Marry Comes Love Appears (love 1)

Marry Comes Love Appears (love 1)

Author : mamoTHo
Title: Marry Comes Love Appears
Main cast : Choi Minho (SHINee), Jung Hyeyo(Imagenary cast)
Support cast : Ny. Jung/Hyeyo-eomma
Rate : PG 15
Genre : Romance –marriage life- fluff
Lenght : Short Sequel

Summary : Aku selalu membayangkan kalau pernikahanku akan terplaning dengan baik. Aku juga selalu membayangkan kalau aku akan menikah dengan seseorang yang kucintai. Aku bahkan selalu berfikir bahwa tidak ada orang yang menikah kalau bukan karena cinta. Malah aku juga sempat berpikir kalau pernikahan tidak mungkin datang secepat itu padaku saat ini. Tidak disaat umurku yang 22 tahun ini. Tidak di saat aku sedang senang meniti karir dan tidak dengan cara yang kolot seperti ini. Perjodohan. . Pernikahan ini terpaksa kulakukan. Aku tidak tahu siapa namja itu. Kami sama- sama bertemu di altar untuk yang pertama kalinya. Aku tidak tahu apa aku bisa hidup bersamanya. Aku bahkan tidak tahu apa nanti aku bisa mencintainya.

This Story©mamoTHo

~MARRY  COMES LOVES APPEARS~

Aku merasakan tubuhku mulai kaku. Suara riuh di ruangan ini justru makin membuatku semakin gugup. Aku terus mengeluarkan peluh dari dahi. kulihat disampingku seorang namja yang bertubuh tinggi berdiri tegap dengan santainya, dengan tanpa ekspresi pandangannya pun terus lurus ke depan.

Mwo? Curang sekali. Kenapa hanya aku seorang diri yang merasakan hal ini? Rasanya kepalaku ingin kubenturkan saja sekarang. Lebih parah lagi aku ingin merasakan rasanya jatuh dari tebing yang tinggi dan sadar dari mimpi ini. ayolah Hyeyo lekas bangun. Jangan berlama-lama dalam mimpi. Kau tidak mungkin melakukan hal ini. Usiamu baru 22 tahun. Masih banyak yang bisa kau lakukan diluar sana dari pada harus menikah.

“Apakah kamu bersedia menerima gadis ini sebagai pendampingmu?” suara itu menghentikan lamunanku. Berapa kali aku minta untuk disadarkan dari mimpi ini, aku tidak akan pernah sadar karena ini memang kenyataan.

“Ya, aku bersedia.”

Apa? Aku menoleh pada namja yang ada disampingku. Dia bisa dengan santainya mengucapkan itu. Sadarkah dia dengan apa yang baru saja diucapkannya? Apa dia benar-benar tidak merasakan apa yang kurasakan?

“Apakah kamu bersedia menerima pemuda ini sebagai pendampingmu? Menemaninya di saat senang maupun sedih, sehat maupun sakit?” lagi-lagi suara pendeta yang ada di hadapanku menghentikan lamunanku yang kedua kalinya dalam waktu dekat ini.

Jantungku berdegup kencang, rasanya tubuhku pun tidak kaku lagi—aniya, bukan tidak kaku justru semakin membeku saja lebih tepatnya. Apa yang harus kujawab? Kenapa aku bisa menikah sekarang? Ahhhh~~ demi tuhan aku belum siap.

Aku diam terlalu lama untuk menjawab pertanyaannya. Hingga akhirnya aku mendapati namja yang ada disebelahku sedang menatapku dengan tatapan dinginnya. Omo.. siapa namja ini? berani-beraninya menatapku seperti itu.

“Saya ulangi lagi, Apakah kamu bersedia menerima pemuda ini sebagai pendampingmu? Menemaninya di saat senang, maupun sedih, sehat maupun sakit?”

“Ne, saya bersedia.” Kata-kata itu akhirnya terlontar karena aku sudah terlalu takut melihat tatapan tidak berperasaan dari namja ini.

Sadar dengan ucapanku barusan, nampaknya kesadaranku sudah 100% terkumpul. Sadar bahwa aku benar-benar ada di suatu prosesi pernikahan. Dan prosesi pernikahan ini adalah prosesi pernikahanku. Pernikahan yang tidak pernah aku bayangkan.

Aku pikir pernikahan idamanku sedari dulu adalah suatu pernikahan yang terencana dengan baik. Tapi ini… Apa? Ya tuhan… Aku sungguh menyesal dilahirkan sebagai anak yang harus selalu patuh pada orang tua. Dan lagi.. Namja ini siapa? Aku tidak tahu. Tidak tahu, tapi bisa menikah. Ya ya ya ya! aku juga heran. Mungkin ini keajaiban atau mungkin saja bencana. Kita belum tahu.. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

“Sekarang anda dapat mencium pengantin wanita.”

Aku terkesiap saat mendengarnya, membuat seluruh lamunanku pun kabur. Cium? Helloooo~ aku memang pernah melakukannya. Tapi, bukan dengan namja yang baru dikenal seperti ini. Yeah, walau memang kini aku sudah mengucap sumpah di depan tuhan untuk menjadi istrinya, tapi bukan berarti kami yang belum saling kenal ini saling berciuman di depan para tamu, ‘kan? Jangan bodoh. Aku butuh waktu. Butuh waktu untuk mengenalnya, butuh waktu untuk adaptasi dengan status baru ini, dan aku butuh waktu untuk meyakini keputusan menikah ini sebenarnya sudah tepat atau belum.

Greb! Tiba-tiba saja namja itu menarikku kepelukannya. Hal itu membuatku terkesiap dan membeku, juga membuatku membulatkan kedua mata ini padanya. Kini wajahnya terlihat jelas. Ini pertama kalinya aku melihat pemilik wajah tersebut. Seorang namja bertubuh tinggi ini memiliki mata yang indah. Mata bulatnya seperti ingin keluar saat menatapku. Tapi, sungguh tatapannya memang datar sedari tadi.

Tak disangka-sangka segurat senyum terlukis di bibirnya. Entah itu senyum yang tulus atau yang dipaksakan, karena dipikiranku pun berpikir bahwa tidak mungkin dia langsung menerimaku yang baru ditemuinya hari ini, hari tepat dimana aku dan dia sama-sama baru bertemu untuk mengucap sumpah sehidup semati di hadapan tuhan.

Beberapa detik kemudian.. karena terlalu banyak melamunkan beberapa hal yang tidak penting, aku dikejutkan oleh sesuatu yang lembab yang mendarat di bibirku. Sekarang aku merasakannya. Dengan masih memejamkan mata tanpa rasa canggung dia pun menyapu bibir ini.

Omona!! Mwoya ige?! Tidak canggungkah dia melakukan itu di hadapan orang??

Tentu tidak, karena saat ini aku melihat dia memainkan bibirnya disana, membuat aku mendengar riuh para tamu bersorak untuk kami berdua. Ini benar-benar bodoh!!

Sebentar, tidak kelewatankah dia? Kenapa namja ini makin memperdalam ciumannya? Bagaimana bisa dia menciumku seperti ini? Apa dia tidak merasa aneh? Pikirku masih sempat-sempatnya saat diciumnya.

Masa bodo. Aku tidak peduli. Aku masih diam tidak berusaha meronta atau melepasnya. Terlebih lagi aku malah membiarkannya melakukannya. Dia bukan seorang good kisser. Aku lebih baik dari dia kalau urusan cium mencium!

~~L~O~V~E~~

Aku duduk diam di mobil yang mengantarkan kami ke suatu tempat. Aku sudah tidak peduli. Aku pasrah saja. Toh, kalau aku protes, orang tuaku mungkin sudah siap akan menggantungku. Aku memang diajarkan untuk menurut kepada  orang tua. Aku selalu menurut seumur hidupku. Aku tidak pernah melakukan kesalahan yang fatal dalam hidup. Tapi, kenapa tidak sekali saja dalam hidupku aku diberikan kebebasan memilih? Kenapa mereka tidak bisa membiarkanku memilih siapa namja yang akan jadi pasangan hidupku? Aku bukan bocah belia lagi. Aku bisa menentukan siapa yang akan menjadi pasanganku di masa yang akan datang. Tapi ini.. kenapa aku bisa menikah dengan seseorang yang belum jelas asal usulnya? Namanya pun sampai saat ini aku tidak tahu.

“Tuan.. Adakah tempat yang ingin tuan kunjungi saat ini sebelum pulang?” tanya pengemudi pada namja yang duduk di sebelahku, yang sekarang resmi menjadi pria seumur hidup bersama Jung Hyeyo.

“Tidak, kita pulang ke rumah saja. Ahjushi, sudah tahu kan dimana alamatnya??”

“Ne, kita akan melesat ke sana.” Dia kemudian melirik ke arahku. “Kalian pasangan yang serasi.”

Aku hanya mendengus sebal. Pasti Ahjushi ini tidak tahu kronologisnya. Ahjushi ini pasti tidak tahu apa yang terjadi sebelum pernikahan ini. Yeah, makanya bisa bilang seperti itu.

Aku menoleh ke sebelahku, ke seorang  namja yang sedang bersender pada kursi dan menatap langit mobil. Dia diam tidak pernah sekalipun mengajakku bicara, dan sama seperti di altar tadi, dia terlihat sangat tenang. Aku ingin saja bertanya padanya perihal mengenai siapa dia dan apa yang akan dilakukannya dengan takdir pernikahan tiba-tiba ini, tapi aku agak ragu bahkan untuk memulainya.

Hening..

Kuberanikan melihat lagi ke arahnya, walau dia belum balas melihatku sekarang. Omo! Cepat-cepat aku mengalihkan pandanganku karena dia mulai sadar kalau aku memperhatikannya. Aku langsung menidurkan diri di senderan kursi pura-pura tidak tahu.

Beberapa menit kemudian, kucoba meliriknya lagi, tapi kurasa dia sedang memperhatikanku. Jantungku jadi berdegup kencang. Bagaimana tidak? sedari tadi dia belum mengalihkan pandangannya dariku. Masih melihatku tapi tidak menyapaku. Menyeramkan bukan? Apa yang dia lihat? Gaun pengantin ekstra merepotkan ini? Hm… sangat tidak nyaman. Aku ingin cepat pulang, cepat ganti baju, dan tidur.

~~L~O~V~E~~

“Hoaaaammmmmmm….” aku menguap dan menggeliat saat bangun dari tidur. Rasa pegal tadi terasa kembali di tubuhku.

Eh? Dimana ini? Aku melihat ruangan yang berbeda. Bukannya aku harusnya ada di mobil? Pikirku jadi kebingungan sendiri.

Aku menatap jam dinding yang ada di ruangan tersebut. Jam 7? Kupandangi jendela yang ada di ruangan itu. Gelap! Sudah dipastikan ini sudah malam.

Astaga! Aku dimana? Kenapa aku cuma sendirian? Apa namja tadi yang membaringkanku disini? Kalau memang dia, kenapa dia tidak terlihat saat ini?

Mataku berkeliling mengawasi ruangan ini. Ini benar-benar terasa asing bagiku. Kamar ini lumayan besar dengan interior bernuansa coklat. Sungguh menenangkan dan membuat kantuk muncul jika berada terlalu lama di sini. Aku pun memutuskan untuk bangun dari tempat tidur.

“Auchhh!!” Aku terjerembab jatuh karena menginjak gaun sendiri. Ternyata, aku masih memakai pakaian pengantin ini, pikirku kesal sendiri sambil mencengkram gaunnya.

Aku berdiri dan berjalan agak pincang karena insiden barusan. Aku keluar dari kamar ini. Sebuah ruangan yang lebih besar lagi terlihat dari pandanganku sekarang. Bagus! Ini seperti gaya eropa. Yang mempunyai gaya seperti ini tidak buruk menurutku.

Dimana namja itu? Bukankah ini rumah kami. Kok dia tidak terlihat?

Aku berjalan ke ruangan yang terlihat segar. Tempat itu bernuansa orange dan biru tua.. kurasa itu dapur.

“Ne, ini memang dapur.” Gumamku saat tiba disana. “Ekhm—“ aku berdeham merasa tenggorokanku jadi kering.

Aku mendekati kulkas yang besarnya 2 kali lipat dari tubuhku, berharap disana  ada air mineral yang dingin yang bisa aku minum.

Apa ini? pikirku sambil mengambil secarik kertas yang ditempelkan di pintu kulkas itu.

Aku pergi keluar sebentar mencari sesuatu untuk kita makan. Kalau sudah bangun kau bersiap saja. Mungkin malam ini akan jadi malam pengantin yang panjang untuk kita.  –nampyeonio-

Hah?? Inikah goresan tangan dari namja itu? Nampyeon-ku? Pikirku agak terkejut karena dia memulai percakapan pertamanya.

Aku menyimpan note itu di meja.

“Sebentar!” Kataku sambil mengambil note itu lagi dan membacanya. Ada beberapa kalimat yang kugarisbawahi yang tengah membuatku membulatkan mata saat kedua kali melihatnya.

Siap-siap saja. malam ini akan jadi malam pengantin yang panjang untuk kita.

~~L~O~V~E~~

Aku tidak berani ada di dalam rumah ini. Rumah ini asing. Aku juga belum mengganti pakaianku, dan bahkan belum sempat berbuat apa-apa untuk merapihkan riasan ini. Aku tidak tahu dimana letak  pakaian dan semua barang milikku. Jadi, kuputuskan untuk diam di teras menunggu pria yang berstatus suamiku yang belum kuketauhui namanya itu pulang.

KRING~~~KRING~~~~

Tiba-tiba tidak bisa sedikit membuatku bernafas lega menikmati indahnya langit malam di luar, telpon di dalam rumah berbunyi. Penelpon pertama di rumah baruku.

“Yoboseyo..”

“Hyeyo-ya? Ah~~ Eomma merindukanmu. Bagaimana kabarmu? Bagaimana rumah barunya? Lalu bagaimana nampyeon-mu???” Aku menjauhkan telpon itu dari telingaku. Aigoo~ eomma cerewet seperti biasa.

“Ne Eomma, kalian sungguh tega. Aku sampai sekarang tidak tahu siapa yang aku nikahi sebenarnya.”

“Nanti kau juga tahu. Kau tidak akan menyesal. Dia namja yang baik kan?”

“Aku belum tahu. Aku sendirian di rumah. Apa bisa disebut dia namja baik meninggalkanku sendirian tanpa kabar?”

“AH~ kau suka begitu. Jangan berlebihan.” Kata eomma yang terdengar tidak terlihat khawatir padaku. “Ya sudah selamat bersenang-senang.. barang-barangmu kutitipkan pada nampyeon-mu.”

“Yaa! Eomma~~ jangan ditutup dulu. Siapa nama—“

Huft.. kalimatku terputus bersamaan dengan suara tidak tersambungnya telepon. Eomma memang sengaja melakukan semua ini padaku, sengaja membuatku mature tepat waktu tapi dengan cara seperti ini, menikahkan aku yang sudah berusia 22 karena eomma takut aku jadi perawan tua setelah beberapa sepupuku kebanyakan berstatus itu. Helloooo~~! Aku masih ingin bersenang-senang sendiri, masih suka berkarir ria, bukan malah menambah beban pikiranku dengan menikahi seorang namja, dumalku sedari tadi masih mengenai ketidaksukaanku akan menikah.

~~L~O~V~E~~

Kulihat seorang namja berjalan ke arahku–tempat dimana aku duduk di teras. Namja itu berjalan dengan tegap. Dia menenteng dua kantong plastik yang lumayan besar. Dia memakai coat krem, dan celana selutut. First look, The man is not bad. Good Looking, gumamku dalam hati dan tanpa kusadari aku tersenyum.

“Annyeong..” Sapanya sambil tersenyum padaku. Hal itu cukup membuat sesuatu di dalam tubuhku menjadi hangat saat melihat senyumannya. Dan itu membuatku ikut tersenyum canggung padanya.

“Kenapa di luar? Ayo masuk.” Ajaknya dan Aku pun masuk tanpa banyak bertanya.

Kami tiba di dapur dan dia meletakan kantong plastik besar yang dibawanya di meja makan.

“Ini makan malam kita.” Katanya lalu mulai menatapku aneh. “Kau sangat suka gaun itu?” tanyanya dan aku masih bingung menangkap maksudnya.

“Belum ganti pakaian maksudku?” katanya memperjelas maksud pertanyaannya.

Benar.  Itu maksudnya. Dasar Hyeyo bodoh! Umpatku dalam hati. Namja ini saja sudah berpakaian ala santainya. Dia lebih terlihat santai berbeda dengan di altar tadi. Sosok yang kulihat sangat dingin tadi, tiba-tiba berubah sangat manis saat ini. Bagaimana bisa dia berubah secepat itu?

“Hei…”

“A-aku tidak tahu di mana pakaianku.” Kataku dengan cepat.

Dia langsung menghampiriku sambil tersenyum ramah. Dan tidak kusangka-sangka, secepat kilat dia menyambar pergelangan tanganku dan dibawanya berjalan.

“Ayo ikut aku.” Ajaknya dan aku bodohnya malah diam saja.

Kami tiba di sebuah ruangan tempat dimana aku tadi terbangun. Sebuah kamar yang sejak keberadaannya sudah kupuja karena desain interiornya.

“Ini.. Eomonim yang menitipkannya. Kau pasti tidak tahu, eomonim sangat mempersiapkan semuanya dengan baik.” Katanya sambil mengeluarkan beberapa koper dan aku hanya mengangguk.

“Ya sudah, ganti baju saja dulu. Aku akan tunggu di bawah.” Katanya sambil  pergi keluar kamar dan turun ke bawah begitu saja.

Heh? Kenapa orang ini jadi tiba-tiba begitu manis? Apa dia namja yang beberapa saat lalu mendiamiku di mobil dan menatap dingin  padaku di altar? Pikirku mulai sedikit curiga.

~~L~O~V~E~~

Aku berjalan ke bawah. Aku menggunakan pakaian layaknya orang mau tidur. Yap, ini kan sudah malam, jadi wajar saja.

Aku melihat nampyeon yang belum kuketahui identitasnya itu sedang sibuk memotong yang kurasa itu adalah sebuah puding. Aku berjalan ke arahnya. Mungkin langkahku terdengar, membuat dia sadar bahwa aku sudah tiba. Dia melihat ke arahku dan terkekeh pelan.

Eh? Kenapa? Pikirku merasa heran.

Dia memandangku dari ujung kaki sampai ujung kepalaku. Dia tertawa walau terlihat menahannya. Karena cara melihatnya yang menggangguku, aku pun jadi ikut melihat diriku sendiri. Apa ada yang aneh? Aku memakai piyamaku, piyama pink dengan motif kucing. Ada yang salahkah? Aku juga seperti biasa selalu mengepang rambutku kalau mau tidur –semata-mata hanya ritual agar saat bangun di pagi hari rambutku ikal tanpa menggunakan curling iron. Ada yang salahkah??

“Wae?” tanyaku mulai tidak suka dengan caranya terkekeh.

“Aniya.. pasti eomonim memang mempersiapkan dengan baik.” Katanya makin membuatku bingung. “Ya sudah kita makan saja.” ajaknya kemudian dan aku mulai duduk di meja makan masih bingung dengan setiap kata-katanya.

Aku melihat meja makan ini dan mulai menyentuh ujung meja tersebut. Meja ini, mungkin akan menjadi meja makan yang akan aku gunakan pada masa-masa yang akan datang bersama namja ini. Ah, apa benar keputusanku untuk mau menikah ini tepat? Gumamku masih saja memikirkan masalah pernikahan yang memang sudah terjadi.

“Kau suka makanannya?” tanyanya memulai percakapan lagi.

“Iya, terimakasih sudah mau menyiapkannya.” Jawabku seadanya sedikit ingin beretiket baik padanya.

Dia tersenyum sambil melihat makanannya. “Ngomong-ngomong namamu siapa?”

MWO?!! Aku tersedak karena kaget mendengar pertanyaan bodoh yang barusan dilontarkannya. Jadi, dia juga belum mengetahui siapa diriku? Aku kira hanya aku seorang saja yang  tidak tahu dia. Pernikahan macam apa ini? Diantara kami tidak ada yang saling tahu siapa yang kami nikahi sebenarnya. EOMMA~ APPA~ Mwoya ige?!

“Gwenchana?” tanyanya sambil menyodorkan segelas air padaku.

Aku berusaha menenangkan diriku  dan mulai meminum air putih berkali-kali. Aku masih shock dengan kenyataan ini. Bodoh. Bodoh!

“Jadi?” tanyanya lagi sambil melahap makanannya dengan santai.

Aku mendesah pelan dan menatapnya mantap. “Hyeyo. Aku Jung Hyeyo, 22 tahun, dan aku seorang penulis.” Ucapku serius karena ini poin penting yang perlu dia ingat dari diriku.

Dia tersenyum kecil, “Oh seorang Noona.”

“Nde?”

Dia tersenyum lagi, semakin membuatku curiga. “Minho. Aku Choi Minho, 20 tahun, dan aku seorang entertainer. Apa kau pernah dengar SHINee?”

Aku  langsung membulatkan mataku saat mendengarnya. Bukan mendengar nama SHINee.. tapi..

~~L~O~V~E~~

Saat ini aku sedang di kamar. Setelah mengalami ajang perkenalan barusan aku langsung melesat ke tempat ini secepat kilat dan mencari ponsel. Mungkin aku terlihat berlebihan di depannya. Tapi, memang itulah yang kualami saat ini. Benar-benar berlebihan. Bukan aku, tapi orangtuaku.

“Yeoboseyo, kediaman Jung disini.” sapa suara di saluran telepon dan aku kenal suara itu karena memang suara itulah yang kunantikan.

“Eomma!!” pekikku tidak sabaran.

“Wae, Hyeyo-ya?”

“Eomma, apa maksud Eomma menikahkanku dengan namja yang umurnya 2 tahun di bawahku. Itu sama saja dengan menikahkan aku dengan namja seusia adikku! Aku tidak suka.” protesku mengomel hebat padanya.

“Oh jadi kau sudah tahu.” respon eomma dengan santainya.

“Eomma! Aku terima dinikahkan dengan siapa saja, tapi bukan dengan namja yang di bawah umurku, Eomma. Itu sama saja membuatku mengurus seorang bocah bukan suami.”

Kudengar Eomma malah terkekeh.  “Kau berlebihan. Walau dia 2 tahun di bawahmu, dia sudah bisa bertanggung jawab kan? Itu poin penting, Hyeyo.  sudah ya!“

“Yaa, eomma tunggu dulu!!”

Eomma menutupnya lagi secara sepihak. Aku kesal, amat sangat kesal padanya. Arghh!! Kenapa aku bisa menyetujui untuk menikah dengan namja di bawah umur ini? Aku benar-benar tidak tahu kalau namja di bawah umurku itu yang harus kuurus! Tidak.. tidak.. tidak.. ini gawat!

Tubuhku langsung merosot ke tempat tidur. Berpikir  lama akan bagaimana pernikahan ini bisa terjadi.

~Flash back~

“APA?? AKU MENIKAH BESOK??!!”

“Ne.”

“Eomma.. Appa.. jangan bercanda. Aku belum mau menikah. Aku sedang sibuk-sibuknya berkarir. Aku suka bekerja dan tidak mau mengurusi orang.”

“Kau tunggu apa lagi. kau sudah cukup umur untuk menikah. Eomma dan Appa tidak mau kau jadi perawan tua seperti sepupumu!”

“Yaaaa, tapi tidak secepat ini juga, Eomma Appa sayang.”

“Pokoknya undangan sudah tersebar. Kau tinggal mengucap sumpah besok di altar. Tidak susah.”

“Undangan?Besok di Altar?”

“Iya, kau pikir beberapa bulan kemarin kami sibuk karena apa, Hyeyo-ya? Tentu saja kami mau memberikan kejutan di hari ulang tahunmu. Ini kado terbaik dari kami untukmu.”

“Hhee??”

“Menikahlah dengan namja pilihan kami. Kami sudah cukup mengenal keluarganya. Dan anak itu sangat baik dan santun.”

Aku hanya terdiam mendengar penjelasan eomma. Aku mau pingsan dan hampir bisa jadi gila. Besok hari ulangtahunku. Dan fatalnya, akan jadi ulangtahun yang paling buruk sepanjang sejarah hidupku.

“Nanti kalian akan bertemu besok di hari pernikahan kalian. Tanggal 28 bertepatan dengan hari ulang tahunmu, Hyeyo-ya.” Lanjut Eomma tanpa menyadari aku sudah beringsut.

~Flashback end~

Itulah kejadian yang sebenarnya. Tanggal 27 kemarin aku diberi shock therapy oleh kedua orang tuaku. Mereka memberikan kado yang tak ternilai. yeah~~ menurut mereka. tapi, ini lebih terasa di usir dari rumah dengan bahasa halusnya.

Dan namja itu.  Errr~~ Choi Minho? Aku mendesah pelan mengingat namanya. Dari dulu aku tidak pernah membayangkan bahwa namja yang akan menjadi pendamping hidupku seorang yang bermarga Choi, terlebih lagi dia baru saja memanggilku Noona!

Knock knock knock ~~~

Aku mendengar suara ketukan pintu. Aku tidak menguncinya tapi dia sangat sopan memilih untuk mengetuknya terlebih dahulu sebelum masuk.

“Noona?” dia memanggilku. Argghhh~~ mwoya?! Aku dipanggil noona oleh nampyeon-ku sendiri. Ini tidak bisa dibiarkan! Ini fatal, benar-benar fatal.

“Noona, kau sedang apa? Kenapa kau tiba-tiba mengurung diri di kamar? Apa aku ada salah padamu?” tanyanya yang lebih terdengar menggodaku.

Aku berjalan kesal menghampiri pintu dan  membukanya. Aku membiarkan dia melihat diriku yang sudah kupastikan terlihat kusut. Biar saja, biar dia tahu aku memang sedang menderita karena status ini.

“Yaa! Kau telah membuat kesalahan karena menikah dengan seorang noona!” Bentakku padanya dan kulihat dia hanya menaikan kedua alisnya.

“Kau tidak merasa aneh menikah dengan yeoja yang lebih tua darimu,  eh?”

Dia makin menaikan alisnya padaku.

“Yaa! Kau namja yang umurnya 2 tahun lebih muda dariku! Aku ini noona. Noona!!”

Dia tersenyum padaku. “Aku tidak keberatan. Noona? Justru itu bagus. Tipe idealku memang seorang noona. Kau tidak pernah lihat aku mengatakan itu di variety?”

Variety? Bahkan aku tidak tahu dia berkecimpung di dunia entertaint yang mana, pikirku jadi kesal sendiri.

Aku mendesah pelan lagi entah untuk yang keberapakalinya dan menatap tajam padanya. “Tapi aku sangat keberatan!! Aku tidak pernah membayangkan bahwa orang yang akan menjadi nampyeon-ku adalah seseorang yang umurnya lebih muda dariku. Aku Hyeyo! Aku menyukai namja dewasa! Pokonya aku sangat tidak suka pernikahan ini. Harusnya kau—“

Greb! Dia menarikku kepelukannya dan mengunci diriku disana. Senyum yang sangat manis tiba-tiba terpancar dari wajahnya membuatku semakin mencium ada yang tidak beres pada bocah ini.

“Jangan pernah menyalahkan pernikahan ini, noona. Aku tidak pernah menyesal. Dan harusnya kalau kau merasa lebih dewasa dariku, bukannya kau bisa mengatasi semua masalah dengan kepala dingin? Bukan malah marah-marah karena kejadian ini sudah terjadi.” Katanya seperti menesahatiku dan aku memberengutkan wajah, sebal karena kalau dipikir-pikir ada benarnya juga kata-katanya barusan.

Aku melepaskan diri cepat-cepat dari pelukannya lalu menghambur ke dalam kamar lagi sambil membanting pintunya kesal.

“Yaa Noona~~ jangan seperti ini.” sahutnya sambil membuka pintu dan dengan cepat aku melempar bantal kearah pintu yang akhirnya membuatnya melompat kaget.

“Jangan masuk ke kamarku, Choi Minho!!” Sungutku kesal.

Dia tidak takut dengan gertakanku. Dia tetap masuk sedang aku sudah siap dengan ancang-ancang melemparkan bantal lagi padanya dari sini.

“Ini kamarku juga, noona. Apa kau lupa kita sepasang suami istri sekarang?”

DEG! Iya benar, kami sudah menikah, dan itu artinya.. Aishh, yang benar saja!! Apa benar aku harus mengabdi pada suami yang umurnya lebih muda dariku?  Ah, ini masalah!

 “Ok, noona. Tenanglah. Tidak usah berlebihan.” Dia mendekatiku dan duduk di pinggir tempat tidur, tempat dimana aku duduk meringkuk mengunci diriku.

Aku menatap sinis padanya. “K-kau, aku tidak suka di panggil noona!! Apalagi yang memanggilku seperti itu adalah kau, nampyeon-ku sendiri.”

“Aku tidak merasa kau tua dariku. Tenang saja.” katanya sambil terkekeh dan menatap lekat padaku sekarang. “Baiklah, uri anae.”

Deg! Itu sukses membuatku menatapnya. Dan dengan polosnya dia tersenyum padaku. Omigod!! Ini jelas membuatku berdebar. Bodoh sekali. Namja ini baru masuk ke kehidupanku dan dia sudah membuatku seperti ini. Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta, ‘kan?

“Apa aku harus memanggilmu nampyeon juga?” tanyaku yang ikut sama bodohnya.

Dia terkekeh sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya. “Boleh apa saja, uri anae!”

Lagi-lagi aku jadi gugup karena panggilan aneh itu.

“B-baik! kurasa untuk awal aku memanggilmu Minho saja. Kau juga boleh memanggilku Hyeyo. Pokoknya, jangan pernah panggil aku dengan sebutan noona. Titik.”

~~L~O~V~E~~

Malam pengantin yang panjang untuk kami. Benar katanya. Ini malam yang sangat panjang. Sejak insiden aku mengomel padanya di kamar, sekarang kami malah terdampar di ruang Tv . Inilah yang disebut pendekatan. Sudah 3 jam ini kami berusaha mengenal satu sama lain. Sambil menonton juga sambil berbincang.

Aku melihat dirinya saat ini, lebih tepatnya melihat piyama yang dia kenakan saat ini. Piyama bermotif sama sepertiku dengan warna biru. Jadi ini yang membuatnya beberapa saat lalu terus menatapku  dari ujung kaki hingga ujung kepala? Yeah, eomma memang benar-benar mempersiapkan semua ini dengan sangat baik. Sampai masalah pakaian pun eomma kepikiran!

“Jadi kau seorang penulis? Penulis apa?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

Aku mendekatinya untuk merauk popcorn yang kami  buat sebagai cemilan. “Apa saja.”

Dia mengganti chanel Tv dan anehnya tiba-tiba tersenyum. Aku ikut melihat apa yang dia lihat. Di situ tertera ranking 2 pada chart musik minggu ini.

“Itu pekerjaanku. Kau lihat, itu aku dan member lain.” Katanya sambil mendongak ke arah Tv.

“Shinee-hello?” aku memandang vidio musik itu.

“Ne, itu kami. SHINee. Kau tidak pernah dengar?”

Aku berusaha mengingat kapan terakhir kali aku mendengar musik. Apalagi menyetel tayangan seperti ini. Aku memang tidak begitu menyukai musik. Aku terlalu sibuk dengan duniaku. Dunia sebagai seorang penulis.

“Hello, hello, naega jom seotuljin mollado. Who knows eojjeom urin jal dweljido molla…” kudengar dia ikut menyanyi mengikuti irama yang ada di Tv sambil terus merauk makanannya. Tanpa kusadari Aku tersenyum saat memperhatikannya. Suaranya memang tidak buruk.

“Kurasa lagu itu cocok untuk kita yang baru mengenal ini.” ujarnya tiba-tiba lalu menoleh padaku. “Jung Hyeyo. Hello~” lanjutnya sambil meletakan tangannya di puncak kepalaku lalu mengedipkan sebelah matanya.

MWOYA~ serangan macam apa yang lagi-lagi membuatku berdebar? Aku jadi diam terpaku melihatnya memperlakukanku dengan manisnya. Omo~ ada apa denganku sekarang? Tidak mungkin aku mencintai namja yang baru kukenal ini. Iya kan?

“Hyeyo-ya, kau kenapa?” tanyanya menghentikan lamunanku.

Aku langsung berbalik membuang muka. Aku rasa wajahku sudah memerah.

“Hyeyo-ya, wae?”

“A-aaniya..”

“Hei.. kenapa wajahmu, Hyeyo-ya?” Dia membalikan wajahku dengan cepat.

“Bo-boneka di vidio klip itu lucu yahhhh?” kataku mencari topik untuk mengalihkan pembicaraan selagi aku gugup.

“Hyeyo-ya, apa kau mulai menyukaiku?”

DEG~ pertanyaan straight to the point macam apa itu? Kalau aku menjawab tidak, mungkin dia akan tersinggung. Menjawab iya, tapi memang belum terjadi. Akhirnya, Aku memutuskan untuk diam saja tidak menjawabnya.

“Mm~~ aku bisa memberikan yang lebih bagus dari boneka itu.” gumamnya tiba-tiba dan malah gencar merapatkan dirinya padaku.

Dia tiba memegang wajahku dengan tangan kanannya dan mengusap-ngusapnya lembut. Aku hampir mati, hampir mati karena tatapannya saat ini. Akankah namja ini seperti namja masa laluku itu? Namja yang selalu membuatku berdebar dan tergoda padanya? Issshhhh~~~!!! Apa yang kupikirkan saat ini. Minho terlalu tampan makanya aku jadi gugup.

Apa dia sedang memikirkan sesuatu? Wajahnya terlalu dekat saat ini. Bahkan nafasnya sudah terasa dekat ke wajahku. Kenapa dengannnya? Kenapa dia terus-terusan mendekatiku? AH! Kulihat dia memejamkan matanya.

Chu~ Sesuatu yang hangat kini terasa menyentuh bibirku. Dia menyapunya perlahan dan lembut. Ini berbeda dengan ciuman yang di altar tadi. Lebih berperasaan. Terlebih lagi sentuhan tangannya di pipiku semakin terasa. Minho, wae gurae? Apa kau tidak berpikir hal ini bisa membuatku goyah?

Dia melepaskan ciuman itu dan menatap dalam padaku. “Kalau seperti ini, kurasa aku akan cepat mencintaimu, noona.”

Lagi-lagi debaran itu datang. Tidak.. dia terlalu mirip dengan orang itu.

 “Aku cukup berdebar saat kau tidak menolak ciuman di altar dan yang barusan.” Ucapnya sambil tersenyum. “Walaupun kau belum pernah bilang perasaanmu sebenarnya padaku. Tapi, dengan tidak menolaknya itu membuatku merasakan suatu perasaan yang berbeda padamu.”

“T-tentu saja aku tidak menolak. K-Kau kan nampyeon-ku.” Kataku terbata-bata gugup sampai aku lupa aku harusnya protes karena dia memanggilku noona.

“Yeah, aku nampyeon-mu. Aku juga berpikir seperti itu. Aku tidak akan sungkan menciummu karena kau juga anae-ku. Kau sudah milikku!”

Deg! Apa dia tidak sedang asal bicara? Mungkin kata-katanya sederhana, tapi itu membuatku merasakan suatu makna yang berbeda. OH gosh!! Jangan bilang aku mulai tertarik dengan namja ini.

“Kalau kau sudah mulai mencintaiku, kau harus memberitahuku. Aku akan berusaha mencintaimu. Dan kurasa.. perasaan itu akan cepat datang.” Ucap namja ini yang membuatku semakin berdebar. Namja ini benar-benar polos.

 “Cih! Kau percaya diri sekali.” Aku meraup popcorn lagi berusaha fokus pada tayangan Tv.

“Tentu saja. Bukan Choi Minho kalau tidak bisa menaklukan hati para noona.”

Aku langsung mendorong wajahnya dengan kedua telapak tanganku. Kesal karena dia terlalu memojokan topik malam ini dengan seputar cinta dan kami berdua.

“Kurasa kita tidak perlu melakukan itu malam ini.” ucapnya tiba-tiba disaat kami sudah mulai serius menonton Tv.

“Nde?”

“Ituuu.. Masa kau tidak mengerti. Bukannya kau lebih dewasa dariku?”

Aku mulai mengerti karena tayangan Tv saat ini memperlihatkan sesuatu yang tidak senonoh seperti yang ada dipikiran Minho.

“Jangan bercanda, Choi Minho. Aku tidak berpikir secepat itu untuk melakukan ‘itu’ dengan namja yang baru saja kukenal.”

“Ara..ara.. kalau kau sudah mencintaiku. Mungkin itu akan terjadi tanpa aku minta. Tapi kau harus ingat satu hal. Kau milikku, Hyeyo.”

“Kau bicara seperti itu, seakan aku ini barang Minho.” kataku tidak terima dan dia malah terkekeh.

~~To Be Continue~~

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
 ~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

 

An:
~ Ini FF aku post khusus menyambut URI MINHO BIRTHDAY. Yeobo saengil chukahamnidaaaa… Pokoknya bulan ini penuh Minho sama Onew! gimana geje kah? Bener kan Minho ngelamar author pas hari ultahnya? Lol! Umurnya aku pake umur indonesia aja yo!

~ Dont forget to leave comment ^_^

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 9 December 2011, in Marry comes Love appears, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , . Bookmark the permalink. 216 Comments.

  1. Eh parah bgd udah nikah g tau nama.y wkwkwk
    but it’s so funny thor 😉

  2. Ini ff aku suka banget ^^
    ternyata yg nikah sama Hyeyo itu lebih muda 2th drpda dia, kkk~
    siMinho ngak tw malu banget ya itu sma istri barunya, wkwk.
    Aku suka karakter minho disini, Nice FF thor 🙂

  3. so so so sweeeet banget… Minho akhirnya kesampean juga dapet anae noona noona… hehe… suka sama ceritanya…

  4. baru baca dan trnyata….. ENGGA DI PROTEK!-_-
    ngekk kalo gaya gitu mah, aku baca juga dari tadi dah.
    hihi lucu si minhonya, binggeul bgt karakternya._.
    aku ga tau sifat si mingmho on the stage atau sifat aslinya. tapi disini eonnie menggambarkan sifat seorang choi minho itu manis, manja, sedikit berkharisma, dan sedikit…. mmm pervert._.
    haha aku ngakak pas dengan polosnya, si minho bilang umur dia 20taun dan dgn santainya dia bilang “kau seorang nuna” wakakkak xD

    parah si minho! baru kenal udah langsung nyabet bibir orang aja! kayanya nasib si hyeyo ngenes amat sih, jadi anak penurut ampe suami aja dicariin. tapi kalo suaminya macam si minho sih, aku juga mau-_—
    lanjut baca boleh ga nih?wkwk
    kaga ada kerjaan, tengah malem minggu gini sambil nungguin sahur yaudah baca beginian aja.wkwk

    – kembarannya selena gomez-

  5. huaaa, keren author! ceritanya lain dr biasa.. 😀

  6. kyaaaaaaa ~ mau dong jadi hyeyo u,u eonni FF nya bagus >< aku sumbangin 10 jempol (?) buat eonni !! 😀

  7. Hosss hosss thorrr itu minhonya doh bkin gue kesetrum(?)
    Dohhh (´▿`ʃƪ)
    Keren thor’-‘b dsni karakternya si minho gue suka bgt cool” gmn gitu(?)XD

  8. suka banget sama ff nikah2an
    minho pake tuxedo pasti ganteng banget
    tp disini ortuny mino kok maksa bgt mino nikah
    kan masih muda bgt, apalagi karirnya baru dimulai

    disini keliatan bgt si miono penggila noona ❤

  9. parah .. Masa udah nikah gak tau nama si? Haduh -.#

    Tapi ini ff aku suka.. Pertama.a aja udah suka apalagi lanjutan.a??? Wew banget

  10. ya ampun minho!!!!!!!aaaaaaaaaaa jeongmal daebak chingu… aku lg jatuh cinta bgt sama minho gara2 nonton dramanya dan abis itu nemu blog km hehe.. beruntung bgt hyeyo dapetin minho. i envy her

  11. Ckckck cant imagine minho waktu lagi di altar itu hahahaha daebak daebak

  12. Omona Hyeyo gadis pemikir yak? Dari awal aku udah tertarik, epepnya unik eon, masa hadiah ultah perjodohan + pernikahan wkwkwk.
    speechless deh kalo jadi Hyeyo, tapi kalo nikahnya sama Minho ya aku juga mau #modus ^^v
    oww..oww..oww..
    Minho sweet banget nih, bikin envy aj..
    Aku suka karakter Minho disini, terkesan berbeda.
    Daebak buat Mamot eon yg bisa bikin ff sekeren ini..
    d^^b

  13. akh minho~ tatapanmu itu loh~
    seriously, ini parah, nikah gtw identitas satu sm lain..
    tp minhonya~ kyaaah~

  14. wah author suka ceritanya,, maaf tiba-tiba nongol, ga sengaja googling dan ketemu blog ini.
    salam kenal yah aku new reader 🙂

  15. Violita Buntari

    hahaha lucu ceritanya..
    salam kenal thor new reader ^^

  16. ehem..minho manis bgd si,
    ska bgd ni am crita bgni wlw d jdhn tp hub’n mrk mngarah k pzgan yg wajr

  17. Seru.. Aku bacanya nyampe deg-degan ❤ nyampe berdebar-debar ❤ ah keren banget thor ❤

  18. Devianti Ndilao

    bagus eoonnn, apalagi main castx minho .. Lanjutin eonn 🙂 daebakkk

  19. wahhh ceritanya makin menarik nih! liat karakter mino dan hyeyo yg beda sama homi couple yg absurd itu penyegaran banget eon 😆

  20. eonn lagu have you seen yg diputerin diff ini siapa yg nyanyi yha? keren banget

  21. aigo…
    jadi ikutan deg degan.
    minho bisa aja menaklukan hati anae.a..

  22. aduhh telat bgt bacanya tapi daebak eonni hehehe minho oppa happy birthday

  23. Annyeong~~ Duh telat banget aku bacanya ini… Miaaan~ /deep bow/
    Sukaaaaa! Minhonya nikahin sama aku aja deh XD *eh /dirajam flames/
    Pasti romantis deh tuh si Minho, jadi senyum senyum sendiri bacanya. UWAAAH~ DAEBAK!

  24. yes.. akhirnya stelah goggling2 ff minho ktemu ff nh jga, klo bca ff minho th gmna gtu rasanya.
    eomma nya hyeyo tga amat ngejodohinnya tpi enak jga jdi hyeyo bsa nikah ama namja yg gantengnya minta ampun kya minho.
    keren bgt eon ffnya..

  25. Keke , keren eon ceritanya beda dr yg lain ..
    Lanjutss ..

  26. ffnya keren eonii ^^

  27. telat bgt aku baca ffnya ^^ hehe

  28. Hallo author mamotho berjumpa lagi sm aku hehehe..
    Setelah ngubek2 post FFnya author, akhirnya nemu FF ini, dan aku tertarik banget buat bacanya hahaha..
    Ceritanya so sweet banget minhonya, dan aku juga ga nyangka kalo dicerita ini minhonya jd artis gitu, aku kirain bakal diceritain sbg pengusaha gitu.
    Makin penasaraaan nih sm kelanjutannya..
    Lanjut next part, thanks author^^

  29. Haduh aku tmbah penasaran sma ceritax,next ^^

  30. Eonniiiiiii!!!
    Aku lg kangen sama ff nya eonni…jadi sambil nunggu ff baru aku bca ff ini lg..sekalian byr utang komen. dl cm bisa komen via pm fb 😀
    biarpun udh prnh baca ttp aj yaa..sllu snyam senyum pas baca ini.. xD
    okehh aku maublanjut dulu

  31. Uriii minhoo udah menikah trnyata…

  32. woaaaaa.gubrag,,keren bgt chingu,haha
    hyeyo disini kocak bgt ekspresinya.haha
    minho polos bgt sifate,
    tp chingu,apa bner ne sfat minho yg sbenernya(
    apa ada kejutan sfat lg di next partnya_
    hehe

  33. keren Thor ! 🙂
    part awal udah bikin penasaran ..

  34. kekek, suka sama genre seperti ini 😀
    hyeyo sejenis kaya crita hidup ku, bedanya ini udah nikah, dijodohin, dan yg pasti disetujui. ahh :’) next ->

  35. ahhahahha suek bgt min, nikah ga tau nama pasangannya satu sama lain, tapi unik, keren min

  36. aigoo suka genre ff gini nih thor, tapi itu parah banget ya nikah gak tau nama pasangannya, bener bener parah wkwkwk, tapi keren thor, daebak 😀

  37. Baru baca part 1 aja seru bingit apalagi part selanjutnya !

  38. Apriliya Flames Min'Ppa

    Aigo~ minho bnr” percaya diri bgt yah 😀 .. jiah hyeyo udh kena pesona sang flaming carisma tuh 🙂
    By the way siapa yah orang yg d kira hyeyo mirip sama minho itu .. hmm penasaran deh!
    Izin baca part selanjut’a y authornim *bow 🙂

  39. minhonya sksd banget wkwkwk tapi gapapa yang penting soo sweeetttt

  40. aigo~~~~
    udh nikah tp kenal aja blm wkwkwkwkwk
    seru nih jd penasaran gimana kelanjutannya lagi….

  41. Hahahha
    Pernikahan paksa sering bacaaa
    Tp kalau yg langsung dinikahin, baru INI nihhh

  42. so sweet 🙂

  43. Hallo salam kenal saya leebee…. saya baru tahu blog ini loh… sumpah crita ini kren bgt… tdinya saya mncari ff onew, tpi saya nemukan ff ini…. ya ampun aq suka dgn critanya… aq numpang baca ya min…..

  44. whuahaha gak kebayang deh jadinya kaya gimana kalau emang iya ada pasangan nikah yang ketemunya waktu di altar doang.

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: