[HOMI Couple] Studying over (1.2)


[HOMI Couple] Studying over! (1.2)

Author :  mamoTHo

Title : Studying over (Chronicles of HOMI Couple)

Main cast : Choi Minho, Lee Hyemi

Other cast : SHINee member , Hyemi-eomma, Hyemi-appa, Joongki, Krystal

Genre : Life

Lenght : Twoshot

Rate : G

AN : HOMI DATANG \(^_^)/ Maap yahhh agak pendek, soalnya mamotnya cape ngedit 24hlm. Jadi kupotong bagi dua, biar mata kita sama-sama ga cape. Wokehhhh.. Ditunggu cuap-cuapnya setelah baca ini. HEHEHE 🙂

Summary : Tidak baik melakukan sesuatu dengan berlebihan. Lakukan belajar sesuai porsinya. Itu lebih baik. 

©mamoTHo, 2012

Hari ini Hyemi berjalan kesal ke ruang terkutuk—ruang penyimpanan olahraga—tempat dirinya biasa bertemu dengan Minho, kekasihnya. Di tangannya sebuah kertas digenggamnya kasar hingga bentuk kertas itu sudah tidak berwujud kertas segi empat yang memperlihatkan tiap sudutnya, tapi sudah menjadi sebuah bola kertas yang siap dilempar dan dibuang ke dalam tong sampah. Wajah Hyemi benar-benar memberengut sebal—lebih tepatnya kusut dan tak bergairah. Tak henti-hentinya di sepanjang jalan pun dia berjalan sambil mendengus dan kadang menghentak-hentakan kakinya ke lantai, tidak sadar kalau orang lain yang ada di sekitar memperhatikannya.

Er! Hari buruk! Benar-benar buruk, rutuknya dalam hati sambil terus melangkah dengan kasar.

Sebuah pintu dengan tulisan gudang penyimpanan alat olahraga yang menggantung di atasnya menghentikan langkah Hyemi. Dia mendelik pada tulisan itu dan mulai menstabilkan deru nafasnya yang benar-benar menggambarkan kemarahan. Well, memang kelihatannya dia butuh sebuah pelampiasan.

Hyemi menggelengkan kepalanya cepat ketika perilaku buruknya hampir keluar. Dia tidak mau menjadi buruk. Tidak, batinnya dalam hati. Hingga akhirnya dia menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, tersenyum untuk melenturkan otot wajahnya, lalu kemudian merapihkan rambut sebahunya. Dia segera mengeluarkan cermin dari saku rok denimnya. Dan tentu saja menatap lekat pantulan wajahnya di cermin.

“Masih cantik, tapi bibirku kering.” katanya lalu kemudian mengambil sebuah lip gloss dari saku rok denim yang lainnya.

Hyemi pun memakai lip gloss itu sambil menatap cermin. Setidaknya itu membuatnya sedikit tersenyum. Yeah, ketika dia melihat bibirnya, lagi-lagi dia merasa bangga karena itu candu untuk Minho, kekasihnya. Gadis yang satu ini memang aneh.

Setelah selesai dengan semua aktivitasnya yang bersolek ria karena ingin bertemu dengan kekasihnya, dia pun menyambar knop pintu ruangan tersebut dengan pelan—berlagak sok anggun untuk sekian kalinya di depan Minho.

Seorang pria sedang duduk sambil memainkan PSP-nya tersentak saat Hyemi masuk. Pria itu kemudian mendelik ke arah pintu dan tersenyum seperti bahagia karena bisa bertemu lagi dengan kekasihnya. Minho selalu senang ketika Hyemi menepati janjinya di jadwal kencan mereka. Apalagi kalau tidak terlambat, itu akan semakin bagus untuknya.

“Heii.. Akhirnya kau datang.” sahut Minho sambil tersenyum. Dia pun menghentikan permainannya dan menatap Hyemi yang berjalan ke arahnya.

Hyemi menyambar duduk di sampingnya. “Iyaa.. Apa kau merindukanku, Mr. Minho?” tanya Hyemi seperti tidak gugup menanyakan hal itu pada Minho. Diam-diam dia mengantongi kertas yang sudah dikepalnya ke balik saku  sweaternya.

“Kau terlihat tidak seperti biasanya. Kenapa dahimu berkeringat?” Mata Minho mengawasi Hyemi.

“Tidak, aku baik-baik saja. Hanya capek berjalan dari kelasku ke ruangan ini, Minho.”

“Oh, Joa! Jaga kesehatan. Aku tidak mau melihat matamu bengkak karena merajut lagi. Oke?”

“Hmm..” balas Hyemi sambil menggandeng lengan Minho manja. Ketika Minho terlalu mulai mendiktenya, Hyemi pasti akan melakukan itu. Dia tidak mau diceramahi oleh Minho. Dari dulu, dia tidak suka kekasihnya jadi bawel.

Yaa~ Selalu saja seperti ini. Kau kenapa, huh? Menyembunyikan sesuatu dariku lagi?”

Hyemi mendelik pada Minho yang ada di sampingnya. Dia mengerucutkan bibirnya lalu menggeleng manja.

Chu! Dengan cepat Minho mengecup bibir itu kilat. Menurutnya itu seperti Kiss-line saat Hyemi muncul dengan bahasa tubuh seperti tadi.

Yaa!” bentak Hyemi, menatap mata kekasihnya tidak percaya.

Yaa, apa? Apa? Kau minta dicium barusan, Hyemi.” timpal Minho membuat Hyemi mengerucut sebal. Dia pun memukul lengan Minho setelah itu.

***

Esok harinya di siang hari yang sama, Hyemi berjalan lagi ke ruangan yang sama. Setiap siang hari berturut-turut di hari senin, selasa, rabu, kamis Hyemi dan Minho memang akan bertemu di sana. Itu sudah rutinitas yang biasa untuk mereka. Tidak ada alasan. Mereka hanya tidak bisa bertemu di tempat lain selain tempat itu.

KLEK!

Hyemi membuka pintu dan mendapati Minho sudah ada di ruangan itu sambil memakan sandwich, makan siangnya. Di sebelahnya terdapat sandwich yang masih terbungkus beserta air mineral. Hyemi tahu itu pasti untuknya. Tanpa banyak bertanya, dia pun berjalan dengan lemas ke arah Minho. Langkahnya sebenarnya terlihat gontai dan tidak bergairah, tapi ketika Minho mendelik padanya, dia selalu saja berpura-pura bugar. Sama seperti yang terjadi saat ini.

Annyeong, Baby-Minho.”

Yaa! Kenapa matamu?” sahut Minho. Minho memang cukup kaget ketika melihat lingkaran hitam di bawah mata kekasihnya. Peringatanya rupanya tidak diindahkan oleh Hyemi, mungkin itu yang ada di pikiran Minho sekarang.

“Kenapa memangnya?” tanya Hyemi balik. Dia masih saja berpura-pura senang.

“Apa kau lupa tidak memakai make-up untuk menutupi lingkaran hitam matamu? Kenapa lagi, Hyemi? Apa kau begadang lagi dan membuat sesuatu untukku?”

“Ge’er! Aku tidak kenapa-kenapa kok!” elak Hyemi.

“Apa kau tidak pakai eye cream sebelum tidur? Kau seperti kurang tidur.” Beginilah Minho kekasih Hyemi. Selalu saja berulah seperti detektif. Apapun, pasti akan ditanyakannya secara mendetil.

Hyemi lantas mendesah pelan menanggapinya.

“Apa? Kau tidak suka aku bawel? Benar kau kurang tidur?” Lagi-lagi Minho berbicara.

Yeah, aku memang kurang tidur, Minho! Kau sungguh cerewet!!, umpat Hyemi dalam hati sambil memakan sandwich pemberian Minho. Dia tidak peduli menjawab atau tidak pertanyaan Minho barusan. Dengan menyenderkan dirinya pada Minho lagi, Minho pasti diam menurutnya.

***

Keesokan harinya lagi, di tempat yang sama, Hyemi benar-benar berjalan gontai. Rambutnya kusut dan matanya benar-benar bengkak. Kali ini tidak perlu untuk pura-pura riang. Kegelisahannya sudah sampai pada puncaknya.  Dia tidak bisa menutupinya lagi. Sudah limit kebahagiaan dan keceriaan gadis itu. Dia jadi tidak bisa tidur, makan pun tidak enak, bahkan kalau dia memaksakan diri untuk tertawa pun rasanya sungguh keterlaluan. Dia tidak bisa tertawa di tengah-tengah nasib buruknya.

Saat membuka knop pintu dengan lemas, Hyemi tidak mendapatkan Minho ada di sana seperti biasa. Dia menghela nafas dan melanjutkan jalan yang seperti tersaruk-saruk itu.

Ke mana si pecandu bibirku? Tumben dia terlambat, pikir Hyemi sambil mendudukan dirinya di kursi yang ada di sana. Dengan segala kegelisahannya, dia pun lanjut melamun di ruangan itu. Walau merasa kesal dan sial dengan sesuatu yang kini menghantuinya, dia akhirnya memberanikan diri untuk mengambil sesuatu dari balik sweaternya. Dia menatapnya dan lagi-lagi emosinya meningkat. Kemarahan sudah pasti terpancar dari wajahnya.

“ARGHHHHH!!!!! Kenapa aku bisa dapat nilai D untuk Bahasa Inggris?! Aku bisa-bisa tidak lulus kalau nanti UAS tetap mendapat hasil yang sama!” jerit Hyemi tidak kontrol.

Hyemi melempar kertas itu sembarang. Dan tepat dengan lemparan sembarang itu, Minho masuk dan mendapati Hyemi yang sedang menggerutu kesal. Untung saja lemparan tadi tidak mengenai wajah kekasihnya itu.

Minho? Hyemi terdiam. Dia langsung berbalik karena pada kenyataannya dia sudah hampir menangis karena perasaan kesalnya.

“Hyemi-ya?” panggil Minho. Hyemi masih terdiam tidak mau berbalik. Air matanya baru saja terjatuh. Tidak mungkin dia memperlihatkan dirinya yang menangis lagi. Karena nilai D? Huh, pasti dia akan ditertawakan.

“Hyemi-ya? Kau sedang apa??” tanya Minho lagi seperti biasa yang tiba-tiba saja ditanggapi Hyemi dengan dirinya yang bangun mendadak dan berlari melewati Minho. Dia melengos begitu saja membuat Minho merasa aneh yang jadi justru mematung di tempat. Hyemi yang seperti itu, lagi-lagi membuatnya bingung bukan main.

“Astaga!! Jangan-jangan dia marah lagi!” kata Minho cemas mulai tersadar dari lamunannya dan mengejar Hyemi berlari. Marah, itulah yang selalu ada di benak Minho saat Hyemi berubah sedikit.

“Hyemi-ya, tunggu!!” panggil Minho sambil mengejar pacar yang dirasa mengalami masa anehnya saat ini.

Hyemi tidak menggubris panggilannya. Dia tetap berjalan cepat, masih mengurusi air mata kesalnya.

YAA! LEE HYEMI!! TUNGGU!!” teriak Minho lagi.

Bodo! Aku tidak mau menangis di depannya. Sungguh memalukan!!, batin Hyemi sambil berlari. Dia yang tadi hanya terisak sebentar kini justru jadi menangis hebat.

Minho menghentikan langkahnya ketika melihat beberapa orang mulai memperhatikannya. Dia mulai berbelok ke lorong lain tidak mengikuti Hyemi lagi.

Er, jadi seleb susah ya! Aku tidak bisa mengejar Hyemi lagi. Terlalu mencolok kalau sekarang, rutuk Minho dalam hati sambil mendesah. Bersamaan dengan itu kini dia justru tersenyum dan membungkuk setiap melihat orang lain yang menatapnya.

Setelah tidak bisa mengejar Hyemi berlari, Minho kembali ke tempat penyimpanan olah raga. Dia membuka knop pintu dan tak sengaja menginjak sebuah kertas yang tergulung bagai sebuah bola. Dia pun mengambilnya hendak membuangnya.

“Eh?” Minho terdiam. Dan karena itu pula, tiba-tiba bayangan Hyemi yang seperti melempar sesuatu saat dirinya melesat ke pikirannya. Kertas yang tadi dilempar Hyemi, kertas yang dibuang Hyemi, dan setelah itu Hyemi menangis, pikirnya mulai curiga. Karena penasaran, dia akhirnya membuka kepalan kertas itu.

“Oh, hasi tes UTS.” katanya masih biasa saja sebelum beberapa detik kemudian matanya jadi membulat saat melihat 1 mata kuliah di sana tertulis dengan keterangan ‘D’. Dia menelan ludah dan memikirkan Hyemi sesaat.

“Apa ini yang membuat Hyemi berlari? Menangis? Dan membuat dia jadi tidak bersemangat akhir-akhir ini?” kata Minho jadi cemas. “Aish, jangan-jangan dia sekarang sedang frustasi karena dapat nilai D?!” ucap Minho  baru sadar situasi.

Minho langsung merogoh ponselnya dan mengirimi pesan pada Hyemi. Dia tahu ini pasti sesuatu yang memalukan bagi Hyemi. Yap, Hyemi selalu berlagak pintar di depannya, sudah pasti dia merasa malu kalau Minho tahu kekasihnya harus melakukan remed—kalau tidak, yeah, paling tidak harus mengulang mata kuliah. But, its not a big deal. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Hidup tidak selalu sempurna, bukan?

To Aegy Hyemi:
Hyemi, kau di mana?

Bip!

Balasan pesan langsung masuk di ponsel Minho. Itu balasan dari Hyemi. Minho tersenyum membacanya, karena pada akhirnya Hyemi masih mau membalas pesannya. Di saat dirinya sedang terpuruk seperti ini, yeah, sungguh luar biasa menurut Minho.

From aegy:
Aku di kolam renang, Minho. Maaf.

Hanya itu balasan singkat dari Hyemi yang semakin membuat Minho jadi semakin bingung.

***

Minho masuk kolam renang, tempat yang tadi disebutkan oleh Hyemi di mana gadis itu sedang berada. Ya, Minho memang terlalu penasaran. Dan benar seperti yang dikatakan Hyemi. Saat ini dia memang ada di tempat itu. Minho sendiri mendapati kekasihnya sedang berenang sendirian. Di kolam renang seperti itu, masih bisa-bisanya Hyemi menghabiskan waktu seorang diri, mungkin itu yang ada di pikiran Minho sekarang.

YAA!!” teriakan itu membuat Minho melompat kaget. Itu suara Hyemi. Padahal Hyemi tidak melihatnya. Apa Hyemi tahu Minho ada di sana diam-diam menguntitnya?

Minho menyembunyikan diri. Dia tidak mau Hyemi tahu kalau kekasihnya cukup khawatir dan ingin melihat kondisinya yang kesal karena harus medapat nilai D di mata kuliah Bahasa Inggris. Hello~ Hyemi mahasiswa Public Relation, sudah pasti Bahasa Inggris sangat dibutuhkan untuk mendukung kecakapan berkomunikasinya.

YAA!!! AKU KESAL!! SUNGGUH MENYEBALKAN!!” teriak Hyemi pada diri sendiri. Dia memukul air dengan tangannya. Dia benar-benar kesal bukan main.

“APA YANG HARUS KUKATAKAN NANTI PADA EOMMA BESERTA APPA??” Gadis itu makin berteriak keras, namun sambil melihat sekitarnya, takut kalau-kalau ada orang yang lewat dan menyangkanya sudah gila karena berteriak sendirian.

Tidak ada orang, pikirnya yang jadi memiliki kesempatan lebih banyak lagi untuk meluapkan kekesalannya pada diri sendiri. Beberapa menit kemudian setelah mengatur nafas bekas emosi tadi, dia menyelam lagi. Itu membuat Minho mengelus dada lega. Hyemi yang seperti ini memang Hyemi yang ditakutinya.

“Astaga, dia sepertiku. Sungguh benci kegagalan,” batin Minho. “Pasti dia tidak bisa tidur juga, atau mungkin benar-benar tidak enak melakukan apa-apa sebelum bisa memperbaiki nilainya dulu. Yap, pasti begitu. Aku merasakan apa yang dirasakan Hyemi ketika mengalami suatu kegagalan,” gumam Minho lagi-lagi terlalu memikirkan kekasihnya.

Minho pun sekarang ikut bingung, antara harus mendekati Hyemi atau tidak karena Hyemi benar-benar sedang marah. Dia takut kena semprot gadis itu atau membuat gadis itu malu karena sekarang dia tahu kalau Hyemi harus mendapat nilai D tidak seperti biasanya.

***

Di dorm SHINee!

Saat ini Minho sedang berkacak pinggang memikirkan nasib Hyemi. Dan karena itu juga kini para member memperhatikannya tanpa lengah sedikit pun. Minho yang mondar-mandir dari ruang TV ke kamar, dari kamar hingga dapur lalu kembali lagi ke ruang TV hanya untuk mengambil remote dan kadang menggantinya dengan stick PS yang tidak jadi dia mainkan. Hm, benar-benar membuat semuanya jadi penasaran.

“Kau kenapa, Ho? Bermasalah lagi dengan yeoja planet itu?” tanya Key yang ditanggapi tatapan tajam Minho. Key sudah kesal bukan main karena kegelisahan temannya barusan.

“Malam kita harus latihan, kau jangan kabur!” Onew memperingati dan member lain serempak menoleh pada Minho karena Minho pernah membohongi mereka dan kabur dari jadwal latihan karena kekasihnya. Onew yang paling peka saat ini ketika Minho bertingkah aneh.

Arasoo! Aku tidak lupa!” respon Minho sambil masih bolak-balik berjalan di dorm.

YAA! KAU KENAPA MONDAR-MANDIR! AKU PUSING!” teriak seseorang. Itu suara Jonghyun yang kini sedang asik menonton TV, setelah merebut remote TV dari Minho.

Minho mendelik tajam pada Jonghyun. “Tidak kenapa-napa.” katanya akhirnya menyahut. Matanya beralih pada Taemin yang terlihat santai saja. Satu-satunya orang yang tidak mau ambil pusing ketika Minho memiliki masalah. Well, dia tidak begitu tertarik karena sekarang sedang asik dengan netbook barunya, hadiah dari Shawol saat ulang tahunnya tahun lalu.

“Taemin-goon, jangan membaca netbook sambil tiduran. Lagi pula tidak baik memegang netbook dengan asal.” kata Minho jadi memperingati si maknae. Taemin pun menurut jadi bangun dan merubah posisinya.

“Kibum!” panggil Minho pada akhirnya. Rupanya dia akan mulai berbicara. “Bahasa Inggris apa sebegitu susahnya?”

“Eh?” Key mendelik padanya, menghentikan aktifitas menghidangkan nasi ke mangkuk dari tiap centongnya.

“Aku rasa skrip Bahasa Inggris bisa kau lakukan dengan baik, Minho.”

“Bukan untukku, tapi untuk Hyemi.”

“HHEEE???” Semua menaikan alisnya heran. Kini semua sudah yakin seratus persen kalau kegelisahan Minho lagi-lagi bersumber dari Hyemi. Untuk kesekian kalinya, para member itu yakin akan ada situasi yang buruk yang menimpa mereka.

“Iya. Kibum, kau ajari dia.” pinta Minho pada akhirnya.

Key masih menaikan alisnya. Rasa ingin tertawa membayangkan sesuatu sudah ada di benaknya. “Wae, kenapa lagi dengan yeoja planet itu? Dia bermasalah dengan bahasa?? Sudah kuduga! Berbicara saja asal tubruk begitu. Hah!”

“Kibum-ah, aku meminta bukan memohon.”

“Kenapa? Kenapa harus aku? Kau tahu sendiri aku musuh bebuyutannya. Kalau dia mau, pasti dia minta-minta padaku. Yeah, walau aku paling jago Bahasa Inggris, tapi, huh, aku tidak mau kalau dengan perempuan itu!!”

Minho menggeretakan giginya kesal. Dia tahu hanya sebuah penolakan yang akan didapatnya ketika ia meminta pada Key, satu-satunya teman yang seusia dengannya, yang pintar Bahasa Inggris sekaligus pintar bermusuhan dengan kekasihnya. Sia-sia, menurutnya.

Mata Minho beralih pada Onew. Dan karena tatapan itu, kini Onew menelan ludahnya. Dia tahu aksi Minho selanjutnya padanya.

“Onew-hyung!”

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja Onew masuk ke dalam kamar, dan karena itu pula secepat kilat Minho menahannya.

“Hyung, jebal.. Kau sebagai leader, juga sebagai orang yang paling sukses dengan belajar, mungkin kau bisa membantunya.”

Benar-benar, batin Onew. Dia tidak menyangka di saat seperti ini permintaan Minho jadi lebih aneh dari yang tadi. Dengan mengembel-embelkan status Leader sekaligus sukses dalam belajar, sungguh berlebihan.

“Jangan mau!” sambar Key.

“Iya jangan mau!! Aku juga tidak mau kalau pintar Bahasa Inggris berbagi ilmu dengan gadis seperti Hyemi. PEACE!!” sambung Jonghyun disertai V-Line seperti biasanya.

Kesal dengan para member yang tidak satupun mencari solusi untuknya akhirnya Minho pun pergi melarikan diri. Dia harus melakukan sesuatu, pikirnya. Harus. Sehingga lagi-lagi membuat member menatap pasrah pada punggung yang selalu tiba-tiba berlari meninggalkan mereka ketika memiliki masalah dengan kekasihnya.

***

Berbeda dengan di tempat lain, tempat di mana gadis yang sedang dikhawatirkan oleh Minho, yaitu tempat Lee Hyemi kekasihnya. Hyemi sedang berbaring gelisah di tempat tidurnya. Tidak sedikit pun bayangan akan nilai buruk itu menghantuinya. Yap, tidak sedikit justru sangat banyak. Dia benar-benar terancam mengulang. Kalau misalnya ujian akhir nanti dia mendapat D lagi, itu artinya tamat! Karena dosen yang mengajar memang tidak menyediakan remedial pada perkuliahannya. ER, itu benar-benar membuat Hyemi bisa gila.

Ottokhae?? Apa yang kurang dari kemampuan Bahasa Inggrisku? AH!! MEMANG KURANG!” katanya langsung meralatnya. “Well, dari dulu aku memang tidak pernah mau kursus Bahasa Inggris karena tidak pernah ada teman yang bisa kuajak. Lagi pula dulu aku sibuk dengan olahraga juga. Aku paling malas belajar. Yah, wajar saja nilaiku buruk. Lalu setiap pelajar Mister, aku tidak konsen karena selalu saja sedang bergairah-gairahnya untuk mengobrol dengan Krystal di kelas. Kenapa pula Bahasa Inggris harus hadir di hari senin? Di saat aku dan Krystal tidak bertemu selama 3 hari? Jumat, sabtu, dan minggu. Jadi, ya sudah pasti kami kangen dan ingin berbincang ria. Lalu, ah ya, masalah juga karena aku benar-benar tidak belajar dan mereview semua catatanku karena sesungguhnya catatan kuliahku hilang ditelan bumi. Aku tidak tahu mereka ada di mana. YAH! SUNGGUH FAIR AKU DAPAT HASIL YANG SESUAI DENGAN TINGKAT KEMALASANKU!!” teriaknya  sudah kesal.

Bip! Di saat ini bahkan suara sms menginterupsinya. Hyemi jadi mendesah pelan.

From Baby Minho :
Hyemi buka jendelamu sebentar.

Buka jendela? Pikir Hyemi.

Yaaahh.. Jangan bilang dia bertengger di luar pagar lagi?” kata Hyemi seperti sudah mengerti kondisi seperti ini.

Hyemi segera beranjak dari tidur malasnya dan menghampiri jendela kamarnya. Dia menyembulkan kepalanya ke luar jendela. Dan benar dugaannya, sesosok pria dengan menggunakan pakaian rumahan sudah bertengger di depan pagarnya dengan santai. Setelan santai seperti kaus dan celana vintage, sudah pasti itu Minho, kekasihnya.

Ya, itu memang Minho. Setelah melihat Hyemi yang menyembulkan wajahnya, tentu saja Minho melambai-lambaikan tangannya. Dan dengan isyarat, Minho pun menunjuk-nunjuk ke arah pagar agar Hyemi mau membukanya dan membawanya masuk.

Hyemi menekan tombol satu di ponselnya.

“Minho kau sedang apa di luar rumahku??” Protes yang luar biasa tidak suka, selalu dia keluhkan saat Minho selalu tiba-tiba ada di depan rumahnya. Menurut Hyemi itu menyebalkan.

“Hyemi-ya, ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Ini mendesak.”

“Apa yang ingin kau tanyakan di saat seperti ini? Tanyakan langsung saja sekarang padaku, di sini, di telepon ini.”

“Tidak bisa. Cepat bukakan pintu, ini penting—ups! Annyeonghaseyo eomonim.” Suara Minho tiba-tiba beralih menjadi lembut, membuat Hyemi berlari ke jendela lagi. Mulut gadis itu tiba-tiba menganga. Di sana dia melihat eomma-nya sedang ada di luar dan mempersilahkan Minho masuk.

Oh-my-god, batin Hyemi. Dia begitu terkejut sekarang. Dan hanya bisa berprasangka buruk pada eomma-nya, pasti lagi-lagi eomma-nya akan ganjen. Bertanya semuanya, mengobrol seenaknya, dan yang paling parah lagi membocorkan rahasia Hyemi sesuka hatinya. Tidak, batin Hyemi dalam hati.

“Hyemi-ya!!! Pacar tampanmu datang!!” sahut Hyemi-eomma dari luar kamar Hyemi. Yah, setelah hubungannya diketahui, tidak banyak yang bisa dia lakukan. Dia hanya bisa mendesah pelan menjadi bulan-bulanan eomma-nya.

“HYEMI-YA!! MINHO MENUNGGU!! CEPAT KELUAR!!” teriak eomma-nya lagi. Dan dengan langkah lemas, rambut awut-awutan, Hyemi pun berjalan menuju pintu. Bahkan, pakaiannya pun asal.

Nde,” sahutnya pada eomma yang sudah berdiri di balik pintu.

Hyemi kini berjalan turun untuk menemui Minho. Tidak di ruang tamu, Minho sudah bertengger di ruang baca, membuat Hyemi menahan langkahnya dan mendelik pada eomma-nya.

“Kata Minho kalian mau belajar bersama.” sambar Hyemi-eomma seperti tahu maksud mata tajam Hyemi yang mendelik pada ibunya barusan. “Kalian sungguh kompak.” tambahnya lagi.

Hyemi yang belum begitu mengerti maksud Ibunya, berjalan cepat ke tempat Minho. Di sana Minho dengan beberapa buku benar-benar membuatnya curiga.

“Hai, aegy!” sapa Minho.

“Minho, sedang apa kau di sini?”

“Hyemi, aku butuh bantuanmu!” sahut Minho tanpa basa-basi.

“Bantuan apa?”

“Aku sungguh butuh bantuanmu untuk mengajariku Bahasa Inggris. Aku agak kesulitan di sana. Apalagi stucture and written expression

To Be Continue..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 12 May 2012, in CHRONICLES, HOMI couple, SHINee FF, TWOSHOT and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 116 Comments.

  1. wow,daebak*minho cerdas. Salut2

  2. wahhhh.. hubungan.a udah d ketahui toh.. akhir.a g d peras lagi sm jongki..

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: