[HOMI couple] Hyemi vs. Kibum (2.2)

[HOMI couple] Hyemi vs. Kibum (2.2)

 Title : Hyemi vs. Kibum (Cronicles of HOMI couple)
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho, Lee Hyemi, Kim Kibum
Support Cast :  SHINee member
Genre :
HHJF – Friendship
Lenght : TwoShot
Rating : PG 13

This Story©mamoTHo

***

~MINHO POV~

Aku memberikan minum pada yeoja chinguku dan mengelus – ngelus bahu Kim Kibum yang duduk di sebelahnya. Astaga..  Kenapa harus ada kedua orang ini di dorm yang sama? Bisa – bisa kalau aku tidak menghentikan mereka bertengkar. Sudah kupastikan DORM ini akan hancur seketika. Dan, apa yang harus kujelaskan pada member yang lain setelah itu??

“K-kau!! Yeoja macam apa , ah?? Berani menyiksa, menjambak dan merusak tatanan rambutku!!!” ucap Kibum sengit pada Hyemi yang ada disampingnya.

Yah, mereka akan mulai lagi deh… kataku membatin dalam hati.

“Dasar kau –arghhhh!!!!” jerit Kibum sambil menjambak rambutnya frustasi.

Hyemi kumohon, kau jangan terpancing emosi. Kau dan Kim Kibum tidak ada bedanya. Tidak akan selesai – selesai perkara ini kalau diantara kalian tidak ada yang mengalah, batinku dalam hati.

Yeojachingu- ku masih minum air yang kuberikan. Dia terlihat kelelahan. Aku bisa mengetahui itu dari nafasnya yang tersengal – sengal, namun bersyukur dia  masih bisa tenang tidak menanggapi namja yang ada di sebelahnya yang sudah merutuk dari tadi.

“Ampun deh Minho!! bisa – bisanya kau memiliki yeojachingu separah dia!!!” cibir Kibum padaku dengan satu kalimat namun menyesakkan dan membuatku jengkel padanya. Apa maksudnya?? Sialannn!! Umpatku dalam hati.

YEAH.. yang membuat perkelahian mereka terhenti adalah aku. Karena akhirnya aku juga mengaku pada Kibum kalau dia yeojachingu-ku. Dan seorang  Kim Kibum bukannya berhenti berkelahi, dia malah lebih bersemangat untuk mencibir bahkan tidak malu bertengkar dengan Hyemi di depanku. Aku butuh waktu untuk melerai keduanya barusan, dan aku butuh tenaga yang kuat untuk berdiri di tengah mereka dan sempat terkena pukul dari dua orang keras kepala ini.

“POKONYA!! KALAU DALAM WAKTU SATU JAM LAGI AKU MASIH MELIHAT YEOJA INI ADA DI DORM. HABISLAH KAU MANUSIA PLANET!!” Ancam Kibum padaku dengan maksud yang dikatakannya manusia planet itu adalah yeojachingu-ku.

Mendengar ucapan Kibum tentu saja yeojaku sudah siap – siap ingin melempar tinju padanya kalau saja namja itu belum pergi dari hadapannya. Ya ampun.. Aku hampir kehilangan tenaga melerai kedua orang ini bertengkar, batinku jadi ikut frustasi.

Aku membuang nafas pelan dan berjongkok di depan Hyemi yang masih duduk sambil menunjukan wajah jengkelnya.

Eh? Bukannya tadi aku sedang emosi padanya, tanyaku pada diri sendiri. Kenapa aku sekarang malah peduli sekali padanya? Ya ampun.. Melihat wajahnya aku jadi lupa. Wajah ini yang memang ingin kulihat sedari tadi. Aku sudah tidak bisa marah lagi padanya. Sekarang sebaliknya. Aku merindukannya dan ingin memeluknya. Choi Minho, kau benar – benar lemah terhadap yeoja yang satu ini.

Aku menatap wajahnya yang oval itu, dia tetap cantik seperti biasa. Sederhana namun mengesankan. Aku tidak pernah bosan melihat wajah ini, kataku dalam hati sambil menatap wajah tersebut yang tidak balik menatapku saat ini, dan malah memperhatikan Kibum sedari tadi.

“Yaa! Lee Hyemi!!” panggilku padanya.

Hyemi tetap diam tidak menggubris sapaanku dan malah menunjukan bibirnya yang mengerucut sebal saat ini. Ish, dia jelek kalau begitu.

Chup~ kulakukan serangan cium pada pipinya sehingga membuat dia sadar dan akhirnya melihat kearahku. Yes berhasil!! Cuma itu yang bisa membuatnya memperhatikanku. Aku memang sungguh miris dan kasihan.

“YAA!! CHOI MINHO!! DIA MANUSIA SEPERTI APA???!!!” tiba – tiba dia berteriak padaku dan terlihat sadar pada akhirnya. “ERRR… SUNGGUH MENGERIKAN!!!” lanjutnya lagi terus mengumpat mengenai Kibum.

Aku menghela nafas. Sepertinya setelah ini dia akan mulai mencibir Kibum.

“YAA!! KAU JANGAN SEENAKNYA MENGATAIKU MANUSIA PLANET YA?! KAU SENDIRI MANUSIA PLANET.. KITA ORANG KOREA BERAMBUT HITAM BUKAN PIRANG!! KAU YANG ORANG PLANET.. GAYAMU SELANGIT TAPI AHHHHHH~~~ OTAKMU –emphtt” aku langsung menutup mulut yeojachingu-ku yang sudah hampir mengeluarkan kata – kata yang mungkin akan membuat Kibum keluar dari kamarnya dan mulai perang mulut dengan yeoja ini. Tepat dugaanku kan? Dia pasti akan mencibir Kibum tidak terima.

***

~HYEMI POV~

Astaga diakah yang bernama Kim Kibum itu. Sungguh tidak bermoral. Apa – apaan dia berani – beraninya setelangah telanjang.. Arghhhhh tidak! bukan setengah lagi. Aku melihatnya.. Aku sudah melihat itu. arggggghhhhhhh tidakkk!!  Batinku jadi frustasi memikirkan hal itu.

Sungguh kenapa duniaku semakin aneh kesini – kesini. Aku bukan orang yang suci lagi!!! AMPUN TUHANNNN!!!

“Yaa! Hyemi kau jangan banyak bicara.. coba kontrol!” suara itu memperingatiku. Dia Minho –namjachingu-ku yang sedari kerepotan karena ulahku.

AH ya, aku lupa. Aku kan kesini karena dia. Kenapa aku malah mengurusi namja yang baru kukenal itu, pikirku. KIM KIBUM. Cih.. namja yang dimintai nomornya oleh Krystal nomornya. Cuih~ cuih~ tidak sudi!

“Hyemi –ya, kenapa kau bisa kemari?” tanya Minho padaku sambil memegang tanganku. Aku jadi canggung kalau seperti ini, pikirku sambil cengengesan karena aku lagi – lagi lupa dengan tujuan utamaku kemari.

“Minho –ya, aku kemari karena ingin bertanggung jawab padamu.” Akhirnya aku mengatakan itu.

“Apa? karena membuatku kesal menunggumu di ruang panas itu??”

Aku mengangguk , karena memang itu adanya. Ruang panas? Julukan baru rupanya. Setelah aku memploklamirkan ruang terkutuk padanya kemarin, sekarang dia pun ikut menjuluki ruangan itu.

“Kalau begitu.. kau kena hukuman!”

Aku langsung sadar saat mendengar kata ‘hukuman’. Aku sudah tahu dia pasti mengatakan ‘hukuman’ beberapa saat lagi dan ternyata pikiranku benar. Selalu begitu.

“Apa? Cium lagi?” tanyaku yang seolah – olah sudah tahu kebiasaan namja ini kalau mengancamku. Pasti itu dan itu.

Minho mengelus – ngelus kepalaku. Hah, aku tahu maksudnya yang seperti ini.

“Kau pintar sekali Lee Hyemi. Ne, hukumannya cium aku.”

“SIRREO!!” dengan lantang aku menolaknya. “Sudah kukatakan berapa kali aku tidak mau menciummu duluan. titik!”

“Ishh~ kenapa sihhh?! Memangnya ada yang salah kalau kau menciumku duluan?”

“Pokoknya tidak mau!” aku bersi keras menolak.

“Ne, ne, ne, dasar berisik.” Katanya yang akhirnya mengalah. “Kalau aku yang cium kamu duluan sekarang, kamu mau?”

Aku mengangguk mengiyakan. Kalau pun menggeleng tidak mau, aku tahu dia tetap memaksa.

CHU~

Sesuatu yang lembab itu akhirnya mendarat di bibirku. Dia mengecup ringan bibir ini.

Ah, pemilik bibir yang sudah kurasakan kehangatannya akhir- akhir ini, kini terasa lagi di bibirku, gumamku dalam hati saat menerima ciuman dari Minho –namja yang punya hobi baru –menciumku.

Berapa kali aku diciumnya?? Apa aku akan bosan? Seperti aku sudah biasa dengan ciumannya. Dia melumat habis bibir ini. Aku sadar. Aku terlalu kaku atau.. terlalu.. ah, tidak.. lagi- lagi aku selalu seperti ini saat diciumnya. Aku terlalu banyak berpikir, tidak sadar kalau Minho saat ini masih melumat bibirku. Bahkan saat ini dia menjelajahi ruang yang ada dimulutku, berusaha memasukan lidahnya walau aku tetap membeku seperti biasa.

Inikah yang di sebut Frenchkiss?? Tanyaku pada diri sendiri. Ah.. babo! Sempat – sempatnya bergumam disaat berciuman. Sebentar, Apakah hukumanku seberat ini hingga dia melakukan hal ini dengan lama? Pikirku lagi- lagi, masih diam tidak berkutik karena di depanku kini ada namja yang menikmati permainannya sendiri sambil memejamkan matanya.

“YAA!!!! KALIAN MALAH BERMESRAAN DISINI!!!!!” teriak seorang namja di sela-  sela ciuman kami. Dan aku tidak asing dengan suara itu. Itu si cerewet yang dari tadi membuatku sebal. Dia mengejutkan kami berdua yang sedang romantis – romantisnya. Sial! Inginku rajam saja bocah bernama Kim Kibum ini, umpatku dalam hati.

“Yaa! Kibum!!!!” teriak namjachingu-ku yang tidak terima. Yeah, pasti dia tidak terima karena dia terlalu asik menikmati permainannya barusan.

“APA??” ucap Kibum sengit padanya, “KALIAN KALAU MAU BERBUAT MESUM SANA DILUAR! KULAPORKAN PADA HYUNG YA?!!” ancam Kibum pada kami.

Aku sungguh kesal, sebal , dan benci pada namja satu ini. benar – benar benci! Walau aku tidak menikmati ciuman Minho barusan tapi aku menikmati debaran yang ada di jantungku saat dicium olehnya. Itu yang kurindukan. Debaran cinta yang kalau terasa, pasti membuatku sadar akan perasaanku pada namja itu.

Aku berjalan ke arah Kibum. Berjalan dengan kesal tentunya. Lalu dengan satu gerakan, aku menjambak rambutnya yang tatanannya sudah susah payah dia benarkan lagi.

“AHH DASAR NAMJA JELEKK!!!!!!” teriakku kesal sambil tetap menjambak namja yang tidak berhenti meringis kesakitan karena tarikan tangan devilku ini.

Aku lanjut dengan memukulnya. Aku terus – terusan memukuli namja ini. Sehingga namja ini pun terpancing emosi dan mulai berusaha memukulku lagi. Dia membawaku ke sudut ruangan dan akhirnya kami terdampar di sofa dorm. Aku tidak berdaya namun aku masih kuat menghadapi kekuatan Kim Kibum –seseorang yang tidak dikenalkan secara resmi oleh namjachingu-ku.

Ku hajar, ku jitak dan ku pukuli dia sepuasnya. Dia benar – benar tidak berperasaan karena  berani – beraninya memukul wajahku dengan bantal sofa. ITU SAKIT!! Dia memang kurang ajar.

Minho namjachingu-ku sepertinya kewalahan dengan aksi pertengkaran kami. Dia lebih memilih diam karena tenaganya sudah habis untuk melerai kami di pertengkaran kami sebelumnya.

“YAA!!!” aku berhasil menindihi tubuh si almighty key ini. Kupukul lagi dia sampai dia kewalahan dan minta ampun padaku. Tapi, bukannya mohon ampun yang ada dia malah menjambak rambutku yang panjang. Arghh… dia namja atau bukan sih! Berani – beraninya menganiyaya seorang yeoja!

KLEK, suara pintu kudengar terbuka.. lalu suara langkah menyusul tidak lama setelah itu. Kulihat beberapa namja masuk dan tiba – tiba terpaku melihat aku yang menindihi Kibum dengan posisi seperti ini.

“Yaa!! Ada apa ini?!!” teriak seorang namja berambut agak panjang namun terlihat charming.

“ONEW HYUNG!!! USIR DIA!!” teriak Kibum pada namja yang barusan kaget melihat aksi kami.

“Yaa!! Yaa!! Kenapa dorm ini berantakan sekali.” Sahut seorang namja yang memiliki otot yang kekar saat menghambur masuk ke ruangan dan menghampiri   Minho yang sedang duduk di pojokan dekat Tv dorm.

Ku lihat Minho-ku hanya bisa menggeleng- gelengkan kepalanya, tanda sudah tidak kuat dengan apa yang terjadi. Hah.. mian namjachingu-ku, tapi namja ini membuatku emosi terus.

“HYUNG!! SELAMATKAN AKU DARI MANUSIA PLANET INI!!” teriak Kibum lagi yang nyaris membuatku melayangkan tinju padanya lagi dan lagi.

“Hyung?? Siapa noona ini?” suara berat namun lembut itu terdengar beberapa saat kemudian. Seorang namja berambut blonde yang tampangnya seperti malaikat.

Kulihat Minho bangkit dari keterpojokannya, dia menarikku dan membuatku berdiri keluar dari aksi pertengkaranku dengan Kibum.

“Hyemi kau berhenti dulu. Akan kukenalkan kau pada orang – orang ini.”

Aku diam saja walau masih mencuri tendang pada Kibum yang tergeletak di sofa.

“Hyemi –ya, tenang dulu sebentar.” Ucap Minho nampak terlihat jengah padaku.

Aku pun jadi terdiam saat ini, takut kalau Minho terlihat badmood lagi.

“Sukurin..” umpat Kibum padaku. Aish namja ini menyebalkan sangat!!

“Hyemi, ini para member SHINee. Kurasa kau harus mengenal mereka satu persatu.” Ucap Minho padaku dan semua member terlihat keheranan dengan situasi ini.

“Ini Leader kami. Onew. Kau bisa panggil dia Jinki. Dia yang paling berkuasa di sini.” Teranganya padaku. Aku melihat namja itu. Oh, namja yang tadi dimintai tolong oleh Kibum. Ternyata dia penguasa disini, pikirku.

“Lalu, ini Kim Jonghyun, dia calon satu kamar denganku. Dia satu – satunya orang yang paling dekat denganku.” Aku melihat namja itu. wuih, ototnya lumayan, kataku bergumam dalam hati.

“Lalu namja yang satu itu…“ dia menunjuk namja yang sempat kulihat sekilas seperti malaikat. “…adalah Lee Taemin. Dia sang maknae. Dia yang paling muda disini. Dan masih sekolah.”  Aigoo, namja itu tersenyum padaku saat diperkenalkan Minho. Astaga, dia cute! Pekikku kegirangan karena diantara namja yang ada disini, baru satu orang yang mau memberikan senyumnya padaku.

“Dan, terakhir.. kurasa kau tidak perlu berkenalan karena kau sudah mengenalnya.” Ucap Minho sambil mengarahkan pandangannya pada Kibum yang jelas sudah kuketahui namanya.

Aku mendengus sebal pada Kibum dan dia pun balas mendengus padaku.

“Lee Hyemi imnida, banggapseuminda.” ucapku sopan memperkenalkan diri sambil membungkuk pelan pada ke- 3 member,“Tidak untukmu!” kataku menoleh pada namja yang masih tidak berdaya di sofa.

“Cih, siapa yang berharap aku senang bertemu dengan mu. Bwwweee~~”

Sial dia malah mengejekku.

***

Setelah perkenalan di dorm itu, aku merasa aku menjadi yeoja yang paling nista disana. Dari tatapan para member kelihatan sekali tidak ada satupun dari mereka yang menyukaiku kecuali namjachingu-ku sendiri. Mereka kelihatan membenciku karena aku sembarang masuk dan membuat kekacauan di dorm mereka.

“Hyemi –ya, kau harus minta maaf pada Kibum karena Kibum tidak bisa syuting cedera wajah karena kau tonjok.” Ucap Minho padaku.

Kami saat ini sedang berada di ruang olah raga lagi.  Hari ini adalah jadwal kami dating di tempat ini –selalu tempat ini. Dan hari ini adalah hari kedua setelah kejadian meggemparkan di dorm milik SHINee itu. Aku tidak akan lupa betapa nistanya aku bertemu dengan namja bernama Kim Kibum. Aku sungguh membencinya, rutukku dalam hati.

“Sirreo.” aku menolak mentah – mentah permintaan Minho yang berulang – ulang. “Kau tidak tahu traumaku karena melihat ‘itu’.” terangku padanya.

“Kau harus minta maaf padanya Hyemi –ya. Kok kau egois begini sih!”

“Pokoknya tidak mau!” aku berusaha menolaknya lagi. Aku tidak akan pernah minta maaf pada namja gila itu , gumamku dalam hati.

“Itu kan tidak sepenuhnya kesalahannya. Aku juga kesal sih. Tapi mau bagaimana lagi. Sudah terlanjur.”

“Ah tidak!! Aku tidak mau minta maaf padanya. Titik.” Aku memberi penegasan padanya. “Jangan paksa aku Mr.Minho.”

“Haduh Hyemi jangan keras kepala.. manajer kami marah besar saat mengetahui dia babak belur seperti itu. Matilah kau kalau sampai manajer tahu kalau Kibum memar karena seorang yeoja menghajarnya.”

Aku melihat mata keroro itu. ‘mati’ katanya. Aku memberengut sebal pada namja ini.

“Kau jahat!!”

“Ani. Bukan itu maksudku aegy..”

Aku tahu aku salah karena mencederai namja itu. tapi aku juga kesal bukan main. Dia juga membuatku lecet karena cakarnya. Sekarang tanganku jadi tidak mulus lagi, umpatku dalam hati menyesal sambil melihat bekas luka yang kini terhias di kedua lenganku.

“Nih.. Lihat perbuatan temanmu yang kekanak – kanakan itu!”

***

Sepulang dari kampus, aku berjalan ke mini market terdekat dari dorm SHINee. Hari ini aku memang berniat akan ke dorm lagi. Habis,  tadi Minho meninggalkanku , dia tidak kuat dengan sifatku yang keras kepala karena tidak mau meminta maaf pada Kibum. Rencananya aku mau minta maaf padanya lagi karena berkali – kali membuat namja itu ikut kesal denganku akhir – akhir ini. Padahal kami baru pacaran beberapa hari.  Huft..

Saat aku masuk ke mini market itu, aku mendapati sebuah lolipop yang ku idam – idamkan yang terletak dekat kasir. Memang hanya ini yang kucari di tempat ini. Lolipop rasa jeruk.

Begitu aku ingin mengambil permen idamanku, hyaaaaa.. tangan seorang namja sudah lebih dulu mengambilnya. Padahal permen Loli itu hanya sisa satu, pikirku merasa menyesal.

“Yaa, Berikan itu padaku!” pintaku pada  seseorang yang belum kuketahui identitasnya itu. Aku dengan berani memaksa padahal aku tahu kalau ini salah.

Orang itu memakai setelan tertutup. Bahkan, wajahnya tidak terlihat karena dia memakai masker saat ini. dia juga memakai kacamata hitam dan sebuah topi. Sungguh kostum yang salah untuk cuaca di siang bolong menurutku.  Orang ini pun menatapku dan membuka sedikit kaca matanya.

“Sirooooyooo~~~” ujarnya dengan tengil padaku.

Aku kenal suara ini, pikirku.

“HAH KIM KIBUM!!! SIALAN KAU!!” pekikku saat menyadari kalau suara tersebut 100% mirip dengan namja gila itu.

Dengan cepat aku memukulnya namun namja itu sudah berhasil berlari di dalam mini market itu menghindariku. Aku tidak kalah hebat dan  ikut mengejarnya. Akhirnya kami malah jadi kejar – kejaran di mini market tersebut hingga Ahjuma pemilik mini market itu berusaha melerai kami dan memarahi kami karena kami berdua membuat gaduh disini.

Sungguh memalukan memang, gumamku sambil terus mengejar Kibum.

“Hyaaa… tolong keluarkan dua bocah ini.” teriak Ahjuma itu pada officeboy yang ada di mini marketnya.

Akhirnya kami berhasil digiring keluar dan sempat diceramahi oleh Ahjuma itu hanya karena sebuah Lolipop.

Saat ini kami sudah berada di luar mini market itu. Kami berdiri dengan kaku dan malu karena habis dimarahi.

Aku menatap orang yang ada di sampingku  tajam dengan memincingkan mataku dan selalu, dia pun melakukan hal yang sama padaku. Kali ini tidak ada Minho, berarti tidak ada yang meleraiku. Aku harus dengan puas menghajar namja ini, pikirku jahat saat ini juga.

“Hei, tidak mau kau berikan loli itu untukku, namja planet?” sahutku padanya.

“Tidak, yeoja planet. Aku sudah mendapatkannya dengan susah payah!” dia menolak permintaanku.

“Kau kan laki – laki, masa tidak mau mengalah pada yeoja sih?!”

Dia mendengus padaku ,“Tidak kalau yeoja-nya adalah kamu!!!” katanya sambil menjambak rambutku dan pergi berlari.

“ARGHHHH!!!!  KIBUM!! TUNGGU KAU JANGAN PERGI!!” Teriakku sambil berlari mengejar namja gila yang sering menjambak rambut indahku.

Ingin kuhajar namja ini begitu sampai di dorm, umpatku dalam hati. Kami seperti anak – anak. Saling mengejar. Mungkin orang lain yang melihat berpikir kami ini aneh. Tapi, yah, mau bagaimana lagi, suhu di tubuhku selalu naik 30 celcius  dan membuatku ingin marah jika bertemu dengannya.

***

Setibanya di depan dorm, ku lihat Minho terkejut lagi dengan aksi kami berdua. Dia baru saja sampai di dorm juga. Dia menatapku sinis dan sama menatap sinis pada Kibum. Aku tidak peduli dan  tetap menghajar namja yang bernama Kim Kibum. Apalagi saat ini dia sedang lengah.

“Hah!!! Kena kau!!!!” kataku memukul kepalanya dengan tas. Aku benar – benar tidak sadar kalau aku bertengkar lagi – lagi di depan Minho.

“Hyemi –ya, kok kau ke dorm lagi??” sebuah pertanyaan terlontar dari Minho.

Eh? Ke dorm lagi katanya. Bukannya aku boleh kapan saja main ke sini? Pikirku. Namun karena Minho kelihatan tidak suka, jadi kujawab asal saja.

“Aku mengejar lolipopku! Itu direbut oleh temanmu.”

Kibum mendengus padaku dan aku pun balik mendengus padanya.

“Kibum –ah, bisa kah kau memberikannya. Kau ini namja.” pinta Minho dan Kibum hanya menatap sebal pada Minho, sedang aku asik merong pada namja yang baru di omeli oleh namjachingu-ku itu.

Kulihat minho membuka pintu dormnya.

“Sudah kau berikan saja. dan jangan bertengkar lagi!” kata minho lagi sambil masuk ke dalam dorm.

“Sirreo!!! Yeoja-mu menyebalkan!!!”

Aku  menjitak kepala orang yang tetap keras kepala tidak mau memberikan lolipop-nya padaku. Dia menghindariku saat aku ingin memukul kepalanya untuk kedua kalinya. Sehingga aku harus mengejarnya sampai masuk ke dorm. Dan parahnya, kami melesat dan melewati minho begitu saja.

“HYAAATTTTT!!!!” Pekikku penuh dendam saat menjatuhkan Kibum lagi – lagi ke sofa dorm.

Kami melanjutkan pertengkaran kami disana. Saling pukul, saling jambak, dan saling tendang.

“HYEMI –YA!!!” bentak Minho tiba- tiba padaku.

Aku dan Kibum  langung menoleh kearah Minho dan berhenti seketika dari aktivitas kekanak – kanakan ini.

“Kenapa kau terus – terusan bersama Kibum?? Apa kau tidak peduli lagi padaku? Kesini hanya untuk mengejar Kibum??!!! Apa kau benar – benar menyukaiku Hyemi –ya?!” Tanya Minho bertubi – tubi yang membuatku berkali – kali merasa bersalah karena selalu membuatnya kecewa.

Minho langsung melengos pergi ke kamarnya , sedang aku hanya terdiam membeku disini saling menatap pada Kibum.

Apa aku salah? Kenapa Minho jadi marah? Apa ada yang salah mengejar lolipopku hingga kemari? tanyaku dalam hati.

Aku masih terdiam shock mendengar ucapan Minho barusan. Aku jadi ragu. Dan lagi – lagi menatap Kibum. Saat ini mungkin aku malah terlihat menyedihkan.

Kibum menyodorkan lolipop-nya tiba – tiba padaku, “Nih, ambil! Aku tidak akan mengganggumu lagi. maaf, gara – gara aku Minho jadi marah padamu. Aku tidak akan kekanak-  kanakan lagi.” katanya yang nyaris membuatku hilang kesadaran dan bertanya dalam hati ‘apa kah ini Kim Kibum itu?’.

Aku tersenyum  padanya karena sungguh anugrah ternyata namja ini bisa bersikap manis di depanku.

“Aku serius tidak akan mengusikmu lagi. Tidak akan meladenimu lebih tepatnya. Asal kau berjanji padaku akan satu hal.”

Aku makin tersenyum terutama saat melihat dirinya seperti ini.

“Apa?”  tanyaku padanya, berharap janjinya itu bukan janji yang aneh – aneh.

Dia mendesah pelan, “Jangan sekalipun kau ungkit – ungkit masalah handuk jatuh itu di depan siapapun. ”

Aku berusaha menahan tawa.

“Janji tidak?” tanyanya sekali lagi padaku yang kutanggapi dengan anggukan.

Tiba- tiba dia  menyodorkan jari kelingkingnya di depan wajahku. “Kita berteman.” Ucapnya walau masih terdengar menyebalkan.

Yah. Mungkin ini saatnya kita berbaikan, pikirku dalam hati. Akhirnya aku ikut mengikatkan jari kelingkingku di jari kelingkingnya.

“Ne.” Kataku yang membuat kami jadi sama – sama tersenyum.

Aku kembali terdiam. Aku teringat kembali akan kekesalan dan kemarahan Minho barusan. Dan itu  sukses membuatku kembali jadi murung.

Tiba- tiba kibum mengulurkan tangannya padaku.

“Kajja!!”

Aku diam dan hanya melihat namja yang kini berdiri di depanku.

“Ayo kita temui namjachingu- mu yang sepertinya sudah salah paham dan cemburu padaku.”

***

~MINHO POV~

Setiap saat. Setiap Hyemi ke sini. Pasti yang ada mereka malah bertengkar. Aku capek dengan kedua orang ini. Mereka baru saja kenal, tapi kenapa bisa langsung akrab begitu. Hyemi sekarang lebih sering marah pada Kibum ketimbang padaku. Padahal dulu dia selalu mengoceh di depanku. Namun kini, itu lebih sering di lontarkan pada namja yang usianya sama denganku, juga dengan Hyemi.

Aku kesal!! Harusnya Hyemi memperhatikanku! Tapi, dia selalu membuang waktunya bersamaku untuk membicarakan kejelekan Kibum.

“Arghhhh…” aku menjambak rambut frustasi.

Klek, suara pintu kamar tempatku berada kudengar terbuka. Suara itu disertai dengan seseorang yang masuk keruangan ini. Aku menoleh ke arah tersebut dan menghentikan aksi mondar –mandir di kamar ini.

Itu Kibum dan Hyemi, gumamku yang melihat mereka masuk bersamaan ke sini. Sebentar. Bersamaan? Pikirku mencium ketidakberesan. Mereka terlihat tidak bertengkar lagi. Kenapa? Tumben? Bukannya mereka selalu berisik?

Em~ Apa ada yang tidak ku ketahui disini? Apa mereka.. tidak. Ah tapi, gelagat mereka berdua.. Kenapa mereka jadi aneh? Pikirku mulai khawatir. Apa mereka ingin mengakui sesuatu??  pikirku makin khawatir saja. Arggghh,  jangan bilang Hyemi dan Kibum sebenarnya saling menyukai. Andwae!! Tidak. Tidak bisa. Aku tidak siap mendengar itu.

“Baiklah Minho…” Kibum mulai berbicara. Wajahnya serius. Berbeda dengan Kibum yang ku omeli beberapa menit yang lalu. Dan Hyemi, dia juga malah berdiri dekat dengan namja itu, dan berubah jadi pendiam.

Ada apa ini? Kenapa Kibum jadi terlihat dewasa saat ini? Apa yang terjadi diluar sana yang tidak kuketahui?? Aku terus merutuk ketakutan akan kenyataan yang akan kuhadapi.

“Aku dan Hyemi..” dia menggantungkan kata – katanya.

Aku mendengar dia menyebutkan nama  ‘Hyemi’. Padahal dia selalu bilang Hyemi manusia planet. Arghh, Apakah ini…  Andwae.. jangan bilang…

“Aku dan Hyemi tidak akan bertengkar dan berperilaku seperti anak kecil lagi.”

“Fiuuuuhhh….” aku menghembuskan nafas merasa lega saat mendengarnya.

Eh, kenapa aku bisa berpikiran yang tidak – tidak? Apa aku baru saja berpikiran ada ‘sesuatu’ yang terjadi diantara mereka?! bodoh! Rutukku pada diri sendiri. Biasanya kau percaya diri Minho, umpatku dalam hati. Tapi, kenapa saat berhubungan dengan Lee Hyemi kau jadi tidak percaya diri?! Memang yeoja satu itu yang selalu membuatku cemas, pikirku.

“Ne, Minho. Aku cuma menyukaimu. Kenapa kau berpikir aku tidak menyukaimu? lagi pula jangan menghinaku kalau kau sempat berpikir aku menyukai namja gila ini.” Hyemi ikut angkat bicara.

Kibum terlihat kesal pada ucapan Hyemi. Mungkin kalau aku tidak menunjukan glare looking-ku saat ini, mereka pasti sudah bertengkar di hadapanku lagi. rupanya saat ini aku cukup menakutkan bagi mereka.

Aku lalu menatap Hyemi. Kulihat dia jadi menundukan wajahnya saat kutatap.

“Janji kalian tidak akan bertengkar di hadapanku? Aku sungguh muak.” Ucapku dengan sedikit penekanan di kata ‘muak’ dan Hyemi langsung melihat padaku kaget.

Dia lalu berjalan ke arahku dan menggandeng tanganku seperti sedang merayu.

“Ne, aku janji Minho!”   ucapnya sambil tersenyum.

Ah tidak! Dia tersenyum begitu manis. Bagaimana aku bisa tahan dengan senyum dan baby angel matanya yang menyipit itu. Pertahananku rapuh sudah. Aku tidak bisa marah dan galak lagi kalau sudah begini.

Dia masih menggandeng dan menggelayut padaku bersikap manja, padahal dia tidak seperti ini biasanya.

Hyemi –ya, kalau kau sepaham denganku. Mungkin aku akan mengabaikan janjiku pada diri sendiri untuk tidak menciummu sesering mungkin. Namun, melihatmu seperti ini yang ada aku malah semakin ingin menciummu. Kau benar – benar racun  untukku.. Kau.. Arghhh, andai saja Kibum tidak ada di depanku.

“Aku juga Minho. Aku tidak akan mengusik yeoja aneh— eh, maksudku yeojachingu-mu.” Ucap Kibum menghentikan pikiran kotor di otakku.

Baiklah, akhirnya masalah selesai. Aku senang mendengar mereka berjanji tidak akan bertengkar di depanku. Aku sungguh tenang, karena aku tidak jadi buruk sangka kepada mereka. dan aku senang ternyata tidak ada hal buruk atau kejadian buruk yang menimpa mereka berdua.

Baiklah aku Choi Minho, milik  Lee Hyemi dan sebaliknya Hyemi pun hanya milikku. Dan Kim Kibum, aku sudah sedikit menyukainya walau masih sangat miris dengan kejadian – kejadian yang membuatku kesal yang berhubungan dengan Hyemi. Apa lagi mengingat insiden handuk jatuh. Ahhhh, kasian Hyemi –ku!!! Tapi sejauh ini semuanya membaik, pikirku senang.

***

Saat ini kami sedang di dapur dorm. Alangkah senangnya, kini Kibum mau  berbaik hati pada yeojachingu-ku.

Sore ini tepatnya di dorm. Kim Kibum yang terkenal dengan sebutan Eomma kami itu sedang membuatkan makanan sebagai permohonan maafnya pada kami. Dia dengan baik hati memasak untuk kami. Menjamu kami dengan baik dan tentu saja meperlakukan kami dengan baik pula.

“Ok. Ini hadiah untuk pasangan baru di SHINee!! Kalian couple pertama yang lahir. CHUKAE!!!!” ujar Kibum sambil memberikan nasi omelet untuk kami.

Omelet Kibum pasti enak, dan aku yakin tidak akan ada orang yang tidak menyukainya, gumamku dalam hati.

“Gomawo sudah repot – repot membuatkan ini Kibum…” ucapku padanya dan Kibum malah menyunggingkan bibirnya padaku tidak mau dipuji.

Kulihat Hyemi sekarang menatap riang omelet yang ada di hadapannya saat Kibum memberi piring untuknya.

“Habiskan omeletku! Awas kalau tidak!” ancam Kibum sambil mengacungkan spatulanya pada Hyemi karena saat ini Hyemi hanya menatap omelet tersebut takjub.

Hyemi tersenyum padanya. Ah, sungguh senyum itu tidak rela kalau harus diberikan pada namja lain selain diriku.

Akhirnya mereka bisa akur. Aku sungguh senang.. setidaknya semua orang di dorm akan menyukai Hyemi. Karena penyebab dia dibenci oleh member adalah sifat tidak kontrolnya itu kalau sudah berhadapan dengan Kibum.

Sekarang melihat mereka yang kian akur seperti ini, aku sedikit lega dan tidak perlu khawatir lagi. Belum saja selesai lamunanku mengenai kehidupan damai Lee Hyemi dan Kim Kibum..

“AAAAAAAAAAAA!!” Tiba – tiba yeoja ku menjerit sejadi – jadinya saat melahap sendok pertamanya. “KIBUM SIALAN!! KENAPA ADA BAWANG SEBESAR ITU DI OMELETKU!!” teriaknya langsung bangkit menghampiri Kibum yang ada di depan tempat cuci piring.

“A-aku tidak tahu. Mungkin tidak sengaja tercelup.” Bantah Kibum tidak tahu menau.

“HAH BOHONG!!! KAU SEKARANG INGIN MENCELAKAIKU! KURANG AJAR!!!!” cerca Hyemi sambil melempar omelet itu ke wajah Kibum yang membuat Kibum panas hati walau aku tahu Kibum memang tidak sengaja menjatuhkan bawang. Kan, tidak ada yang tahu Hyemi benci bawang selain diriku, pikirku.

Akhirnya Kibum pun tersulut emosinya, dan seperti biasa mereka bertengkar di depanku lagi. Hah, baru saja aku puji tentang keakraban mereka berdua, pikirku menyesal. Memang benar – benar tidak bisa dibanggakan sama sekali. Lagi dan lagi seperti ini!!

Apa mereka sudah lupa dengan janji mereka beberapa saat yang lalu?! rutukku kesal dalam hati sambil mendesah melihat kedua orang ini saling pukul di depanku.

Masa bodo.. Aku tidak bisa melerai mereka.  Sudah capek! Sepertinya kedua orang ini tidak akan berhenti untuk saling bertengkar. Apa yang harus kulakukan?! Dimana – mana selalu menjadi rival. Hyemi dan Kibum, mereka memang setipe, sewatak, sekarakter, sesuatu, eh!

Aku mendesah pelan memikirkan nasib kedua orang ini di kepalaku. Aku melihat mereka yang kini saling menjambak satu sama lain. Aku memainkan sendok di piringku, menyuarakannya agar mereka mendengar teguran ringanku dan sadar akan keberadaanku disini. Nihil. Kulirik mereka lagi, mereka masih saling jambak bahkan saling tendang. Aku mendesah lagi, namun kali  ini lebih berat. Kuputuskan, aku tidak peduli, aku tidak mau tahu, aku mau pergi saja dan membiarkan kedua manusia ini saling pukul sampai babak belur tidak ada yang melerai. Aku sudah capek, terlalu capek karena mereka tidak bisa tidak bertengkar di depanku. Bahkan, untuk setengah jam saja mereka sudah tidak bisa diam. Masa bodo dengan Hyemi dan Kibum. Terserah kalian saja.

**Hyemi vs. Kibum – END**
[This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.]
 Publish by mamotho @ https://mamothozone.wordpress.com/

 

# Yes!! Rebes seri HOMI couple pertama ^o^ sempet baca – sempet komen ya MIWU!! *asing ya dengernya? baca lagi ‘wellcome to my wonderland’ hahay~

#Ketemu lg ntar di homi couple series lainnya–*surprise aja. makasih sejauh ini sudah menyukai couple ini.

# Jangan lupa bareng- bareng ucapin Kibum ultah. Saengil chukahamnida buat kibum yang unyu!! smoooooachhh…..

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 23 September 2011, in CHRONICLES, HOMI couple, SHINee FF, TWOSHOT and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 95 Comments.

  1. Hemehh…
    Kibum dan Hyemi benar-benar tidak bisa akur -____-

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: