Complicated Girl – Lee Onew’s Drama (1)

CG – Lee Onew’s Drama (1)

Author : mamoTHo
Title : Complicated Girl (Lee Onew’s drama)
Main Cast : Lee Jinki (Onew), Hwang Yumi
Other Cast : SHINee member
Genre : Romance – comedy
Rate : PG 13

AN : CG atau complicated girl adalah kisah yang menceritakan hubungan para member dengan seorang yeoja. Lebih tepatnya yeojachingu mereka yang sebenarnya sama sekali belum terliput identitasnya. Lain kali ini, karena memang Onew adalah salah satu member yang tidak pernah sedikitpun kuberi klu di CG-CG lain selain di part terakhir Yeoja Fever, sekarang dia akan membuat kejutan di CG ini. Kalau Key, yang harusnya kubawa setelah Taemin melesat sudah, dan tergantikan oleh Onew karena Key akan muncul dengan masalah setelah ini. Sabar menanti yuaaa 😀 Onew hadir di sini dulu. Selamat membaca^_^

Summary : Lee Jinki seseorang yang diketahui oleh member lain adalah orang yang flat dan tidak memiliki pacar, akhirnya mengaku memiliki satu pacar selama 1 tahun. Itu fake. Jinki berbohong pada Taemin. Dia sendiri bahkan hanya asal  bicara. Tapi sialnya, kebohongannya, sifatnya, sedikitnya sudah mulai membuat member lain curiga dan akhir-akhir ini sering menanyakan kabar perempuan yang statusnya pacar Jinki tersebut. Jinki tidak punya cara. Dia memang tidak sedang berpacaran hingga akhirnya menarik seorang gadis masuk ke dalam dramanya. Dan sialnya, gadis itu adalah Yumi, gadis yang setia membencinya.

This Story©mamoTHo

+++++

“Tenang saja. Aku juga punya satu yang tidak kalian ketahui.”

Masih kuingat jelas, kapan dan di mana aku mengatakan itu. Haishhh.. yang benar saja. Sudah jelas, satu pun aku tidak punya, dumal Lee Jinki dalam hati.

Lee Jinki, memang terkadang selalu saja terburu-buru dalam menjawab sesuatu. Atau mungkin dia terlalu panas dan kaget karena semua member memiliki pacar, makanya dia spontan menegaskan pada Lee Taemin yang tidak sengaja justru mengundang semua member jadi terkejut dan mengetahui kalau Lee Jinki juga memiliki seorang pacar. Tentu saja itu tidak benar. Itu hanya akal-akalan dia saja.

“Aku akan mati kalau ketahuan berbohong. Sial!”

Seseorang yang baru mengumpat dalam hati, seorang yang dikenal sebagai leader contemporary band SHINee bernama Lee Jinki adalah salah satu pria di antara member lain yang sangat populer. Populeritasnya tentu saja lebih tinggi dibanding yang lain. Selain dia seorang leader dari ke-5 anak SHINee, dia juga tampan, bersuara lembut, dan terkenal dengan kemampuan gag yang menghibur banyak orang. Lee Jinki memang terkenal lembut dan ramah pada setiap orang.

Hyung! Kau mau ke mana?” tanya sebuah suara saat Jinki hampir ke luar dari dorm diam-diam.

“Aku keluar sebentar, Taemin.” jawab Jinki sambil menoleh ke belakang. Lee Taemin dilihatnya sedang berjalan ke ruang TV sambil menggenggam Milk shake, yang tentu saja rasa banana.

“Apa hyung akan pergi berkencan?” tanya Taemin lagi. Akhir-akhir ini dia sangat cerewet pada ketua.

Jinki mendesah pelan. “Siapa bilang aku mau kencan—AH IYA!! Aku mau pergi berkencan.” Dengan cepat Jinki meralat ucapannya. Dia hampir saja keceplosan bilang tidak punya pacar.

“Hati-hati, hyung! Penyamaran sangat penting.” Taemin mengingatkan. Dia sekarang sudah berlagak lebih dewasa setelah bisa mengendalikan yeoja fevernya terhadap Saera. Yeah, dia sekarang sudah berani main cium karena berguru pada Minho—hyungnya yang selalu menasehati berbagai trik mencium untuk pemula.

Ne ne ne!! Kau juga, Tae-ya. Jangan mau dibodohi oleh member lain.”

Jinki akhirnya ke luar dorm. Dia sekarang adalah orang yang merasa risih jika berada di dorm terlalu lama setelah semua member tahu dan saling terbuka mengenai kekasih-kekasihnya. Taemin masih terbilang waras, karena dia masih bisa menggunakan dorm sebagai tempat istirahat bukan tempat berkencan. Key, juga masih bisa dibilang normal, karena jarang membawa pacarnya. Sedang Jonghyun dan Minho, kedua orang itu bahkan semakin dekat setelah mereka sama-sama akrab dengan memperkenalkan kekasihnya satu sama lain. Apalagi Hyemi, kekasih Minho yang sekarang sangat dekat dengan Nana kekasih Jonghyun. Yeah, sudah tidak bisa diragukan lagi kalau Minho dan Jonghyun memang selalu membawa kekasihnya ke dorm dan itu membuat Jinki jengkel bukan main.

Tidak ada yang tidak membuat Jinki risih karena kelakuan member lain. Satu, ada satu yang selalu membuat Lee Jinki kesal saat dia sedang diam di dorm. Ocehan dan kebawelan para member yang sering gencar bertanya pada Jinki tentang kehidupan pacaran sang leader, Jinki menghindari itu. Keberadaannya di dorm justru hanya akan menjadi akses mudah bagi para member untuk mengorek kehidupan berpacarannya. Tidak aneh, makanya Jinki jadi lebih sering berada di luar dorm akhir-akhir ini.

Sudah 1 bulan lamanya setelah pengakuan sang leader terhadap anggotanya, namun nampaknya para member tidak pernah sedikit pun curiga padanya. Jinki memainkan perannya dengan baik. Untung saja Jinki adalah manusia tersibuk di antara yang lainnya. Jadwal kerjanya memang membunuhnya.

“Hah! Selamanya berbohong juga tidak kenapa-kenapa. Aku membuat mereka lebih leluasa bukan.” dumal Jinki.

Sepanjang jalan keluar dorm Jinki tidak berhenti mengoceh. Dia sendiri bingung ingin mengakhiri aksi bohongnya seperti apa. Yang jelas, dia hanya ingin berbohong lebih lama lagi hingga akhirnya memberi pengakuan di waktu yang tepat pada yang lainnya.

DUUUKKKK!!!

Sebuah suara mengagetkan Jinki. Suara tersebut berasal dari tangga darurat. Lee Jinki saat ini memang turun tidak melalui lift. Dia turun melalui tangga darurat. Hal itu dilakukannya bukan tanpa alasan. Dia hanya ingin membuang-buang waktu saja.

Sekelebat bayangan pun melesat di depannya. Melesat begitu saja bagai angin. Dia sendiri cukup terkejut, namun otak dan matanya masih waras mengenali bayangan tersebut bukan dari bayangan hantu, tapi bayangan seseorang.

Jinki mengejarnya. Dia turun dengan cepat menuruni tangga dan tidak lama dari itu sebuah suara—seperti pintu yang tertutup—terdengar begitu saja tepat di saat dia tidak mendengar lagi langkah kaki seseorang yang turun terburu-buru.

Jinki berhenti tepat di dekat sebuah pintu yang bertuliskan ‘gudang’. Dia terdiam sesaat dan sedikit merasa takut. Dia tahu seseorang yang tadi dikejarnya baru saja masuk ke ruangan tersebut. Pasti, pikirnya.  Jantungnya cukup berdegup kencang, tapi rasa penasaran kini menghantuinya. Dengan memberanikan diri, Jinki mulai memegang knop pintu ingin membuka pintunya. Tapi, di saat itu pula kakinya mengenai suatu benda hingga hampir menyuarakan bunyi ‘crack’. Rupanya sebuah kamera tergeletak di bawah pintu begitu saja hampir terinjak olehnya.

Eh? Pikir Jinki sambil mengamati benda tersebut. Dia mengambil benda milik orang tak dikenal itu. Rasa penasaran sudah pasti ada di dalam benaknya, hingga akhirnya dia iseng menghidupkan kamera tersebut. Dan karena itu pula matanya kini membulat.

Beberapa buah foto terambil dengan bagus oleh kamera SLR yang kini digenggamnya.

Ini gambar diriku semua, katanya dalam hati.

Dan gambar yang saat ini sedang dilihat oleh Lee Jinki adalah gambar dirinya yang baru saja diambil tepat saat dirinya baru saja keluar dari pintu dorm.

Tidak pernah sampai ada stalker yang menguntit dan mengambil foto di dekat pintu dorm, pikir Jinki. Ada rasa takut dalam dirinya saat memikirkan hal itu.

Jinki masih terus menekal tombol next untuk melihat hasil jepretan orang yang tak dikenalnya. Walau merasa takut karena dikuntit dan difoto diam-diam, kini bibirnya justru tersenyum merekah. Foto yang dilihatnya bukan foto yang sembarangan, tapi sangat bagus, jauh dari kata amatiran. Bahkan, dirinya terlihat lebih tampan di foto dari pada aslinya menurut Jinki.

“Seorang stalker girl dan MVP. Onsooni??” gumam Jinki. Dia amat merasa yakin kalau pemilik kamera tersebut adalah seorang perempuan dan MVP. Ya, tidak mungkin dia tidak yakin, karena berdasarkan alibi dan kemampuan detektif dari apa yang dilihatnya,  semua foto hasil jepretan gadis itu adalah foto Lee Jinki, bukan member lain, jadi sudah pasti dia adalah seorang MVP.

Jinki terdiam. Dia ingat kembali kalau si pemilik kamera ada di balik pintu. Ada beberapa hal yang membuat Jinki bingung. Seorang stalker namun bersembunyi saat tertangkap si objek stalk? Mungkin itu yang ada di pikiran Jinki. Semua orang juga akan berpikir, bukannya akan lebih bagus kalau Lee Jinki ke gap sendirian.

Atau, jangan-jangan seorang fan boy?

Tiba-tiba saja pikiran itu datang secepat kilat masuk ke kepalanya. Dan karena itu pula kini bulu kuduknya jadi merinding. Tidak pikir panjang lagi, Jinki meletakan lagi kamera itu di lantai lalu turun tangga secepat kilat.

“Astaga, kalau benar-benar fan boy, aku yang mati.” katanya masih sambil menuruni tangga.

“Eh?” Dia tiba-tiba menghentikan langkahnya. Segurat senyum pun tiba-tiba terlukis di bibirnya. Entah apa yang akan dilakukan Jinki, kini dia justru bersembunyi di bawah tangga seperti ingin mengejutkan si pelaku, atau mungkin mengetahui identitas si pelaku. Jinki tidak pernah sekalipun meng-gap stalker, tapi kali ini entah kenapa dia begitu penasaran bukan main. Entah hatinya atau karena nalurinya, mungkin dia akan tahu setelah mengetahui identitas stalkernya.

+++++

“Apa dia sudah tidak ada?” seorang gadis mengendap-endap dari balik pintu, mengintip dari celah pintu yang memberikan cahaya pada ruangan yang dijadikannya tempat berdiam. Dia sadar kalau tadi hampir saja tertangkap basah oleh orang yang sedang dikuntitnya. Lee Jinki, siapa lagi.

“Ah! Lega!” katanya lalu keluar dengan pelan dari balik pintu. Dia menghela nafas panjang dan tiba-tiba matanya membulat terkejut saat melihat kamera SLR-nya tergeletak begitu saja di lantai. “ASTAGA!” pekiknya sambil dengan sigap mengambil kameranya. Matanya mengecek setiap sudut kamera, takut kamera itu rusak atau lecet. Dia yakin benda kesayangannya itu pasti terjatuh saat dia memutuskan untuk bersembunyi di dalam gudang.

“Apa si amatiran itu tidak melihat ini?” pikirnya mulai cemas, namun tanpa dimengerti dia justru jadi tersenyum. “Huh, apa yang kupikirkan. Dia kan sekarang seleb. Mana mungkin peduli dengan benda yang tergeletak di lantai. Sudah pasti dia tidak melihatnya.” lanjutnya kemudian berjalan.

Dengan riang gadis itu menuruni tangga. Sambil menuruni tangga, dia mengecek satu persatu hasil jepretannya. Entah menurutnya itu tampan atau mungkin sebaliknya, air mukanya tidak begitu gembira melihat hasil jepretannya. Dia justru terlihat tidak menyukainya.

“Hah! Si amatiran ini begitu populer sekarang. Apa  bagusnya!” dumal gadis itu.

“Oh! Jadi stalkernya seorang perempuan!” Sebuah suara dari belakang mengagetkan gadis itu. Gadis itu mematung begitu saja. Dia kenal suara tersebut, makanya dia jadi terdiam.

Lee Jinki yang tadi bersembunyi di bawah tangga, tiba-tiba mengetahui identitas stalkernya. Setelah melihat seseorang turun tangga, dia dengan hati-hati mengamatinya. Seorang perempuan. Badannya ramping. Memakai topi. Dia terlihat sangat casual agak boyish dari dandananya, bahkan rambutnya dimasukannya ke topi.

“Hei! Kau MVP?” tanya Jinki masih dengan percaya diri berada di belakang si gadis. Gadis yang dipanggilnya tetap mematung di tempat. Tentu saja itu cukup membuat Jinki heran juga. Belum pernah satu sapaan pun dari seorang Lee Jinki diabaikan begitu saja.

Tubuh gadis itu tiba-tiba terlihat semakin kaku. Kedua tangannya mengepal seperti menahan keseimbangan tubuhnya. Sebenarnya, dia hanya takut kalau identitasnya sampai diketahui oleh pria yang kini ada di belakangnya.

“Heii!!!” panggil Jinki lagi dengan intonasi meningkat. Dan karena itu pula, secepat kilat gadis tak dikenalnya itu melarikan diri. Jinki terkejut, namun dengan cepat dia juga mengejar gadis itu.

Dasar gadis tidak mungkin mengalahkan kecepatan dan kekuatan seorang pria, Jinki tentu saja bisa menggapainya. Dia mencengkram tangan gadis itu sambil menstabilkan nafasnya yang kelelahan akibat mengejarnya.

“Kau siapa sih?” tanya Jinki sambil memegang kuat lengan si gadis, sedang si gadis masih terdiam dan berusaha meronta minta dilepaskan. Dia masih berusaha kabur dan tidak memperlihatkan wajahnya.

“Hei!” panggil Jinki lagi. Deru nafasnya masih belum stabil, sedang si gadis masih bersi keras ingin melarikan diri. Jinki tidak habis pikir kenapa ada perempuan begitu tidak bisa diam, apalagi setelah bertemu dirinya. Menurutnya itu keterlaluan.

YAA!” Secepat kilat Jinki membalikan tubuh gadis yang masih dipegang erat olehnya. Wajah gadis itu dengan cepat merunduk, dan dengan tangan yang terbebas dari cengkraman Jinki, dia pun membiarkan topinya menenggelamkan wajahnya.

Gadis yang begitu keras kepala, menurut Jinki. Sekalipun Jinki berusaha melihatnya—dengan sudah merendahkan tubuhnya—gadis itu tetap saja mengelak untuk terlihat. Hingga akhirnya Jinki geram dan melepas paksa topi si gadis hingga jatuh ke lantai. Gadis itu jadi mendongak melihat pria yang ada di depannya tajam—mungkin dia kesal karena topinya di lempar begitu saja. Dan karena itu pula Jinki jadi membulatkan matanya. Mulutnya bahkan menganga lebar saat melihat wajah si gadis.

“K-KAU???” pekik Jinki.

Pada akhirnya gadis itu melepaskan tangannya karena cengkraman Jinki melemah. Dia pun mendesah pelan. “Iya, aku, amatiran!” katanya pada Jinki.

Jinki yang tadi percaya diri mengejar dan memaksa ingin mengetahui identitas si gadis, kini justru balik mematung melihat wajah gadis itu. Dia yang tadi kelihatan sangat cerewet menegur si gadis entah sudah berapa kali, sekarang pun hanya bisa diam seribu bahasa. Seorang gadis yang wajahnya sudah pasti tidak asing baginya, seorang gadis yang dulu mungkin sangat dikenalnya, cukup membuatnya terkejut dan membuat lututnya lemas. Apalagi membayangkan gadis itu tiba-tiba datang ke dorm dan menguntitnya dengan foto-foto dirinya yang begitu banyak. Berbanding terbalik dengan si gadis, dia yang kini sudah diketahui identitasnya justru berbalik dan berjalan lagi dengan tenang meninggalkan Jinki yang masih mematung begitu saja.

YAA! YUMI!!” panggil Jinki. Dia menarik lengan gadis yang baru saja dipanggil dengan sebutan Yumi.

Gadis itu berbalik dan lagi-lagi memperlihatkan wajahnya pada Jinki. “Hebat, masih bisa mengingat namaku, amatir. Sudah hampir 7 tahun loh!” kata Yumi. Jinki menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa bodoh dan masih tidak percaya gadis yang bernama Yumi ada di depannya.

“K-kau sedang apa dengan foto itu?”

“Aku?”

“Apa kau M-MV—“

“Jangan ge’er ya? Aku hanya ingin memberi hadiah pada ponakanku. Aku bukan stalker dan juga bukan fangirl. Camkan itu.” Yumi menegaskan.

Jinki menggelengkan kepalanya lagi masih tidak percaya. Sedang gadis itu, merasa sudah selesai dengan percakapan singkatnya, lagi-lagi berjalan meninggalkan Jinki.

“Kau mau kemana sih? Buru-buru sekali. Kita baru bertemu lagi.”

“Aku memang buru-buru.”

Yaa! Yumi! Sudah 7 tahun kita…” Jinki menghentikan kata-katanya. Dia tiba-tiba mengambil kamera Yumi yang tadi dipegang gadis itu.

YAA! Kau mau apa dengan kameraku?! Kembalikan!” pinta Yumi jadi panik.

“Aku? Hmmm.. Bagaimana kalau kita makan sekarang? Sekalian kita berbincang. Sudah lama tidak melihatmu, Yu~!”

“Berhenti memanggilku dengan panggilan ‘Yu’! Aku tidak mau berbicara denganmu! Aku punya urusan!” tolak Yumi mentah-mentah.

“Baiklah, kameramu kusita.” kata Jinki sambil berjalan melewati Yumi begitu saja.

“Tidak! Jangan, Lee Onew!”

Jinki berhenti lalu mencuri lirik ke belakang. “Oh, kau memanggilku Lee Onew lagi?”

“ER! Baiklah, pria amatir. Kembalikan!” pinta Yumi sambil memutar bola matanya. Dia jadi begitu kesal sekarang.

“Tidak akan. Temani aku makan baru akan kukembalikan.”

Yumi membulatkan matanya. Entah kenapa dia jadi begitu emosi mendengar ucapan Lee Jinki barusan. “YAA!! Aku sangat membencimu! Aku tidak mau berbicara denganmu! Apalagi sampai makan bersamamu!!”

Jinki tersenyum. Dia menarik tangan gadis itu tanpa ragu dan mengajaknya keluar. Seperti mengerti perilaku Jinki yang seperti ini, Yumi justru tidak banyak meronta lagi dan menurut padanya.

+++++

“Jadi kau sekarang bekerja?” tanya Jinki dan orang yang diajaknya berbicara mengangguk.

Malam ini, Jinki akhirnya berujung berada di sebuah rumah makan bersama seorang gadis. Dia mengajak gadis itu makan galbi bersama tanpa ragu, dan membiarkan malam ini berlalu dengan Yumi, orang yang sudah sangat lama tidak diketahui keberadaannya.

“Seorang fotografer? Hebat!”

“Memang.” balas Yumi dingin. Dia sekarang sedang membolak-balik galbi yang masih terpanggang di depannya.

“Pantas. Aku dengar kau pindah ke Jepang bersama orang tuamu. Dan sekarang kau kembali untuk…”

“Mengambil gambarmu!” sela Yumi. “Aku berjanji pada ponakanku akan mengambil foto idolanya.”

“Apa dia tahu kalau idolanya adalah mantan pacarmu?” tanya Jinki sambil terkekeh. Dia pun lanjut mengambil galbi di panggangan. Dan karena itu pula Yumi mendengus. Galbi yang diambil Jinki adalah milik Yumi.

“Heh! Amatiran! Aku tidak mau membahasnya!”

“Kau begitu membenciku, Yumi?”

“Tentu saja. Siapa yang tidak benci, bahkan aku sangat membenci pria karenamu. Kau merusak cinta pertamaku. Kau merusak pria dengan imej lemah. Karena kau telah meninggalkan noda di wajahku, aku begitu sebal dengan pria. Kau begitu amatiran, Lee Jinki!”

Jinki tertawa mendengar setiap ocehan dan omelan Yumi. “Kau masih mengingat dengan jelas.”

“Tentu saja. Pengalaman buruk. Dasar amatiran.”

“Wajar saja.”

“Wajar apa? Kau bilang ingin menciumku, tapi kau malah berujung mimisan di wajahku. Kau bilang itu wajar, huh? Kau benar-benar bukan pria.”

“Kita bernostalgia banyak hari ini.” gumam Jinki semakin menikmati Yumi yang kian membahas masa lalu mereka.

“ER! Sudah kubilang aku tidak mau mengingatnya. Aku sungguh membencimu.”

Dengan cepat Jinki menyuapi galbi ke mulut Yumi yang mengoceh. “Makan yang benar! Baru kau kuijinkan pulang.” kata Jinki sukses membuat Yumi jadi terdiam.

Sedikit cerita, Yumi memang merupakan mantan kekasih Lee Jinki 7 tahun yang lalu. Tepatnya saat Jinki masih berada di tingkat Junior High School. Yumi dan Jinki tidak berpacaran lama. Justru terbilang sangat singkat. Dua minggu, walau pada kenyataannya mereka memang sudah saling menyukai sejak lama, tepatnya sejak masuk dan berada dalam kelas yang sama. Lee Jinki dulu adalah orang yang pemalu. Dia menyukai Yumi dan baru menyatakannya setelah mereka hampir berpisah karena kelulusan sekolah. Yumi pun sama, gadis yang terkadang selalu saja emosional ini, sebenarnya menyukai Jinki. Tapi, karena Jinki itu orang yang sangat tertutup di masa itu, ia selalu mengurungkan niatnya untuk dekat dengannya. Namun, keduanya tidak bertahan dengan status malu-malu itu. Mereka akhirnya memutuskan berpacaran ketika Jinki menyatakan perasaan pada Yumi untuk pertama kalinya di atap sekolah. Jinki punya keberanian untuk itu dan usahanya tentu saja membuat Yumi bahagia. Yumi merasa cintanya terbalas. Cinta pertama, siapa yang tidak bahagia. Tapi, keadaan justru berbalik saat keduanya mulai dekat satu sama lain. Tepatnya saat Jinki menagih ciuman pertamanya. Yeah, karena itulah Yumi mengakhiri hubungannya. Dia begitu benci dengan Lee Jinki setelah itu.

“Jadi setelah ini kau akan kembali ke Jepang?” tanya Jinki. Dia sedari tadi tidak berhenti mengoceh hanya untuk membuat Yumi merasa nyaman berada di dekatnya.

“Tentu saja.” balas Yumi sambil melahap galbinya. “Bukannya tadi kau bilang kita makan? Kenapa berbicara?”

“Kita sudah lama tidak bertemu. Pertemuan tadi sungguh mengejutkan. Tidak ada salahnya kan kita mengobrol.”

“Aku tidak mau mengobrol denganmu.”

“Kau tinggal di mana? Di Seoul?” tanya Jinki lagi.

“Aku? Mau tahu saja. Kenapa? Kau mau mengantar? Tidak usah.”

“Tidak, aku hanya ingin tahu. Kalau kau tidak punya tempat tinggal, aku hanya ingin bilang ‘poor Yumi’.”

Yumi menggeretakan giginya kesal.

“Bercanda. Sejak kelulusan SMP, kita tidak seperti ini. Kau begitu menjauhiku.”

“Iya, tentu saja aku trauma.”

“Jadi kau sekarang trauma pada pria juga?” Jinki terus-terusan berbicara. “Belum punya pacar?” tanya Jinki lagi. Menurutnya Yumi lucu, sesering kali gadis itu bilang tidak ingin bicara dengannya, tapi dia selalu menanggapi ucapan Jinki tanpa terkecuali.

Yumi terdiam merasa ragu perlu menanggapi atau tidak.

“Ah paling juga tidak.” sela Jinki membuat Yumi mendelik ke arahnya.

“Enak saja. Sudah ya. Aku punya satu di Jepang.” kata Yumi bangga. Dia pun lanjut melahap daging galbi penuh emosi.

Jinki terkekeh melihat tingkah Yumi yang seperti biasa selalu membuatnya tertawa. “Oh! Jadi kau punya satu.”

“Iya, memangnya kamu. Aku tahu kau masih single sampai sekarang. Kau pasti tidak mau punya pacar lagi setelah membuat satu perempuan membencimu.” tukas Yumi masih saja berlaku dingin.

“Tidak.” Jinki melahap daging galbinya santai.

“Bohong! Member SHINee yang punya pacar cuma Minho doang. Aku tahu.”

“Woww… Bahkan kau shawol.” Ada nada seperti mengejek saat Jinki menanggapi. Yumi menggeretakan giginya lagi, sebal karena tingkah Jinki.

“Enak saja. Ponakanku yang memberi tahu.” sergah Yumi tidak mau kalah.

“Oh.” Jinki meneguk minumnya lalu menatap Yumi dan terdiam. “Tidak, Yumi. Aku juga punya pacar. Sejak putus denganmu, aku sudah pacaran 4 kali.”

“Aku tidak butuh tahu berapa kali kau berpacaran. Apa kau bilang begitu karena takut kusebut amatiran lagi? Atau karena, kau ingin pamer sudah populer sekarang?”

Jinki jadi terkekeh, sedang Yumi jadi terdiam dan lanjut memakan makanannya. Mata Jinki terus mengawasi Yumi yang duduk di depannya. Seorang gadis yang tidak berubah sama seperti yang pernah dipacarinya dulu. Hwang Yumi, gadis korea yang pindah ke Jepang untuk kuliah fotografi. Sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak mengetahui keberadaan gadis ini. Tidak aneh, dia cukup terkejut dan hampir mengira kalau mantan pacarnya berubah menjadi seorang stalker yang luar biasa beberapa saat yang lalu.

Mata Jinki kembali mengawasi cara berpakaian Yumi. Cara berpakaian Yumi terlihat berbeda dari Yumi yang dulu. Dia terlihat sangat boyish bagi Jinki sekarang. Dandanan Yumi yang terlihat asal, memang cukup mengejutkannya.

“K-kau, apa kau selalu berdandan seperti ini?” Pertanyaan itu spontan keluar begitu saja saat pikiran seperti Yumi agak berubah—terutama dengan cara berpakaiannya yang asal—muncul dibenaknya.

Yumi terdiam. Dia mengamati dandanannya sendiri. Dan sedetik kemudian dia jadi gugup untuk menanggapinya. “Ti-tidak. Ini kulakukan karena ingin menjadi stalker seharian. Supaya lebih nyaman saja.” ucap Yumi membuat Jinki terkekeh. “Kalau tidak percaya, aku masih gadis yang feminin dan cute kok! Lihat saja beberapa foto.”

“Oh!”

Tanpa Yumi sadari, ucapannya barusan membuat Jinki jadi mengotak-atik kameranya lagi. Jinki terdiam dan menatap beberapa foto Yumi. Sedang Yumi yang tadi tenang, mendadak melupakan makannya dan berusaha mengambil kamera di tangan Jinki. Dia cukup panik sekarang.

Yaa! Jangan lihat!” pekik Yumi. Dia tidak terima kalau Jinki sampai melihat beberapa foto menjijikannya di sana.

“HAHAHA!” Jinki membudal dengan tawanya. Tepat dugaannya, Yumi memang tidak bagus kalau di foto. Tidak pernah tersenyum dan selalu terlihat kaku.

Foto yang baru saja dilihat Jinki adalah foto Yumi yang berpose seperti foto kelulusan. Pandangan lurus ke depan, tanpa ekspresi, dan tentu saja sangat terlihat kaku.

“Kau lucu! Masih terlihat cute di foto.” goda Jinki. Dia kini melihat ke arah Yumi. “Makanya senyum, Yumi.”

YAA!!!!” Yumi merebut kameranya. Dia tidak terima kalau diejek oleh mantan pacarnya, apalagi itu Lee Jinki, pria yang amat dibencinya hingga mati.

“Yumi,” panggil Jinki tenang. Yumi yang sedang makan jadi mendelik tidak lepas dari mengunyah makanannya. “Gwieyopta!” lanjut Jinki mencubit pipi Yumi. Dan karena itu pula Yumi jadi tersedak makanannya, tidak menyangka Jinki akan mengatakan itu di tengah-tengan percakapan dingin mereka.

Yaa!” bentak Yumi dan lagi-lagi Jinki terkekeh. “Kau.. Selalu saja membuatku—empht!” Yumi tidak bisa bicara karena Jinki menyumpal mulutnya lagi dengan galbi. Yumi pun jadi diam.

Jinki meneguk minumannya dan menatap Yumi tenang. “Aku berbohong padamu. Aku tidak punya pacar sekarang.” kata Jinki tiba-tiba.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak pernah punya pacar lagi. Kalau pun kau melihat aku dekat dengan seorang perempuan setelah kita putus, aku tidak benar-benar pacaran dengan mereka.”

Yumi terdiam. Dia tidak mengerti kenapa Jinki menceritakan semua ini. Jinki punya pacar atau tidak, menurutnya bukan urusannya.

“Aku tidak ingin membuat mereka membenciku. Cukup satu perempuan yang membenciku saja. Cukup kamu, Yumi.”

Deg!

“Onew-ah..” Yumi terdiam. Entah mengapa dia jadi begitu merasa tidak enak padanya.

“Sudahlah! Setelah ini kau pulang! Cepat habiskan makananmu!”

+++++

Jinki dan Yumi berjalan keluar dari rumah makan galbi, tempat mereka tadi makan bersama. Mereka tidak banyak bicara, justru sebaliknya terdiam. Yumi hanya mengotak-atik kameranya menyibukan diri, sedang Jinki sedikit-sedikit melirik gadis yang berjalan di sebelahnya.

Hyung!!” panggil seseorang dari belakang.

Jinki jadi membalikan tubuhnya dan melihat seseorang sedang bersembunyi di belakang mobil bersama seorang gadis. Jinki mendesah pelan, sudah tahu siapa yang baru saja memanggilnya. Dia lalu menghentikan langkah Yumi.

“Pakai ini!” seru Jinki pada Yumi. Alis Yumi mendadak menaik. Dia cukup heran kenapa Jinki melepaskan jaketnya dan memberikan padanya tiba-tiba. Dan tanpa ijin pula melepaskan topi yang melekat di kepalanya.

Yaa! Kau apa-apaan sih!”

“Aku tidak mau dikatai jalan dengan cewe jadi-jadian. Rapihkan rambutmu dan pakai jaketku untuk menutupi dandananmu yang asal.”

Hyung!!” suara itu menyahut lagi. Yumi ikut menoleh ke sumber suara, dan akhirnya mengerti maksud Jinki sekarang. Dia pun bergegas memakai jaket tebal milik Jinki dan merapihkan rambutnya.

Otte?” tanya Yumi pada Jinki. Rambut panjangnya kini terurai membuat Jinki menunjukan jempolnya.

Pria bertubuh tinggi dengan seorang gadis tidak lebih tinggi dari Yumi jalan sambil bergandengan tangan menghampiri Jinki dan Yumi. Bersamaan dengan itu secepat kilat Jinki pun menarik tangan Yumi dan menggenggamnya, membuat Yumi heran dan aneh bukan main melihat ke arahnya.

Hyung. Kau tidak menggunakan penyamaran. Bisa bahaya!” sahut pria itu.

“Tenang saja, Minho. Kami tidak melakukan apa-apa.”

“Oh! Jadi ini pacarmu, Onew-leader?” sahut si perempuan yang tangannya menggantung setia pada Minho. Tentu saja itu Hyemi, kekasih Minho. Mereka berdua kelihatan bodoh di tengah malam dengan menggunakan kacamata yang serupa. Keduanya memang keren kalau urusan penyamaran. Nampaknya fansite pun sudah tidak peduli mengurusi atau mengganggu hubungan keduanya. Mereka berdua memang aneh di mana-mana.

Hyung.. Kenapa diam saja? Jangan sekali-kalinya kau seperti ini di tengah jalan. Pakai penyamaran.” Minho memperingati lagi dan Jinki hanya menggelengkan kepalanya. Tangannya tetap memaksa memegang tangan Yumi dengan erat.

Mata Minho menyadari keberadaan gadis yang berdiam di sebelah Jinki. “Ini pacarmu, hyung?”

“Iya, ini pacarmu, Onew-leader? Aku bertanya, kau tidak jawab.” sahut Hyemi ikut-ikutan.

“Iya. Kenapa, huh?” jawab Jinki asal, membuat Yumi menoleh cepat padanya. Yumi tidak menyangka  kalau Jinki akan segila itu mengatakannya.

“Oh! Bagus! Dia cantik!” Minho tersenyum tidak lama karena disenggol oleh Hyemi yang kelihatannya tidak terima. Sadar akan hal itu, dia menoleh ke sampingnya. “Kau yang paling cantik, Hyemi. Tidak usah ditanya.”

Tentu saja Hyemi jadi tersenyum mendengarnya. Sedang Jinki di hadapannya mendesah pelan karena lagi-lagi harus melihat tingkah konyol HOMI.

Annyeong. Aku Minho, dan ini Hyemi.” Minho memperkenalkan diri sekaligus pacarnya. “Aku rasa kau sudah tahu kami. Kami terkenal akhir-akhir ini.” lanjut Minho sambil cengengesan.

“Kalian jangan seperti itu. Flames bisa bubar.” Jinki menginterupsi.

Arrasoo! Kami tidak akan begitu seperti katamu, oppa. Kami pergi dulu ya. Tidak mau mengganggu kalian. Dadah Onew-leader! Dadah kakak ipar!” ucap Hyemi riang sambil menarik Minho.

Yumi terdiam, tidak menyangka bahwa yang diberitakan di media tentang Minho dan Hyemi memang seperti kenyataannya. Dia begitu kaget ada orang sepolos dan sehebat Hyemi bisa tahan berpacaran dengan seleb yang stalkernya di mana-mana itu.

Yaa~ Apa yang kau lamunkan? Mereka memang begitu. Sudah tidak usah sok kaget.” sahut Jinki. Yumi mendelik secepat kilat dan ingat dengan ucapan Lee Jinki beberapa saat yang lalu. Dia dengan cepat melepaskan tangannya.

YAA!! APA YANG KAU BILANG BARUSAN PADA MEREKA??”

Jinki menjauh mendapati Yumi yang mengomel di dekat telinganya. “Kenapa? Apa yang kubilang memangnya?”

“Bodoh!! Aku tidak suka! Jangan seenaknya bicara! Sejak kapan kuijinkan kau untuk mengatakan dusta pada orang lain?” omel Yumi terus-terusan.

Jinki menoleh ke sampingnya. Dia melangkah dan sekarang berdiri berhadapan dengan Yumi. Dia memegang bahu gadis itu dengan kedua tangannya mantap. “Baiklah, bagaimana kalau kita berpacaran?”

GLEK!! Yumi menelan ludahnya begitu mendengar ucapan Jinki. Menurutnya malam ini Jinki memang sudah mulai gila.

“Heh amatiran. Kepalamu terbentur keras? Atau keracunan galbi? Jangankan jadi pacarmu, berbicara dan berjalan di dekatmu saja aku tidak mau!”

“Aku bercanda, Yumi.” kata Jinki sambil mengusap puncak kepala Yumi. Menurut Yumi, baru pertama kali bertemu dengan Jinki, Jinki sudah banyak skin ship.

“Heh, kau jangan aneh-aneh ya, Lee Onew!”

“Lee Onew?? Sungguh mengingatkan masa lalu.” Jinki memandang wajah Yumi lagi. “Tapi, bagaimana kalau kita berpacaran sampai kau pulang ke Jepang?”

“HEEE???! Kau kenapa sih?”

“Aku tidak akan mengembalikan kameramu.” ancam Jinki sudah tahu kalau tidak marah, Yumi pasti akan mencercanya.

“Aku sudah makan galbi denganmu! Jangan mengancamku lagi! Kembalikan kameraku sekarang juga!”

Jinki tiba-tiba berlutut di depan Yumi, membuat gadis itu jadi mundur selangkah. Benar yang ada di benak Jinki, kalau tidak marah Yumi pasti mencercanya. Hanya ada satu cara lagi agar Yumi mau mengikuti kemauannya.

“Kumohon, Yumi. Aku mengaku pada member kalau sudah punya pacar. Akhir-akhir ini mereka jadi begitu penasaran. Jadilah pacarku selama seminggu atau sampai kau pulang. Aku butuh bantuanmu. Paling tidak sampai aku mendapat pacar yang sesungguhnya. Bantulah aku agar aku tidak jadi pria amatiran seperti yang kau katakan.” Jinki memohon begitu serius.

Yaa.. Onew-ah, kenapa kau begitu di depanku?” Yumi terus menengok ke kanan dan ke kiri takut ada yang memperhatikannya. Dia pun jadi mendadak gelisah.

“Karena kamu orang yang membenciku. Aku tidak mau dibenci oleh wanita yang lain lagi.”

“Bangun! Cepat bangun! Semua melihat ke arah kita. Kau jangan membuatku malu. Kau seleb!”

“Aku tidak akan bangun sebelum kau mengiyakannya.”

“Iya iya iya!! Kita pacaran! Sekarang cepat bangun!”

“Sampai kau pulang?” Jinki mendongak. Dia hanya memastikan Yumi tidak bohong padanya.

“Iya sampai aku pulang!”

Segurat senyum terlukis dibibir Jinki. Namun senyum itu adalah senyum yang lain dari biasanya. “Baiklah! Selamat datang di dunia Lee Onew, Hwang Yumi.”

To Be Continue..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

Mamotho’s note:

-Ga kubuat galau kan Onew-nya? Gak gak gak ‘kan? Di ff ini Onew akan menjadi pria yang kusuka. Membicarakan tentang mimisan, ehehehe, karakter mimisannya kuambil dari ff MCLA kemarin. Lucu aja menurutku.

-Yang sudah menunggu datangnya Complicated girl ver. Onew ini, awas aja pada diem ga berkoar. Haha.. semoga suka ya.. saya tunggu saran yg membangun dari kalian\(^o^)/

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 25 April 2012, in CHRONICLES, COMPLICATED GIRL, Lee Onew's Drama, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 147 Comments.

  1. hahaha 😀 jalan pikiran Onew memang gak ketebak…
    kayaknya Yumi bakalan merubah pandangannya dengan Onew setelah mereka pacaran lagi 🙂
    ya ampun Homi couple. haha 😀 pengin ngakak deh :p
    ditunggu lanjutannya, eonni 😉

  2. EONNIIIII……
    Ini bener-bener drama. LEE ONEW’S DRAMA!
    Bang Key ama Jjong ngga dapet adegan apa2 di mari,, wkwkwk
    si Baby Taem,,, hmmmm…
    mentang2 nih bocah… merasa udah lebih berpengalaman dari si leader wkwkwk…
    Jinki-Yumi…
    mesti bakalan ada benih2 cinta lagi di antara mereka #sotoyayam

  3. Akhirnya suami saya pun dpat jatah epep..
    Hohooo…
    Lanjutannya jgn lama2, galau berkepanjangan itu melelahkan..*nywender d bahu Jinki*

  4. Chua…chua…chua…
    Ih…gregetan ma onew…sm yumi juga…

    Poor onew…smp hrs boong udh punya pacar ma member laen…tnyata onew gengsian jg…ga mau klh ma dongsaeng2nya…
    Moga bhasil deh ngibul nya..#loh??

  5. baca dulu ahh 😀

  6. eeoooo~! yg part 1 udah kubaca.. tapi lupa komen -> mulai deh kekeke!
    bagus eonnia! yumii?? hhaaa.. itu nama ayah teman ku, aku paling seneng ngatain nya *hahahaha~~!

    jd ingt masa smp lagi deh karena nama ‘yumi’ XD

  7. maaf baru koment saeng..riweh kmrn m email koment..
    Onew dsni bnr2 beda y m yg Jinki Condition..kekeke..
    Yumi unik sifatnya..
    Pokoknya suka dh..

  8. ShineeMVPgirl90

    Huaahhh, saia sangat telat padahal udah part 3…
    part 1 pun baru baca *poor me

    ada2 ajah ini suamikuhh, bkin crita punya pacr segala..
    knapa nggak ju2r aja sih klo kkamu udah punya aku *plakkkk

    lucu eon ceritanyaa..
    lanjut baca next part ahhh….

  9. Hai onnie…ahahha~
    Lama ga kesini udh bnyk ff baru,
    suka ff yg ini…
    Onyu nya odong-odong gimna gitu #plak Xd..

  10. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,,,,,, AKU SUKA BANGET ONEW DISINI sumpah !!!, gila. !!! ada yaa…. cewek kaya yumi yg tahan sama kharismanya onew, wuaaaa….. onewnya gk galau, gk bngt.. wkwkwkwkw, oke sampai jumpa di part 2 😀

  11. aku telat banget baca ya? hihi. Teu nanaon lah (?) daripada engga sama sekali XD
    Waaaah daebak! aku sukaaaaaaaa ceritanya XD

    “Aku rasa kau sudah tahu kami. Kami terkenal akhir-akhir ini.” —> kok agak malesin sih ini abang keroro -____-

    bagi yumi, onew = amatiran wkwkwk kocak

    “Baiklah, bagaimana kalau kita berpacaran?” —> coba bilangnya sama aku(?) aku langsung panas dingin deh hahaha

    C U @ next chap
    tunggu komenku 😀

  12. anyeong,aku reder baru.. *gak nanya
    hahahaaha lucu lucu,,, aku telat baca kah?
    aku suka karakter onew yg kaya gini, bikin ngakak.. keren keren
    aku baca part slanjutnya ya…

  13. Annyeoong thorr, pas CG taemin ver. end, aku udaaah nungguin yang onew nya nih thorr, eh pas udh muncul lama baru bisa baca sekarang kkkkk~
    Onew ternyata gengsian jugaaa, tp saking mau nge boongnya sampe berlutut gitu depan Yumi._.
    Munculin Couple-couple member lainnya yang banyak ya thorr, suka aja pas shinee member kumpul semua

  14. Poor Onew gara2 soal yeoja jadi bikin drama sendiri ama Yumi… wkwkwk
    Oppa akting yang bagus ya biar para member pada percaya… fighting!!!!

  15. omonaaa… hmpir setahun kayaknya sy nd prnh kunjungi ni wp nya mbah mamothh (?).. sdh bnyk ff baru.. dan seneng akhirnya ada CG nya onew..!! yippi.. ninggalin jejak dlu ahh sblm baca:)

  16. Ini KOCAK sumpaaaah
    Onew kenapa kelakuan sama omoongan begitu sih ke yumi
    Jadi sok cool gitu
    Tapi sukaaaa
    Ini lagi si HOMI dateng dateeng ga jelas
    Emang aneh bgt itu couple zzzzz

  17. Onew dewasa banget disini. Tapi kok yumi segitu bencinya sama onew -___-. Onew otaknyq lagi korslet ya karena tidak punya pacar? Ckckck ada ada saja. Tapi paling suka sama kata katanya onew yg bilang dia tidak mau dibenci yeoja lagi gentle menurutku

  18. 😯 si oppa sangtae pernah punya yeojachingu jg toh? kupikir dia anak yang polos u,u
    eh iya si yumi itu beneran punya pacar gt ceritanya eon?

  19. hallo eon aku new reader. hihih. aku kira Jinki di benci krn apa. trnyata krn mimisan toh >< alur ceritanya aku suka~ 😀

  20. daebakk eon,,!!!
    Keep writing ne,

  21. Ah halo hehe baru nemu ff ini.. Nice! Menarik! ^^
    Aku jg suka Onew yang begini, kebanyakan ff Onew yang aku baca galau semua wkwk
    Lanjut dulu hihi ^^

  22. aku baru nemu ff ini ^^
    btw kalo boleh tau, sebelum ver. onew ini udah ada ver. siapa aja ya? ehehe maklum baru baca ^^

  23. tukang bohong ahh dubu :v
    hhaha
    kasian yoo kalah sma dongsaeng2 nya ><

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: