Namjachingu – Jinki with Onew Condition (Condition 15)

JOC – Condition 15
–Everything gets better–

 

Author :  mamoTHo
Title : Namjachingu – Jinki with Onew Condition
Main cast : Lee Jinki (Onew), Han Jira (Urara)
Support cast : Minho, Key, Taemin, Jonghyun, Keysha, Keyra, Eomma Appa-Jira
Lenght : Sequel
Genre : Romance – friendship
Rate : PG 13

This Story©mamoTHo

++(^_^)++

Hati Jira saat ini berdebar tidak karuan, sama halnya yang dirasakan oleh Lee Jinki. Dia dengan berani untuk pertama kali mencium yeoja itu di depannya. Dia tidak mencium Jira diam-diam lagi. Jelas saja selain membuat Jira bingung tapi membuat gadis itu bahagia bukan main. Bukankah itu yang selalu diinginkannya sejak menjalin hubungan dengan namja bergigi kelinci itu?

Tapi, ciuman pertama, apa artinya ciuman pertama bagi Jira. Ciuman pertama Lee Jinki, menurut Jira sudah direbut oleh Sora. Gadis itu yang membuat Jinki menciumnya lebih dulu daripada dirinya. Lalu, apa arti ciuman pertama juga bagi Jinki, menurutnya ciuman Jira juga sudah direbut oleh temannya, Minho. Di antara mereka sudah tidak mengenal yang namanya ciuman pertama lagi, walau pada kenyataannya mereka sama-sama bodoh, karena sebenarnya ciuman pertama mereka memang dialami oleh mereka sendiri karena mereka keduanya selalu melakukannya secara diam-diam.

“Hiks!” sebuah isakan terdengar dari Jira saat mengingat perasaannya kembali, namun Jinki tetap tidak mau melepaskan ciumannya apalagi Jira sama sekali tidak berusaha melepaskannya juga.

Jinki memeluk Jira dan terus merapatkan tubuh gadis itu lebih dekat lagi. Dia pun ikut menangis sambil menciumnya. Perasaan bersalahnya benar-benar tumpah bersama ciuman hangat yang diberikannya sekarang. Dia baru sadar, betapa pentingnya Han Jira bagi dirinya, betapa pentingnya dirinya juga bagi gadis itu.

“O’OWW!!!!” seru suara tiba-tiba membuat aktifitas Jinki terhenti dan melepaskan ciuman itu lalu menoleh ke sumber suara.

Seorang gadis kecil kini mematung di pintu. Matanya membulat masih tidak berkedip memandang kedua orang yang sangat disayangnya berciuman di depannya. Jira yang mengetahui suara itu suara adiknya, langsung membalikan tubuhnya tidak mau terlihat, apalagi dirinya kini sedang menangis.

“Mi-mian! Aku datang di waktu yang tidak tepat.” kata Keysha jadi canggung dengan situasi. “A-aku lupa tidak bawa dompet, aku mau minta uang pada oppa!” katanya jadi ragu lalu menatap Jinki.

Jinki tersenyum sambil menyusut air mata yang masih bersisa di pipinya. Dia menyuruh gadis itu mendekatinya dan memberikan langsung semua dompetnya pada Keysha.

“Ini. Belilah makanan  yang banyak!” kata Jinki sambil tersenyum dan Keysha jadi ragu mengambilnya, apalagi saat menoleh ke arah Jira, Jira belum juga mau melihatnya.

Ne..” jawab Keysha sambil mengambil dompet itu dan pergi.

Keysha berjalan lagi meninggalkan keduanya yang terdiam dengan situasi, dan setibanya di ambang pintu dia berhenti lalu berbalik lagi. “Oppa! Tenang saja, aku tidak akan bilang pada siapa-siapa!” katanya jadi ceria lagi. “Aku tidak akan kembali cepat-cepat!” lanjutnya yang membuat Jinki terkekeh.

Jinki beralih memandang Jira dan memegang dagu Jira agar gadis itu mau menatapnya kembali. Jira masih terdiam dan tertunduk malu saat ini. Dia bingung dan masih merasa kesedihannya belum hilang saat ini. Tapi, yang pasti justru saat ini dia merasa begitu lemah pada Jinki.

“Jira-ya, aku merindukannya.” kata Jinki tiba-tiba sambil memandang bibir Han Jira saat ini.

Jira mendengarnya dengan sempurna. Merindukannya? Apa yang dia maksud ciuman? Dengan siapa? Jinki tidak pernah mengecupnya sekalipun, pikirnya jadi bingung saat ini.

“Jangan menangis lagi, Jira. Jangan ingat sikapku yang menyebalkan akhir-akhir ini padamu, ingatlah aku yang pernah menyayangimu, aku yang selalu bersamamu hampir 5 tahun ini, ingatlah kebodohanku yang dulu tapi membuatmu tertawa, aku ingin kau mengingatnya sekarang. Kumohon, aku ingin semuanya membaik dari sekarang.”

“Ji-Jinki,” Jira hampir menangis lagi dan Jinki secepat kilat langsung memeluknya, menahan gadis itu untuk menangis lagi.

“Aku sayang padamu, Jira. Tidak peduli hatimu sekarang ada di mana, aku hanya ingin kau tahu, aku tidak pernah menyukai gadis lain selain Jira yang menemaniku hampir 5 tahun lamanya. Itu bukan waktu yang sebentar. Aku tidak mau kehilangan itu.” Jinki memeluk gadis itu lebih erat lagi.

Mereka terdiam. Jira membalas pelukan Lee Jinki, membuat Jinki menatap dalam mata Jira yang mulai berkaca-kaca, sama halnya dengan Jira, dia pun balas menatap mata Jinki. Mereka terdiam lagi.

Bogoshipo!” ucap Jinki  sambil tersenyum sehingga membuat Jira ikut tersenyum dengan canggung padanya.  Dia kembali mencium bibir Jira untuk sekali lagi dan tanpa Jira sadari dia pun ikut membalas ciuman tersebut sambil mulai melingkarkan tangannya ke leher Jinki lalu memeluk tubuh Jinki erat.

++(^_^)++

Di tempat lain, Keysha yang sedang berjalan sesudah keluar dari kamar rawat Jira, bergumam sepanjang jalan mengenai aksi ciuman yang dilihatnya barusan.

“Onew oppa benar-benar keren! Tapi, kenapa mereka berdua menangis??” Keysha terus melamun dan akhirnya tidak sengaja bertubrukan dengan seseorang. Setelah jatuh hampir terjengkang kebelakang—kalau saja orang itu tidak membantunya bangun—dia mulai mendumal.

Gwenchana?”

Seorang pria yang memakai setelah hitam, bercelana jeans warna gelap, berjaket cokelat tua, berkaca mata hitam dan memakai topi itu pun  membantu mengambilkan dompet Keysha  yang terlempar sehingga isinya kacau. Pria itu terdiam saat melihat sebuah kartu identitas milik Jinki ada di dalam dompet tersebut. Dia mendelik pada gadis itu.

Gomawo! Jadi berantakan deh!” kata Keysha langsung menyambar dompet tersebut membuat namja itu sadar dan berdiri.

Annyeong!” Keysha langsung berjalan lagi, tidak mempedulikan kejadian barusan.

Setelah melangkah, Keysha menoleh kebelakang ingin melihat sosok orang yang dia tabrak tadi. Seorang namja bertubuh tinggi itu kini berjalan dan tiba-tiba berhenti di depan kamar rawat yang dia pikir itu adalah kamar rawat kakaknya. Dia terdiam di sana untuk sesaat, mematung, dan beberapa saat kemudian berbalik kembali untuk meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah yang tertunduk dan berjalan melewati Keysha.

“Kenapa orang itu pergi lagi? Bukannya dia seperti ingin menjenguk Jira-eon?” tanya Keysha jadi bingung pada diri sendiri.

Keysha pun berjalan lagi, tidak mau ambil pusing dengan apa yang ada dipikirannya barusan. Tiba-tiba dia berhenti mendadak saat segelumat bayangan datang dipikirannya.

“Bukannya tampilannya terlihat familiar bagiku?” alis Keysha mengkerut berusaha mengingat-ingat sesuatu.

“Ah!! SHINee-Minho!!!” pekiknya saat ingat. “Omo!! Bodoh sekali! Aku harus mengejarnya!!” katanya lalu berlari mencari orang yang baru dia sadari adalah Minho. Orang yang dia pikir ingin menjenguk kakaknya.

Keysha berlari mengejar Minho sampai lupa arah mana yang harusnya dia lewati. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertemu member lain. Dia shawol, dan dia pikir dengan bertemu dengan member lainnya merupakan sebuah keajaiban. Karena itulah keinginannya saat ini, keinginan terbesar menginjakan kakinya di Seoul, selain menjenguk Jira, yaitu karena dia ingin bertemu Taemin-idolanya.

Lelah berlari, namun sayang, sosok Minho yang dia kejar rupanya sudah tidak diketahui lagi keberadaannya.

“Ah~! Kenapa Minho oppa secepat itu!” keluh Keysha yang berhenti berlari dan berjongkok mengistirahatkan dirinya.

Ya! Orang itu memang Minho. Tanpa sepengetahuan Jinki dan Jira, dari balik pintu tersebut tidak sengaja Minho mendapati kedua orang yang kini tengah berciuman di dalam kamar rawat. Hatinya sangat hancur. Dia bahkan tidak ingin masuk ke sana, tidak mau menginterupsi keduanya yang saat ini terlihat sedang berbahagia. Bukannya ini sesuatu yang bagus karena akhirnya dia bisa melihat Jira dan Jinki mulai rujuk? Tapi, ini sebaliknya, melihat Jira dan Jinki yang berciuman tadi malah hampir membuat hatinya hancur berkeping-keping. Dia tidak bisa menerima semua itu, dia terlalu percaya diri kalau Jira tidak semudah itu memaafkan Jinki, apalagi semalam Jira sendiri yang memilih dirinya. Bukankah ini salah?

Aku memang orang paling bodoh di dunia ini. Mencintai seorang wanita yang sudah menambatkan hatinya pada orang lain, pikir Minho sambil menyender pada sofa mobilnya dan menatap langit mobil dengan hampa.

Minho benar-benar datang hari ini ke rumah sakit untuk menjenguk Jira. Dia semalaman benar-benar gelisah saat Jira dibawa oleh Jinki. Dia tahu perasaannya adalah salah, tapi dia tetap tidak bisa menahannya. Apalagi menurutnya Jira terlalu terlihat memberi sebuah harapan—walau kecil—padanya.

Aku bahkan mendengar apa yang hyung katakan barusan, dia selalu mencintai noona. Dan Jira-noona, membalasnya dengan baik walau hanya dengan bahasa tubuh, katanya lagi dalam hati tidak sadar kalau dari sudut matanya air matanya kini keluar.

Minho benar-benar merasa hancur saat ini. Dia tidak menyangka kalau dirinya memang belum mendapatkan sedikit balasan dari perasaan sukanya selama ini pada Jira.  Akhirnya dia menenggelamkan wajahnya pada setir mobil dan menangis di sana.

++(^_^)++

Keysha kembali ke ruang rawat inap kakaknya setelah sejam lamanya berjalan-jalan tanpa arah di sekitar rumah sakit. Malah tadinya dia berpikir ingin kembali ke ruangan itu lebih lama lagi. Yeah, walau dia tidak mengerti masalah apa yang sedang terjadi antara kakaknya dan Jinki, tapi dia cukup mengetahui kalau mereka berdua sedang ada masalah. Dia hanya ingin sekembalinya ke kamar tersebut, tidak ada kejadian aneh-aneh lagi, seperti tangisan atau kakaknya yang jadi mengabaikannya. Dia tidak mau melihat kedua orang itu menderita, karena dia sayang keduanya.

Keysha menghela nafas sebelum membuka knop pintu kamar rawat Jira. Saat dia masuk ke ruang tersebut terlihat Jira dan Jinki yang sedang berdekatan. Dia bisa benar-benar bernafas lega saat ini. Dia melihat Jira kakaknya sedang makan sambil disuapi oleh eomma, sedang Lee Jinki yang duduk di samping tempat tidur Jira sedang menggendong keyra dan menyuapinya buah jeruk. Dan dia juga melihat appa-nya sedang duduk sambil membaca koran di sofa. Keysha benar-benar bisa bernafas lega dan masuk berjalan ke dalam dengan mantap.

“Keysha, darimana saja kau? Kenapa kau meninggalkan adikmu sendiri di kantin rumah sakit?”

Jleb! Keysha terdiam. Dia telah melupakan adiknya sesaat. Dia menatap adiknya yang sedang digendong oleh Jinki dan adiknya balas menatap tajam padanya.

“Keysha-eonni, tega-teganya eonni meninggalkanku! Untung aku melihat appa! Kalau tidak aku pasti sudah diculik orang!”

Omaigad! Aku bisa lupa begitu meninggalkannya. Gara-gara Onew oppa berciuman, gara-gara ditabrak oleh Minho oppa juga, aku jadi lupa semuanya. Bahkan aku tidak benar-benar ke kantin dan malah melamun sepanjang jalan hanya ingin menghabiskan waktu. Mianhae keyra, kata Keysha dalam hati tidak tahu harus menjelaskan mulai dari mana.

“Jadi kau benar-benar lupa?!” ada nada mencibir dari pertanyaan Lee Jinki.

Keysha berjalan mendekati Jinki sambil mendengus. “Iya, semua gara-gara oppa yang berciuman—” semua menatap Keysha membuat dia membeku sesaat. Apalagi Jira dan Jinki sudah membulatkan matanya tidak rela kalau Keysha harus keceplosan.

“Ahaa.. ani.. ani.. aku memang lupa! Haha..” lanjut Keysha tertawa memaksa, membuat Jira dan Jinki bisa mengelus dada untuk sesaat.

Ny. Han meletakan baki bekas makan Jira di meja dan berjalan mendekati Keysha. “Appa, eomma dan keyra, harus pulang. Kau jaga eonni-mu di sini ya.”

Keysha mendongak pada ibunya. “Kenapa aku? Kenapa kalian tidak?” protesnya tidak terima dan Jira tersenyum mendapati adiknya seperti itu. Keysha itu memang tukang protes. Dia tidak pernah langsung menurut kalau diperintah.

Appa bekerja, eomma mengurus adikmu, kan pendaftaran ke sekolah dasar dibuka besok, sedang kau kan masih libur semester. Jadi eomma rasa kau bisa menjaga kakakmu satu-satunya itu. Bukannya kau yang paling senang menginjakan kaki di Seoul?”

Keysha mengerucutkan bibirnya tidak terima. Dia tidak bisa menolak. Memang hanya dia di antara yang lainnya yang tidak ada kepentingan yang berarti. Dia menatap ke arah Jira dan Jinki pasrah. Jira tersenyum padanya, walau itu justru terlihat menyedihkan bagi Keysha karena mata kakaknya terlihat bengkak, sedang Jinki melihatnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Jinki memang menyukai adik-adik Jira.

“Keysha-ya, bagaimana kalau nanti aku ajak Taemin kemari?” bujuk  Jinki dan sedetik kemudian membuat Keysha tersenyum merekah.

Keysha tidak pernah membayangkan akan bertemu idolanya. Dan ini membuat kesebalannya menghilang sesaat karena disogok oleh kehadiran Lee Taemin.

“Baiklah, melihatmu tersenyum seperti itu kuartikan kau setuju tinggal di Seoul beberapa hari untuk menjaga kakakmu!” lanjut Jinki mantap.

++(^_^)++

Setelah keluarganya meninggalkan ruang rawat Jira, Keysha tiduran di sofa sambil memainkan ponsel Lee Jinki, sedang Jinki sendiri masih duduk di samping Jira sambil tidak melepaskan genggamannya di tangan Jira.

“Apa kau sudah merasa baikan sekarang?” tanya Jinki dan Jira menatapnya lalu mengangguk pelan.

Joa.” ucap Jinki sambil mengusap rambut Jira dengan lembut, membuat kecanggungan di antara keduanya terjadi lagi.

Sedikit-sedikit Keysha yang tiduran di sofa itu melirik ke arah mereka berdua yang sedang bersama. Yah, siapa tahu bocah itu meng-gap mereka berdua lagi.  Kerjaannya sedari dulu kan memang selalu meng-gap keduanya berciuman. Dan dia bangga akan hal itu. Tidak ada yang lebih membahagiakannya bagi dirinya selain memilik seorang ipar dari salah satu contemporary band  yang dia suka. Apalagi si sangtae Onew! Dia sangat suka karakter Onew, walau kesangtaeannya lucu menurut Keysha, tapi Keysha justru berpikir iparnya itu menarik dan sangat cocok dengan kakaknya, karena kakaknya benar-benar tidak menarik bagi Keysha. Jadi, Keysha pikir itu adil. Mereka akan saling melengkapi kalau bersama.

Drrrtttt… drrrtttt… ponsel Jinki yang sedang dipegang oleh Keysha bergetar membuat Keysha kaget dan sadar dari lamunannya. Dia dengan segera memberikan ponsel tersebut pada Jinki dan kembali tiduran lagi di sofa dengan santai sambil melipat kaki ke atas dan melipat tangannya di dada menatap langit kamar rawat.

“Yoboseyo!” sahut Jinki.

“Ne, kibum! Masih, aku masih di sini. Jira sudah baikan. Tenang saja.”

Keysha langsung mencuri dengar. Dia mendengar nama Kibum salah satu member SHINee disebut kan?

“Apa? kau mau kesini? Kalian harus di studio! Kalau kalian kemari manajer akan marah!” Jinki jadi terlihat panik sekarang, sedang Jira yang ada di dekatnya mulai merasa gelisah tanpa alasan saat ini.

“Aku sudah di sini, hyung!” seru seseorang yang masuk tiba-tiba ke dalam kamar rawat. Semua menoleh ke arah tersebut. Seorang pria dengan setelan santai—kaus oblong lebar, celana vintage selutut, dan gaya khas dengan tas yang diselempang di kanan—masuk sambil memegang ponselnya di telinga. Dia melihat ke arah Jinki dan memutuskan sambungan teleponnya.

“Dasar kau, Kibum!” sungut Jinki padanya.

Baik, yang telah melakukan sambungan telepon dan masuk ke ruang rawat Jira adalah orang yang sama. Itu Key yang masuk dengan sopannya tanpa memberi salam. Dia tidak datang sendiri karena kemudian  Jonghyun masuk, lalu disusul Taemin yang sontak membuat Keysha jadi terlonjak kaget dari tidur asalnya lalu kemudian kembali duduk dengan tegang di sofa.

Jira terdiam mencari sosok yang didambakannya datang membesuk hari ini, dan tidak sengaja Jinki memperhatikan gerak-gerik Jira membuat selintas pikiran datang padanya kalau raut wajah Jira yang kecewa itu menunjukan bahwa dia kini kecewa karena Minho tidak terlihat.

 “Noona gwenchana??” sambar Taemin mendekati tempat tidur Jira. Dia hampir memeluk Jira kalau saja Key dan Jjong tidak menarik kausnya agar tidak maju selangkah lagi.

“Apa, hyung? Aku khawatir. Aku yang menyaksikan kejadiannya.”

“Iyaaa.. tapi tidak usah sebegitunya kali. Imej! Kau harus belajar menjadi pria sungguhan.” terang Key sambil melotot ke arah maknae.

Taemin mengerucutkan bibirnya membuat Jira tersenyum manis padanya. “Gomawo Taemin-ah sudah menolongku.”

Taemin hampir menangis lagi karena terharu melihat Jira sekarang tersenyum, namun tangisnya tidak jadi tumpah karena saat ini Jjong menjitak kepalanya.

Arraso hyung! Aku tidak akan menangis lagi!” timpal Taemin merespon pukulan Jonghyun.

Aksi mereka membuat seseorang yang sedari tadi duduk kaku di sofa—tidak disadari keberadaannya—mulai berpikir. Lee Taemin yang manly saat di panggung itu, kenapa jadi seperti ini?  pikir Keysha tidak percaya. Namun sedetik kemudian dia malah tersenyum. Ah, cuteeeee!!! Pikirnya masih setia memandang namja bernama Taemin dengan mata berbinarnya dari kejauhan.

“Minho tidak datang ke sini?” tanya Jinki tiba-tiba membuat Jira menoleh padanya kaget.

Iya, Minho. itulah yang ditunggu Jira sedari tadi. Sejak kepergiannya semalam yang diculik Jinki yang membawanya ke bukit kiraa, dia belum melihat Minho lagi. Dan belum mendapat kabar apa-apa dari bocah itu.

“Di mana Minho?”

Semuanya mengangkat bahu. Mereka kira Minho ada di sini menemani di rumah sakit bersama Jinki, namun sepertinya memang tidak karena rupanya mereka tidak melihat Minho sama sekali saat ini di tempat mereka berada.

 “Aku menghubungi Minho, tapi tidak masuk.” terang Jinki membuat Jira menoleh padanya.

Keysha dari jaraknya mendadak ingat  sesuatu.

“Minho oppa??” pekiknya membuat ketiga member yang baru datang melompat kaget karena di ruang tersebut masih ada mahluk selain Jinki dan Jira. Mereka memandang ke arahnya dengan alis yang menaik.

“Aku melihat Minho oppa tadi siang. Aku yakin itu Minho oppa. Aku bertabrakan dengannya dan dia hampir menjengukmu, eon. Tapi, dia tidak masuk dan lalu kembali pulang. Saat aku menyadari mau mengejarnya dia sudah tidak ada.” terang Keysha membuat Jinki dan Jira saling bertatapan dan menelan ludah. Tadi siang, saat Keysha keluar kamar rawat Jira berarti saat Jira dan Jinki masih berciuman. Bukan begitu?

Jira menatap Jinki pasrah. Dia jadi merasa bersalah. Dia merasa khawatir pada bocah itu.

“Aku harus menemuinya!” ucap Jira tiba-tiba membuat semua member kontra padanya, tapi tidak untuk Jinki. Jinki hanya diam.

++(^_^)++

Tiga hari setelah Jira keluar dari rumah sakit. Satu kali pun dia tidak mendapat kabar dari Minho. Dia berusaha menghubunginya, tapi Minho tidak meresponnya. Sedang yang Jira tahu kini Minho tidak tinggal di dorm, dia hanya mendapat kabar dari Jinki kalau Minho pulang ke Incheon untuk menjenguk eomma-nya yang sakit. Dia tahu itu hanya alasan Minho untuk menghindarinya. Dia tahu Minho menghilang karena dirinya.

Eonni, aku lusa pulang ya!” seru Keysha. Keysha saat ini sedang berbaring di tempat tidur di apartemen Jira.

Jira terdiam masih memikirkan nasib Minho. Dia jadi begitu merasa bersalah pada orang itu. Disaat dirinya dan Jinki sudah mulai membaik hubungannya, di situ pula Minho malah tiba-tiba menghilang. Semuanya jadi terasa berbeda sekarang tanpa Minho. Dia punya hak untuk memperbaiki hubungannya dengan Minho.

Eon, sudah 2 hari Onew oppa tidak kemari.”

Jira langsung membalikan badannya yang sedari menatap sketsa yang menempel di dinding. Sketsa komik 3 panel yang dibuat Minho untuk dirinya saat Minho pertama kali belajar membuat komik bersamanya.

“Mereka sedang sibuk, Keysha. Kau tahu sendiri profesinya apa.”

“Eum, eon, ceritakan bagaimana Taemin oppa? Kau kan sudah mengenal para member satu persatu.”

“Dia baik. Manis. Dan bagiku, dia seorang adik yang penyayang. Sama sepertimu.” terang Jira sambil kembali menatap sketsa komik 3 panel itu dan Keysha yang mendengarnya jadi tersenyum puas karena disamakan dengan Taemin posisinya.

“Lalu Key oppa?”

“Key? Dia walau sedikit suka kurang ajar, tapi dia baik, dia yang membantuku selama ini walau aku tidak memintanya. Aku rasa dia adalah teman yang baik.”

“Jonghyun oppa?” tanya Keysha lagi makin antusias.

“Jonghyun juga baik. Dia dewasa. Pemikirannya tajam.”

“Kalau Minho oppa?”

Jira terdiam saat mendengar nama itu lagi. Dia mendesah pelan dan merunduk, membuat Keysha tiba-tiba jadi bingung.

Minho.. bahkan aku tidak bisa mendeskripsikan apa-apa tentang dirinya. Dia terlalu baik untukku. Apa yang harus kugambarkan tentang Minho. Bocah itu kini tidak mau meresponku, gumam jira dalam hati.

NET.. NET.. NETT…

Suara bel apartemen berbunyi tiba-tiba membuat Jira sedikit terkejut. Kalau Jinki pasti sudah masuk sembarang ke dalam apartemennya. Jira yakin itu bukan Jinki. Perasaannya mengatakan bahwa namja yang telah menghilang itulah yang menghampirinya saat ini. Jira pun akhirnya terdiam dan malah mendengarkan bunyi bel berbunyi untuk yang kedua kalinya.

“Ya sudah deh aku buka!” seru Keysha sambil bangun dari tempat tidur Jira.

Jira langsung melesat melewati keysha dan berlari ke pintu membuat gadis itu mematung dan terdiam bingung. Tidak biasanya Jira mau membuka pintu apartemennya saat Keysha ada bersamanya. Dia selalu mengalasankan pusing kalau mau membuka pintu.

Klek!

Seorang namja memakai kaus v neck hitam dengan sweater berwarna abu, memakai  syal, menyembunyikan wajahnya sambil menunduk. Jira kenal wajah itu. Dia tidak percaya kalau pikirannya barusan memang benar.

“Mi-Minho?” pekik Jira hampir mau menangis.

Minho mengangkat wajahnya. Dia menatap Jira dengan tatapan sendu dan tersenyum. Jira langsung spontan memeluknya.

Wae Minho? Kenapa kau tidak membesukku? Kemana saja kau selama ini? Kenapa aku hubungi tidak kau angkat?” tanya Jira bertubi-tubi.

Minho melepaskan pelukan itu dan membiarkan Jira melihatnya. “Noona, maukah kau ikut bersamaku malam ini? Aku akan mengajakmu kesuatu tempat. Hanya malam ini.”

Hati Jira bimbang. Haruskah dia ikut? Apakah Jinki akan marah kalau dia pergi dengan Minho? sedang setahu Jira, hubungan Jinki dan Minho pun belum membaik. Tapi, Jira ingin bersama Minho saat ini. Dia ingin Minho berbicara padanya, menjelaskan padanya kenapa dia menghindarinya.

“Bagaimana, noona? Apa kau menerima ajakan kencanku malam ini?” tanya Minho lagi yang membuat Jira terdiam. Ada nada pesimis dari kalimat yang dilontarkan Minho barusan.

“Baik, Minho. Malam ini. Aku akan pergi bersamamu!” jawab Jira membuat Minho tersenyum.

 “Yaa! Eonnideul, kau mau kemana?” sahut Keysha pada Jira yang keluar tiba-tiba dengan seorang pria yang tidak terlihat jelas bagi Keysha. Keysha menyipitkan matanya berusaha menangkap siapa orang itu.

“Keysha, aku pergi sebentar!” Jira langsung pergi begitu saja tidak menggubris pertanyaan Keysha sedari tadi.

Yaa! eonni, kau mau kemana? Kau belum sehat betul!”

Keysha langsung berlari mengejar Jira setelah terdiam tidak mengerti dengan keadaan. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika seseorang menahan tangannya. Dia membalikan badannya berusaha menangkap sosok itu.

OPPA?” pekiknya saat melihat seseorang yang dikenalnya.

Lee Jinki. Orang yang dipanggil Keysha barusan adalah orang yang telah menahannya untuk tidak mengejar Jira. Jinki sedari tadi memang berada di sana untuk memastikan sesuatu. Dia bersembunyi di belokan lorong lainnya.

Oppa? Sedang apa kau di sini?” tanya Keysha bingung pada Jinki.

“Keysha-ya, apa kau mau menemani oppa jalan-jalan?”

Keysha menaikan alisnya tidak mengerti. “Apa?”

“Ayo ikut saja!” ajak Jinki pada Keysha dan pergi meninggalkan apatemen tersebut.

Oppa! Jira-eon pergi dengan siapa? Kenapa dia tergesa-gesa? Kenapa oppa tidak mengejarnya dan bertanya padanya?” tanya Keysha bertubi-tubi dan Jinki malah tersenyum.

Jinki menarik tangan Keysha saat ini. “Ayo! Jangan banyak protes, adik manis!”

Yaa! Oppa! Wae gurae!?”

“Tenang saja Keysha, semuanya akan menjadi lebih baik dari sekarang.”

++To Be Continue++

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
 ~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

 

# Just wait last condition next week ^^/ I’ll try my best for finishing it. I’ll protect last condition because the special ending, can read by special reader. Don’t Miss it~

# Dont forget to leave comment^^/

 

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 20 December 2011, in Namjachingu - Jinki with Onew Condition, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 98 Comments.

  1. rika herlina

    nek part selanjutnya heheh

  2. aku paling suka part ini,,akhirnya Jinki dan Jira berciuman secara sadar, gk diam diam *yadong*…hahaha
    next chap

  3. jie dekarang mah ciuman trus dah ..
    Itu juga si keysha lucu banget sii jadi gemes pengen nyubit

    Minho.a ko gak jenguk si? Padahal kan jira ngarepin minho jenguk

    Jadi penasaran akhir.a apa

  4. Hmm masih salah paham ya eon, tentang first kiss mereka? Yeah gpp yg penting hubungan mereka kembali lagi ^^
    Ouw ouw Keysha 2 kali mergokin Jinki lagi ehm
    -.-”
    Owh itu si Taemin kasian, dimana-mana selalu dapet jitakan dari hyungnya ckckck
    Eittsss si Minho mau bawa Jira kemana ya?
    Hmm jd penasaran. .

  5. ini baru my Jinki…, sweet, lembut, brsikap dewasa dan menyikapi situasi dg kepala dingin…

    Klo aku jd keysha, 2 x lihat Jinki-Jira …..****….. aku pasti nangis, meraung-raung di lantai, trus di lempar pake’ infus sm Jinki. ganggu!!!! hah…nasib…..

    Mdh2n Jira bs nyelesaiin apa yg mngganjal di hati Minho. ayo,dong, minho. kamu ama Author Mamoth aja….

  6. kalo gue jadi keysha pasti seneng pake bgt dah…
    minho… :’) be strong baby…

  7. sis aku mau baca yg ke lock. gimana caranya itu dipakein password? bisa mati penasaran aku sama ending ceritanya huaaaa :””)

  8. Ahhh.. Minho akhirnya balik lg hehheeh..
    Semoga jira-jinki ga ribut2 lg hehhehe..
    Lanjut next part ajhh hahahah

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: