Complicated Girl : Yeoja Fever (END)


CG – Yeoja Fever (END)

Title : Complicated Girl (Yeoja Fever)
Author : mamoTHo
Main Cast :Lee Taemin, Il Saera
Other Cast : SHINee member
Genre : Romance – comedy
Rate : PG 13

©mamoTHo,2012

+++++

..AUTHOR POV..

“Astaga! Apa yang harus kulakukan?? Lee Taemin pingsan. Aku tidak mungkin bilang pada teman-teman di dalam kalau artis terkenal baru saja pingsan.” kata Saera panik sendirian saat mendapati Lee Taemin pingsan di depannya. “Kalau mereka bertanya kenapa dengan Lee Taemin ini, mana mungkin aku jawab dia pingsan gara-gara menciumku. Tidak!!”

Saera merasa cemas sekarang. Dia sangat khawatir dengan kondisi Taemin yang tidak bisa ditebaknya itu. Untung saja pekarangan sekolahnya sepi, jadi tidak ada yang melihat kalau saat ini dia sedang melindungi Taemin yang masih pingsan di atas rumput.

“Taemin-ah, bangun!” panggil Saera. Taemin tidak bangun, tapi justru semakin terlihat pucat, membuat Saera mati kepanikan.

“Taemin! Lee Taemin!! Kalau putri tidur bangun karena dicium, kau justru sebaliknya. Kenapa kau malah pingsan saat menciumku! Bodoh!”  kata Saera masih mengguncang-guncangkan tubuh Taemin. Dia sendiri jadi takut melihat Taemin yang seperti terkena serangan jantung karena pingsan tiba-tiba.

“Apa yang harus kulakukan sekarang? Taemin tidak bangun!” Saera menjatuhkan tubuhnya juga untuk beristirahat di dekat Taemin. Dia mengangkat sedikit kepala Taemin untuk tertidur di atas pahanya. Dan karena itu pula, dia jadi terdiam setelah melihat wajah Taemin.

Hatinya berdegup dengan kecang saat melihat pria yang disukainya berada sedekat ini dengannya. Bahkan, bibirnya kini disentuhnya. Untuk pertama kalinya  entah kenapa Saera jadi semakin yakin kalau Taemin menyukainya.

“Taemin-ah..” panggil Saera sambil mengelus wajah Taemin yang terpejam bak malaikat. Taemin seperti tertidur tenang dalam sebuah mimpi.

Tanpa sepengetahuan Saera, Taemin menyipitkan matanya seperti mengintip. Hal itu dilakukan tidak sepersekian detik dari kejadian pingsan tadi. Dia selalu mencuri intip saat Saera lengah sedikit. Rupanya Taemin tidak benar-benar pingsan. Dia hanya berpura-pura.

Seorang gadis di dekatnya sedang menutup wajah dengan kedua tangan miliknya terlihat oleh Taemin. Itu Il Saera yang merasa malu. Taemin begitu menikmati aksi mengintipnya sedari tadi.

“Baiklah! Sebaiknya kita panggil orang terdekatmu untuk mengangkutmu karena aku pun tidak mungkin mengangkut seorang pria sepertimu!!” kata Saera membuat Taemin menamatkan aksi mengintipnya dan lanjut pura-pura pingsan lagi. Jangan tanya bagaimana kabar jantung Taemin setelah itu. Sudah pasti berdegup semakin kencang tak beraturan.

“Maaf Taemin..” Dengan ragu dan dengan perasaan campur aduk, Saera pun merogoh saku celana Taemin, sehingga karena itu pula Taemin jadi mengerenyitkan dahinya merasa geli karena sentuhan Saera di saku celananya.

Pada akhirnya Saera berhasil mendapatkan ponsel Taemin. Dia mengehela nafas karena jantungnya tadi sempat berlari cepat saat berusaha mendapati sebuah ponsel dari kantong celana pria. Tanpa pikir panjang lagi, dia pun segera memencet nomor yang dikirannya adalah nomor telepon dorm kekasihnya itu. Ini untuk pertama kalinya Saera menelepon ke dorm.

“Yoboseyo…” sahut suara di dalam saluran telepon. Suaranya terdengar begitu sangat lembut. “Onew di sini.” lanjut sebuah suara yang sama. Saera jadi semakin gugup.

“Bi-bisakah di antara kalian menjemput Taemin sekarang. Taemin pingsan!” kata Saera terlalu to the point.

“HAHH???” Sebuah suara yang berbeda menyambar masuk dengan cepat di saluran telepon. Suara yang berbeda dari yang tadi.

“Hallo! Ini Key! Apa tadi kau bilang? Taemin pingsan??”

“I-iya..” jawab Saera terbata-bata. Sebenarnya dia ikut terkejut karena kepanikan suara di dalam telepon.

“Ngomong-ngomong aku bicara dengan siapa ya ini?”

“Saera..”

“O-oh, Saera.” Key pun ikut terdiam. Dia merasa tidak asing dengan nama itu. Dan setelah bercakap cukup lama membicarakan Taemin pingsan, Saera menutup teleponnya. Dia meraup oksigen yang ada di sekitarnya merasa sedikit lega.

+++++

“Apa? Taemin pingsan???” sahut Onew mendadak jadi panik. Siapa yang tidak panik ketika Taemin pingsan tiba-tiba, sudah pasti semua yang mendengar pun ikut panik.

“Iya. Aku, Minho dan Jonghyun akan menjemputnya, hyung. Sepertinya dia sakit.” jawab Key, ditambah dirinya yang berkedip pada member lain saat Onew lengah. Dan seperti mengerti maksud mata Key yang tiba-tiba mencurigakan, Jonghyun dan Minho langsung mengangguk ikut mengiyakan.

“Aku ikut! Ini benar-benar memalukan.” kata si leader dengan tiba-tiba melangkah cemas ke pintu dorm.

Hyung tidak bisa ikut!” cegah Key dibarengi semua tatapan heran para member, termasuk Onew sendiri yang kemudian menaikan alisnya pada Key.

“Kenapa?” tanya Onew polos.

“Tidak boleh banyak-banyak. Nanti Taemin tambah sesak.” Jawaban konyol dari Key sempat membuat Minho dan Jonghyun di belakangnya menahan tawa. Alasan bodoh macam apa itu, mungkin itu yang ada di pikiran mereka semua.

“Kalian juga kenapa banyak-banyak. Satu atau dua orang pun bisa menjemput Lee Taemin.” timpal Onew tidak terima. Dia masih memendam perasaan jengkel karena para member seperti menyembunyikan sesuatu padanya.

Key menepuk bahu Minho yang ada di sebelahnya. “Arasoo. Minho. Kau diam di sini saja temani sang leader yang kesepian oke?”

“HAH? Kenapa aku? Kau selalu seenaknya.” sungut Minho tidak terima. Dia baru saja mendorong tubuh Key dengan sikutnya.

Key melotot dan menaikan alisnya dengan ritme cepat pada Minho, tapi karena Minho sendiri tidak mengerti dengan maksud Key yang tiba-tiba seperti ini, dia pun tetap ngotot ikut, tidak mau diperlakukan seenaknya untuk berdiam diri di dorm.

Lain dengan Kim Jonghyun yang mengerti situasi saat ini. Dia dengan sigap berjalan ke arah Key dan Minho yang kini sedang beradu mulut. “Baiklah. Kalau begitu biar aku saja, Key. Kemari saja, hyung.” katanya tiba-tiba sambil menarik Onew yang tadi hampir keluar dorm. Dia mengajak Onew duduk di sofa.

Key dan Minho mendelik sebentar pada Jonghyun. Seperti memberikan isyarat, mereka hanya bermain mata di sana. Mungkin telepati satu sama lain sangat berfungsi saat ini, terkecuali Minho yang masih blank dan Onew yang ter-blank.

Onew yang kini duduk di sofa bersama Jonghyun merasa aneh dengan semua ini. Member terlihat panik tidak seperti biasanya. Padahal kalau satu member pingsan, dulu responnya tidak seperti ini. Dia sangat ingat bagaimana respon para member saat dia pingsan.

Pusing memikirkan hal itu, alhasil Onew mengambil sebuah majalah  yang tergeletak begitu saja di lantai. Dia mengambil dan membolak-balik halamannya. Perilaku pria yang membuat wanita ilfeel, mata Onew sekarang asik membaca artikel tersebut. Lagi-lagi dia tertarik untuk membaca majalah perempuan.

+++++

Yaa. Kenapa Onew-hyung tidak bisa ikut, Kibum?” tanya Minho yang saat ini sedang berjalan di samping Key. Dia juga masih sama bodohnya, tidak mengerti situasi  yang ada.

“Tadi Saera yang menelpon. Pacar Taemin. Kau  ingat namanya?”

Mata Minho membulat. Dia kini mulai mengerti saat nama itu disebut. “Wah. Sungguh? Serius?”

“Iya. Aku rasa Taemin pingsan gara-gara gadis itu.” kata Key. Dia berjalan sangat terburu-buru menuju lokasi di mana Taemin berada.

“Oh My..”

Key menepuk jidatnya dan menatap Minho. “Jangan-jangan dia gagal, Ho!”

“Itu sudah pasti,” tambah Minho makin meyakinkan situasi saat ini. Tentu saja itu semakin membuat Key jadi panik. Anak satu-satunya, maknae tunggal di dorm, harus pingsan karena saran gila mereka sendiri.

Key dan Minho mempercepat jalan mereka menuju lokasi yang diterangkan oleh Saera melalui telepon. Sebuah gerbang sekolah bertuliskan ‘SHINee Town High School’ sudah terlihat di mata keduanya. Pekarang sekolah Taemin cukup luas, hingga mereka sendiri bingung ingin mencari sosok Taemin dan Saera mulai dari mana. Apalagi keduanya belum pernah ada yang melihat kekasih Taemin itu.

Saat sedang memulai pencarian Taemin, seseorang dari semak-semak memanggil nama ‘Key-oppa’ sambil berbisik. Jelas itu membuat Key dan Minho melompat terkejut. Mereka pikir itu suara hantu. Yah, di malam seperti ini siapa yang tidak menyangka itu bukan hantu.

“Key-oppa…” panggil suara itu lagi.

Key dan Minho berusaha mencari sumber suara tersebut dan sedetik kemudian mereka mematung di tempat. Seorang gadis, berambut lurus sepunggung dengan jepit pita di dekat telinganya sedang bersembunyi di balik semak. Ketika Key menyadari bahwa gadis itu yang memanggilnya, dia pun maju memberanikan diri untuk melihatnya dari dekat. Minho pun setia mengekorinya dari belakang.

Lagi-lagi mereka semakin mematung. Bukan karena takut, tapi sebaliknya, mereka terlalu takjub melihat gadis itu. Saera yang terlihat sangat cantik malam ini, mampu membutakan mata mereka setelah sebelumnya selalu Lee Taemin yang merasakannya. Mereka bahkan cukup gugup melihat gadis yang cantik—mungkin terlalu cantikseperti Saera, sehingga tiba-tiba pemikiran  ‘tidak aneh kalau si maknae jadi gugup dan salah tingkah di depan Saera’ datang begitu saja di benak keduanya.

“Key-oppa, Taemin di sana.” kata Saera mulai berjalan menunjukan arah. Dia tidak banyak bicara, selain karena ini pertemuan pertama mereka, Saera terlalu khawatir pada kondisi Taemin. Yang dia pikirkan hanya bocah yang rupanya hanya pura-pura pingsan tanpa sepengetahuannya itu.

Key dan Minho berjalan di belakang gadis itu. Mereka fokus pada pakaian terbuka yang dikenakan Saera. Di malam yang dingin, dengan pakaian tanpa lengan, sudah pasti membuat mereka merasa kasihan dan tidak tega juga. Sepanjang perjalanan mengekori Saera, Key dan Minho pun saling berbisik entah membicarakan apa, tapi yang pasti mereka sedang membicara Saera yang setia berjalan di depan memunggungi mereka. Ada beberapa pikiran tentang kemunculan Saera barusan yang cukup mengganggu keduanya.

Seorang pria terbaring begitu saja di atas rumput membuat Key dengan cepat menghampirinya. Lamunan sebelumnya langsung buyar digantikan oleh rasa panik yang datang karena melihat Taemin benar-benar dalam kondisi pingsan.

Yaa Taemin! Bangun! Kenapa kau malah pingsan di sini.” Dengan panik Key mengguncangkan tubuh Taemin.

Taemin yang merasa ini hanya kebodohannya, merasa terkejut mendengar suara Key. Dia tidak menyangka kalau Key akan benar-benar datang di saat dirinya selalu terlalu menindasnya.

Yaa!! Bangun, Taem!” kata Key lagi. Tapi nihil, Taemin tidak bangun juga.   Padahal di dalam hati bocah yang sedang berakting itu, dia cukup merasa campur aduk. Antara takut kalau ketahuan pura-pura, dan takut kalau ketahuan sudah mencium Il Saera sesembrono itu. Hanya pingsan ide terbaik untuknya saat ini. Dia tidak mau tertangkap bodoh di saat jantung dan dirinya tidak bisa terkontrol saat ada di depan Saera. Apalagi kalau sampai diketahui oleh member.

Yap! Taemin pingsan, itu hanya ide konyolnya. Dia terlalu malu untuk membuka mata, atau sekedar ketahuan mencium Saera, kekasihnya sendiri. Awalnya dia menyangka Saera akan memanggil teman-teman di dalam saat dia jatuh pingsan, lalu setelah itu rencananya dia akan menghilang begitu saja. Tapi dengan kebodohannya, Saera justru datang membawa para member. Jelas saja Taemin akan semakin kewalahan kalau ketahuan sedang berakting pingsan.

“Dasar bodoh! Kau pingsan di depan wanita?? ER! BANGUN, LEE TAE-YA!!” omel Key di saat Saera masih berdiri memandang Taemin yang sedang berusaha dibangunkannya.

Key menjitak kepala maknae setelah itu, dan Taemin yang dijitak tentu saja mengumpat dalam hati. Sekarang dia sudah seratus persen percaya, Key memang suka menganiyayanya. Tapi apalah daya, walau bagaimanapun juga Taemin masih dalam akting pingsan. Dia tidak bisa berbuat banyak di situasi terjepit seperti saat ini.

“Minho-oppa, aku harus bagaimana?” tanya Saera tiba-tiba pada Minho yang ada di belakangnya. Minho melompat terkejut karena Saera menatap matanya dengan percaya diri. Dan karena itu pula, kenapa dia sekarang jadi gelapan.

“A-aku…”

“Minho, cepat ke mari! Bantu aku!” panggil Key pada Minho. Key sedari tadi  memang sedang berusaha menggotong Taemin, sedang Minho hanya terdiam melihat aktifitas Key yang sedang kesulitan. Yap, dengan bodohnya dia masih saja mematung di tempat.

Yaa! Minho! Jangan diam saja!” teriak Key membuat Minho tersadar.

“Kibum-ah, a-aku se-sepertinya harus bertemu Hyemi dengan segera.” kata Minho terbata-bata.

“Apa yang kau katakan? Di saat seperti ini whoiii!!!”

Minho tidak peduli dan menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. “A-annyeong!! Aku tidak sanggup berada lebih lama di sini. Harus segera menemukan obatnya.” Akhirnya dia pun berujung pergi dari tempat itu.

YAAAHH POMO GUY!!!” teriak Key dipuncak kesal karena tingkah teman satu dormnya yang suka sembarangan. Yap, Minho sudah menghilang secepat kilat entah karena apa.

“Aku harus benar-benar bertemu Hyemi.” teriak Minho sambil berlari menjauh dari mereka.

Key merasa aneh dengan sikap Minho barusan. Tidak seperti biasanya Minho terlihat begitu terdesak. Kini mata Key beralih pada seorang gadis yang berdiri mematung di dekat tubuh Taemin yang tadi sempat menarik perhatian saat baru bertemu dengannya. Saera jadi terkejut saat Key menatapnya, tapi karena cemas, dia pun membungkukan badannya, ingin melihat kondisi Lee Taemin dari dekat.

Oppa.. Wae? Kenapa Taemin bisa begini?” tanya Saera makin mendekatkan diri pada Key. Dan entah kenapa Key jadi mengendus saat mencium suatu aroma yang sudah tidak asing lagi untuknya. Aroma itu tiba-tiba membuat kepalanya jadi pusing dan pening. Hal itu terjadi di saat yang sama ketika Saera membungkuk padanya.

Yaa~ Oppa?”

Key memegang pelipis kanannya. Entah kenapa dia begitu merasa pusing mendadak hanya karena Saera yang berdiam di dekatnya. Hidungnya masih sesensitif biasanya, dan dia tahu aroma ini memang aroma yang sering membuat dirinya pening ketika menciumnya.

“Baiklah kita bawa Taemin dulu!” kata Key mengangkut Taemin. Dia mulai berjalan keluar gerbang bersama Saera, walau jadi menahan rasa pusing di kepalanya. Dia berjalan di jarak yang lumayan jauh dengan gadis itu.

Tidak lama dari itu, sesampainya di luar gerbang, sesosok pria yang sudah dikenal Key berdiri gelisah di dekat mobil. Itu Minho yang sedang terdiam dan melamun.

“Bukannya kau tadi ingin pergi, huh?” sahut Key jutek. Dia masih tidak terima ditinggal seorang diri barusan.

Minho terdiam mengabaikan sahutan Key. Dia masih menggigiti kukunya sambil terus menendang-nendang udara kosong di depannya. Sungguh sangat aneh.

Yaa Minho! Tidak jadi berjumpa dengan pacarmu itu, huh?” sahut Key lagi menamatkan keterdiaman Choi Minho itu.

Minho tersadar kaget, dan karena itu juga dia jadi memandang gadis yang ada di belakang Key tanpa berkedip. Mungkin dia sedang memikirkan sesuatu.

Yaa Minho!! Kenapa denganmu?? Ayo masuk jangan diam saja! Biar aku yang menyetir. Kau duduk di belakang—jaga!” Kesal dengan temannya, akhirnya Key yang menamatkan lamunan dan kebisuan Minho malam ini, sedang Minho sedari tidak berhenti menatap Saera sambil menelan ludah gerogi.

+++++

Minho dan Key menggotong Lee Taemin yang tak kunjung sadar—dalam keadaan yang masih belum mereka ketahui. Sedang Saera setia mengekori mereka berdua di belakang. Sedari tadi dia merasa cemas pada Taemin dan tak henti-hentinya memegang bibirnya karena rasa gugup masih menyelimutinya. Rasa penekanan tertentu yang terjadi begitu singkat itu masih terasa di sana dengan jelas bagi Saera.

Aigoo, Il Saera. Akibat ulahmu, Taemin jadi pingsan.” gumamnya selalu di saat dia merasa bersalah karena perkara ciuman Taemin itu.

Setibanya di dorm, Key membawa masuk Taemin yang setia di gendong olehnya. Il Saera pun ikut masuk karena dipersilahkan oleh Minho, dan karena itu, lagi-lagi Minho tidak berkedip menatapnya. Dibarengi dengan Il Saera yang masuk ke dorm, Jonghyun pun keluar kamar dan langsung mematung di tempat sama seperti kedua orang yang sebelumnya sudah mematung duluan.

“O MY..” Hanya itu ucapan dari Jonghyun yang tak terselesaikan. Dia tiba-tiba membeku saat melihat seorang gadis cantik masuk ke dalam dorm. Wajah dan kulit seorang gadis yang putih bersinar, pipi merona, mata cantik bak barbie, hidung mancung, bibir mungil. Wajah gadis itu benar-benar sangat cantik di matanya.

Anyyeonghaseyo, Jonghyun-oppa.” sapa Saera ramah sambil membungkuk. Dia santun pada semuanya. Tersenyum dengan sangat manis juga. Malah saking manisnya hampir membuat Jonghyun lupa ingin segera menyambarnya dengan pelukan, tidak tahan saat melihat gadis secantik itu ada di hadapannya.

GOSH, batin Jonghyun lagi. Secepat kilat dia mendelik pada Key dan Minho. Keduanya pun sama pasrah mengangkat bahu, seperti saling mengerti pikiran satu sama lain, mereka berkata dalam hati, ‘kami tahu apa yang sedang ada dipikiranmu, Kim Jonghyun!’.

“MANA ORANG YANG TELAH PINGSAN?!” teriak Onew sambil keluar kamar dan menghambur ke ruang TV. Dia pun terdiam saat melihat ada orang asing berada di dorm. Seorang gadis yang lain yang sama sekali belum pernah dilihatnya.

“Eh, ada orang asing.” katanya biasa saja tidak sama seperti respon ketiga member lainnya.

Annyeonghaseyo oppa.. Saera imnida.” sapa Saera cepat saat melihat leader SHINee terkejut melihat keberadaannya.

“Oh. Kau yang membantu Taemin? Sini duduk.” balas Onew ramah. Lagi-lagi ketiga member saling melempar pandang merasa aneh pada Onew. Kenapa Onew sama sekali berbeda, semakin membuat yang lain jadi percaya saja kalau Onew itu women’s senselessjika dihadapkan dengan situasi seperti ini.

Onew pun langsung duduk di sofa di mana Taemin terbaring. Dia sama sekali tidak kesulitan berdekatan dengan Saera, sedang ketiga member menjauh dari mereka berdua. Onew duduk dengan sangat dekat dengan Saera. Well, cukup membuat yang lain merasa curiga juga.

Yaa! Lee Taemin, ada-ada saja kau pingsan dan dibawa oleh perempuan. Memalukan.” gumam Onew sambil menyenggol kaki Taemin. Dia masih setia menjadi orang yang satu-satunya tidak peka saat ini.

+++++

Di situasi yang tidak diketahui oleh semua orang kalau Lee Taemin hanya berpura-pura pingsan, Key, Minho dan Jonghyun langsung serempak masuk ke suatu ruangan untuk berdiskusi. Onew sang leader sempat melirik, namun karena dia tahu ketiga tingkah para member itu sungguh membingungkan akhir-akhir ini, dia pun membiarkan mereka.

Yaa.. Aku sekarang tahu betul Taemin kenapa,” kata Key. Dia melipat tangannya bertingkah sok tahu.

“Kenapa? Tapi aku juga gugup saat melihat matanya.” Minho pun ikut-ikutan melipat tangannya berlagak sok mengerti situasi.

“Aku lebih gugup ketika melihat gadis berstatus pacar Taemin itu secara langsung. Kau lihat kan dia sangat cantik begitu.” Dan Jonghyun pun tidak ketinggalan ikut-ikutan. Ketiga orang itu sepertinya sedang mengalami satu perasaan yang sama. Yaitu perasaan di mana mereka baru melihat Saera, kekasih Taemin.

Well.. Dia sangat cantik.” Key mendelik pada kedua pria laki-laki yang ada di depannya. Raut wajahnya pun sangat serius.

“Jadi Taemin benar-benar kena yeoja fever, dan kita juga.” sambar Minho tiba-tiba, membuat Key menoleh padanya dan meninju pelan perutnya.

“Bodoh! Mana ada itu yeoja fever.” jawab Key santai.

“Eh??” Minho menaikan alisnya sambil menjauhkan kepalan tangan Key dari perutnya.

“Jadi selama ini kau tidak tahu kalau itu hanya becandaanku saja?” Key masih memasang tampang serius, tidak tahu kalau Minho justru merasa sebaliknya.

Yaa~ Minho! Memangnya kamu benar-benar percaya cerita Key waktu itu??” Jonghyun pun ikut menoleh pada Minho yang ada di sampingnya dengan tampang seperti meremehkan. Minho secepat kilat menanggapi ucapan Jonghyun dengan mengangguk. Perasaan ditipu tiba-tiba datang.

Hyung tahu?” tanyanya polos pada Jonghyun.

“Astaga, Minho.. Aku kira kau tahu. Bodoh. Mana ada penyakit seperti itu. Ah, jinca, selama ini kau…”

“Jadiii??” tanya Minho ingin mendapat kepastian. Sesungguhnya dia sudah mulai panik kalau ternyata benar dia baru saja tertipu selama ini.

“Iyaaa.. Taemin benar-benar terlalu masuk pada penyakit khayalannya. Aku jadi tidak tega.” Key mendesah pelan.

“Ah! Kau Kibum!! Selalu membuat sesuatu jadi lebih rumit. Ya sudah sekarang bagaimana? Aku kira yeoja fever memang benar-benar ada. Kau telah menipuku!” sungut Minho yang akhirnya sadar dia benar-benar telah tertipu. Dia menutupi itu semua dengan bertindak sok marah pada Key.

“Kau yang bodoh sendiri mau ditipu.” timpal Jonghyun pada Minho.

“Entahlah!” ucap Minho sudah kesal. Sesungguhnya dia kini sedang melipat tangannya semakin gusar. “Kau harus minta maaf padanya. Kita lebih baik bilang pada Taemin kalau kita hanya pura-pura.”

“Kita??” sela Jonghyun. “Aku tidak ikutan! Kibum tuh!” Dia pun mendorong Key yang ada di sebelahnya. Sekarang semuanya hanya menyalahkan satu orang. Kim Kibum dengan segala ide konyolnya mengenai ‘Yeoja Fever’ itu.

+++++

“Jadi kau…”

Saera tersipu malu saat Onew menatapnya terlalu dekat, seperti ingin mendapatkan jawaban dari semua ini. Saera yang terlihat panik, terus-terusan mengelap keringat Taemin, mengelus kepala Taemin dan bahkan kadang tersipu malu karena sering menyentuh bibirnya sendiri, sungguh membuat Onew curiga. Akhirnya Onew sudah mulai mengerti situasi.

Jangan tanya Taemin sedang apa dengan aksi pingsannya. Dia masih diam di tempat, setia mendengarkan obrolan kekasihnya dengan Onew, leader yang dia homati. Hatinya sebenarnya sudah gundah karena sedari tadi tidak Saera atau Onew pergi dari sofa. Dia bingung kapan menentukan dirinya akan sadar atau tidak. Sedang sedari tadi Onew dan Saera makin membuat kondisinya semakin panas dingin saja.

“Kau ada hubungan apa dengan Lee Taemin?” tanya Onew langsung pada intinya. Saera terdiam, sedang Taemin justru merasa panik bukan main. Onew terlalu lama mengintrogasi Saera menurutnya. Padahal dia bukan detektif.

“A-aku…”

Ahh.. Apa yang harus kulakukan? Kalau Onew-hyung tahu…, pikiran Taemin jadi ikut gelisah. Dia masih terdiam di tempat dengan jantung yang berdegup semakin tak beraturan. Dia tidak mau Onew sampai tahu dibalik semua kekonyolannya ini, Saera adalah pacarnya. Tidak! Onew sendiri bahkan tidak memiliki pacar. Dia tidak boleh mendahului sang ketua, mungkin itu beberapa pikiran yang mengganggu Lee Taemin.

“Jadi kau pacaran dengan…”

Saera mengangguk. Dan karena itu pula, Taemin yang sudah menduga jawaban akan terlontar dari mulut pacarnya, spontan bangun.

“YAAHH!! JANGAN KAU BILANG, SAERA!!!” teriak Taemin keceplosan.

“…”

“…”

“…”

Taemin terdiam. Saera yang terkejut karena Taemin tiba-tiba bangun dan berteriak pun terdiam. Onew yang duduk di dekat kaki Taemin pun menaikan alisnya bingung dan lebih terdiam lagi.

Sadar akan kondisi itu, tiba-tiba saja Taemin tertidur lagi pura-pura tidak tahu. Sedang Saera dan Onew kini sibuk saling melempar pandang.

“YAAAHHHH!!! LEE TAEMIN!!!” teriak Onew. “Kau pura-pura pingsan, ah!!!” teriaknya lagi membuat Saera makin terdiam bingung. Yap, bingung karena aksi Taemin, bingung dengan alasan apa Taemin pura-pura pingsan, dan bingung karena situasi semacam apa yang harus dia tanggapi.

Ketiga member menghambur keluar dari sebuah pintu saat kuping mereka mendengar sinyal kencang yang menyebutkan kalau Taemin sudah sadar—atau mungkin pura-pura pingsan.

“APA?? TAEMIN JADI TIDAK PINGSAN??” teriak Key dengan segala perasaan terkejutnya.

Yaa! Kau jangan bercanda, Tae-ya! Sungguh menyusahkan!!” umpat Jonghyun ikut-ikutan. Dia ikut berjalan mendekat ke tempat Taemin sama seperti yang Key lakukan.

“Jadi Lee Taemin tidak pingsan?” Minho masih dengan aksi bingungnya, sedang dari tadi matanya tetap tidak bisa tidak tertarik untuk melihat gadis yang ada di dekat Lee Taemin.

Mereka bertiga menghampiri sofa untuk menghujam Taemin yang masih pura-pura terlelap dengan makian. Onew memukul kaki Taemin. Key ikut menendang-nendang kaki bocah itu juga. Minho menjambak Taemin, sedang Jonghyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dari jarak dekat namun matanya masih mengawasi gadis yang terdiam di dekat Taemin. Dia pun tidak ada bedanya dengan Minho, bermasalah dengan mata yang langsung peka terhadap gadis cantik.

Apo apo apo!!” ringis Taemin. Dia terbangun dengan susah karena dianiyaya hyungnya. Matanya menatap semua member dengan tajam. “Fine! Aku memang pura-pura pingsan!!”

Semua membulatkan mata ke arahnya seperti menuntut suatu penjelasan yang lebih. Namun, Taemin jadi terdiam lagi ketika matanya dan Saera bertemu begitu saja. Dan karena itu pula dia jadi menunduk malu.

Melihat hal semacam itu, Key akhirnya angkat bicara. “Baiklah, tidak ada yeoja fever, Taemin.” katanya membuat Onew dan Taemin melihat ke arahnya. Onew tidak mengerti, sedang Taemin yang mengerti—dengan maksud yeoja fever barusan—mungkin shock dengan pengakuan itu.

“Kami hanya bercanda.” tambah Jonghyun yang langsung disambar oleh Minho yang menunjuk dirinya tidak ikut-ikutan.

Yeoja fever.. Mana ada! Kami hanya pura-pura!!” sambar Key lagi. Dia dengan santainya mengucap.

“Kami??” Jonghyun dan Minho menatap tajam Key penuh tuntutan.

“Baiklah, aku. Aku hanya mengetesmu.” Key menatap Taemin pasrah. Sedang Onew dan Saera masih terdiam hanya memperhatikan cerita Key sedari tadi. Ingin rasanya mereka bicara, tapi bingung ingin menanggapinya seperti apa.

“Yeah, jadi kau sebenarnya tidak perlu susah-susah sembuh. Kau hanya kena sugesti, Taemin.” lanjut Key setelah hening yang ia rasakan ditambah aura pembunuh dari semua mata memandang, terkecuali Onew dan Saera.

“BOHONG!!” Mata Taemin jadi sontak membulat.

Key mendesah pelan. “Aku sudah merasakannya sendiri. Kau pusing dekat dengan Saera karena parfum yang digunakan olehnya. Saera, kau pasti menggunakan parfum mahal ‘kan? Kami berdua alergi dengan itu.” cerita Key yang jadi menoleh pada Saera. Dia menoleh lagi pada Taemin. “Aku tahu penciumanmu denganku sama sensitifnya. Aku pun pusing dekat dengannya. Dan perkara kau gugup, itu sudah pasti. Saera pacarmu memang cantik, bahkan Minho dan Jonghyun tidak bisa berkata apa-apa. Kenapa kau begitu bodoh untuk masuk ke dalam penyakit khayalanmu. Semua memang pernah mengalami masa-masa kritis di awal berpacaran. Tidak ada yang aneh denganmu. Kau hanya kena sugesti.”

“MWO??!!” Taemin terus-terusan dibuat terkejut. Setiap penjelasan Key, hanya semakin membuat dirinya semakin bodoh saja.

Yaa! Yaa! Yaa! Ini ada apa? Apa yang kalian bicarakan?” Onew akhirnya angkat bicara. Dia cukup kesal karena merasa tertinggal pembicaraan—yang mungkin penting untuk diketahuinya.

“Onew-hyung, maaf sekali karena kami seperti ini. Lagi-lagi kau harus terlewati. Sebenarnya Taemin selama ini pacaran dengan Saera.” cerita Key dengan gaya santai tanpa ada perasaan berdosa.

Saera masih mematung di tempat. Dia juga tidak mengerti apa yang diucapkan para member. Kenapa ia begitu mendadak terkenal dan menjadi topik utama yang dibicarakan di saat pertemuan pertama kalinya dengan para member. Lalu mengenai yeoja fever sendiri, dia bahkan tidak tahu apa istilah itu. Benar-benar tidak mengerti dengan situasi di dorm saat ini.

“Ja-jadi, aku sebenarnya tidak kenapa-kenapa, hyung?” tanya Taemin ragu. Dia kemudian melirik Il Saera dengan berani, mendadak Saera jadi menamatkan lamunan kebingungannya karena itu.

Key menggelengkan kepalanya. “Tidak  sama sekali, Taemin.”

Setelah ucapan Key cukup meyakinkan, Taemin dengan cepat menarik Saera ke dekatnya. Para member bahkan terkejut melihat aksi Taemin yang barusan. Mereka tetap fokus pada dua sejoli yang kini saling menatap satu sama lain.

“Saera-ya.. mianhae. Rupanya aku tidak punya penyakit memalukan seperti itu. Aku sungguh suka padamu, Saera.” aku Taemin untuk pertama kalinya. Dia mulai mendekatkan diri  pada Saera dan karena itu Saera mundur sedikit. Mata para member membulat, terutama Onew yang sudah tahu gelagat Taemin yang seperti ingin mencium gadis yang ada di depannya—yang tadi diceritakan oleh Key adalah pacarnya.

Yaa~ Kau mau melakukan aksi terakhir?” gumam Key menghentikan aksi Taemin yang sudah mulai maju sedikit untuk menggapai bibir Saera.

Taemin mendelik cepat. “Hyung, akan kubuktikan aku baik-baik saja.” katanya mantap.

Taemin kembali menatap Saera tanpa ragu. “Saera-ya… Kau sungguh cantik dan baik padaku. Kau temanku dan kau pacarku. Aku tidak tahu apa aku bodoh atau memang lemah terhadapmu. Tapi, aku memang selalu jadi kesulitan ketika berhadapan denganmu. Maafkan kekonyolanku selama ini. My milky princess, aku banana prince milikmu sungguh menyukaimu.” kata Taemin panjang lebar untuk pertama kalinya.

Saera masih dalam kondisi mematung di tempat. Dia begitu terkejut dengan pengakuan Taemin, terlebih lagi saat ini Taemin mulai merengkuh wajahnya dan membawanya begitu dekat hingga jarak di antara keduanya menyempit. Taemin tidak diam dan tidak menikmati sikap diam kekasihnya setelah itu. Dia dengan cepat mulai menekankan bibirnya pada bibir Saera di depan para member. Dia tidak peduli. Ini untuk pertama kalinya dia merasa ciuman itu benar-benar indah. Untuk pertama, rasanya sungguh normal, apalagi dia sudah mulai terbiasa dengan sugesti yang menyebutkan kalau yeoja fever itu tidak ada. Semakin dalam dia mencium Il Saera, semakin terpejam pula mata gadis itu karena malu. Baik jantung Taemin atau Saera, dua-duanya sedang berdetak cepat karena sebuah ciuman.

Taemin masih menikmati ciumannya, bahkan para member tersenyum melihatnya kecuali Onew yang mengalihkan pandangannya. Terlalu terbuai dengan kenikmatan itu, Taemin melepaskan ciumannya mendadak. Dia menunduk dan memegang wajahnya yang mulai memanas. Jantungnya tak terkontrol lagi, badannya lemas, dan kepalanya benar-benar merasa pusing. Dia tiba-tiba mendelik pada semua dan mendesah pelan.

“Aku pikir yeoja fever itu memang ada.” katanya sambil menidurkan diri lagi pura-pura pingsan.

 FIN~!

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

mamotho’s note :

~YAY!! Alhasil kutamatkan sequel pertama di Complicated Girl ini. Lega~! Utang ff sequelku abis^^ See, aku tidak akan menelantarkan cerita Taemin ini walau molor publish. Semoga suka ya ama cerita ini. Di antara CG yang lain, jujur, aku suka versi Taemin. Semua ikutan rusuh karena dia. Persahabatan para member bener-bener ketara di sini. Mudah-mudahan bisa terkenang selalu. AMIN 🙂 Dan, untuk yeoja fever, nampaknya semua salah. Ehehe~ dari awal aku memang udah tahu kalau di akhir ini hanya bualan para member namun Taemin sendiri merasa sebaliknya. Dia masih merasa yeoja fever itu ada sampai kapanpun.

~YOYOYO!! Dan buat para MIWU  semoga menikmati ff Taemin pertama saya. Makasih support kalian dan komentar kalian yang selalu memberi nafas bagi saya untuk semangat menulis. LOVE MIWU!!! Dan cekidot satu di bawah ini!

Clue  for next Complicated Girl..

Taemin mendekati Onew yang sedari tiba-tiba jadi diam di sofa. Setelah aksinya yang mengaku dengan kehebohan para member itu, Onew jadi lebih banyak diam. Mungkin dia terkejut si maknae memiliki seorang kekasih, atau mungkin ada hal lain yang mengganjal dipikirannya.

“Onew-hyung, maaf, aku menyembunyikan hal seperti ini.” sahut Taemin pelan. Dia pun ikut duduk di sofa menemani Onew, setelah tadi bisa mengontrol emosinya dan mengantar Saera pulang.

Onew melirik pada Taemin dan tersenyum. “Jadi sekarang kau sudah lebih besar dariku, Tae-ya?”

“Apa hyung keberatan jika para member seperti ini akhir-akhir ini. Kami memang kurang ajar ya, hyung?” Taemin sedikitnya memang merasa bersalah. Pertama, jelas karena dia menyembunyikan pacaran backstreetnya. Kedua, karena telah membuat Onew merasa bingung sendiri selama ini dengan tingkah member. Dan terakhir, karena membuat status sang leader jadi paling bontot karena dia sampai sekarang belum mendapat pacar.

Mian, hyung..”

PLETAK!! secepat kilat Onew menjitak kepala Taemin.

Yaa~Aku santai saja kok!”

“Tapi hyung.. Hyung sendiri..”

“Tenang saja, Taemin. Nampaknya semua member di sini memiliki rahasia.”

“Maksud hyung?” tanya Taemin karena sekarang Onew tersenyum dan menyeringai padanya. Cukup menakutkan, batin Taemin.

“Kuberi tahu, sini..” pinta Onew membuat Taemin mendekatinya. “Tenang saja. Aku juga punya satu yang tidak kalian ketahui.”

Note for next Complicated Girl..

Wokei!!! Siap-siap MVP dan yang kangen Onew muncul kepermukaan, CG-ONEW akan segera kukeluarkan. Akhirnya Onew dulu ya..  CURIOUS??? Just Wait April/Mei Yo \(^^)/ BTW, sekali lagi, makasih udah setia mengikuti series complicated girl ini, baik yang cuma baca salah satu CG aja^^ Yang jelas, CG cinta blog ini sampai matiiiihhh!! BACK TO respon CG Taemin yo 🙂

 

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 31 March 2012, in CHRONICLES, COMPLICATED GIRL, SEQUEL, SHINee FF, Yeoja Fever and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 113 Comments.

  1. hhuuaa keren bgt cerita ny onnie.. dde taemin bkn gergetan hahah.. MVP ny judul ny ap onnie?? jjong ad gk onnie??

  2. Hahahaha keren si taemin sudah gentle. Saya setuju eonn, ff ini paling keren. Jalan ceritanya juga bagus, meskipun saya masih penasaran apa yang terjadi setelah itu. Daebak !!!!

  3. Joo lee Dzukhron

    eonni . . . Nan joengmal mianheyo
    Aku baru bisa ksh komen di part end ini doank.

    Ide ceritanya bener2 unik, crazy n jalan ceritanya gak mudah ketebak, awalnya aku kira mslh yoeja feverny taemin bkal selesai di part ke-2 v ternyata selesainya di part end.

    Pokoke ff ini sukse bikin aku mesem2 sendiri . . .
    Meski ad sdkt typo v sama sekali gak mengganggu jalannya cerita

  4. 😳 joaaa! aku suka banget sama seri ini juga eonni! asli ngakak guling-guling aku bacanya 😆 
    si tetem pura pura pingsan masaaaa?! kkk~ secara ga langsung sebenernya yg jd masalah itu saera! dia emng cantik banget kali ya? haha yg lol banget itu pas ngebayangin mino gelagapan! ntahlah yg jelas yg muncul dikepalaku mukanya mino disitu pasti oon banget bwahaha *dijambak eonni* 😆 
    solusinya disini buat saera gantilah parfummu nak! :mrgreen: 

  5. ngakak thor XD lawak semua member shinee disini HAHAHAHAHAHAHAHA XD

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: