Smile to me, Oppa! (1.2)

Smile to me, Oppa! (1.2)

Title: Smile to me, Oppa!
Author: mamoTHo
Main Cast : Lee Jinki (Onew), Lee Insa
Suport Cast : Ny. & Tn. Lee
Genre: Bromance –  family – sad
Type/Length:Twoshot
Rating: G

Summary : Lee Insa selalu merindukan senyum oppa-nya. Senyum oppa-nya yang dulu selalu diberikan kepadanya, belakangan ini justru menghilang. Oppa-nya, Lee Jinki, adalah seorang yang selalu dia sayang. Oppa-nya merupakan segalanya bagi yeoja itu. Setahun terakhir keadaan justru berubah, karena pengakuan yang menyebalkan dari orangtua mereka berdua. Onew, oppa-nya yang ramah, yang selalu memanjakan Insa, memperhatikan Insa, bahkan yang selalu memberikan senyumnya hanya untuk Insa seorang sudah tidak ada lagi, yang ada hanya Lee Jinki yang egois, dingin, dan menyebalkan. Bisakah Insa mengembalikan senyum oppa-nya itu? Bisakah dia melihat senyum oppa-nya yang ramah itu? bisakah dia mendapatkan kembali senyum oppa-nya yang dia sayang itu?

This Story©mamoTHo

~STORY~

Oppa?” panggil seorang yeoja pada namja yang sedang sibuk berhadapan dengan Laptop di kamarnya. Namja itu tidak memperhatikannya, tidak menggubris ucapannya bahkan untuk menoleh padanya pun dia enggan.

Oppa!” panggilnya lagi namun namja tersebut malah menutup telinganya dengan memasang ear phone miliknya.

Yeoja itu keluar dari kamar namja yang baru saja di panggilnya oppa itu dengan kesal dan menggerutu sepanjang jalan ke kamarnya. Saat yeoja itu pergi, namja itu sedikit menoleh padanya namun tidak memanggil. Dia hanya sekedar melihatnya saja dan kemudian kembali pada apa yang sedang menjadi aktivitasnya saat ini.

Oppa.. bahkan kalau pun kau tidak bisa tersenyum padaku, dengan menaggapiku saja aku sudah merasa senang.” gumamnya sambil mendesah pelan.

Yeoja itu adalah Lee Insa. Insa adalah seorang siswa tingkat 3 sekolah menengah pertama. Dan orang yang dipanggil tadi adalah kakaknya yang kini duduk berada di tingkat 3 sekolah menengah atas. Dia Lee Jinki yang sering di panggil Onew. Jinki dulu adalah seorang yang baik. Namun, itu semua berubah ketika datang dalam satu hari pengakuan dari orang tuannya yang menyebutkan kalau Lee Jinki sebenarnya bukan anak kandung dari Ny. Lee dan Tn. Lee melainkan anak adopsi.

*****

Saat pagi datang. Insa keluar kamarnya dan mendapati Jinki oppa-nya telah sarapan lebih dulu. Dulu Jinki sering membangunkan yeoja itu, bahkan sering melewati hari-hari bersama dengan Insa. Namun semua itu sekarang malah terasa asing jika dilakukan. Lee Jinki sudah sangat banyak berubah.

Insa merasa sedih dengan kenyataan ini. Dia sangat tidak suka kakaknya berubah menjadi seseorang yang asing. Saat ini, Insa duduk berhadapan di meja makan dengan kakaknya. Dia mengambil roti dan mengolesinya sendiri. Padahal dia ingat, kalau Lee Jinki dulu sering membuatkannya roti, bahkan dengan ceria menyuapi yeodongsaeng kesayangnya yang manja itu.

Ny. Lee merasa menyesal telah memberitahukan kenyataan pahit ini. Dia telah salah mengambil langkah. Ini membuat suasana rumah jadi tidak nyaman. Yeah, walau pada kenyataannya mereka punya alasan tertentu untuk memberitahu Jinki.

“Aku berangkat.” ucap namja itu sambil melengos pergi tidak menganggap yeodongsaeng yang sedang duduk di depannya.

Oppa..” panggil Insa lirih namun Jinki tidak mendengarnya.

Jinki pergi begitu saja membuat hati Insa sedih lagi untuk kesekian kalinya. Insa melirik ke arah Ny. Lee, Eomma-nya dan Ny. Lee hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah.

“Sudahlah, Insa. Sana kejar oppa-mu. Pergi bersamanya.” kata eomma-nya lalu Insa menurut dan pergi.

Insa mengejar oppa-nya. Dia selalu berusaha agar Jinki mau berbicara dengannya atau dekat dengannya lagi. Tapi pada kenyataannya lagi-lagi dia harus diabaikan.

*****

Hari ini, di sekolah karena Insa lupa membawa buku PR-nya, dia diomeli oleh gurunya. Baiklah, dia lebih suka diomeli daripada harus meminta tolong pada Jinki yang selalu mengabaikannya. Apalagi, harus diabaikan di depan orang lain. Insa benci itu. Dia jadi sangat merasa kasihan pada dirinya sendiri kalau harus mengemis pada kakaknya di hadapan orang lain.

Sebenarnya, sebelum Insa diomeli oleh Key-songsaengnim, dia sudah berjuang keras untuk meminta tolong pada Jinki yang keras kepala itu. Dia tahu jam istirahat Jinki lebih panjang di hari ini. Dan Insa pikir kakaknya pasti memiliki waktu luang untuk bisa menolongnya. Akhirnya Insa pun berinisiatif untuk pergi ke sekolah Jinki yang letaknya di samping sekolahnya.

Setibanya di depan kelas Lee Jinki, dia melihat oppa-nya sedang mengobrol bersama kawan-kawannya. Oppa-nya tertawa sangat riang. Tapi, tiba-tiba saja wajah yang baru saja tertawa riang itu berubah menjadi masam ketika melihat Insa datang.

Oppa!” panggil Insa sambil menghampiri Jinki. Beberapa kawan Jinki melihat ke arah Insa. Mereka semua sudah tahu kalau dia adalah adik Lee Jinki.

Jinki tidak menyahuti dan terus asik mengobrol dengan kawannya. Yeah, bahkan kawannya pun merasa heran kenapa Jinki berperilaku seperti itu pada adiknya di depan mereka.

“Onew-Oppa. Insa minta tolong.” Panggil Insa lagi pada Jinki tapi Jinki tidak menanggapinya. Beberapa kawannya saling memandang bingung.

Yaa, Onew–ah! itu yeodongsaeng-mu, kan?” sahut kawannya mengingatkan tapi Jinki pura-pura tidak mendengar. Jinki secara terang-terangan mengabaikan adiknya yang kini berdiri di dekatnya.

Oppa…” Insa berusaha agar Jinki sedikitnya menoleh padanya, melihat kearahnya. Dia tiba memegang kemeja oppa-nya dan menariknya pelan. “Oppa, Insa minta tolong..” kata Insa lagi.

Akhirnya Jinki menoleh ke arahnya. Lebih tepatnya ke tangan Insa yang masih menari-narik kemejanya.

“Lepas.” katanya dingin dan Insa langsung melepaskannya.

“Insa tidak bisa pulang ke rumah, tapi buku PR Insa tertinggal. Oppa kan sedang santai, Insa mau minta to—”

“Aku tidak bisa. Aku sedang sibuk!” katanya memotong ucapan Insa yang belum selesai. Beberapa kawan Jinki saling melirik. Mereka cukup kaget dengan ucapan Jinki saat ini. Mereka tidak menyangka Jinki yang baik hati itu bisa berubah menjadi dingin pada adiknya.

Insa pergi dari tempat itu sambil menangis. Dia jelas-jelas dipermalukan di depan teman-teman oppa-nya. Ini bukan yang Insa mau. Insa merasa Jinki terlalu jahat padanya. Dia terisak di sepanjang jalan menuju sekolahnya sambil menunduk. Dia menangis. Akhir-akhir ini Insa memang sering menangis.

“Aa…” katanya sambil memegang kepalanya. Dia merasa kepalanya berdenyut dan akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak.

“Pusing..” katanya lirih. Dia memegang apa yang menjadi rasa sakitnya saat ini dan menyenderkan tubuhnya ke dinding kelas agar keseimbangannya terjaga.

Ish.. kenapa harus kambuh disaat seperti ini sih?”

*****

Sepulang sekolah, Insa berdiri sendirian. Dia berteduh di gerbang sekolahnya karena saat ini cuaca sedang buruk.  Ya, hari ini hujan sedang turun. Seperti biasa dia memang sering menunggu di sana sampai appa-nya datang untuk menjemputnya. Disaat yang sama, dia melihat Jinki oppa-nya melewatinya begitu saja. Jinki yang sambil berjalan santai melewatinya itu memakai payung, tapi sama sekali tidak menawari Insa yang padahal sudah jelas-jelas dilihatnya sedang membutuhkannya. Dia hanya melirik sebentar. Jelas hal itu lagi-lagi membuat hati Insa menjadi sedih lagi.

Kenapa dengan oppa? Apa dia benar-benar sudah tidak peduli padaku  yeodongsaeng satu-satunya? Gumam Insa dalam hati dengan tidak sengaja meneteskan air mata.

Dia menangis di sana sambil menunggu hujan reda. Beberapa menit kemudian, appa-nya baru saja mengirim pesan padanya kalau beliau tidak bisa menjemput dan malah menyuruh Insa pulang bersama Jinki untuk hari ini.

Bagaimana bisa pulang dengan Lee Jinki itu. Oppa-nya saja tidak peduli bahkan tidak  menggubris keberadaan Insa dalam waktu yang cukup lama. Sejak kenyataan pahit yang harus diterima Jinki, sepertinya dia jadi benar-benar membenci keberadaan Insa di rumah itu. Mungkin, karena status Insa yang jelas-jelas anak kandung.

Insa yang tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya memilih untuk menunggu hujan sampai reda. Sudah satu jam dia berdiri di sana menunggu hujan yang tak kunjung reda.

Beberapa saat kemudian, seseorang datang di hadapannya. Orang itu berdiri dengan tegak di depan Insa. Dia melihat wajah Insa dengan datar dan memayungi Insa dengan payungnya. Insa membulatkan matanya terkejut karena keberadaan orang itu. Tentu saja dia merasa ini keajaiban, karena yang dilihatnya saat ini adalah Jinki, oppa-nya.

OnewOppa!” pekiknya bahagia melupakan kesedihannya beberapa saat yang lalu.

Jinki diam tidak mau bicara dan masih bersikap dingin pada Insa. Hal itu membuat Insa jadi diam dengan kecanggungan yang menimpa keduanya. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan sambil menunduk di bawah payung bersama Jinki.

Oppa.. Aku tidak suka kau jadi seperti ini. Aku suka oppa yang dulu. Yang selalu berbicara padaku, menanggapiku dan baik padaku.” Insa memulai percakapan di tengah hujan dan itu membuat Jinki menghentikan langkahnya dan terdiam. Dia masih saja tidak menatap Insa sama sekali. Pandangannya selalu lurus kedepan.

Oppa, kumohon.. walaupun kau tahu kenyataannya. Kumohon tetaplah menjadi oppa yang seperti dulu.” lanjut Insa namun Jinki masih sama tidak menggubris ucapannya. Insa memang ragu berbicara seperti ini lagi pada oppa-nya.

Oppa… kumohon bicara padaku.” katanya lagi tapi Jinki tidak mengucapkan sepatah katapun dan malah melangkah pergi meninggalkan Insa di bawah langit yang turun hujan. Air mata Insa jatuh begitu saja.

Harusnya Onew oppa tidak seperti itu, isak Insa dalam hati.

*****

Insa bukanlah anak yang pantang menyerah. Dia tidak akan pernah menyerah sebelum Lee Jinki kembali seperti Lee Jinki yang dulu. Seperti sosok kakak yang terus menyayanginya, menjaganya dan baik padanya.

“Haacciimmm..!!” Insa bersin sesampainya di rumah. Dia langsung pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya yang basah. Setelah selesai, dia masuk kamar oppa-nya dan melihat oppa-nya yang sudah tidur lelap di ranjangnya.

Bahkan, dia tidak peduli lagi padaku, gumam Insa dalam hati. Dia bisa tidur seperti ini, padahal aku kedinginan di bawah hujan. Apa oppa sakit hati padaku? Apa dia membenciku karena aku satu-satunya anak Eomma dan Appa yang sangat dia kagumi dari dulu?

Lagi–lagi Insa membatin dalam hati sembari memandang dari jauh oppa-nya yang sedang tertidur. Dia menangis dan kemudian terisak lagi. Dia mengumpat dalam hati seolah-olah menyesal karena kedua orang tuanya memberitahu kenyataan pahit itu pada Jinki.

Oppa..” panggilnya lirih sambil menangis di samping tempat tidur Jinki. Jinki tidak akan mendengar suara itu. Dia cukup tuli dan terlalu lelap untuk menyadari keberadaan Insa, yeodongsaeng-nya.

Insa perlahan dengan berani mendekati Jinki yang sedang tidur. Ingin sekali Insa menyentuh wajah oppa-nya dan menyentuh tangan oppa-nya yang dulu sering menggenggamnya. Tapi, Insa tidak kuat untuk memikirkan itu. Dia terlalu sedih memikirkan kenangan indah yang dulu mereka lalui bersama. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali keluar kamar Lee Jinki.

Setibanya di luar kamar itu, Insa mendapati Ny.Lee ada di sana. Insa memeluk eomma-nya cepat dan menangis dipelukan ibunya entah sudah yang keberapa kali.

Eomma… Kenapa Onew-oppa jadi seperti itu padaku?” tanya Insa penuh penyesalan dan Ny.Lee hanya mengusap-usap kepala yeoja itu.

*****

Beberapa hari kemudian..

Oppa!! Hari ini aku mau keluar. Tapi, aku pulang malam. Kau jemput aku ya!” pinta Insa berusaha manja pada Jinki yang kini sedang berada di ruang Tv.

Oppa! Jawab aku! Eomma dan Appa tidak bisa menjemputku. Kau harus menjemputku ya, oppa!!!” ucap Insa lagi sedikit memaksa.

Jinki menoleh pada Insa dengan malas. “Aku tidak bisa!” katanya untuk pertama kalinya mau berbicara pada Insa. Itu membuat Insa sebal namun bahagia karena oppa-nya akhirnya mau menanggapinya dengan cepat.

Merasa kalau oppa-nya akan kembali seperti semula lagi, Insa bertindak lebih manja lagi. “Oppa! Pokoknya kau harus menjemputku ya!! Insa sayang, oppa! Chup!” ucap Insa sambil mengecup pipi Jinki karena terlalu bahagia.

*****

Ini sudah jam 11 malam. Ini jadwal yang sudah dipinta Insa pada Jinki untuk menjemputnya. Jinki yang sedang di ruang Tv sedikit bimbang dengan keinginannya menjemput Insa/tidak. Dia sebenarnya malas dan benar-benar tidak mau berhubungan lagi dengan Insa bahkan keluarga itu. Dia sakit hati dan bahkan sudah mempersiapkan beberapa rencana yang akan membuatnya menjauh dari keluarga ini. Akhir-akhir ini Jinki selalu minta pada orang tuanya yang merupakan orang tua angkatnya untuk pergi dan tinggal sendiri di sebuah apartemen, bahkan ingin bekerja di umurnya yang masih muda itu, namun orang tua Lee Jinki yang merupakan orang tua Lee Insa itu menolak keras kemauannya.

Haruskah aku menjemput Insa, pikirnya sambil mematikan Tv. Dia menatap jam dinding yang ada di atas Tv. Jam 11.10! Dia bahkan sudah telat untuk menjemput yeoja itu.

Insa di tempat yang berbeda baru saja keluar dari cafe tempat dia berkumpul bersama teman-temannya. Satu persatu teman Insa pulang dan mengucapkan salam perpisahan padanya.

“Insa, kau tidak pulang?” tanya temannya khawatir karena Insa belum kunjung dijemput.

Aniya Young-ah, oppa-ku nanti menjemput.” jawab Insa sambil tersenyum bahagia.

Satu jam.. dua jam.. Insa menunggu oppa-nya datang namun Jinki tidak kunjung datang untuk menjemputnya. Dia tidak bisa pulang sendiri kalaupun Jinki tidak menjemputnya. Dia cukup keras kepala dan selalu berpikir positif pada oppa-nya yang akan menjemputnya.  Dia hanya takut kalau dia pergi dari tempat itu selangkah saja, di situ pula Jinki sedang datang menjemputnya. Dia tidak mau mengecewakan Jinki.

Oppa-ku pasti datang. Tidak mungkin dia membiarkanku pulang sendirian di malam hari.” gumam Insa sambil menendang-nendang udara kosong.

Insa terus menunggu hingga akhirnya dia sadar kalau Jinki oppa-nya benar-benar tidak datang untuk menjemputnya.

*****

Jinki yang sedang tertidur di ruang tengah itu terbangun saat mendengar telepon rumah berdering di malam hari. Dia berjalan dengan lemas dan mengangkat telepon itu.

“Yoboseyo..” sahutnya pada telepon.

“Yaa!! Jinki-ya! Apa kau gila membiarkan yeodongsaeng-mu sendirian hingga hampir mati kedinginan??!!!” pekik suara itu pada Jinki dan Jinki membulatkan matanya kaget karena suara itu adalah suara Ny.Lee-Ibunya.

“Eo-eomma..”

“Insa sekarang sedang di rumah sakit. Hampir mati kedinginan karena perbuatanmu! Kenapa kau tidak menjemput Insa?”

“A-aku segera kesana, eomma.” ucap Jinki jadi panik.

*****

Sepanjang jalan menuju rumah sakit Jinki terlihat gelisah. Dia terus-terusan mengumpat dalam hati akibat perbuatannya. Dia benar-benar jahat telah lupa untuk menjemput Insa, dan malah tidur seperti tidak ada apa-apa yang membuatnya semakin merutuki dirinya.

Setibanya di rumah sakit, dia masuk ke kamar pasien dan mendapati Insa sedang terbaring tidur. Ny.Lee dan Tn.Lee ada di samping ranjang Insa. Duduk sambil memeluk khawatir pada Insa.

“Lee Insa!” Insa terbangun saat Jinki datang. Dia begitu bahagia karena Jinki telah datang bahkan memanggil gamblang namanya lagi.

Oppa!” pekiknya sambil tersenyum.

Jinki tanpa ekspresi tidak menunjukan sedikit kekhawatirannya pada yeoja itu. Dia benar-benar menutup pikirannya yang sebenarnya panik karena membenci status Insa yang murni anak kandung kedua orang tuanya.

Neo, gwenchana?” tanyanya dingin.

Insa tersenyum dengan manis menutupi semua rasa sakitnya. Bahkan orangtuanya menangis yang mengetahui Insa beberapa saat yang lalu terbaring lemas kini terlihat bugar begitu saja.

Ne,Oppa! Aku kuat!! Bweee~~~~” katanya sambil merong. “Jangan khawatir, oppa!”

Mian.”

Jinki membuat Insa makin tersenyum karena ucapannya barusan. Mian? Bahkan Insa tidak pernah berpikir kata-kata itu akan terlontar dari mulut Jinki.

Gwenchanayo, oppa. Aku tahu kau pasti lupa. Tidak mungkin kau sengaja tidak menjemputku, ‘kan?”

“Itu…” Tiba–tiba Jinki menunjuk kepala Insa yang ditutupi tudung sweaternya.

Aniya, oppa.. Hari dingin makanya aku memakai sweater sampai di kepala. Hehehe..” katanya sambil cengengesan.

“Oh, gerae.” Jinki langsung menoleh pada Ny. dan Tn. Lee. “Eomma, appa, sudah  ya, aku mau pulang.” kata Jinki pada kedua orang tuanya.

*****

“Insa–ya, kau terlalu baik untuk berakhir seperti ini. Eomma dan appa tidak akan pernah rela kau pergi. Kau anak satu-satunya. Anak kandung kami, Insa.” ucap Ny. Lee sedikit dramatis.

Insa memeluk kedua orang yang paling disayangnya di dunia ini. “Eomma dan appa jangan bilang seperti itu. Jangan bedakan kami berdua. Jinki anak eomma dan appa juga.. kalian menyayanginya sama seperti menyayangiku. Iya kan?”

“Insa.. kumohon jangan tinggalkan kami!” ucap Ny.Lee sambil terisak.

“Insa tidak akan meninggalkan kalian kok. Insa tetap di sini.” katanya memegang kedua dada eomma dan appa-nya.

Mendengar itu eomma dan appa-nya semakin sedih, dan langsung memeluk erat tubuh mungil Insa. “Kau anak yang baik, Insa. Andai Oppa-mu tahu kau sebaik ini.”

*****

Hari ini Jinki datang membayar rasa bersalahnya pada Insa. Dia mengunjungi Insa di rumah sakit lebih awal. Dia mendekati kamar Insa dengan ragu, tapi dia tetap memberanikan dirinya untuk masuk. Dalam hati kecilnya, setelah Insa terbaring lemas di rumah sakit, Jinki memang merasa iba. Jinki bahkan sadar kalau tidak seharusnya memperlakukan Insa seperti saat ini.

Insa yang lemas bahkan pucat itu tetap tersenyum pada oppa-nya yang datang.

Oppa, akhirnya kau datang!” katanya seceria biasanya.

Ne.” Jawab Jinki masih datar.

Oppa, aku mau ke bawah. Sumpek! Bawa aku jalan-jalan sebentar saja. Mau ya?” pinta Insa dan Jinki menaikan alisnya.

“Kau bukannya tidak boleh keluar?”

Ani, siapa yang bilang. Boleh kok! Ya, oppa??” katanya terus memaksa dengan sikap manjanya.

Insa dengan kursi rodanya akhirnya dibawa Jinki turun ke bawah untuk sekedar mencari udara segar dan mengajaknya jalan-jalan.

“Insa sebenarnya kau bisa jalan tidak sih?” tanya Jinki sambil mendorong kursi rodanya.

“Bisa!!” jawab Insa menutupi rasa sakitnya dan dia pun berdiri lalu berjalan  sambil dipapah Jinki.

Insa masih menutup kepalanya dengan tudung sweaternya. Sesekali dia memegang kepalanya sendiri menahan rasa sakit yang ada di kepalanya saat ini yang membuat Jinki melirik ke arahnya curiga.

“Di luar kan panas, Insa. Kenapa kau memakai tudung dan sweater tebal terus??”

“Tidak, oppa. Aku dingin!!”

“Tidak. Aku lihat kau berkeringat terus. Buka saja!”

“T-Tidak mau, o-oppa..” kata Insa terbata-bata padahal dia menutupi sesuatu di sana.

Mereka berjalan bersama. Jinki tidak sadar kalau langkah Insa menjadi lambat. Dia tidak sadar Insa sudah kelelahan sedari tadi dan dia malah terus mengajaknya berjalan.

Oppa!!! Lihat deh. Di sini bagus!” kata Insa berbohong yang tiba-tiba menghentikan langkah Jinki.

“Aku mau lihat ini sebentar, oppa.” katanya duduk di kursi dekat pinggiran kolam sambil menunjuk pohon apel di depannya. Jinki ikut duduk di sebelahnya.

Oppa, aku inget Apel! Apa kau ingat buah yang kita suka apa??”

Jinki mengangguk pada Insa.

“Apel, oppa! Oppa selalu memberikanku apel karena oppa kasian padaku. Ingat tidak?”

Ne. Dan kau selalu memaksa padaku walau tidak kuberi.” ucap Jinki mulai ramah.

“Ah, akhirnya oppa ingat!!” kata Insa bahagia. “..Uhhuuuk~!” tiba-tiba Insa terbatuk. “Ah~~ karena dingin!!” katanya berbohong sambil memegang pipinya sendiri.

Gwenchana?”

Ne, oppa. kau seperti tidak kenal Insa deh!” goda Insa yang tiba-tiba menyender di bahu Jinki.

Oppa, kau oppa yang baik yang pernah kukenal! Teruslah seperti ini. Aku sungguh sayang padamu, oppa. Aku selalu menyayangi oppa seperti dulu tidak berubah.” gumam Insa dan Jinki terdiam.

“Uhhuuuk~~!” lagi-lagi Insa terbatuk. “Aaahh~ dingin!!!” Insa merapatkan jaketnya dan Jinki masih saja tidak menyadari rasa sakit Insa.

Insa duduk tegap kembali dan membalikan badannya pada oppa-nya agar bisa duduk berhadapan. “Oppa.. maukah kau tersenyum padaku lagi?” kata Insa yang membuat Jinki menoleh padanya.

Jinki pun mulai tersenyum dan senyum itu cukup membuat Insa bahagia.

Oppa, tersenyum seperti dulu. Jangan dipaksakan.” pinta Insa lagi dan memegang wajah oppa-nya dengan kedua tangannya.

Oppa.. Tersenyumlah padaku. Aku rindu senyummu, oppa. Itu yang akan selalu kurindukan selamanya..” kata Insa yang tiba-tiba meneteskan air mata.

Jinki menatap Insa heran. “Insa, wae? Kenapa kau menangis?”

Insa menyeka air matanya yang ada di sudut matanya. Dia langsung buru-buru memeluk oppa-nya. Jinki sudah merasa ada yang aneh dengan yeodongsaeng-nya. Dia merasa kalau Insa menjadi beda dari biasanya. Dia merasa Insa sangat tersakiti dari setiap tatapan matanya. Hati Jinki ikut luluh dan membiarkan Insa memeluknya. Dia bahkan balas memeluk Insa dengan hangat.

Oppa.. jangan berubah!!” ucap Insa lagi.

“Insa.. wae? Maaf akhir-akhir ini ak—”

“UHUKKK~~~!!” lagi-lagi Insa terbatuk. Bahkan kali ini lebih berat dan tidak bisa menghentikan batuknya. “UHUKKK!!! UHUKKK~~~!!” Dia terbatuk lagi.

Jinki dengan panik melepaskan pelukan itu. Badannya menjadi kaku sesaat ketika melihat cairan berwarna merah keluar dari mulut Insa. Insa yang menyadari akan hal itu cepat-cepat menyembunyikan dan  menyusutnya dengan sweaternya. Dan, disaat itu pula secara tidak sengaja ia melepaskan sweaternya sehingga puncak kepalanya yang selalu ditutupi oleh kupluk sweaternya terlihat. Jinki membulatkan matanya lebih besar lagi. Tubuhnya makin membeku. Dia sangat terkejut karena baru saja melihat perban yang menempel di kepala Insa. Dia bahkan lebih terkejut lagi ketika melihat rambut adiknya terlihat semakin tipis tidak seperti biasanya.

Yaa! Insa.. kenapa denganmu??!” tanya Jinki panik melihat kondisi Insa saat ini.

 Insa tidak peduli dan buru-buru memeluk Jinki lagi walau sambil terbatuk-batuk.

Yaa! Insa–ya! Kenapa kau jadi seperti ini??” tanya Jinki makin panik sambil berusaha melepaskan pelukan itu, ingin melihat wajah Insa.

“Tidak, oppa! Jangan biarkan aku berhenti memelukmu!! Oppa andwae!”

Jinki terdiam. Tiba saatnya matanya mulai berkaca-kaca. “Insa-ya, apa yang terjadi padamu?” tanya Jinki sambil mengusap rambut Insa lembut.

Insa terbatuk-batuk lagi, tapi dia tetap memeluk Jinki. Jinki yang sepertinya mengerti, menyadari beberapa hal yang membuatnya menyesal. Dia tiba-tiba ingat perlakuan kasarnya pada Insa. Sikap dinginnya pada Insa. Dan sikap buruknya yang akhir-akhir ini mengecewakan Insa.

Pelukan Insa tiba-tiba melemah. Itu membuat Jinki 100 kali lebih panik. Dia mengguncang-guncangkan tubuh yang kini tidak berdaya itu.

Yaa! Lee Insa!! Kau kenapa??!!” teriak Lee Jinki terus mengguncangkan tubuh Insa namun Insa tetap diam.

Yaa!! Insa!! Bangun!! Jangan bercanda!!”

~To be continue~

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @ https://mamothozone.wordpress.com/~

 

An:
~ Seperti biasa kalau bawain jinki jadi main cast senengnya dibuat gini. Gereget!  Jinki emang cocok dibuat jutek! Bawaannya keren-keren gimana gitu. Hehe
🙂

~ Especially for enta, makasih udah mau bantu eon cariin gambar ulzang? haha~ ini ulzang pertama yg nyempil di blog! otte?

~ Yang baru baca dont forget to leave comment ne^^/

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 7 January 2012, in SHINee FF, TWOSHOT and tagged , , , . Bookmark the permalink. 44 Comments.

  1. Igeo! Aku udah baca di SF3SI yeyeyeyeye hehehehe. Bedanya di SF3SI dibikin oneshot kan ya? Dan commentnya sampe 100 lho Eon, daebak! haha

  2. mybabyLionOnew

    udh baca d sf3si.. tp tetep aja nyesek.. hueeeeee T.T
    mamoth eon… *narik2 baju mamoth eon* kau membuatku mewek… hampir mewek.. mana lg di perpus..
    d sf3si kmrin ke post sekali 2 part klo g slh..
    ayo eon lanjutannya. ppalli

    • Iyaaa… sengaja mi~! Biar kali-kali baca ff eon jgan ngakak/tersenyum gaje aje.. tapi kali-kali mewek. hehe~
      Semoga terkenang selalu ini ff^^/ lanjutannya selasa~!

  3. aku udahaca di sf3si yg ini 🙂
    cuma disitu gasempet coment
    ><
    Miaann yaa onnie T,T

  4. Sedih, keren…
    Suka bgt sama karakter Onew di ff ini.
    Next part ditunggu ya~

  5. uda pernah baca eon,tapi tetap asik kok walaupun di ulang ulang bacanya

  6. waaa aku baru merhatiin ulzzang yang eon pinjem mukanya, matanya………luas (?) dan emang gaada mirip-miripnya sama Onew yang matanya………garis (?)

    aku baca ini untuk yang keduakalinya, dan ceritanya makin merasuk, menyayat, dan menikam (?). makin dapet feelnya, apalagi sekarang di daerahku lagi dingin-dingin abis hujan. cukup curhatnya -__-

    siapapun pasti juga akan shock, kaget, tercengang, stress, dan lain sebagainya, kalau ternyata mereka bukan apa yang seharusnya, yang biasanya mereka pikirkan. apalagi ini masalah saudara-saudaraan. bukan cuma Jinki yang shock, pasti Insa juga lebih. apalagi perasaan Insa kepada Jinki makin dalam setelah vonis dari orangtua mereka. sakit eon :’

    walaupun udah pernah baca, aku tetap nunggu lanjutannya~ masih gregetan ini ahaha

    • Iyaaa.. ah, eon pilih aje yang cantikknya natural. ga terlalu imut~!kkk~ MATANya jangan ditanya. jelas berbeda!kk~
      AKU klo inget komen-komen disana, jadi pengen nangis~! Abis setiap kalian bilang nangis, saya jadi ikut pengen nangis jg keinget ceritanya. hehe~
      YOWISSS!! selasa^^/

  7. aku datang eonni~~~.. sik asiiiiikkk… cast nya bikin mimisan lagi.. iya ya eon.. perasaan kalo tentang onew perannya jadi cool bad boy gimana gt,tapi ntar ujung-ujungnya jadi lempeng(?) lagi…
    oko eonni… aku makin penasaran sakit apakah gerangan si insa itu??
    post lanjutannya kapan lagi nih eon*perasaan ini juga baru di post part 1 nya..ck!

  8. sedih bgt…
    Gag tau mau komen apa..aku terbwa suasana bc ff ne..

  9. akuu udah bacaaa :’D

    kkk~~ baru prtama kali nyangkuut :p naah? yang di BC itu eon??? ._.

    cocok dgn sangtaenya deh kalo dia cool gitu hahaha ^^/

  10. Hem… Ceritany bikin nyesekk T.T
    Kasian Insa.. Dasar Onew, dimana-mana sangtae+babo mulu >.<
    tp ditengah2 cerita ak malah bayangin key yg ngomel2 malah ngakak sendiri XD
    dtunggu karya selanjutnya!!
    :-))

  11. wah ttp nysekk ni uun ky di shining story
    tp daebakk ahh unn nyessek nyseek ny
    jempol 😀

  12. kyaaaaaa~
    eonni… gpmawoo ^^
    ulzzangnya cantik…
    kekekekekeke
    aq bru mw qrim photonya ulzzang yg punggungnya aj..
    hehehehe
    bwad pasangan” yg lain..
    hehehehehe 😀

    choa.. choa.. eonn 😀
    ceritanya,, gq usah di comment lah eon,, pasti baguss~ ^^

  13. eonni!!!!!!!!!!! demi apapun!! ini keren banget ❤
    aku baru baca nih…. kenapa tuh? si Jinki pasti frustasi banget yah.. sampe berubah gitu….
    si Insa pasti sedih banget..
    dia..
    kena kanker otak kah? *menghayal*
    jangan biarin Insa mati, eon!!!!! pleaseeee….
    ada keajaibannnnn hahaha

  14. Iiihh jinki oppa jahat bgt! Jahat! Jahat!
    Eon hebat deh bisa bikin aku nangis, ehehe tp gatau knp aku bisa nangis, sedih aja gitu
    Aaaaaaaaa T.T
    Daebak eon! Daebak! Aku sukaaa!
    Eon! Ditunggu ya next partnya sama marry come love appears

  15. huwee itu insa kenapaaa? T.T #nangis bareng jinki
    baca lanjutannya dulu ahh :O

  16. sedih bgt bcAx eon,,skapx onppa kok gtu bgt seh ma si insa,,,pdhal kn insa gq tw pa2,,hiiks hiks hiks,,gq kbyang pxa oppa yg dlux syang tba2 brubah,,,,,pa lgy tu chicken oppa a.k.a onew oppa
    like this

  17. kiwkiw ara udah baca di sf3si kiwkiw ;;; /error/ xD
    tapi aku baca lagiii wakakaka kangen jinki jutek abisnya (?)

  18. nyesek, eonn. hiksss *berlinang air mata*

    jinki bener2 g terima ya kalo insa itu anak kandung ‘orang tuanya’?? . hiksss

  19. KYAAAA~
    Mamottt laki gw dsni jahattt bnget ..
    Wae wae wae ??
    Ngapaa jd dinginn begitu .. KEJEM !!
    Onew itu hangatt bepp .. Penuh cintaa ..
    Kesian insa ..
    Awas aj part kedua ada cinta2an yeee ..

    Beb itu ada yg kbolak kta2ny
    insa bukanlah gadis yg pantang menyerah –> ini tuh brarti insa mudah menyerah bepp
    yuaahh lnjut dlu yaay

  20. Seng Hyuk Yoo

    Akuu baru baca dan baru dapet FF Onew yang kayak gini… Yawoooh bikin galaau Eon,, Daebak pokoke..
    Kekekek

  21. Aaah, keren nih ide ceritanya…
    Sedih ya, sebenernya alasan ortu mereka ngasih tau apa sih? Bukannya kalo sampe beneran Insa nya meninggal mendingan Jinki ngelembut2in adeknya dulu baru dikasih tau kenyataan?? Hehehe,

    Aku mau langsung lanjut ke part 2 ^^

  22. quinniegirly

    Eon, aku blm baca ceritanya. Tapi aku mau ninggalin jejak dulu soalnya aku mau baca lwt HP. Kan kalau lwt HP gak bisa komen, jadi aku komen dulu baru baca.
    Hehehehe.. 😀

  23. Sedihhh,
    insa nya ngidap penyakit y. .
    Q ska karakter onew yg dingin,jutek,tp prhtian. .
    Next chap

  24. hiks hiks.. sampe terbawa suasana..

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: