Complicated Girl – Lee Onew’s Drama (2)

CG – Lee Onew’s Drama (2)

Author : mamoTHo

Title : Complicated Girl (Lee Onew’s Drama)

Main Cast : Lee Jinki (Onew), Hwang Yumi

Other Cast : SHINee member (Minho, Jonghyun, Taemin, Key)

Genre : Romance – comedy – fluff

Rate : PG 13

This Story©mamoTHo

+++++

Pertemuan yang tidak disangka-sangka membuat Yumi jadi masuk ke dalam dunia Lee Jinki, dunia penuh dramanya. Dia jadi terlibat kesepakatan hanya karena tidak tega melihat seorang Lee Jinki—mantan kekasihnya—memohon seperti orang gila di depannya dan di tengah jalan.

Yumi saat ini sedang merebahkan diri di hotel tempat dia berdiam untuk paling tidak selama satu minggu. Baiklah, sebenarnya dia pergi ke Seoul tidak hanya untuk mempotret Lee Jinki. Ada beberapa hal yang bahkan tidak bisa dia jelaskan sendiri kenapa dia bisa terdampar di kota tersebut. Karena permintaan keponakannya untuk mempotret mantan kekasihnya? Atau ada hal lain yang membuat dia sendiri tidak mengerti?

Drrt.. drrt.. drrtt….

Sebuah getar ponsel menghentikan lamunannya. Dia mengambil ponsel itu dan menaikan alisnya. Sebuah panggilan dari Lee Jinki? Ini jam 1 malam dan Lee Jinki menelponnya? Sungguh luar biasa, katanya dalam hati hiperbolis.

“Yaa! Kenapa?” sapa Yumi pada telepon.

“KYAAAAA!!! Akhirnya hyung menelpon pacarnya!” Sebuah jeritan suara sangat ricuh terdengar di dalam saluran telepon. Yumi menjauhkan gagang teleponnya karena itu.

“Yumi-ya, kau sudah tidur?”

Entah rasanya ingin muntah atau apa, menurut Yumi, Jinki terlalu menggelikan sekarang. Yumi-ya? Belum pernah dari sejak mereka kenal, Jinki memanggilnya akrab. Panggilan ‘Yu’ saja menurutnya terdengar kekanak-kanakan. Hm.. Jinki terlalu berusaha keras membuatnya masuk ke dunia penuh imajenasi itu. Dia yakin ini ulah pertama Jinki dalam dramanya, dan mungkin yang melatarbelakangi ini semua adalah karena desakan para member. Mereka padahal baru menyepakatinya beberapa jam yang lalu untuk memulai drama itu, dan sekarang drama sudah dimulai. Jinki benar-benar keterlaluan menurut Yumi.

“Kau loud speakerkan teleponnya ya?” tanya Yumi manja.

“Iya.”

“Onew sayaaaannnggg…. ini privasi orang berpacaran. Jangan kau menyebarluaskan suaraku yang indah.” kata Yumi sengaja, dan setelah itu benar dugaannya, para member baru saja menjerit lagi membuat telinganya semakin sakit.

“Sudah kumatikan pengeras suaranya.” kata Jinki. Sekarang suasana cukup terdengar tenang.

“YAA! PRIA AMATIRAN!! APA KAU GILA MENELPONKU MALAM-MALAM!! JANGAN BERTINDAK SEPERTI ORANG LAIN. KAU MEMBUATKU GILA!!”

Jinki menjauhkan ponselnya. Suara Yumi benar-benar bisa merusak gendang telinganya.

“Arasoo.. Aku hanya memberi pelajaran pada member.” terang Jinki santai.

“Iya, tapi kau terlalu membuatku masuk di dalamnya.”

“Baiklah, sudah dulu ya. Urusanku sudah selesai.”

“Yaa! Hanya itu saja?” protes Yumi. Ada nada jengkel saat dia mengucapkannya.

“Iya!” Lagi-lagi gelagat Jinki yang santai hanya semakin membuat Yumi emosional. Barusan saja, Yumi melempar bantalnya kesal.

“Menyusahkan malam-malam.”

“Kenapa? Kau masih ingin mengobrol denganku?”

“Tutup saja!!!” omel Yumi lagi. Dia benar-benar bisa naik pitam berbicara dengan Lee Jinki.

“Kau sudah mau tidur?” tanya Jinki tiba-tiba. Dia mengerti gelagat Yumi yang barusan.

“Tentu saja. Aku capek!”

“Pacarmu tidak menelepon? Aneh. Padahal biasanya orang berpacaran akan bertelepon ria. Makanya aku cukup kaget nomormu tidak sibuk.”

Yumi menggeretakan giginya kesal. Entah kenapa Jinki seperti sok menginterogasinya.

“Mulai besok jangan telepon aku malam-malam! Pacarku sudah pasti akan menelponku! Sebelum kau menelepon, dia sudah lebih dulu menelponku!”

“Oh, baiklah. Aku tidak akan menelponmu kecuali mendesak.”

“Arasoo!”

BIP!!! Keduanya menutup panggilan tanpa ucapan perpisahan.

“Hah, benar-benar menyusahkan!!” umpat Yumi sambil merebahkan dirinya lagi menatap langit kamar. Menurutnya Jinki keterlaluan. Sangat keterlaluan.

“Telepon pacar apanya??” Yumi masih menatap langit kamar. “Setelah apa yang dia lakukan padaku 7 tahun yang lalu, mana mungkin aku punya pacar. ER!! Pria begitu menjijikan!! Apalagi Lee Onew! Manusia amatiran!”

Baiklah, 7 tahun yang lalu Lee Jinki memang berpacaran dengan Yumi. Jinki adalah pacar pertama Yumi dan begitu pun sebaliknya. Tapi, apa yang telah Jinki perbuat, tentu saja membuat Yumi ilfil sejadi-jadinya pada pria. Jinki telah meninggalkan noda yang tidak bisa Yumi lupakan seumur hidup.

“ARRRGHHH!!! SUNGGUH MENJIJIKAN MANUSIA AMATIR ITU!!!” teriak Yumi frustasi pada udara kosong.

Jika kembali ke masa itu!

“Yumi, kita sudah berpacaran hampir 2 minggu. Boleh aku menciummu?” kata-kata itu membuat baik Jinki yang bertanya dan Yumi yang ditanya memantung.

Mereka terdiam cukup lama, hingga akhirnya tanpa anggukan, Jinki mulai aksinya mendekati wajah Yumi. Perlahan tapi pasti itu membuat jantung Yumi bekerja kian cepat. Yumi pun tidak peduli akan dicium oleh Jinki, toh, dia pun juga sama, mau melakukannya dengan pria yang disukainya.

Tapi, kesialan rupanya menimpa mereka berdua. Bukan mereka, lebih tepatnya menimpa Yumi. Jinki nyaris terjatuh di depan Yumi saat ciuman itu hampir mendarat. Entah karena gerogi yang jadi membuat Jinki kehilangan keseimbangan badannya hingga terjatuh, tapi yang pasti kondisi itu membuat Yumi terjatuh ke lantai dengan Jinki yang menimpanya. Dan sialnya, JINKI MIMISAN DI DEPAN YUMI DAN CAIRAN KEMERAHAN ITU JATUH BEGITU SAJA KE WAJAH YUMI.

Sejak saat itu, Yumi tidak memaafkannya. Dia mengakhiri hubungannya dengan Lee Jinki dan tidak menyukai pria lagi, tidak mau berpacaran, karena pria begitu menjijikan baginya setelah itu. Lee Jinki begitu menjijikan baginya.

“AHH MIMPI BURUK!! APA YANG HARUS KULAKUKAN DENGAN PRIA ITU SEKARANG?? SI AMATIRAN!!” teriak Yumi makin geram. Kenangan buruk itu tidak bisa dilupakan, apalagi sekarang dia harus dekat dengan Jinki dan berpura-pura menjadi pacarnya. Sungguh tidak masuk akal!

Drrtt.. drrt… drrtt… drrtt…

Getar panggilan tiba-tiba datang lagi ketika dia baru saja hampir menutup seluruh wajahnya dengan bantal, ingin berusaha menghilangkan pikiran masa lalu itu.

MWO!!! Bahkan di hari pertama aku sampai aku sudah diteror?!” pekiknya kemudian bangun saat menyadari telepon yang sekarang memang harus benar-benar ditanggapinya.

“YAA!! Kenapa sampai sekarang kau belum memberiku kabar, Hwang-saeng!” pekikan suara di telepon membuat Yumi menjauhkan gagang teleponnya. Dia mendesah pelan dan memutar bola matanya.

Plish deh, aku baru tiba, batin Yumi dalam hati sudah tahu kalau setelah ini dia akan tetap dimarahi oleh orang yang meneleponnya.

“Bagaimana? Sudah ada kemajuan?? Sebenarnya Leader SHINee itu sedang sibuk apa sih? Apa dia benar-benar cedera? Kenapa kemarin-kemarin ada fanacc yang bilang Onew terlihat menonton di bioskop dengan temannya dan dalam keadaan sehat??”

“Nde, eon. Aku sedang mencari tahu juga. Keep calm, oke?” Yumi terlihat begitu sabar menanggapi orang tersebut. Seorang Yumi? Cukup membuat kita terkejut juga bukan.  

“Jadi kau belum bertemu dengannya??”

“Belum..” Yumi mendesah pelan. Dia tahu dia hanya iseng berbohong. Habis, dia paling malas ditanya seputar objek stalknya itu. Onew, Onew, tiada hari tanpa membicarakan Onew dengan orang itu, pikir Yumi.

“YAA!! Aku menggajimu bukan untuk berleha-leha apalagi kalau sampai bersantai ria. Kalau aku tidak sedang kena pertukaran pelajar ke Jepang, aku pasti akan menstalk si ayam itu walau harus tidur di jalan. ARASOO!! Kau sudah kupercaya untuk tugas ini.”

“Ndeee..” Dan akhirnya Yumi lagi-lagi menghela nafas panjang, berpikir kenapa bisa dia mendapatkan tragedi hidup seperti ini—di mana ia harus menstalk orang yang paling tidak ingin ia jumpai seumur hidupnya.

“Donor di fansite kita mau menyisihkan uang mereka hanya untuk mengetahui keberadaan Onew. Kau harus serius, Hwang-saeng. Tiket pesawat, penginapan, bahkan biaya makan sudah kukirim semuanya. Kau jangan main-main. Kau bilang kau mantan pacarnya, makanya aku percaya untuk memberi tugas ini padamu. Aku tidak mau tahu! Kirim foto-foto leader SHINee secepatnya.”

BIP!! Orang itu menutup teleponnya dan sukses membuat Yumi tersentak kaget untuk kesekian kalinya.

“AAAAAA!!! Kenapa hidupku jadi begini!! Mencari uang dengan cara seperti ini!! Dan juga kenapa harus si amatiran itu!! DAMN DAMN DAMN!!” Yumi melempar bantalnya. Matanya membulat seketika dan membuat dia berteriak lebih keras lagi. Lemparan tadi rupanya tak sengaja mengenai lampu yang ada di sebelah tempat tidur hingga terjatuh. Yeah, lampu yang terlihat mahal itu sudah pasti rusak dan pecah.

“Dan ketika aku mengalami masa sulit seperti ini, aku pun harus mengganti perabotan hotel. HAH!!” katanya kemudian yang menyadari hidupnya semakin miris saja.

+++++

Neul geu jariae isseo nal jikyeojweoseo…” Jinki tidak berhenti bergumam untuk menyanyikan lagu yang mewakili perasaannya sedari tadi. Dia terlihat begitu ceria, apalagi merasa kalau masalahnya akan sedikit terpecahkan. Dengan membuat Yumi masuk ke dalam dramanya, yap tentu saja dia merasa bahagia.

Jinki tersenyum sendiri menatap langit. Dia benar-benar terlalu bahagia memikirkan rencana gilanya. Sudah menipu para member, menipu Yumi sekaligus, lalu menipu dirinya sendiri.

“PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!!” Sebuah suara datang tiba-tiba menamatkan lamunan Jinki. Itu suara Key yang tiba-tiba masuk ke kamar, tempat di mana para member kini sedang berdiam.

Mata Key menatap Minho dan Jonghyun yang duduk di pojok ruangan dengan ponsel yang melekat di tangan masing-masing, membuat Jonghyun dan Minho sendiri saling melempar pandang.

“Apa, Kibum?” sambar Jinki agak sensi ketika melihat Key justru tidak melanjutkan kalimat pembukaan yang heboh itu. Key selalu saja mengagetkan seperti tadi. Rasanya amat jengkel, batin Jinki.

“TAEMIN-AH!! KEMARI KAU!! AKU AKAN MEMBERI TAHU PENGUMUMAN PENTING!!” Key mundur selangkah untuk mendapati Lee Taemin yang sedang nyaman dengan Stick PS-nya.

Taemin mendelik ke arah Key dan merasa malas untuk menanggapi hingga akhirnya dia lanjut menatap layar TV.  “Silahkan ngomong saja, hyung. Repot amat.”

Key membulatkan matanya tidak terima. “Yaa! Kau! Semenjak yeoja fever hanya bualanku saja, kau sungguh sentimentil padaku! HAH!”

“KIBUM ADA APA? KAU BANYAK BICARA!!” teriak Minho sudah kesal. Well, dia kesal karena aktivitas bercinta dengan ponselnya harus tertunda. Apalagi menurutnya pembicaraan dengan kekasihnya sedang intim-intimnya.

Key mendelik dan lagi-lagi tersenyum mencurigakan. Dia benar-benar aneh karena kemudian tiba-tiba tertawa dengan terbahak-bahak.

“SEKALI LAGI, PENGUMUMAN-PENGUMU—YAA!” teriak Key tiba-tiba. Kalimatnya memang tidak selesai karena Jonghyun telah melempar bantal padanya, tepat di wajah.

“Cepat katakan saja! Pengumuman apa, huh?”

Key mendengus karena itu. “Fine! Aku mau memberitahukan kalau manajer kita lusa nanti akan cuti sehari. Katanya ada hal penting.”

“Terus?” ucap Minho sinis.

YAA!! Aku memberi kabar bahagia. Kenapa kalian malah dingin seperti itu??”

“Biasanya kabar darimu harus diserap sebelum kami terkejut. Di balik kabar bahagia ini pasti ada ide konyol bukan?”

“HAHAHA..” Benar dugaan Jinki barusan, Key memang sudah mulai gila karena lagi-lagi tertawa tanpa yang lain mengerti. “TEPAT, ONEW-HYUNG!! AKU PUNYA IDE! LUSA KITA HARUS KENCAN MASAL!!”

Semua mendelik padanya, termasuk Jinki yang kini mendadak membulatkan matanya.

YAA!! YAA!! Jangan macam-macam, Kibum!” protes Jinki. Dia masih tidak terima ketika Key selalu saja meluncurkan ide aneh.

“Aku setuju!” sahut Minho yang kemudian didukung oleh anggukan Jonghyun yang ada di sampingnya.

“Tuh kan, aku tahu Minho dan Jonghyun akan setuju.” Key dengan sombong melipat tangan ke dada, merasa kalau idenya tidak sia-sia.

Yaa! Kalian jangan aneh-aneh! Ini dorm, bukan tempat kencan masal!” Lagi-lagi Jinki mengingatkan. Sebenarnya ada rasa khawatir ketika merekam jelas kata ‘kencan’ barusan.

“Tidak buruk, Onew-hyung!! Kita akan memperkenalkan kekasih kita masing-masing. Lagi pula, hyung sudah punya ‘kan? Aku penasaran!!”

“Yap, kata Minho-hyung dia lumayan. Setidaknya setelah ada kekasih hyung, dia tidak akan mendelik dan melihat Saera dari ujung kaki sampai rambut.” sambar Taemin yang kemudian masuk ke kamar, ikut berdebat mengenai masalah kencan masal tersebut. Kelihatannya dia sangat welcome dengan ide tersebut. “Aku setuju dengan ide ini. Dan Saera akan kujaga baik-baik agar Minho dan Jonghyun-hyung tidak lapar mata.” lanjut Taemin.

Yaa! Jangan begitu pada mentormu, Taemin-ah! Aku tidak menatap Saera sebegitunya. Hyemi jauh lebih menarik.”

“AKU TIDAK SETUJU!” protes Jinki masuk lagi ke dalam percakapan. Situasi sekarang sungguh membuatnya jadi terjepit.

Hyung, kenapa sih dari dulu kau selalu begitu. Kami benar-benar penasaran. Kita satu keluarga. Kekasih kita juga harus menjadi keluarga. Akan lebih mengasyikan kalau kita saling mengenal satu sama lain.” Key tidak berhenti mengoceh. Sebenarnya dia hanya penasaran dengan kekasih Jinki itu.

Jinki membuang nafas pelan, sedang para member tidak berhenti menatap dan menunggu jawaban ‘iya’ dari sang leader.

Hyung…” Mereka semua serempak menggoda si ketua, sedang Jinki yang merasa lelah jadi menenggelamkan kepalanya ke bantal. Dia jadi benar-benar frustasi karena para member.

+++++

Pagi yang cerah membangunkan Yumi dari tidur asalnya. Selimut bertebaran di mana-mana, bantal dan guling yang sudah tak terdeteksi keberadaannya, bahkan pecahan lampu tidur berserakan di lantai belum sempat dibenahinya. Yumi mengerat pelan. Dia sadar sinar matahari yang masuk lewat tirai kamar hotelnya mengharuskan dia bangun dan menjalani aktivitas barunya, yaitu menjadi stalker dadakan.

“Lee Onew mwoya! Masa iya sih tiap hari aku harus menguntitnya selama di sini. Humph! Beresiko!” katanya kemudian bangun dan menggaruk-garuk rambut panjangnya dan terdiam karena jarinya tersangkut di sana. “Kusut! Terakhir kali aku ke salon sudah 6 bulan yang lalu. Ke mana Yumi yang selalu merawat diri, membeli baju mahal dan menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting??”

Dia menjitak kepalanya setelah mengucapkan itu. “Aigoo!! Yumi-ya! Ini sudah terjadi. Please, kamu harus terima hidup yang tiba-tiba jatuh seperti ini.” katanya kemudian bangun mendadak dan membusungkan dadanya. “WELL! Aku juga bisa aji mumpung di sini. Aku akan mulai mencari kerja di si—AAAAAAA!!” teriaknya tidak kontrol saat baru saja mendaratkan kakinya ke lantai. Pecahan lampu baru saja mengenai kakinya.

“Dan sekarang, apalagi ulahku?? Baru ingin memulai, aku harus membuang uang lagi untuk membeli plester, atau paling tidak ke dokter takut terinfeksi. AAAA!!! APPA!!! KENAPA KITA HARUS JATUH MISKIN!!!” teriaknya kemudian menelungkupkan wajah ke bantal. Dia pun kini menangis karena tidak tahan.

Hwang Yumi saat ini memang sedang mengalami masa sulit. Appa-nya yang dulu kaya raya karena bisnisnya, mendadak bangkrut yang mengakibatkan kehidupan Yumi yang menyenangkan bak putri tiba-tiba harus jatuh. Hal itulah yang kini membuat Yumi sendiri harus benar-benar mencari uang. Ayahnya sudah pasti frustasi, Ibunya setia menemani ayahnya walau kini harus ikut bekerja untuk menghidupi keluarga, dan Yumi sebagai anak tunggal, tentu tidak bisa diam saja. Dia pun sama, mencari uang sendiri untuk biaya kuliahnya, yang tanpa sepengetahuan ayah dan ibunya ia telah cuti sementara dari kuliah karena beberapa kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi selagi uangnya belum bisa mencukupi. Tidak ada cara lain untuk beradaptasi dengan hidup yang susah. Ketika dia masih memegang status sebagai mahasiswa jurusan fotografi, dia harus mencari uang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dan sialnya, dia terdampar dengan menjadi seorang stalker dadakan dengan tawaran bayaran tinggi. Tidak ada niat lain selain mengambil gambar Lee Jinki yang dikenal dengan sebutan Onew untuk sebuah fansite bernama maknaeleader.net yang ingin mengetahui keberadaan artis tenar itu. Sebaliknya, dia sungguh beruntung karena status mantan pacar itu justru menjadi akses mudah untuk mendapatkan foto-foto Lee Jinki.

“Bahkan, aku harus menipu si amatiran itu.” katanya lalu menyeka air mata yang masih mengalir di pipinya. “Sudahlah! Aku memang harus menerima kondisi ini.”

+++++

Setiap mata memandang Yumi dari ujung kaki sampai ujung kepala di sebuah ruangan tempat Yumi berada. Yumi menelan ludah tidak percaya diri. Dia merasa pandangan semua orang padanya benar-benar melihat rendah. Kenapa? Apa karena dandanannya lagi yang asal?

“Kamu yakin ingin melamar di sini?” tanya orang yang ada di hadapannya. Tatapannya masih sama seperti yang tadi—tatapan meremehkan.

“Iya. Kau bisa coba aku dulu. Aku bisa memfoto objek dengan baik.” kata Yumi percaya diri.

“Tapi…” Lagi-lagi orang itu menatap Yumi rendah. Satu atau dua kali memang tidak masalah, tapi orang yang ada di hadapannya ini sangat sering menatap balik Yumi padahal mereka belum lama memulai percakapan. Yumi jadi kesal.  Hingga akhirnya, dia lupa dan kelepasan untuk berbicara kasar.

“Kalau tidak suka tinggal bilang saja. Kenapa harus membuatku berpikir. Dan, jangan menatap orang dengan tatapan itu. Aku tidak suka!” kata Yumi tiba-tiba, membuat orang yang ada di depannya terkejut.

Yumi benar-benar jadi jual mahal, padahal dia tahu sendiri bahwa pekerjaan yang belum digenggamnya itu adalah kesempatan emas untuk mencari sebuah penghasilan selain menjadi seorang stalker.

“Huft! Aku pake baju kaya gini juga terpaksa! Baju mahalku sudah kujual untuk biaya tambahan.” katanya kemudian mengibaskan rambut panjangnya. Lagi-lagi dia bermasalah dengan kostum.

Setelah mendumal sepanjang jalan keluar dari studio foto bonafit tadi, Yumi berhenti sesaat dan menatap kameranya. Seukir senyum terlukis di bibirnya. Dan seperti tertimpa rasa bahagia, dia kini mulai memeluk kamera tersebut.

“Setidaknya aku masih punya kamu. Kamu segala-galanya.” kata Yumi tersenyum bahagia.

GREB!

Seseorang tiba-tiba menariknya dan membawanya ke sebuah gang di samping pertokoan. Dari gaya jalan dan sentuhan tangan yang mengepal keras seperti ini nampaknya Yumi tahu siapa yang kini ada di depannya.

“Heh! Kamu sedang apa di sana?? Seperti orang gila tersenyum sendiri dan memeluk sebuah benda. Dan lagi…” Orang itu menatap Yumi dari bawah hingga atas, membuat Yumi kini melipat kedua tangannya. Bukan merasa tidak percaya diri, justru dia sangat percaya diri bertemu orang ini.

“Bukan urusanmu, amatiran.” Yap, orang yang di sebut amatiran oleh Yumi barusan, tentu saja tidak lain adalah Lee Jinki, pacar dalam dramanya.

Yaa! Aku  bertanya. Susah amat tinggal jawab! Lagi pula kita berjodoh untuk kesekian kalinya bertemu di saat yang tak terduga-duga.”

“Masa bodo!”

“ER!!” Jinki menjitak kepala Yumi cepat. Kesal dengan perilaku gadis yang benar-benar ikut membuatnya naik pitam sejak pertemuan pertama. “Hwang Yumi!! Kau sudah resmi jadi pacarku walau hanya pura-pura.”

Please deh, amatiran. Jangan terlalu menganggap semua serius. Kalau kita tidak bersama, itu artinya kita tidak perlu repot pura-pura pacaran.”

Jinki menatap tajam pada Yumi. “Oh… gerae. Kalau begitu, aku lanjut ke jadwal  berikutnya.” katanya lalu pergi tidak seperti biasanya. Yumi menaikan alisnya merasa heran.

Yaa! Kau mau ke mana?”

“Bukan urusanmu, Yu~!” kata Jinki sedikit menggoda.

Yumi menggeretakan giginya, tidak terlepas dari menatap Jinki tajam.

Sadar akan itu, Jinki justru menariknya. Dengan membuat Yumi barusan bertanya balik padanya, sudah merupakan sinyal penting untuk Jinki. “Apa kau sudah makan? Kita makan!!”

Dia selalu menjawab pertanyaannya sendiri, bahkan sebelum aku menjawab. Dasar pria amatir ini, rutuk Yumi dalam hati.

“AAA!!” langkah Yumi tertahan. Dia mendadak mengangkat sedikit kaki kirinya. Di saat seperti ini, luka di telapak kakinya baru terasa.

Wae? kakimu sakit?” tanya Jinki.

Yumi mengangguk.

“Mau ke dokter?”

“Tidak perlu.”

“Oke. Kalau begitu, sini kupegang!” Jinki menarik tangan Yumi cepat, membuat Yumi terdiam.

Skin ship!, pikir Yumi lalu menahan tangan itu.

“Apa? Mau kugendong? Jangan, yah! Terlalu menarik perhatian.” goda Jinki. Yumi jadi membulatkan matanya tidak percaya. Sejak kapan pria pemalu seperti Lee Onew ini pintar bicara. Benar-benar jadi membuat imej si amatiran itu sedikit berubah di hadapan Yumi.

Mereka akhirnya berjalan dengan bergandengan tangan. Yumi tidak risih, dia merasa beruntung karena ada orang yang suatu saat nanti akan menahannya ketika ia mendadak jatuh.

“Kau benar-benar terlihat biasa hari ini. Tidak dandan? Atau memang kau jadi berubah? Tidak seperti Yumi yang dulu.”

Baru saja segala pemikiran tentang Lee Onew yang baik hati menghampiri, kini si amatiran itu justru membuat Yumi naik pitam lagi dengan tiap ucapannya. Lee Jinki lebih baik jadi pendiam menurut Yumi.

“Protes?”

Aniya.. Hanya heran. Pria mana yang mau dengan perempuan yang biasa seperti ini. Pacarmu memang suka?”

JLEB!

Yumi menjitak kepala Jinki cepat. Ini suatu kesempatan emas membalas jitakan yang sebelumnya sudah lebih dulu mendarat di kepalanya. “Kau cerewet! Terserah aku mau dandan bagaimana juga! Aku sudah cantik tanpa dandan!”

Jinki tersenyum padanya. “Ara...” katanya membuat Yumi jadi terdiam melihatnya. Tatapan dan senyum Lee Jinki barusan, benar-benar memberi suatu kehangatan yang tidak bisa ia jelaskan sendiri.

“Kau hobi melamun, huh!”

Yumi lantas menggelengkan kepalanya cepat lalu berjalan di depan Jinki dengan pincang. Dia tidak peduli dengan leader SHINee yang kian mengintrogasinya setiap berjumpa dengannya. Dan kenapa pula harus dengan kebetulan lagi dia bertemu dengannya. Di saat kondisinya yang selalu sedang merasa sulit.  Sungguh menyebalkan, umpat  Yumi dalam hati.

Yumi menghentikan langkahnya dan mendelik ke belakang membuat Jinki berhenti dan sedikit mengintip di balik kaca matanya.

Bukankah ini kesempatan emas mengetahui aktivitas leader SHINee? Kenapa Jinki malah keluyuran di jam-jam yang seharusnya dia sibuk? Kakinya tidak terlihat cedera. Lalu tidak kelihatan ada yang salah juga. Apa terjadi sesuatu dengan hubungannya dengan para member?

Beberapa pikiran itu muncul di kepala Yumi secepat kilat. Dia menggelengkan kepalanya cepat lagi karena terlalu banyak melamun.

Astaga, Yumi-ya.. Kenapa kau begitu ingin tahu. Tugasmu hanya menstalker dan mengambil foto Lee Jinki di dunia nyata. Dan kalau jadinya dia bersamaku, bukankah ini akan menyulitkan? Aku tidak mungkin menunjukan foto dan laporan pada si eonni—owner fansite—dan bilang kalau ‘Ini foto Onew denganku saat makan bersama’. ANIYA!

“Yumi!! Mau berapa lama kau melamun??” sahut Jinki menghentikan lamunan Yumi. Yumi terkejut. Dan, karena itu tiba-tiba saja perutnya berbunyi membuat Jinki tersenyum menahan tawa dengan punggung tangannya. Jinki pun segera menarik tangannya. “Sepertinya kau benar-benar lapar!! Ayo kutraktir makan.”

+++++

Rupanya di saat seperti ini masih ada orang baik yang menolong Yumi secara tidak langsung. Dia bisa makan dengan gratis, itu yang penting.

Yumi mendelik pada Jinki. Dia jadi begitu penasaran kenapa Jinki masih setia berada di sini di saat teman-temannya justru sedang mengambil pemotretan untuk maypole. Sadar diperhatikan, Jinki balik menatap Yumi membuat Yumi melompat kaget.

“Kenapa lagi? Berubah pikiran untuk ikut kemauanku??”

Yaa!! Aku tidak mau ke dorm! Titik!!”

“Sudah kutraktir 2 kali, kau masih saja menolak. Kau sudah janji, Yu~!”

“Berhenti memanggilku ‘Yu’! ER!”

“Kau pacarku, aku boleh memanggil apa saja.”

Yaa! Lee Onew!!”

A~ra~yoooooo…” ejek Jinki. Dia benar-benar suka menggoda gadis di depannya.

Mereka berdua berjalan bersama lagi. Yumi di sebelah Jinki dengan langkah gusarnya—walau harus menahan rasa ngilu di kaki, sedang Lee Jinki tidak berhenti melangkah santai sambil terus bersiul riang.

Langkah Yumi tiba-tiba terhenti ketika melihat sebuah benda dari luar kaca pertokoan. Sebuah lampu tidur yang mirip persis dengan yang ada di hotelnya. Dia berhenti dan mencondongkan tubuhnya untuk melihat lebih jelas.

Astaga. Mahal!, pekiknya dalam hati sambil mendesah pelan. Yumi ingat, dia harus mengganti lampu yang dipecahkannya.

Jinki mengamati Yumi yang ada di sampingnya. Lebih tepatnya mengamati mata Yumi yang kian menatap penuh arti pada sebuah lampu. Cukup membuat Jinki merasa heran juga. Memangnya ada apa dengan lampu itu? Mungkin itu yang ada di pikiran Jinki sekarang.

“Kalau kau mau itu, aku akan belikan. Asal besok kau mengikuti kemauanku.” gumam Jinki, sadar karena melihat ekspresi Yumi yang terlihat begitu ingin memiliki sebuah benda.

YAA! KAU—” Yumi tidak jadi mencerca Jinki. Tiba-tiba sebuah pemikiran datang di kepalanya. Bukankah itu bagus? Aku bisa mengganti lampu kamar hotel itu dengan uang si amatir ini. Tapi…

“Apa? Kau mau? Harganya sangat mahal, loh! Tidak aneh kalau kau menginginkannya. Tapi, untuk apa juga yah kau beli barang seperti ini jauh-jauh di sini?”

Yumi menggeretakan giginya kesal lagi. Jinki selalu saja menebak-nebak dirinya. Sungguh membuat Yumi merasa sebal. Sadar akan perasaan emosional Yumi, Jinki dengan cepat memanas-manasi Yumi.

“Kau hanya ke dorm. Di sana tidak perlu banyak  bicara. Mudah, loh..”

Yumi mendelik pada Jinki. Di kepalanya benar-benar penuh pertimbangan. Hingga akhirnya dengan menghembuskan nafas lelah, dia pun tambah menatap tajam Jinki. “FINE!! Boleh! Tapi aku betul-betul mau ini!!!” katanya sambil menunjuk lampu itu.

+++++

Yumi dan Jinki kini sedang berjalan bersama. Langkah mereka begitu santai dan terlihat seperti dua orang sepasang kekasih yang memang sedang berkencan. Bukan apa-apa, sebenarnya kedua orang itu sekarang sedang latihan kencan.

“Besok, kau pake baju jangan yang asal, ya!” Jinki memperingati.

Ne.. Apalagi, amatir? Sudah mendiktenya?”

“Kau tidak boleh salah bicara. Ingat, kau pacarku, bukan orang lain, oke. kupegang janjimu. Dan jangan sampai kau menyebutku amatir di depan member. Akan kuambil balik lampu itu!”

Ne ne ne!” kata Yumi cepat. Sedari tadi dia merasa bosan karena Jinki dengan kekhawatirannya selalu mendiktenya.

Yumi mendelik sebentar pada Jinki. Di kepalanya benar-benar timbul pertanyaan lagi. Seorang leader SHINee kenapa masih saja berjalan santai di sini? Apa si amatir ini benar-benar tidak ada jadwal?

Drrt.. drrtt.. drrtt…

Di saat seperti ini selalu saja ada yang mengganggu. Padahal Yumi baru saja ingin balik menginterogasi Jinki. Yah, sedikit pertanyaan tentang keberadaannya yang tumben tidak sesibuk biasanya itu.

“MAMPUS!” kata Yumi keceplosan, membuat Jinki di sampingnya mendelik padanya.

“Kenapa, Yu~??”

“A-aniya..”

Drrt.. drrtt.. drtt… Bunyi getar ponsel Yumi terus terdengar, bahkan Jinki pun jadi ikut menyadarinya.

Ottokhae?? Masa iya telepon dari owner fansite ini harus kuangkat sekarang. Di saat aku sedang bersama si amatiran ini?. Pikiran dan rasa khawatir Yumi berkecamuk secara bersamaan.

“Angkat saja,” kata Jinki.

“A-aniya.. Tidak usah.”

“Oh dari pacarmu ya?”

Pacar? Bodoh, kenapa aku tidak bilang begitu saja ya? Ah, terimakasih Lee Onew. Kau membuatku bernafas lega, Yumi tak henti-hentinya berceloteh dalam hati.

Dia pun menatap Jinki mantap. “Ne, dari pacarku. Aku angkat dulu yah. Maaf!” katanya kemudian menjauh dari Jinki.

Jinki mengamati gerak-gerik Yumi yang tidak seperti biasanya. Dia terlihat tidak seperti mengangkat telepon dari seorang kekasih. Sebaliknya, dia justru gugup dan terlihat ketakutan saat berbicara di telepon. Apa kekasih Yumi begitu menyeramkan, pikir Jinki. Yah, mungkin ada rasa khawatir saat melihat  Yumi yang galak dan tegar saat bersamanya tiba-tiba terlihat lemah saat menerima telepon. Sungguh aneh.

“Sudah selesai?”

Ne-nee!!”

“Pacarmu galak ya? Kulihat kau begitu takut padanya.”

“Iya, amatir. Pacarku galak. Makanya kalau kau terlalu membuatku masuk ke dalam dramamu, kau juga kena masalah.”

“Oh, sebegitu menyeramkan itukah?”

“Iya. Kenapa?”

Aniya.. Hanya tidak menyangka kau suka pada pria galak. Setahuku, pria yang kau suka selalu berimej lembut.”

JLEB!

Apa yang si amatir ini bilang barusan tepat! Terlalu bodoh untuk Yumi tidak menyadari itu. Tapi, kenapa dia begitu peduli? HAISH!! Dia hanya amatiran yang suka mengintrogasi orang. Dan lagi, dasar orang ini percaya diri tinggi, jadi menurutnya dirinya itu lembut? Hah!

“Aku mau ke salon. Benar-benar butuh perawatan.” kata Jinki tiba-tiba, membuat Yumi menaikan alisnya. Ke salon? tidak berlebihankah? Sesantai itukah Lee Onew saat ini? Mungkin itu yang ada di pikirannya.

“Jadi yang kau bilang jadwal selanjutnya itu ke salon, huh?”

“Iya. Kenapa memangnya? Mau ikut?”

Yumi menggeretakan giginya. Jinki terlalu suka menggodanya belakangan ini, atau mungkin sudah sejak di awal pertemuan tak terduga mereka?

“Kulihat kau juga kurang perawatan. Kalau kau mau, kita bisa ke salon bareng. Eh, tapi aku tahu level salonmu tidak mungkin yang biasa seperti ini.”

Salon? Kapan terakhir aku ke salon? Aku sungguh ingin. Tapi, belum kujawab dia pun sudah menduga yang macam-macam. Lee Onew ini sungguh tidak mengetahui situasi sulitku yang sekarang, dumal Yumi terus-terusan dalam hati.

“Mau tidak? Kau harus cantik loh besok. Rambutmu kalau dirapihkan sedikit juga bagus, Yu~!”

Deg! Jinki selalu saja bertingkah seperti Jinki yang sok mengerti Yumi. Benar-benar membuat Yumi mati kutu jika mendengar ucapan barusan.

“ER! Kau sungguh suka melamun. Ya sudah, aku masuk dulu. Sampai besok!” kata Jinki kemudian berjalan pergi. Langkahnya mendadak terhenti. Dia menyadari kalau tangannya digenggam oleh sebuah tangan hangat. Yap, Yumi tengah menahannya.

Well, boleh juga. Tapi, kau yang bayar, amatiran. Inikan urusanmu. Sangat merugikan jika aku membuang uangku percuma.”

To Be Continue..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

mamotho’s note:

-MIAAAANNNNNNN No Inet aku, jadi baru bisa Posting. PEACE (^^)V. Sedikit cerita, FF ini lahir waktu Onew menghilang itu loh—di periode akhir Januari sampai awal Maret deh—nah trus juga kejadian yang fansite si ayam pada tutup itu. Makanya, aku bener-bener menggabungkan hidup seorang stalker—walau ga gitu ngerti, pengelola fansite, dan Onew yg ilang itu. Ya.. anggep aja Onew waktu itu lagi kaya gini. Mengobati hati karena si Onew dingin aja pas comeback sherlock.

-Part ini cukup menjelaskankah si Yumi itu siapa? Yang udah baca, biasa, need ur comment! Koreksi bila ada yang janggal. Baik isi, atau penulisannya. Nanti akan kuperbaiki ^^ Dan untuk part depan adalah kencan masalnya!

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 6 May 2012, in CHRONICLES, COMPLICATED GIRL, Lee Onew's Drama, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 125 Comments.

  1. ohh..syukurlah..wkt baca kbr ttg it gak trasa airmataku menetes #ciah bhs apa pula ini..
    Ada rasa takut,jgn smp dy sakit,jgn smp dy bgni,jgn smp bgt,pokoknya aneh bgt wlpun ak bukan special fans dy,tapi ngrasa takut khilangan..#kekeke..jd curhat malah..

    Yupz,dy udh kmbl jd onew yg kutau,tadi pagi lht video dy paz d konser LA m luna,sumpah..senyumnya bkin kmbang kempis,kekeke

  2. ShineeMVPgirl90

    Hadoohhh, ini pasangan bedua sama2 tukang ngibul *kekekekke
    onew bakal kaget gak yah setelah tau kondisi nya yumi sekarng..

    Whaattttt?? kencan massal, klo kencan rusuh iyahh *plakkk
    ngakkakk deh buat CG nya Onew~~
    bener2 complicated..

    Baca next part ahhh..
    Hwaiting eon~~

  3. Ohhh ternyata yumi dibyr jadi stalker onyu,
    Aku ga dibyr juga ga apa2….

    onyu tau ga sih si yumi udh jatuh miskin??
    klw ntr dia tau gimana??
    ck, aku pengen ntr mereka pacaran beneran onnie….!!!
    cocok, sekali-sekali onyu dikasih pacar galak XDXD~

  4. Onnie perasaan tdi pas baca dri hp udh komen deh, tpi kok ga masuk -_-?
    Aku sampe baca lagi, kkk kurang puas baca dri hp.
    lee onyu, keren juga wkwkw….
    Onyu odong..odong.. Kamu cocok bnget sama karakter kaya gini. Lol

    • Iya, baru aku benerin itu komenan kamu masuknya ke spam!
      Jangan banyak2 emo. Suka masuk emang si ==a

      DAN, SELAMAT DATANG DI DRAMA ONEW!! Setelah terakhir sisi baca cuma JOC doank! ah, dasar kamu jinki bias! haha

  5. ERR!!! *jitak Yumi* Apaan yang pemalu hah??? NGEMSI (nge-MC maksudnya ==a) DI MUCORE LU BILANG PEMALU??? BENAR-BENAR!! #dorr

    Gyaha… astagah, key sumpah dasar emak kurang temen arisan ==a *diseret ke got* rempong banget pas tau libur sehari doang *lokirasekolahape* udah gitu kencan masal pulah!!!!! huaka…. idemu brilian kali eonn… XDDD

    Cuma bisa nyengir aje. Itu JInki bener-bener berubah sekian ratus derajat gituh. hahaa~~~ lanjut ahh~~ XDD

  6. seru seru seru…
    Ntr mereka bkal jadian lg kan?

  7. makin seru aja, aku gak berhenti ngakak baca tiap katanya.. onew demen bgt ngegoda yumi.. mdh”an akhrnya mrka jadian bneran..

  8. Kalo dpikir2 kemiskinan dan keterdesakan memaksakan Yumi selalu menuruti kemauan Onew, tapi goooood lah semoga hubungan mereka jadi beneran 😀

  9. Itu onew kenapa care banget sama yumi? Masih sayang ya? Hehehe nggak tau mau bilang apa lagi soalnya ceritanya udah perfect kayaknya deh hehehe

  10. nah! aku ingat masa ini, pas bang ayam ngilang itu kan eon? jincha penasaran banget sama lanjutannya nih.
    oiya kupikir si yumi itu beneran punya pacar, ehhh ternyata boongan, malah dia sbnrnya krja di fansite, kasian juga yg masalah bangkrut itu.

  11. Hohoho banyak ya ff yg menceritakan tentang ilangnya Onew waktu itu, tapi ini yg paling koplak asli wkwk
    Dia ngilang buat mempersiapkan ide kencan masal dari Key lol xD
    Nice! Lanjut dulu ^^

  12. Hahaha ga nyangka onew jadi se rese ini godainnya. agak susah bayanginnya ini eon wkwkwk.

    duh ni cewe galak amat sih tapi seru ceritanya 😀

  13. Mahardin Rachmita Gayatri

    Admin, ff bagusnya banget, kaya kehidupan nyata. Ayolah bikin lanjutanya lagi admin, aku suka 😀

  14. eon Jinki boleh di gigit ga ? greget sma dy di part ini u.u

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: