bisa membaca situasi kekasihnya.

“NANA-EONNI!!!!!!!!” teriak Hyemi tiba-tiba saat perasaan kesalnya sudah memuncak.

“BERISIK, HYEMI!” sahut semuanya serempak.

“Nana-noona sedang di kamar dengan Jjong-hyung.” kata Taemin bergumam pelan, dan karena itu Hyemi masuk sembarang ke kamar tersebut.

KLEK!

Sepasang kekasih yang ada di dalam kamar langsung mematung ketika seseorang membuka pintu kamar tiba-tiba. Jonghyun dan Nana sedang dalam posisi yang tidak mengenakan. Nana terhimpit tubuhnya oleh Jonghyun di atas tempat tidur. Benar-benar seperti sedang terjadi sesuatu dalam tanda kutip.

“HYAAAAA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN??!!” jerit Hyemi membuat semua jadi datang menghampiri TKP. Dan Hyemi yang sudah frustasi karena masalahnya, jadi pergi begitu saja dan pulang. Dia jadi kesal dengan semuanya.

“Hyemi, jangan salah paham!” Jonghyun lekas keluar. Semua mata masih menatap tajam padanya. Dan seperti mengerti arti tatapan itu. “Aku terjatuh di atasnya. Jangan salah paham. Kami tidak melakukan apa-apa.”

Yumi mendesah pelan. Menurut Yumi semua orang di dorm sangat unik. Taemin dan Saera yang sama-sama pemalu, Eunji dan Key yang sangat menopang kekurangan satu sama lain, Minho dan Hyemi yang konyol, serta pasangan penuh kebingungan Jonghyun dan Nana, dan Jinki sendiri… Yumi jadi teringat kalau satu-satunya pria yang belum memiliki pacar di dorm adalah Jinki seorang. Tapi, Lee Jinki tadi bilang kalau dia sudah memiliki calonnya. Calon yang seperti apa? Apa orang itu akan berbagi kehangatan sama seperti pasangan-pasangan lainnya di dorm?

Yumi menggelengkan kepalanya.

“Kenapa, Yu?” tanya Jinki. “Kau tidak nyaman berada di sini?” Jinki mengambil tangan Yumi dan karena itu Yumi jadi  berdebar. Ini hanya drama, dia sadar itu. Kelakuan Jinki sungguh terlalu kelewatan menurutnya.

“Jangan memanggilku ‘Yu’! Aku masih membencimu! Kau harus ingat itu!”

+++++

“Jadi noona berpacaran sudah satu tahun? Wow! Hebat!”

Yumi tersenyum saat Key bertanya. Dia cukup merasa kesulitan, tapi melihat Jinki yang begitu menikmati dramanya, Yumi jadi merasa harus melakukan yang terbaik demi drama ini. Apalagi kartu kredit Jinki sudah menjadi jaminannya.

Saat ini mereka, Yumi dan yang lainnya—kecuali Nana, Minho dan Hyemi—memang sedang berada di meja makan. Yumi duduk bersebelahan dengan Jinki, Key dengan Eunji, Taemin berhadapan dengan Saera, sedang Jonghyun sendiri menopang lutut ke lantai mengarahkan diri ke meja karena kursi di meja makan sudah habis.

“Lalu bagaimana Onew-hyung menurut noona?” sambar Jonghyun. “Ah, mian. Aku Jonghyun. Aku rasa imejku berubah karena pertemuan kita yang pertama tadi. Sungguh, aku tidak berbuat apa-apa di dalam kamar.”

Yumi terkekeh pelan. “Aniya, aku percaya kok.” kata Yumi. Jinki pun selalu memperhatikan gerak-gerik gadis itu. Takut, kalau saja Yumi salah bicara atau keceplosan berbicara sesuatu yang sudah pasti dilarang oleh Jinki.

“Jadi Onew-hyung bagaimana noona??” sahut Minho dari kejauhan. Pertanyaan Jonghyun barusan memang jadi terlupakan.

Yumi mendelik ke arah Minho yang sedang duduk di sofa dorm sambil menyuapi Hyemi makan. Sepertinya itu hukuman karena membuat gadis itu frustasi. Semua dengar Hyemi marah karena adegan kiss scene di kiss note produk Etude itu. Huh, padahal awalnya Hyemi cinta mati produk Etude, tapi karena itu, dia benar-benar akan mengubur semua produk make up yang membuat Minho melakukan adegan kissing itu.

“Jinki menurutku…”

“Tentu saja baik.” potong Jinki. Entah kenapa perasaan Jinki jadi campur aduk sekarang. Dia takut mendengar apa yang ada dipikiran Yumi tentang dirinya.

“Onew-oppa. Yang ditanya pacarmu, bukan oppa.” sambar Eunji sambil terkekeh. Dan karena itu pula Key merasa bangga pada pacarnya karena mulai terbiasa dengan situasi dorm.

Jinki terdiam. Dia kini melihat ke arah Yumi. Yeah, walau merasa tidak mau mendengarnya, tapi dia juga jadi begitu penasaran dengan jawaban Yumi. Dia tahu ini hanya akting, tapi setidaknya, menjawab butuh berpikir juga, menurutnya.

“Jinki,” Yumi tersenyum pada Jinki. Entah itu akting atau memang tulus dilakukannya, yang jelas karena itu Jinki jadi merasa dirinya aneh. “Jinki baik. Dia setahun ini menyenangkan. Saat aku pertama kali mengenalnya..” Yumi menoleh ke arah Jinki lagi. “Aku melihat dia pria yang pemalu. Cukup menggemaskan. Dia selalu mencuri lirik padaku saat kami belum pernah sekali pun menyapa. Selalu mencuri tatap dan bertindak seolah-olah aku akan butuh bantuannya…” Semua mendengarkan penjelasan Yumi dengan baik. Mereka terpesona akan ceritanya, begitu pula Jinki.

Yang sedang diceritakan Yumi adalah masa-masa lalunya bersama Lee Jinki. Dia menggambarkan Jinki yang malu-malu padanya. Dia masih mengingat detil itu dengan jelas dan menceritakanya seolah-olah benar-benar ada suatu rasa di sana. Ini membuat Jinki gila.

“Jinki juga…”

“Sudah janga kau teruskan.” potong Jinki tiba-tiba, membuat semua jadi berteriak padanya. “Lihat muka mereka. Seperti ingin meneteskan air liur saja mendengarnya. “ canda Jinki.

Yumi menatap Jinki heran. Jinki tiba-tiba menjadi salah tingkah saat ini. Dan itu sungguh terlihat jelas dengan mata Yumi yang sudah mengenal Jinki sejak lama.

“Jadi Onew-oppa juga begitu ya di depan pacarnya? Aku kira dia hanya konyol saja.” gumam Saera dan Taemin langsung mengetuk pelipisnya dengan jari telunjuknya seperti berpesan, ‘kau jangan bicara seperti itu Saera, dia itu hyung terbaikku’.

Yumi terdiam. Dia merasa tadi terlalu banyak bicara. Padahal tinggal berbicara Jinki adalah orang yang baik saja, itu sudah cukup menurutnya.

“Jonghyun-ah, hati-hati makan makananmu. Jangan sampai terjatuh dibaju uji coba yang belum kau lepas.” sambar sebuah suara yang kini sedang sibuk melipat beberapa pakaian di sofa, tepatnya di samping Hyemi. Itu Nana. Dia tidak ikut makan seperti yang lain. Kalau tidak salah, dia memang sedang menjalani program diet.

Jonghyun berbalik ke belakang sambil membawa piring. Seperti ingin mengikuti Minho, dia pun berusaha menyuapi sesendok nasi pada kekasihnya.

“Makan, Nana!”

“Tidak mau! Aku tidak mau makan!!” tolak Nana mentah-mentah. Yumi melihat ke arah mereka, termasuk Jinki yang jadi melihat Nana. Perasaannya jadi terasa aneh saat ini.

“ONEW-OPPA!! Segera lihat ini!!” teriak Hyemi tiba-tiba. Matanya membulat, membuat Minho, Jonghyun dan Nana yang di sampingnya ikut melihat layar tab yang digenggamnya.

“O’ow!!” Minho menatap Jinki pasrah.

“Kenapa? Kenapa?” Key berjalan menghampiri mereka—Hyemi, Minho, Nana, Jonghyun—yang sedang menatap layar Tab bersamaan.

HYUNG! Mereka mendapati fotomu lagi! Oh my goshhh, kenapa kau begitu dicari, hyung??” celoteh Key. Dia yang paling panik ketika melihat sesuatu yang aneh baginya.

GLEK!!

Yumi menelan ludah. Dia yakin yang baru saja dibicarakan adalah foto Jinki yang baru ia kirim pada owner fansite. Lee Jinki yang baru keluar dari salon. Yah, itu foto yang Yumi dapatkan ketika mereka sedang ke salon bersama. Tentu saja itu dilakukan tanpa sepengetahuan Jinki.

“Jadi, aku dikira bersantai-santai ke salon?” gumam Jinki. Dia begitu santai menanggapi.

Yaaaahhh.. hyung juga kenapa tidak memakai penyamaran.”

“Padahal aku tidak terlihat tampan. Mereka bisa saja mendapatiku di mana saja.”

Tentu saja dapat. itu aku yang melakukannya, amatiran, celetuk Yumi dalam hati. Dahinya tiba-tiba berkeringat. Takut Jinki mencurigainya.

“Ya sudah, biar saja. Lagi pula, aku tidak diberitakan macam-macam. Keluar dari salon. Haha..” Ucapan dan sikap santai Lee Jinki membuat semua menoleh padanya.

“Tapi hyung.. Kau itu diberitakan cedera.” celoteh Key lagi. Eunji jadi menunduk ketika Key menjadi bawel. Dia rasa pukulan centong pun tak akan menghentikan Key yang sedang seperti ini.

“Loh, kalau aku sudah sembuh, yeah walau masih ngilu, memangnya kenapa? Aku pun ingin menikmati masa liburanku.”

Semuanya mengangguk. Sedang Yumi di meja makan terus mendengar percakapan mereka dan beberapa pemikiran tentang, Oh jadi Rupanya Lee Onew memang cedera, namun masa istirahatnya masih panjang sehingga ia berleha-leha. Huft. baguslah, tidak ada lagi pemberitaan yang aneh-aneh tentang dia yang katanya mau mengundurkan diri dari SHINee. Dan lagi, apa itu, surat dari Onew untuk Jonghyun? Aku bahkan sempat membacanya. OH MY GOSH!! Aku bahkan baru sadar begitu mencari tahu si amatiran ini sampai ke forum. Aku bergabung beberapa minggu terakhir. SIAL!

“Yu.. kau melamun lagi?”

Yumi menoleh cepat pada Jinki. Dia membulatkan matanya dan menggelengkan kepalanya.

ER!! Aku barusan banyak berpikir tentang dia. Sungguh membuatku gila!!

To Be Continue..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

mamotho’s note (Cuap-cuap rada panjang):

-CG ONEW-LOD BACK \(^^)/  Ini semua moment campur aduk di sini. Seneng deh aku gabunginya. Dan masih ya untuk saat ini pemegang kewarasan untuk couple-an SHINee tetep Saera dan Eunji(mungkin). Dan, untuk Onew dan Yumi, kusebut mereka itu couple dusta. Kenapa? Ikutin aja ampe cerita ini beres!  

-Karena aku berbaik hati, kuberi tahu, CG-Onew ini akan hadir antara selasa jam 19.00 atau sabtu jam 09.00 pagi di tiap minggunya (kalau udah kelar).

-Satu lagi! Nih ya foto Onew yang keluar dari salon. Masih ada di folderku. Hahaha!! Kalau surat Onew ke Jonghyun, cari aja di forum, katanya itu fake kok.

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 22 May 2012, in CHRONICLES, COMPLICATED GIRL, Lee Onew's Drama, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 101 Comments.

  1. Waaah ditunggu lanjutannya Ɣää chinguu
    Penasaran bgt nich
    Moga cpt kelarrr
    *\(ˆ▿ˆ*\)(/*ˆ▿ˆ)/* || hwaiting

  2. Nggak nyangka yumi ngomong segitu manisnya curoga saya dia masih suka sama si onew lanjutannya di tunggu ya eonnie ^^9

  3. waaahh. .authorr. .cepet apdet yaaa. .suka ma ff yang kamu buat. .daebak ctar membahana. .fightingggg. .

  4. Ciyee dramanya udah dimulai, kayaknya bakal ada yg clbk nih wkwk
    Stalker nya jg masih jalan rupanya kkk untung Onew gatau kalo itu ulah si Yumi atau dia pura2 gatau hihi
    Lanjut dulu ^^

  5. Wakakakaka Asli NGAKAK terus baca yang part ini 😀

  6. wahahahahaha sengklek semua membernya 😀
    Key ♥ Eunji…
    jadi inget We ge em u.u

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: