START with a KISS (Part 4)

START with a KISS (Part 4)

Title : Start With A Kiss
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho , Lee Hyemi
Support Cast :  Krystal, Joongki,
Hyemi-eomma
Genre : Romance HHJJF (Happy Happy Joy Joy Fiction)
Rate : PG 13
Recomend song : Fx – Hot summer

This Story©mamoTHo

~~♥~♥~♥~♥~~

~I DON’T CARE BUT I CARE~

Pagi hari yang cerah membangunkan seorang gadis dari tidurnya. Sebuah sinar matahari yang bersahabat pun masuk ke sela-sela tirai kamarnya, membuatnya pelan-pelan membuka matanya. Pagi yang damai, gumam gadis itu dalam hati.

“Hyemi-noona~ cepat bangun!! Bukannya kau ada acara penting hari ini?!”

Aishh~ tidak jadi pagi yang damai. Joongki!! umpat  Hyemi dalam hati menarik pemikirannya barusan. Suara cempreng yang baru didengarnya itu menepis semua kedamaian yang baru dirasakannya.

Mendengar suara yang tidak lain adalah suara namdongsaeng-nya, Hyemi pun lansung sadar dan bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap-siap. Sebelum melanjutkan aksinya untuk mandi dia menghampiri cermin yang terpangpang di pojokan kamar.

“Heheee~~” sebuah pantulan dari cermin itu membuatnya tersenyum senang. “Naneun~~ Yeppo.” ucapnya pada diri sendiri dengan kenarsisan tingkat tinggi di pagi hari.

Kebiasaan yang selalu gadis itu lakukan disaat pagi. Bukan pergi ke air, bukan  meminum air, bukan mengecek hape, bukan membereskan tempat tidurnya, tapi dia akan langsung menghampiri cermin dan menatap pantulan dirinya sendiri. Lalu kemudian berbicara pada cerminnya dan memuji dirinya sendiri dengan berkata dirinya cantik. Memang kebiasaan yang aneh.

Setelah 5 menit berbicara pada cermin itu, Hyemi bergegas mandi di kamar mandi lantai atas yang terletak tidak jauh dari kamarnya. Dia mandi dengan riangnya.  karena ini masih pagi dia pun masih bisa menikmati mandi seperti yang biasa dia lakukan. Dia terlalu suka air, hingga sering kali membuang waktu saat mandi. Kebiasaan mandi lamanya bukan karena aktvitas berendamnya, bukan lulurannya, tapi karena aktivitasnya yang sering menciprat-cipratkan(?) air di bathtub ke badannya. Hal itu dilakukan agar dirinya bisa beradaptasi dengan air, baru setelah itu kalau sudah merasa siap untuk mandi, dia akan merendam dirinya. Terlalu banyak ritual. Memang! Yeoja yang satu ini memang ribeut(?). Tidak fleksibel.

“Selesai!!”

Setelah mandi Hyemi mempersiapkan diri, merapihkan dandannya. Pandangannya menuju sesuatu yang tergantung di gagang pintu lemarinya. Sebuah baju putih yang disebut baju couple pemberian namja yang akhir-akhir ini masuk kekehidupannya, dia pandangi lekat.

Aigoo~~ benar-benar harus memakai ini?” katanya sambil menyambarnya dan memakainya dengan setelannya. Training berwarna hitam.

Tidak lupa dia mengikat rambunya,  lalu membentuknya seperti sebuah bola kecil yang menempel di puncak kepalanya. Dia memakai colonge , sunblock , dan sedikit riasan wajah yang layak dipakai yeoja yang seusianya.

“Oke! Aku siap! Aku bisa! Aku bisa!! Pasti aku bisa!!!” katanya bicara pada diri sendiri sambil mengepalkan tangannya penuh semangat.

Hyemi keluar kamar sambil menyambar tas ranselnya. Semenit kemudian dia kembali ke kamarnya saat baru saja pergi dua langkah dari pintu.

“Ahh! Hampir lupa!!” ucapnya seraya menuju meja di pinggir tempat tidurnya dan mengambil secarik kertas. “Aku belum menghafal kata sambutan untuk pembukaan acara ini. Hampir saja tertinggal.”

Sambil menggendong tas ransel dan sambil berlatih sendiri menghafal kalimat sambutan yang tertulis di secarik kertas, Hyemi berjalan turun ke lantai dasar, lantai pertama di rumahnya. Kali ini berjalan dengan hati-hati karena takut terjatuh lagi seperti beberapa bulan yang lalu yang membuat dirinya masuk ICU karena tergelincir saat turun tapi matanya fokus dengan ponselnya.

Sesampainya di bawah, terlihat Joongki sedang duduk di meja makan menikmati sarapannya, dia pun melirik ke arah Hyemi.

Noona~ walau aku benci mengatakan ini. Tapi, berjuanglah!”

Hyemi yang mendengar adik yang umurnya 5 tahun di bawahnya mengatakan itu tersenyum puas mendengarnya. Jarang sekali adiknya itu mengucapkan kata-kata yang mengharukan seperti yang barusan dia ucapkan.

Aigoo~ kau baik sekali.” sindir Hyemi sambil mengucak rambut Joongki saat menghampirinya.

“ANAK EOMMA PALING CANTIK SEDUNIA~~” sahut Hyemi-eomma dengan suara tingkat tinggi. Eomma menghampirnya, merapihkan pakaian Hyemi dengan mengusap-usap  bahunya.

FIGHTING!!!” katanya sambil mengepalkan kedua tangan di udara pada Hyemi. Hyemi pun tersenyum melihat tingkah eomma-nya yang kadang bersifat kekanak-kanakan.

 “Ne eomma, gomawo.”

“Ayo sarapan dulu.” ajak Hyemi-eomma menggiring Hyemi ke meja makan.

“Aku tidak sarapan, eomma. Aku harus datang lebih awal. Aku kan ketuanya.  Aku tidak mau terlambat. Heu~~” terang Hyemi sambil nyengir kuda.

“Emm..” Hyemi-eomma pun terdiam. “Ya sudah eomma siapkan bekal saja ya.”

Hyemi duduk menunggu eomma-nya mempersiapkan bekal untuk ia makan nanti. Dia duduk di hadapan Joongki yang sedang makan nasi goreng buatan eomma. Sebenarnya Hyemi sangat ingin ikut makan. Apalagi gaya adiknya makan sungguh menggugah selera. Benar-benar membuat Hyemi mengecap sekali-sekali.

Yaa!! Jangan lihat orang makan seperti itu. Kau terlihat bodoh, noona!!”

Yaa! Joongki! Kau tidak pernah sopan padaku! Aku tidak selera lihat kamu makan!” cibir Hyemi sambil membuang muka pada Joongki.

Hyemi benar-benar mengurungkan niatnya untuk makan walau berkali-kali Joongki makin terlihat menggodanya. Demi Sportday kali ini dia tidak mau terlambat dan membuat acara jadi kacau karena semua sibuk mencari ketuanya.

Ah ya! Jeruk! Hyemi tiba-tiba ingat sesuatu. “Eomma, jeruk yang aku bawa kemarin disimpan di mana?”

“Di sana.” tunjuk Hyemi-eomma ke lemari di sudut dapur. Hyemi pun berjalan ke tempat itu dan mengambil beberapa buah sambil tersenyum.

Jeruk? Minho memberiku buah ini. Entah dia kesambet apa, jadi berbaik hati akhir-akhir ini padaku. Ah, senangnya bisa makan jeruk pemberian.

“Jangan makan jeruk kalau belum makan apa-apa. Arraseo?”  pesan Hyemi-eomma menghentikan lamunan bahagia Hyemi. “Lagi pula siapa sih yang membawa jeruk sebanyak itu untuk dimakan?”

Hyemi makin tersenyum mendengarnya. Jelas eommaaa… Aku juga heran pada namja itu. Dia seorang selebritis, dan dia suka padaku.  jawab Hyemi dalam hati. Eh, Sebentar, kok aku merasa senang?!

“Ini.” Hyemi-eomma menaruh benda yang dipersiapkan untuk Hyemi di meja makan. Sebuah kotak bekal tingkat 4.

Eomma,  banyak sekali.” protes Hyemi. Dia tercengang melihat kotak bekalnya.

Aigoo~ bukannya anak eomma akan berjuang hari ini? Ini sengaja eomma buat lebih. Kamu harus makan sehat Hyemi anak eomma yang cantik. Bukannya anak eomma sendiri yang pernah bilang selalu keroncongan kalau sudah berlari.”

Ne, tapi tidak 4 box kaya gini juga, eomma. Aku kan tidak rakus.”

Aigoo~ siapa suruh kau makan sendiri. Ini untuk couple-mu juga?”

Nde?”

“Bukannya acaranya couplecouple gitu kan? Kau berpasangan dengan seseorang kan? Beri dia juga ini yaaa? Agar kalian berdua sama-sama sehat.”

Mwo??!!”

“Krystal yang bilang pada eomma.”  terang Hyemi-eomma seakan tahu isi dalam pikiran Hyemi.

Krystal comel. Anak itu selalu mengadu pada eomma-ku, rutuk Hyemi dalam hati tidak terima.

“Ngomong-ngomong namja seperti apa yang menjadi pasangan anak eomma ini??” tanya Hyemi-eomma jadi benar-benar penasaran, “Apa dia tampan, hebat, atau dia memang jago olahraga bisa bersanding denganmu?” dan akhirnya Hyemi-eomma berujung pada menggoda anaknya sendiri.

“Yang jelas namja yang sinting, eomma. Mau-maunya berpasangan orang yang labil seperti noona.” cibir Joongki dengan gaya khasnya yang tidak sopan. Hyemi jadi melolot pada adiknya.

YAA, JOONGKI–YA!!!”

~~♥♥♥~~

Hyemi berjalan keluar rumahnya setelah berpamitan dengan ibu dan adiknya. Saat beberapa langkah dari rumahnya. Dia celingak-celinguk melihat situasi. Menengok ke kanan dan ke kiri terlebih lagi menengok ke belakang takut eomma-nya dan Joongki masih memperhatikannya.

Hyemi menghela nafas panjang. “Fiuh~ eomma sudah tidak ada. Sudah kan?” katanya sambil menengok ke dalam rumahnya lagi lewat pagar. Dia membuka tasnya dan mengambil sesuatu di sana.

“Makan jeruk!!” ucap Hyemi saat mengambil buah yang berwarna oranye itu. Dia tersenyum dan memakannya. “Masa bodo. Belum sarapan pun tidak masalah. Toh jeruk ini—“ dia melahap jeruknya, “Woahh~~ enak!!” pekiknya sambil terus mengunyah  dan melahap buah jeruk itu. Dia pun mulai berjalan.

“Hm.. sumpah! Jeruk ini sungguh manis.” ucapnya sambil terus berjalan riang.

Yaa~~ masih bisa berjalan santai kau, Hyemi–ya.” ucap sebuah suara tiba-tiba saat Hyemi melewati perempatan jalan, yaitu tepat dari arah sebelah kiri.

“MI-MINHO??” pekik Hyemi kaget saat menyadari orang tersebut.

Gerae.” Minho melepas topi yang menutupi penyamarannya. “Tidak takut terlambat, huh??” katanya mendongakan kepalanya.

YAA!! SEDANG APA KAU DISINI??”

Minho merampas jeruk yang ada ditangan Hyemi dan ikut melahapnya , “Kau makan ini??” tanyanya sambil menunjukan buah yang baru dirampasnya tepat depan wajah Hyemi. “Bagus! Ini jeruk paling enak yang disukai member. Kau beruntung.”

YAA!! YAA!! Apa sih gak penting.” Hyemi mulai emosi karena Minho yang kian mengusiknya.

Minho langsung menarik gadis itu dan membawanya berjalan cepat ke arah yang dituju. Mereka berjalan sampai berenti di belokan jalan yang tidak jauh dari sana.

“Naik!!” perintah Minho pada Hyemi. Hyemi menatap sesuatu yang ada di hadapannya. Sebuah motor? Pikirnya.

Ppallie. Aku tidak mau kau punya alasan lalu terlambat dan  membuat tim kita di diskualifikasi duluan. Aku jarang bawa ini. Yeah, berdoa saja selamat.”

Hyemi menatap tidak percaya seakan mengucapkan namja ini gila dalam hati. Minho tersenyum tiba – tiba, dan hal itu malah makin membuat Hyemi ngeri padanya.

“Cepat gadis bawel!! ” ucap Minho dengan sinis.

Sirreo!!”

Tiba-tiba saja Minho menurunkan risleting jaket Hyemi dan itu membuat Hyemi jadi menganga atas tindakan sembrono namja itu.

YAA!!” teriak Hyemi tidak terima.

“Oh, dipakai. Kita couple deh hari ini.” Minho pun menunjukan baju couple miliknya juga.

YAA!!! KAU MEMBUATKU GILA!!” omel Hyemi langsung pergi dari situ dan berjalan menghiraukan orang yang saat ini hampir membuat kepalanya pecah karena tindakannya.

Yaa! Dasar keras kepala. Aku tidak akan membuatmu mati dengan menaiki ini. Cepat Naik.” Minho mengambil tangan Hyemi dan mengajaknya kembali naik benda tersebut.

Sirreo!!” tolak Hyemi lagi sambil menggembungkan pipinya.

Minho menyeringai pelan, dia menatap Hyemi dengan tatapan evil kemudian, dan bergumam pelan. “Ipsuri(Bibir)….”

Mendengar itu Hyemi langsung membulatkan mata pada wajah evil yang sudah dia paham maksud dari air mukanya saat ini.

“Haruskah kucium baru kau nurut??” goda Minho sambil mengambil tangan Hyemi dan meletakan jari Hyemi di bibirnya.

Astaga kenapa namja ini. Bukannya dia harusnya menjaga imejnya?Kenapa malah jadi begini?Aigoo.. benarbenar membuatku gila, batin  Hyemi dalam hati.

Minho mendekati Hyemi dan merapatkan badanya ke sana, membuat Hyemi terus-terusan mengambil langkah mundur hingga tiba sampai batasnya dia tidak bisa mundur lagi karena Minho sudah mengunci tubuhnya ke tembok di gang tersebut.

YAA! KAU MAU APA?”

Minho tidak mempedulikannya dan terus menggoda Hyemi dengan terus berusaha mendekatkan wajahnya dan menghimpit tubuhnya.

Yaa~  Jangan aneh-aneh. Aku bisa menjerit!” ancam Hyemi yang sudah mati gemetaran karena namja itu.

“Em.. sudah lama tidak menciummu, Hyemi–ya.” goda Minho lagi. “Apa boleh?”

“OKE AKU NAIK SEKARANG!!!” teriak Hyemi tidak tahan dengan situasi seperti ini. Dia pun menaiki motor itu.

Minho yang melihat Hyemi yang mulai salah tingkah tentu saja terpingkal-pingkal tidak kuat menahan tawa. Minho tertawa sangat puas.

Dasar yeoja babo. Begitu saja sudah K.O! Pikir Minho.

Namja sinting!  parah.. parah.. ini apa-apaan si? Pake mampir dan menggangu jalan santai ku di pagi hari. MWOYA!! Sungguh menyebalkan namja ini. Dia ini seleb atau bukan sih?! Bisa-bisa nya ga jaga imej. Ampuuuun… batin Hyemi sudah merasa dirinya memang benar-benar jadi gila.

Nice girl!! Ayo kita berangkat!!” ucap Minho bersemangat sambil menstarterkan motornya. Sebelum motor itu melesat, dia menoleh ke belakang dan melihat sosok Hyemi yang sedang cemberut. “Kau tidak lupa jawaban untukku, ‘kan?”

Deg!

Astaga. Bodoh. Aku memang lupa. Aishh~ kenapa aku bisa lupa. Aku sama sekali tidak memikirkan itu semalam. Malah asik tidur pulas di kamar. Ottokhae?? Orang ini sudah menagih pula. Babo, Lee Hyemi.  Arghhhh~~ aku harus menjawab apa?!

~~♥♥♥~~

Di Konkuk University!

Hyemi dan Minho sampai di kampus mereka. Saat baru masuk pintu kampus, suasana ramai sudah terdengar dari gerbang. Beberapa poster, spanduk, bahkan hiasan-hiasannya sudah terpangpang dari luar . Warga Konkuk memang pecinta olahraga, tidak heran kalau ada acara seperti ini pasti laris dan akan sangat ramai.

Hyemi dan Minho masuk besamaan. Bukankah itu aneh? Choi Minho yang pamornya kian meningkat terutama saat Lucifer terus menduduki chart pertama di Music live di Tv swasta, bukannya harus menjaga jarak karena banyak yang memperhatikannya? Bahkan dia punya fans sendiri kan di kampusnya yang siap mendukungnya, menguntitnya, atau bahkan menerkamnya jika melihat Minho lengah. Aniyo, tentu saja khusus hari ini tidak. Hari ini hampir semua orang di Konkuk berpasang-pasangan dan kebetulan Minho dan Hyemi mereka juga couple di sportday kali ini, jadi Minho tidak usah sembunyi-sembunyi lagi untuk bersama dengan seorang yeoja.

“WUAHHHHHH!!!! ANTUSIAS SEMUANYA!!” teriak Hyemi girang saat melihat keramaian.

Minho menoreh ke arahnya melihat salah satu hal yang pada awalnya membuat Minho sadar akan keberadaan yeoja ini, tidak lain adalah kebawelan Hyemi, kehebohan yeoja itu, dan tentu saja semua itu menyebalkan namun menggemaskan baginya.

“KRYSTAL!!!” teriak Hyemi saat melihat Krystal sedang berdiri di samping stand makanan. Krystal yang dipanggil pun menoleh. Dia melambaikan tangannya. Sama halnya dengan Hyemi dia pun langsung heboh saat melihat kawannya.

“HYEMI–YA!! Come here!”

Dengan riang Hyemi pun ingin berlari menghampiri sahabatnya. Saat baru saja melangkahkan kaki, dia hampir jatuh kalau Minho tidak menahan tangannya.

Aigoo! Dasar ceroboh!! Kalau kau terluka, kita mana bisa ikut kegiatan ini!” omel Minho sambil memegang lengan Hyemi menahan tubuh Hyemi yang hampir mendarat ke tanah.

Aissshh.. Tenang saja jatoh pun sudah biasa.” ucap Hyemi sambil merapihkan dirinya dan berusaha tidak menggubris ocehan Minho.

“Dasar aneh!” cibir Minho.

“Biar saja. Pura-pura care padaku!”

Aish~ yeoja gila!”

Nde?? Kau sendiri cuma memikirkan Hot Couple  ini ‘kan? Cih!” Hyemi jadi benar-benar marah sekarang. Mereka pun berujung dengan bertengkar.

“Kalau tidak mau dikhawatirkan ya terserah.” ucap Minho sinis.

“Ya sudah!”

“Hyemi–ya! Gwenchana?” sahut Krystal yang akhirnya lebih dulu menghampiri mereka. Panggilan Krystal membuat kedua manusia itu berhenti tidak beradu mulut lagi.

Krystal membungkuk ke arah Minho dan menyapa ramah. “Annyeonghasseyo!!”

Annyeong..” Minho balas menyapa dengan wajah kecut karena moodnya  berubah gara-gara Hyemi .

“Krystal-ssi.” panggil suara seorang namja dari belakang.

“Ah, Donghae-oppa!! Tunggu sebentar ya, oppa?” balas Krystal menyahut pada namja tampan di belakangnya yang baru muncul dari stand makanan.

“Wuahh.. Donghae-oppa keren!!” pekik Hyemi pada Krystal yang membuat Minho jadi menoleh padanya.

Ne, keren ya? Tapi kau juga keren jadi couple dengan Minho.” bisik Krystal yang sebenarnya kedengaran oleh Minho yang jadi membuat Minho tersenyum bangga kepedean.

Aish.. pasanganku aneh Krystal. Tidak sama sekali keren.” balas Hyemi berbisik yang langsung membuat Minho kehilangan senyumnya.

“Ya sudah.. Tenang saja. Aku yakin kau menang. Kalian berdua jago olahraga.” Minho tersenyum lagi mendengar kedua yeoja yang saat ini sedang membicarakan dirinya sambil terus berbisik.

“Aku rasa tidak Krystal. Kurasa karena hormon-nya yang terlalu over load itu kita akan—“

“EKHHHMMMMM…….” dehaman keras terdengar dari Minho saat namja itu mendengar pembicaraan yang mulai aneh. Apa lagi itu terlontar dari seorang yeoja yang saat ini disukainya. Minho kini melirik pada Hyemi yang sedari tadi membicarakan dirinya dengan Krystal. Dia menatapnya sinis terutama sambil mengeluarkan aura evilnya.

“Ahahha~~” Krystal tertawa garing menyadari kalau obrolannya terdengar. “Aku kesana dulu ya? Annyeong Hyemi–ya. Fighting!!” ucap Krystal kemudian pergi. Sama halnya dengan Hyemi, karena terlalu bersemangat pergi, Krystal hampir jatuh kalau tidak ditahan oleh Minho yang dengan segera menarik tangannya.

Gwenchana?” tanya Minho lembut pada Krystal. Hal itu membuat  Hyemi menatap sinis pada Minho.

Gwenchana katanya. Si pervert Minho tadi malah mengomeliku saat aku hampir jatuh. Sedang pada Krystal dia manis begitu. Gwenchana? Ahhhhh~ mwoya! gerutu Hyemi dalam hati saat melihat senyum buaya dari bibir Minho pada sahabatnya. Hyemi pun lekas pergi dari tempat itu meninggalkan mereka yang sedang melakukan drama di hadapannya.

Yaa!! Kau mau kemana?!” panggil Minho mengejar Hyemi yang berjalan cepat.

Saat sampai menyamai langkah cepat Hyemi, Minho menangkap ekspresi kesal dari wajah Hyemi. Gadis itu kini cemberut. Bukannya merasa takut, bersalah, atau cemas, hal itu malah membuat Minho semakin gemas pada Hyemi.

“Kau kenapa?”

Hyemi menghentikan langkahnya dan menoleh pada namja di sebelahnya, “Gwenchana????? Sedang padaku kau mengomel!!”

Minho menaikan alisnya. “Aku ga ngerti.”

“Pada Krystal kau baik begitu, sementara padaku kau lebih suka mengomel. Arghhh!!!” Hyemi melanjutkan jalannya dengan cepat lagi. “Haish.. kamu memang menyebalkan.”

Minho tidak menaggapinya. Dia merasa Hyemi saat ini sangat lucu. Terlalu polos hingga tidak mengerti maksud ucapannya. Cemburu. Itu lebih terlihat cemburu di mata Minho.

Lagi-lagi Minho mensejajarkan dirinya berjalan di samping Hyemi. Mereka terus berjalan. Berjalan di teras gedung-gedung yang ada di Konkuk. Entah tujuannya kemana, Minho hanya ingin mengikuti kemana Hyemi pergi. Berada di sampingnya, mengawasinya agar tidak kabur dari kegiatan ini, yaitu menjadi couple di acara ini, terlebih lagi mengawasinya agar tidak jauh dari pandangan Minho.

“Oi.” sahut Minho pada Hyemi yang dari tadi tidak menggubrisnya. Hyemi tidak menanggapinya.

“Oi..” sahut  Minho lagi.

“APA???!!!” tanya Hyemi sambil berteriak.

“Itu… tali sepatumu ikat dulu!” perintah Minho sambil menunjuk ke sepatu kets berwarna merah yang ikatan talinya sudah terlepas sebelah.

Hyemi melihat sebentar ke arah yang Minho maksud. Bukan membenarkannya, dia malah lebih suka meneruskan langkahnya kembali.

“Hey! Ikat dulu!! Nanti kalau jatuh lagi siapa yang repot.” ujar Minho dengan sedikit memaksa.

I dont care!” respon Hyemi sinis.

I care!” balas Minho dengan penekanan pada kata ‘care’.

I care? Pikir Hyemi. Aish.. mengucapkan  kata-kata manis seperti itu tapi dengan sinis. Kenapa hari ini dia jadi terlihat galak sih?? Apa aku punya salah padanya kemarinkemarin?!  Hyemi benar-benar jadi bingung pada dirinya sendiri.

Benar dugaanku. Semenjak aku tidak membiarkan bibirku tersentuh oleh namja ini, dia jadi galak bukan main. Aku rasa dia stress karena hormonnya sudah tidak bisa ditampung lagi.  

YAA! HYEMI KERAS KEPALA!” panggil Minho yang sukses membuat Hyemi menghentikan langkahnya.

“APA SIH??!! Aku tahu, kau hanya memikirkan bagaimana kau bisa menang di battle hot couple ini. Kau galak padaku dan sinis padaku hari ini. Apa sih maumu?? Sedang pada Krystal ‘gwenchana?” Hyemi  menatap sinis pada Minho yang kini juga terlihat kesal. “Kau masih tidak mengerti ucapanku ya?? Sana, pergi saja pada Krystal, jangan padaku kalau kau berbuat manis padanya. Padaku kau malah mengomel-ngomel terus. Sebenarnya kau suka siapa sih? Jangan-jangan  kau cuma mendekatiku karena—“

Minho menghela nafasnya, dia refleks merendahkan tubuhnya dan berjongkok di hadapan Hyemi, melihat ke kedua sepatu Hyemi, kemudian mengikat tali sepatu Hyemi yang sedari tadi belum dibenarkan oleh pemiliknya. Jelas hal itu membuat Hyemi menatap tidak percaya padanya. Hyemi jadi terdiam.

“Dasar keras kepala. Mengikat tali sepatu saja lama. Hhmm…” gumam Minho saat mengikatkan tali sepatu tersebut. Dia pun bangkit dari sana dan mendaratkan tangannya di bahu Hyemi lalu mencengkramnya pelan. “Gwenchana??”

Hyemi terdiam menatapnya. Minho bertanya dengan ramah barusan membuatnya jadi terkejut sekaligus mematung.

“Aku suka kamu, bukan  temanmu. Arraseo?!”

Wajah Hyemi sudah pasti memerah karena Minho. Dia menyembunyikan wajah itu dan berjalan cepat lagi menghindari Minho. Sekian kalinya Minho menangkap ekspresi yeoja yang seperti ini. Dia benar-benar suka Hyemi. Sangat suka. Hyemi sangat berbeda dengan yeoja lainnya. Sangat menarik bagi Minho.

~~♥♥♥~~

Prrrriiiiittt~~    

Prrrriiiiittt~~ Prrrriiiiittt~~ Prrrriiiiittt~~

Suara gaduh disertai bunyi priwit terdengar tanda acara ini akan dimulai. Saat ini Hyemi berdiri di depan microphone dan siap untuk memberi sambutan untuk membuka acara ini.

“Ekheemm.. ekhemm….” Dia mengetes suaranya. “SELAMAT PAGI SEMUANYA!!” teriaknya pada microphone bersemangat.

“SENANG SEKALI ACARA KALI INI KITA DIBERI KESEMPATAN UNTUK MELAKSANAKAN SPORTDAY. WUAH TEMANYA COUPLE. SEMUA WARGA KONKUK BENAR-BENAR PENUH CINTA PADA HARI INI. HEBAT!!” lanjutnya lagi.

Cih, penuh cinta? Sambutannya berlebihan, pikir Minho yang berada tidak jauh dari sana mengamati seorang Lee Hyemi selaku ketua panitia memberi kata sambutan.

“Kalau couple sudah mengerti kan maksudnya?? Heheheh~~~ Jadi di acara ini.. Bla…bla bla.. bla.” Hyemi pun panjang lebar memberi sambutan selama 15 menit.

“OKE!  KITA BUKA ACARA INI DENGAN TERIAKAN YANG BERSEMANGAT YA????” pintanya pada semua yang hadir di lapangan outdoor itu.

HANA.. DUL .. SET…

Prrrriiiiittt~*Scream~~~ Prrrriiiiittt~*Scream~~~ Prrrriiiiittt~ *Scream~~~

Suara bergerumuh dan priwit berbunyi bersamaan. Sangat gaduh namun kedengaran bersemangat.

Hyemi selaku ketua panitia sudah membuka sambutan di acara tersebut. Dia sangat terlihat bahagia dan senang dengan apa yang telah dia lakukan. Minho yang melihat ekspresi Hyemi saat itu pun ikut bahagia.

Setelah memberikan sambutan yang lebih terkesan curhat, Hyemi kembali ke bangku penonton di lapangan outdoor. Dia menghampiri Minho yang duduk di sana. Beberapa pasang mata melihat kearahnya, bahkan para Minhoaddict terus-terusan menatap mereka berdua dengan iri.

Ah Minho. Kenapa kau harus jadi couple dengan yeoja aneh seperti dia.” gumam seorang yeoja yang tidak jauh dari Hyemi dan Minho.  Mereka menatap couple itu dengan aura pembunuh. Hal itu jelas saja membuat Hyemi menoleh pada yeoja itu dan menatap sebal.

Apa? Aku yeoja aneh? Kalau kalian para Minhoaddict tahu kebiasaan buruk namja  ini. Haishh~~ Hyemi tidak melanjutkan pemikirannya karena sudah begitu kesal saat segerobolan yeoja yang baru saja dijuluki olehnya Minho-addict itu masih menatapnya dengan tatapan pembunuh.

“Aku mau kesana ah! Tidak mau di sini!” ujar Hyemi pada Minho tiba-tiba.

“Loh bukannya kau selalu antusias melihat pertandingan. Kenapa malah mau pergi?”

“Terserah aku!” Hyemi pun mulai bangkit. “Dua jam lagi kita bertemu ya?”

Karena seorang couple harus bersama- sama. Minho jadi mengikuti Hyemi walau yeoja itu tidak mengetahuinya. Di sana dia mendapati Hyemi sedang berdiri di depan pintu UKS yang masih menutup. Itu membuatnya jadi bingung.

Bocah itu mau apa, pikir Minho.

Aiishhh~ Masih tutup.” kata Hyemi langsung mendudukan dirinya ke bangku yang ada di dekat UKS. “Aku tunggu saja deh!”

Beberapa saat kemudian..

“Ahhh~~ perutku!”  ringis Hyemi kesakitan sambil memegang perutnya.

Minho jadi menghampirnya ketika melihat Hyemi benar-benar unusual. Dia menatap Hyemi, melihat dari dahi Hyemi peluh keluar, dan melihat wajah Hyemi jadi pucat.

Yaa~ kau kenapa?”  tanya Minho jadi panik.

“Kau sedang apa di sini? Aku tidak apa-apa. Sana jauh-jauh dariku.” Perintah Hyemi. Minho menyentuh tangan Hyemi yang dingin.

Yaa~ Kau sakit?”

“Enggak kok, aku cuma gugup. Kan saatnya kita beraksi tidak lama lagi. Hehe!” jawab Hyemi sambil cengengesan padahal rasa di perutnya seakan di koyak- koyak.

“Bohong! Muka kamu pucet tahu!”

“Tenang saja, Minho. Aku akan menepati janjiku. Kita akan menjadi couple spektakuler. Aku tidak akan kabur cuma karena ini.” terang Hyemi sinis.

Yaa~ bukan itu. Kalau kau—”

“Ahhhh…” ringis Hyemi sambil memegang perutnya. Minho menatap wajah itu cemas.

Yaa~~ Kau kenapa sih?!”

 “A-aku.. sakit.. perut… Minho.” Hyemi memberitahu sambil memasang wajah memelasnya. Akhirnya dia mengatakan hal itu juga walau malu. Minho jadi memandangnya bergantian dengan UKS.

“Ya sudah aku cari obat. UKS nampaknya masih lama buka. Tunggu di sini. Err~ dasar bodoh!” kata Minho sambil mengucak poni Hyemi pelan dan pergi dari tempat itu. Dan tanpa Hyemi mengerti jantungnya jadi berdebar.

Ah dasar babo. Kenapa bisa sakit perut sih? rutuk Hyemi berbicara pada dirinya sendiri.

“ALALALALA~~” teriak Hyemi sambil memegang perutnya dan kemudian berlari mencari sebuah toilet terdekat.

Beberapa saat kemudian..

“AH LEGANYA!!!” Hyemi mengusap-usap perutnya saat keluar dari toilet. Dia berjalan keluar dengan riangnya setelah apa yang dikhawatirkannya tidak dirasakannya lagi.

AYA!!!” Hyemi meringis lagi saat perutnya lagi-lagi terasa sakitnya. “AH SIAL!!” katanya kembali masuk ke toilet lagi. Dan beberapa menit nyaman berada di tempat tersebut.

Sudah hampir 3 kali berturut-turut Hyemi bolak-balik toilet. Gara-gara hal itu kini badannya pun jadi lemas. Setelah selesai dengan semua aktivitasnya di toilet, kini dia berjalan ke luar dengan gontai.

“Aduh.. Sial! Sial! Sial!”

~~♥♥♥~~

Hyemi menyenderkan badanya ke kursi pinggir taman. Dia sudah lemas selemas-lemasnya. Kini tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain istirahat.

Yaa~ kau pucat sekali!” sahut Minho yang tiba di tempat Hyemi berada. “Gwenchana?”

“Tentu saja tidak sedang baik. Menurutmu?” jawab Hyemi lemas.

“Ini! Minum ini!” pinta Minho sambil memberi botol air mineral dengan obat sakit perutnya. “Kau sudah sarapan, ‘kan?”

Omo! Aku lupa! Aku belum sarapan dan memakan jeruk di pagi buta ini. Pantas saja aku sakit perut. Hyaaaaaa~~ aku baru sadar sekarang!

Yaa~ sudah sarapan belum, Hyemi?” tanya Minho ikut duduk di sebelah Hyemi. Hyemi menggeleng.

YAA!! Kau ini bagaimana?! Kita mau ikut acara ini kok malah belum sarapan. Dan tadi pagi aku lihat kau makan jeruk itu. Aishh~ kau memang bodoh.” Minho jadi mengomel pada Hyemi. Dia jadi benar-benar kesal sekarang.

“Lupa.”

“HAH? LUPA??!!” intonasi Minho menaik. Hyemi jadi mengangguk pasrah.

“ASTAGA!! Tahu ah! Kau selalu membuat orang jengkel.”

Hyemi memegang lengan Minho dan menarik-nariknya, sadar kalau Minho sedang kesal padanya. Minho saat ini menunjukan raut kesal terhadap yeoja itu untuk kesekian kalinya. Ini biasa. Tapi untuk Hyemi tentu tidak. Minho sangat kesal karena berpikir ini salah satu taktik Hyemi untuk membuat dirinya kalah di ‘Hot Couple’ ini.  Hyemi terus menarik-narik  lengan Minho yang saat ini membuang muka padanya.

Yaa~ Kok kamu jadi marah sih?? Tenang saja. Aku tidak akan curang dan pura-pura tidak ikut kegiatan ini, Minho.”

Minho tetap diam tidak mengubris ucapan yeoja yang sekarang sedang memohon padanya agar tidak marah.

“Oke! Aku memang menjengkelkan. Tapi, kamu suka, ‘kan??” goda Hyemi tiba-tiba  membuat Minho menoleh sambil memincingkan matanya.

“Iya kan? Suka kan?? Sukaaaaaa???” goda Hyemi lagi berkali-kali demi membuat Minho tidak marah padanya. Minho jadi mendesah pelan dan memposisikan dirinya berhadapan dengan gadis itu. Dia meletakan tangannya di bahu Hyemi.

Ne, joa.” Minho menatapnya serius.

Hyemi benar-benar mati kali ini. Gadis itu membuang muka, berusaha melihat kesegala arah asal bukan Minho. Dia jadi malu mendengar ucapan Minho barusan. Bahkan dia sempat menyesal karena telah menggodanya.

Neomu neomu joa..” bisik Minho yang membuat Hyemi jadi merinding. “Neo??” Minho balik bertanya membuat Hyemi melotot kearahnya.

“Sudah tau jawabannya?? Aku ingin tahu.” ucapan yang ini lebih membuat Hyemi melotot kaget lagi.

ASTAGA.. Apa-apaan ini? Kenapa dia jadi kembali normal lagi? Normal dalam artian sembarangan. Ah, menyesal pake menggodanya barusan, batin Hyemi dalam hati yang kini jadi masuk perangkapnya sendiri.

Minho mendekatkan dirinya lebih dekat lagi pada Hyemi. Dia kini menarik Hyemi dan mencengkram lengannya. Dia berusaha melakukan kebiasaannya lagi. Tidak lain, yaitu ingin mencium yeoja itu dengan sembrono. Mula-mula hanya ingin mendekatkan wajahnya. Kemudian Minho sendiri menggigiti bibir bawahnya menunjukan apa yang saat ini sebenarnya ingin dia rasakan dan lakukan pada Hyemi.

Ipsuri..” bisik Minho di telinga Hyemi. Hyemi saat ini terkaku, tidak berdaya dan tidak percaya lagi-lagi Minho seperti ini.

Saat beberapa senti bibir itu hampir tiba..

ANDWAE!!!!!” teriak Hyemi sambil mendorong tubuh Minho menjauh. “YAA!!! ANDWAE!!”

Minho makin menggigiti bibirnya sendiri, menatap penuh arti pada Hyemi yang membuat Hyemi jauh lebih ngeri padanya. Dia menyentuh sudut bibir Hyemi dengan ibu jarinya. Lalu mengelus pipi Hyemi dan membuatnya mendekat ke arahnya. Hyemi sudah menutup mata ketakutan.

“Makanya, kalau tidak mau, jangan coba-coba menggodaku.” ucap Minho ketus. Hyemi membulatkan matanya.

HYAAAAAAA!!!!!!” teriak Hyemi. “KAUU!!! AHHHHHH~~ KAU GILA, CHOI MINHO!”

To Be Continue

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
 ~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

~ acara sportday-nya ada di part yang akan datang. Semoga kalian menikmati ff ini ya. karena mereka akan lebih gila lagi di part yang akan datang.

~ Dont forget leave coment^^/ reader baru, komen juga ya~ dont be shy. Im a kind pearson *promosi diri*

 

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 5 August 2011, in SEQUEL, SHINee FF, START with a KISS and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 105 Comments.

  1. couple ini kocak XD
    makanya jangan goda mino…
    hyemi…hyemi…

  2. Lucu…Minho kyknya bner2 suka ma Hyemi….
    gmana dgn pertandingannya y…

    next part

  3. Tinggalin jejak…
    Hyemi ceroboh amat ya makan jeruk sblm sarapan 😀

  4. minho bkin gila…
    Hahaha
    ini ff kocak bgt smpah,sweet2 strowberry haha
    hyemi bisa sering scot jantung tuh.haha

  5. Saking sneng nya dikasih jeruk sama minho langsung tuh dmkan tanpa sarapan -_-,hyeminya udh ketara suka sma minho hhihihi .bgus tor critnya .

  6. kyknya jeruknya enak hehe, suka deh sana couple ini hehe

  7. hya,begitu akhirnya

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: