START with a KISS (Part 1)

START with a KISS (Part 1)

Title : Start With A Kiss
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho , Lee Hyemi
Support Cast :  Krystal
Genre : Romance – HHJJF (Happy Happy Joy Joy Fiction)
Rate : PG 13

AN : Cerita ini terinspirasi pas author lihat perform Key m Krystal di 1st concert SHINee world. My first kiss. Untuk pairingny, Lee Hyemi. Karakternya sama! Kasus sama! Ibarat kata ni FF ma FF-ku yg ‘Complicated – Sloppy girl’ masih satu jiwa. Satu kehidupan. Ini before story dari ff itu. LETS CEKIDOT! 

This Story©mamoTHo

~~♥~♥~♥~♥~~

~KISS WITH A PURPOSE~

~AUTHOR POV~

Suasana riuh terdengar sangat kencang sampai ke setiap sudut lapangan. Di sana sangat banyak orang yang bersorak-sorai. Ada yang sibuk berjalan ke sana kemari, tertawa riang dengan teman di dekatnya, dan ada juga yang hanya diam saja duduk di bangku penonton untuk menyaksikan keramaian yang ada. Semua orang terlihat gembira, kecuali satu orang yang kini duduk termenung di bangku penonton sambil menopang dagu dengan tangannya yang diletakan ke pahanya. Dia sangat terlihat datar. Lebih tepatnya dia tidak sama sekali memiliki ekspresi. Dia hanya melihat orang–orang yang sibuk bergembira yang ada disekitarnya. Dia tetap menjunjung tinggi karismanya  dengan hanya duduk di bangku penonton di samping lapangan, menatap lurus ke depan sambil melihat beberapa orang yang sedang sibuk dengan aksinya pada hari ini. Orang yang hanya diam saja, duduk termenung menyaksikan keramaian disitu adalah seorang namja yang memiliki sikap paling dingin, ketampanan yang di atas rata-rata, dan populeritas yang sangat tinggi dikalangan mahasiswa lainnya.

“PENGUMUMAN.. BAGI PESERTA ESTAFET PUTRI HARAP BERKUMPUL DI SEBELAH PANITIA YANG ADA DI SEBELAH BARAT!!” sorak suara di pengeras suara yang membuat orang-orang di sana terkejut.

Di pagi ini, cuaca di Seoul sangat bagus. Terasa panas namun tidak terlalu terik.  Hal ini sangat mendukung berlangsungnya kegiatan yang spesial di Konkuk University. Festival olahraga. Yap, festival olahraga sangat terkenal dan sangat diidam-idamkan di kalangan mahasiswa. Mereka selalu mencintai kegiatan yang satu ini. Festival olahraga di Konkuk  merupakan festival olahraga yang acaranya diadakan setiap satu tahun sekali. Keseluruhan acara tentu saja mengenai olahraga. Jadi, segala macam perlombaan seperti maraton, lompat tinggi, basket, futsal, tarik tambang, renang termasuk estafet akan ikut meramaikan diserangkaian acaranya.

“HOOOAAA…. KITA DIPANGGIL!!!” teriak suara seorang yeoja saat pengumuman terdengar lagi dari pengeras suara. Dia Segera berjalan ke arah temannya lalu untuk kesekian kalinya lagi, dengan melompat riang dia berteriak. “AYO KE SANA, KRYSTAL!!”

Temannya yang sedang membenarkan ikatan tali sepatunya yang terlepaspun mendongak pada temannya yang dari tadi terlalu bersikap riang. Dengan menyunggingkan bibirnya dia hanya mendengus pada temannya itu.

“KRYSTAL, AYO IH KITA KE SANA!!!” sahut gadis yang masih melompat-lompat heboh di samping orang yang kini tidak peduli padanya dan terus membenarkan ikat sepatunya.

Teriakannya tentu saja tidak hanya mengganggu Krystal, nama orang yang baru saja dipanggil oleh gadis tersebut. Suara itu bahkan lebih terdengar menyebalkan di telinga mahasiswa yang duduk tidak jauh darinya. Dia namja yang terus menjunjung tinggi karismanya itu. Dia masih saja duduk dengan posisi nyamannya, belum begitu terganggu oleh teriakan-teriakan gadis tadi. Dengan santai dia hanya menyender pada kursi penonton, melipat tangannya di dada dan terus menatap lurus kedepan menyaksikan orang yang kini berlari estafet di lapangan.

“ASIK AH! KITA BERAKSI JUGA NIH!” oceh suara cempreng yang sempat menghilang beberapa menit yang lalu dari telinga namja tersebut.

Kesal dengan aksi si gadis yang terlalu mengganggunya, dia mengucak rambutnya frustasi dan menoleh ke sumber suara. Seorang gadis berbadan kerempeng, berkulit seputih susu dan berambut ikat kuda itu tengah berdiri tidak jauh dari tempat duduknya. Gadis itu masih saja melompat-lompat heboh di sana ditemani oleh temannya.

Astaga itu orang berisik amat sih? Tinggal maju aja ke sana, apa susahnya sih!, decak namja itu dalam hati.

DUAKKK!!

Bersamaan dengan rutukan dalam hati itu, seseorang yang baru saja membuat namja itu kesal pun jatuh tersandung oleh kakinya saat dia berusaha berjalan di depannya, sehingga dia dengan mulus jatuh tersungkur tepat di bawah kakinya. Bukannya membantu atau menegur orang yang jatuh itu, si namja hanya berpura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut dengan tidak melihat ke arahnya. Dan dengan polosnya, yeoja itu pun akhirnya bangun dengan sendirinya dan langsung membereskan dirinya yang jadi berantakan karena lantai. Semenit setelah menyelesaikan aktifitasnya, dia mendelik ke arah pria yang masih diam tidak menggubris atau sedikit menegurnya karena insiden barusan.

Mian!” sahut gadis itu sambil membungkuk lalu pergi dari situ.

Dasar yeoja aneh! Udah ceroboh, berisik, beloon lagi!, umpat si namja yang masih tidak berusaha untuk memperlihatkan kepeduliannya.

“HYEMI-YA!! CEPAT KE SINI!!” panggil gadis yang tadi berada disamping Hyemi—orang yang berisik dan telah jatuh tersungkur—yang kini sudah jauh di depannya.

Yeoja yang rambutnya diikat kuda itu pun berlari menghampiri temannya yang memanggilnya. Tentu saja dengan semangat ekstra dan hampir melupakan insiden—yang seharusnya memalukan—yang barusan terjadi padanya.

“Isshhh…” gerutu Hyemi yang baru tiba menghampiri Krystal.

“Hei, kamu tadi baru aja jatoh di depan orang itu ya?” tanya Krystal sambil menunjuk pada orang yang dia maksud dan Hyemi ikut melihat ke arah jari telunjuk Krystal.

“Oh.. Iya!” jawab Hyemi santai dan fokus pada aktivitas barunya sekarang.  Dia kini sedang melakukan pemanasan sebelum perlombaan estafetnya dimulai.

Melihat temannya yang melakukan pemanasan sambil berlari-lari kecil di tempat itu, Krystal pun melakukan hal yang sama. “Cih, malu-maluin aja!”

“Biasa aja tuh. Emangnya kenapa?”

“Er.. Kalau aku jadi kamu, aku gak berani lagi deh nunjukin batang idung secuil pun karena baru aja jatoh pas di depannya.”

“Kenapa?”

“Benar-benar tidak tahu siapa dia?”

Gadis yang di panggil Hyemi itu pun menggeleng sambil terus berlari di tempat. Dia sebenarnya tidak tertarik masuk dalam percakapan. Apalagi, harus membicarakan orang-orang yang tidak dikenalnya.

Krystal menghentikan lari ditempatnya dan melangkah dan menghadapkan dirinya pada Krystal. “Dia Minho. salah satu member SHINee. Kau tahu kan contemporary band yang baru-baru ini hadir di acara kampus. Acara ‘campus shock’ itu? Mereka jadi bintang tamu.”

“Ah jinca? Jadi dia artis juga seperti Changmin-oppa?”

Ne.”

“Woahh~ di Konkuk ternyata banyak seleb.” pekik Hyemi riang. “Kalau begitu, aku bisa jadi artis juga ya?”

Krystal menoleh dengan tatapan meremehkan pada Hyemi, “Jangan mimpi. Perbaiki dulu bahumu yang lebar dan badanmu yang tidak berbentuk itu.”

Yaa!! Krystal-ssi kau merasa cantik, ah?”

Hyemi adalah seorang gadis perempuan yang terlahir dari keluarga bermaga ‘Lee’. Lee Hyemi lahir di kota yang tidak pernah mengenal malam, yaitu Seoul pada tahun 1991. Dia salah satu perempuan yang berpengaruh di Konkuk University. Dia terkenal dengan kehebohannya. Dia sangat suka berbicara, bawel, dan kadang tingkahnya memang menyebalkan, tapi dibalik itu semua, dia merupakan gadis yang menyenangkan. Secara fisik, walau dia pecinta olahraga, tubuhnya tidak terlihat berotot seperti maniak olahraga kebanyakan. Dia memiliki tubuh yang mungil—terlalu kerempeng—tapi kuat.

Sama dengan temannya Krystal. Krystal juga merupakan seorang gadis yang sebelas dua belas dengan Hyemi. Cerewet dan suka bergosip. Krystal tipe teman yang baik dan pendengar yang baik. Dia bahkan tidak kalah heboh dengan Hyemi. Dia teman yang sempurna untuk dipasangkan dengan hyemi.

Hari ini Hyemi dan Krystal memang akan ikut di acara pertama, yaitu di olahraga estafet. Mereka satu tim dengan 2 orang yang lainnya. Mereka berdua memang sedang melakukan stretching,  merenggangkan badan mereka agar terasa ringan nanti saat berlari. Hyemi dan Krystal sangat akrab. Mereka juga dijuluki biang gosip di kampus ini, apalagi mereka sangat terkenal dan sangat eksis dalam berbagai kegiatan, terutama di kegiatan yang akan lebih mempopulerkan nama mereka sebagai BFF di kampus ini. Yeah, walau pada akhirnya mereka sering bertengkar.

~~♥♥♥~~

“Minho! giliran kita! ” seru seorang namja pada seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan ‘Minho’.

“Masih estafet putri! Kita belum dipanggil.”

“Oh!” namja itu pun duduk di sebelahnya.

Yap. Namja yang sedang diperbincangkan oleh Hyemi dan Krystal barusan adalah Minho. Dia juga namja yang sama yang merasa risih dengan kecemprengan dan kehebohan aksi Hyemi. Dan dia juga namja yang sama yang melihat yeoja itu tersungkur jatuh di depannya namun tidak berusaha menolongnya. Dan orang yang memang terkenal dengan segala ketampanan, karisma dan ketenarannya di Konkuk University itu memang dia, Choi Minho.

Secara fisik, Minho memang sudah terlahir dan ditakdirkan berwajah tampan. Sempurna! Mungkin itu kata yang bisa mewakili gambaran bagaimana Minho. Pria dengan tinggi tubuh 181 cm, dan badan yang lumayan kekar dengan berat 70 kg, siapa yang tidak menjerit melihatnya. Apalagi kalau sudah melihatnya menyunggingkan senyuman yang mematikan, semua akan lumer seketika. Minho memiliki mata idaman para netizen, matanya bulat, dan memiliki kelopak ganda di mana tidak semua warga korea memilikinya. Hidungnya mancung dengan bentuk wajah yang mungil. Ya, wajahnya mungil untuk ukuran seorang pria. Pria kelahiran Incheon tahun 1991 ini memang seperti pria yang sering digambarkan di komik.

Saat ini pandangan Minho terfokus pada suatu hal yang menarik untuknya. Seseorang yang baru saja jatuh tersungkur di depannya. Dia sedang memperhatikan seorang yeoja yang beberapa saat lalu membuatnya risih dengan kebawelannya dan kecerobohannya jatuh di hadapannya, Lee Hyemi.

“Lucu juga.” gumam Minho berbicara pada dirinya sendiri tanpa dia sadari dia kini terkekeh.

Pemandangan yang sedang dia lihat adalah Hyemi yang sedang ‘bersemangat’ dan sibuk dengan aksinya di lapangan. Dengan semangat ekstra Hyemi menunjukan kekuatannya berlari. Dia berlari sambil terus tersenyum dan tidak terlepas dari kelebihannya yaitu heboh dan menjerit-jerit sepanjang durasi estafet.

“AKU PASTI MENANG!”

“KRYSTAL-SSI AKU PASTI BERLARI CEPAT!!!”

“AHH~ SAMPAI BENTAR LAGI!!”

Semua orang yang melihat tingkahnya seperti itu tentu saja tertawa. Tidak ada yang tidak ikut heboh gara-gara yeoja yang satu ini. Suara cempreng Hyemi benar-benar lebih dominan dari pada kecepatan larinya. Itulah yang menarik.

~~♥♥♥~~

Setelah selesai dengan aksi mahasiswa putri yang melakukan estafet, kini saatnya giliran mahasiswa putra, termasuk Minho di dalamnya. Minho terlihat kompetitif dan seperti biasa, karena dia idola, banyak penggemar yang berteriak untuk menyemangatinya. Belum lagi Minho memang terkenal dengan sebutan ‘Monster’ di bidang olahraga. Walau dirinya seorang selebritis, semua orang tahu dia sangat menyukai olahraga. Bahkan di dream teamvariety show yang mengerahkan kekuatan fisik yang diikuti Minho—dia benar-benar terlihat seperti monster di sana.

Terpikir dengan ucapan Krystal tadi, yeoja yang bernama Hyemi sekarang tertarik untuk memperhatikan Minho. Dia melihat ke arahnya dan memperhatikan kekuatan namja itu dalam berlari.

“Oh! Jadi dia yang bernama Minho itu. Seorang seleb? Kok aku tidak tahu ya?” gumamnya pada Krystal yang sebenarnya tidak mendengar ucapan Hyemi sama sekali.

“Ah ya! Aku kan sukanya TVXQ! Jadi wajar saja kalau aku tidak tahu. Aku kan orang setia. Lagi pula saat campus shock itu, aku memang tidak masuk kuliah. Kan aku terbaring di ICU gara-gara kecelakaan yang hampir merengut nyawaku. Jatuh di tangga rumah sendiri!” lanjutnya tidak peduli dan tetap berbicara pada diri sendiri. Ya, Hyemi penggemar berat TVXQ walau tidak maniak.

~~♥♥♥~~

Saat pertadingan estafet putri dan putra selesai, semuanya berkumpul untuk mendengarkan pengumuman.

“JUARA 3 ESTAFET PUTRI-TIM PARK GYURI, JUARA 2-TIM KIM NARA, DAN JUARA 1-TIM LEE HYEMI.”

“HOOAAA!!!! Chukae, Hyemi-ya!” sorak Krystal sambil memeluk Hyemi. “Ah, tidak aneh kalau kau yang menang!!”

Hyemi mendelik pada temannya. “Pura–pura heboh! Cih, kau kan tadi lihat aku memang pertama sampai finish.”

Beberapa orang pun mengucapkan selamat pada Hyemi selaku tim yang menyandang juara satu estafet putri. Ada yang memeluknya, menjabat tangannya dan ada yang mencubit gemas pipinya. Hyemi benar-benar populer di kalangan mahasiswa.

“Hehe!!” Dan gadis itu hanya berujung pada cengengesan menanggapi semua orang yang telah mengucapkan selamat padanya.

“JUARA 3 ESTAFET PUTRA–TIM LEE DONGHAE, JUARA 2-TIM CHOI MINHO , DAN JUARA 1-TIM CHOI SIWON.” beberapa sorakan keras lagi terdengar dari namja. Mereka tidak ada bedanya saat excited dengan yeoja.

“YANG DIPANGGIL SILAHKAN MAJU KE DEPAN UNTUK MENERIMA MENDALI.” sahut panitia yang baru saja mengumumkan pemenang lomba estafet putra dan putri.

Sesuai dengan intruksi panitia, Hyemi maju ke depan dengan senyumannya yang menyilaukan. Dia berjalan dengan langkah riang tidak lepas dari senyumannya yang merekah seperti iklan pasta gigi. Dia berdiri di depan bersanding dengan juara putri lainnya sambil terus melambai-lambaikan tangan pada semua yang bersorak padanya.

“HYEMI-YA!! KAU HEBAT!!” teriak Krystal lagi makin membuat semua orang memperhatikan Hyemi. Krystal juga penuh semangat.

“Astaga. Aku kan hanya mewakilkan mengambil mendalinya, dia juga kan tim yang sama denganku. Artinya kita yang menang, bukan aku sendiri. Apa Krystal lupa?” gumam Hyemi yang melihat tingkah Krystal yang kini melompat-lompat kegirangan.

Saat itu Hyemi semakin menjadi pusat perhatian. Terutama saat dirinya terlalu bersemangat melontarkan ucapan terimakasih. Ucapan terimakasihnya sangat panjang dan sangat bersemangat, hingga titik dan koma pun tidak ada bedanya.  Hal itu jelas membuat Minho jadi semakin memperhatikan tingkah yeoja yang berbeda dengan yeoja yang lainnya itu. Dia tidak melepaskan pandangannya dari Hyemi saat ini.

Saat sudah memberi ucapan terimakasih selaku penerima juara, Hyemi melirik ke tempat Minho yang berdiri tidak jauh dari dirinya. Dia merasa Minho tengah memperhatikannya sedari tadi dengan tatapan datarnya. Merasa senang ada yang memperhatikannya seperti itu, Hyemi pun tersenyum padanya berharap tatapan datar dari Minho  berubah menjadi sedikit ramah. Tapi saat Hyemi tersenyum padanya, bukannya membalas senyumannya, namja yang bernama Minho itu malah memalingkan wajahnya ketika mata mereka baru bertemu.

“Hah! Dasar seleb! Aku sudah berbaik hati memberikan senyuman. Dia malah membuang muka padaku. Sial!” rutuk Hyemi kesal.

~~♥♥♥~~

BRAKKK!!

Lagi-lagi Hyemi ceroboh seperti biasa. Tidak sengaja saat dia sedang berlari tergesa-gesa dia menabrak seseorang. Dia tidak terjatuh dan tidak tersungkur seperti sebelumnya, tapi hanya terbanting pelan dan hampir jatuh.

“Auchhh!” ringisnya saat menyadari dirinya telah kecelakaan lagi karena menarbrak orang.

Seorang yang memiliki tubuh sekeras tembok berhasil membuat Hyemi terbanting pelan. Orang itu melihat korban yang sudah ditabraknya. No coment and no expression. Orang itu tetap diam, tidak menggubrisnya dan hanya melihat Hyemi dengan tatapan datar.

WOAH~ ARTIS INI LAGI, pekik Hyemi dalam hati tidak percaya kalau orang yang ditabraknya lagi adalah orang yang sama. Tidak aneh, dia seleb yang tadi diceritakan Krystal padanya.

Dia good looking, lebih tampan jika dilihat dari dekat, badannya juga tinggi. Woahh~~ keren! Aku selalu suka namja tinggi. Sayang… dia tidak mempunyai attitude yang baik. Namja ini sungguh tidak ada ekspresi dari tadi. Datar terus.., lamun Hyemi terus menatap lama pada Minho yang tetap berdiri di hadapannya dengan tangan yang menggantung di saku celananya.

“Mian!” ucap Hyemi saat sadar.

Hyemi pun langsung berlari lagi meninggalkan tempat itu. Dia melengos begitu saja dari hadapan Minho. Saat ini Hyemi memang sedang terburu-buru. Dia tidak berusaha memulai dialog walau penasaran dengan namja yang berstatus seleb yang akhir-akhir tertimpa sial karenanya. Dia harus ke perlombaan selanjutnya. Renang. Hyemi sangat menyukai renang dari dulu.

Itu yeoja kurang makan atau kurang penglihatan. Dari tadi kerjaannya menabrak, jatuh, dan membuat kerusuhan. Badan juga tulang semua. Haish.. Dasar yeoja ga berbentuk,  rutuk Minho dalam hati jadi kesal.

Tanpa memikirkan kejadian barusan, Minho pun melangkah pergi dari tempat itu tanpa menghiraukan ucapan maaf dan kecerobohan Hyemi Saat baru berjalan. Tiba-tiba saja kakinya tidak sengaja menginjak sesuatu yang tergeletak di lantai. Dia pun membungkuk untuk mengambilnya.

“Apaan nih?” Minho menerawang benda tersebut. Sebuah tas kecil atau lebih tepatnya dompet kecil transparan kini sedang digenggam Minho. Karena penasaran dengan benda tersebut, dengan iseng Minho pun membukanya.

Semenit kemudian namja itu menyeringai dan tertawa geli. “34?? Heu~  dasar kerempeng!”

~~♥♥♥~~

~HYEMI POV~

Hosh~ hosh~ hosh ~ hosh~~~

Akhirnya sampai juga di sini. Di waterpool indoor tempat aku akan mengerahkan segala kemampuanku pada olahraga berikutnya. Renang. Aku selalu suka renang! Sangat suka! Aku yakin aku pasti menang!

“Ayo Hyemi jangan melamun. Cepat ganti!” Krystal benar-benar menarikku padahal aku baru saja muncul di hadapannya.

Aku pun dengan cepat berjalan ke kamar ganti untuk mengganti pakaian. Lebih tepatnya ke kamar mandi yang ada di dalam waterpool indoor.  Aku mengacak-acak isi tasku untuk mengambil tas kecil yang berisikan pakaian renang yang akan kupakai.

“HYEMI-YA LAMA SEKALI!” teriak Krystal tidak sabaran dari luar.

Hah? Kok aku tidak menemukannya? Apa tertinggal di rumah? Aku terus mencari-cari benda itu. Padahal aku sudah  mengobrak–abrik isi tasku. Tidak mungkin hilang.

“HYAAA!! AKU KEHILANGAN PAKAIAN RENANGKU, KRYSTAL!!!” Pekikku benar-benar jadi frustasi sekarang.

“Hah??? Lagi-lagi kau seperti itu??!!” pekik Krystal juga dengan nada yang lebih terdengar meremehkan ketimbang terkejut.

Aku keluar dari kamar mandi ini dan menunjukan tampang menyedihkan padanya. Tepatnya tampang yang memelas.

Ottokhae??”

Yaa! Cepat cari lah!!” perintah Krystal dengan tatapan kesal. Huh, dia benar-benar makin membuatku frustasi.

Aku pun keluar dari sana dan berusaha mencari benda keramat yang kuhilangkan. Mana lomba renangnya sebentar lagi. Apa aku bisa tepat waktu? Pikirku mulai khawatir. Aku sekarang sedang mencarinya dan berpikir di mana aku bisa kehilangan benda itu. Seingatku aku memang membawanya. Tapi, hari  ini aku terlalu excited di lapangan tadi gara-gara estafet. Mungkin juga sih aku lupa antara bawa atau tidak. Aduuuhhh~~ mana di sana ada benda-benda aneh lagi. Mudah-mudahan yang menemukan bukan orang iseng dan bukan namja.  Jangan sampai segala yang disensor itu terlihat. Mana kekanak-kanakan pula. Arghhh~~ ada-ada saja kebiasaanku!

Aku melewati jalan di mana aku menabrak seorang seleb tadi siang. Dari pandangan lurusku, aku melihat seorang namja sedang bersender di kursi dan menutup wajahnya dengan topi. Namja itu memakai pakaian olahraga yang sama denganku, kecuali nomor dadanya yang berbeda. Aku lihat lagi dia sedang memegang.. OMO! ITU TAS KECIL YANG KUCARI!!!! Tidak pakai pikir panjang, aku pun segera berjalan cepat ke arahnya.

Kini aku berdiri di hadapannya yang sedang menyender di kursi. Sesaat kemudian dia sadar kalau ada seseorang yang menghampirinya. Namja itu akhirnya melihatku.  Omo! Dia lagi!! Si seleb itu! lagi dan lagi! Ini anugrah atau kesialan ya?

Aku tidak bicara, jujur saja aku jadi bingung harus berkata apa. Haruskah aku marah karena dia menemukan benda ini? Atau berterimakasih? Ah molla. Namja ini kan datar saja sedari tadi.

“Kau mencari ini?” tanyanya yang tidak kuduga-duga mau mengeluarkan suaranya. Yeah, walau sedikit.

Ne, itu punyaku. Aku mencarinya.” jawabku dengan pembawaan yang tenang, padahal jantungku sudah melompat senang karena menemukan benda ini.  “K-kau tidak lihat isinya kan??”

Pluk!

Dia  melemparkan benda itu padaku. Dan setelah itu malah melengos pergi dari hadapanku tanpa menjawab pertanyaanku terlebih dahulu. Sumpah! Orang ini ga jelas banged. Tapi, yah setidaknya dia sudah berbaik hati menungguku mengambil ini di sini dan tidak membiarkan benda ini terdampar begitu saja.

GOMAWO, FLAMING CHARISMA!” Aku pun berteriak sambil menatap punggungnya. Aku iseng saja menyebutnya itu. Toh, masa iya aku sok akrab menyapanya ‘Minho’, kita kan belum kenalan. Lagi pula yang aku tahu sebutannya itu ‘flaming charisma Minho’ kata Krystal.

Si flaming charisma yang baru saja kusebut tidak menggubrisku sama sekali. Tepat dugaanku kan, dia tetap berjalan menghiraukan ucapan terimakasih dari yeoja semenarik diriku. Tak apa, aku akan tetap menunggu sampai dia merespon sebelum berbalik badan. Kuhitung sampai tiga. Kalau tidak maka aku akan abaikan dan pergi.

“Hana…”

“Dul…”

“Set…” Aku mendesah pelan karena kenyataannya dia memang masih tidak peduli. “Yah, dia benar-benar tidak merespon.”

Ne, size 34!”

Aku mendengar suaranya. Dia meresponku walau telat. Tidak kusangka seorang seleb tidak seburuk yang aku pikirkan. Dan tanpa kumengerti, kenapa aku jadi tersenyum sekarang?

Molla.. Aku berlalu pergi dan berjalan kembali ke  tempat tujuan utama pertandingan renang. Aku berjalan dan sama sekali tidak sadar dengan respon namja yang barusan kupanggil flaming. Dia menyebutku apa tadi? Um~ orang itu suka asal menyebut orang rupanya.

~~♥♥♥~~

~AUTHOR POV~

Di waterpool indoor!

Yeoja itu lagi! Haish.. ternyata dia seorang perenang, gumam Minho dalam hati sambil melihat orang yang dia perhatikan.

Si krempeng dan berisik itu jago juga. Tidak menyangka badannya yang tak berbentuk itu adalah seorang yang mencintai olahraga, lanjut Minho sambil terus memperhatikannya. Dia benar-benar tidak sadar kalau gumamnya barusan terdengar seperti pujian.

Siang ini,  tepat pukul 01.00 KST, Minho sedang menyaksikan perlombaan renang. Renang putra dan renang putri. Suasana di waterpool indoor sama ramainya dengan suasana di luar tadi saat acara olahraga dihadapkan dengan panas terik. Minho saat ini memang  sedang memperhatikan Hyemi yang sedang berada di arena pertandingan,  yaitu di dalam kolam renang. Hyemi sedang beraksi dengan gaya bebasnya melakukan renang. Kecepatannya, cara renangnya, juga lekuk tubuhnya yang mengikuti irama renang itu memang kelihatan seperti profesional. Hyemi memang ahli dalam renang.

Saat Hyemi sampai di ujung kolam, karena peserta renang yang lain masih jauh di belakangnya, sebelum dia melanjutkan renang untuk ambil satu balikan lagi, dia melihat ke arah penonton yang sekarang sedang menyemangatinya. Dia tersenyum pada mereka. Dan dengan sempatnya, dia melambai-lambaikan tangan pada sosok yang dia cari. Tidak aneh, pasti dia mencari sosok Krystal sahabatnya.

“KRYSTAL–SSI, KAU TARUHAN BERAPA KALAU AKU MENANG??” teriaknya membuat seluruh penonton membudal dengan tawanya termasuk Minho.

Setelah pertadingan berlangsung, seperti biasa pemenang akan langsung diumumkan. Dan lagi-lagi Hyemi menyandang juara 1. Tidak sia-sia kenarsisannya barusan membuahkan hasil yang tepat. Kalau tidak, mungkin dia tidak akan sanggup menunjukan wajahnya. Hyemi memang monster juga dikalangan pecinta olahraga khususnya yeoja.

“Ck.ck.ck.. si ceroboh bisa juga.” decak Minho sambil memandang yeoja yang masih basah karena renang sedang meloncat kegirangan sambil memeluk Krystal.

~~♥♥♥~~

Hyemi pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian renangnya. Dia mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah terlanjur basah karena air kolam yang bercampur kaporit. Sedang Krystal sahabatnya, berbaik hati menunggunya di luar kamar mandi.

“Hyemi–ya, kau tidak takut bahumu tambah lebar?” tanya Krystal dari luar kamar mandi.

Ne? Aku tidak dengar. Aku masih showeran nih.“ Hyemi pun mematikan showernya dan berbicara pada Krystal lagi. “Ulang?”

“Iya! Badanmu kan sudah kerempeng. Apa tidak terlihat aneh jika bahumu terlalu lebar?”

“Krystal–ssi, kau tidak sadar badanmu kerempeng juga?”

“Aku kerempeng, tapi aku manis.”

“Itu bukan alasan. Banyak yang bilang aku juga manis, Krystal.” Hyemi terus menggosok-gosok rambutnya yang penuh sampo sambil tetap berbicara pada teman satu level dengannya—duo gosip—yang hampir satu semester berteman dengannya.

“Siapa?? Orang tua yang telah melahirkanmu di dunia?”

Hyemi tertawa mendengarnya, kemudian melanjutkan perform di kamar mandi untuk membilas tubuhnya. Dia tetap menikmati mandi setelah beberapa kali mendapat penghargaan di ajang festival olahraga yang diadakan setahun sekali di Konkuk ini.

Beberapa menit kemudian, setelah dia selesai dengan  mandinya.

“HYAAAAAAAAAAA!!!!!” teriak Hyemi tiba-tiba.

“Kenapa Hyemi-ya?” sahut Krystal panik sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi Hyemi.

Hyemi sekarang sadar dan ingat. Kenapa namja berstatus seleb tadi menyebutnya size 34. Hyemi memegang benda itu dan mencengkramnya kesal.

Sialan namja itu. Tidak sopan!! Jadi yang dia maksud size 34 itu ukuran bra-ku??!! Dasar Pervert! Kurang ajar!!! Semua namja sama! Termasuk seorang seleb seperti dia. HAH, BABO!! Memalukan sekali… menyebalkan sekali..  Awas saja kalau aku melihatnya lagi. Sudah kupastikan kubejek-bejek namja pervert itu!!

~~♥♥♥~~

Beberapa hari kemudian, terlepas dari kejadian yang menyebalkan hari itu—hari di mana dia tahu akan maksud size 34—kehidupan seorang Hyemi kembali normal seperti biasa. Dia menjadi seorang mahasiswa jurusan Public Relations(PR) tingkat 1 di Konkuk University.  Tapi, pada kenyataannya kehidupan normalnya tidak berjalan mulus seperti yang selama ini yang dia alami. Selalu saja ada hal-hal yang membuat dirinya kesal akhir-akhir ini. Tanpa ia duga, tanpa ia sangka..

♥CHU~~~

Seorang Hyemi yang sedang berjalan kesal tiba-tiba mematung seketika, ketika seseorang yang belum diketahui identitasnya mencium bibirnya. Yeoja itu terpaku, diam  dan membeku. Kaget karena perbuatan namja yang dengan ‘sopan’ menciumnya, dia hanya diam seolah-olah mainan si namja. Hyemi benar-benar menjadi patung sekarang.

Bingung..

Heran..

Dan aneh..

Itu yang ada dipikirannya sekarang.

Namja itu melepaskannya ciumannya, sekedar melihat paras yeoja tersebut.  Wajahnya masih kelihatan sama seperti saat dicium. Dia terlihat bingung.

Yeah, sudah pasti. Tidak mungkin dia tidak bingung. Aku siapa. Aku belum pernah berbicara, berkenalan, bahkan belum pernah menunjukan sikapku sebenarnya padanya. Tapi tiba-tiba menciumnya, gumam si namja dalam hati.

Berapa detik kemudian, namja itu malah menciumnya kembali. Dia menyapu pemilik bibir mungil itu dan melumatnya lagi. Dan pada akhirnya malah memperdalam ciumannya. Masih sama! Yeoja korban cium itu masih diam. Diam mendapat perlakuan orang yang bahkan bukan siapa-siapa baginya.

Namja itu menyeringai kecil saat melepaskan ciuman yang kedua kalinya. Dia tersenyum menatap wajah shock itu dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan yeoja yang masih mematung di tempatnya.

Kalau saja dia tidak bawel. Tidak membuat kerusuhan. Pasti aku tidak akan berbuat seperti itu, pikir si pelaku cium sambil berjalan pergi.

Masih dengan posisi mematung, yeoja itu hanya menunjukan ekspresi penuh tanda tanya. Yap, ekspresi tanda tanya. Dia pun akhirnya berjalan lemas ke sisi koridor. Dia mendudukan dirinya di bangku yang ada di sana dengan masih menunjukan wajah bingung. Akhirnya dia pun terdiam.

“Hyemi–ya!!!” sahut seseorang yang muncul dari belokan koridor. Seorang yeoja berambut panjang dan memakai pita besar sebagai penghias rambutnya tidak asing bagi Hyemi yang baru saja dipanggil.

“Krystal??”  ucap Hyemi pelan yang sebenarnya tidak mengeluarkan suara sama sekali. Dia masih terlihat sama. Shock.

“Kau ke mana saja, Hyemi–ya?”

Yap, yeoja yang sekarang mematung, bingung dan shock karena mendapatkan kecupan kilat itu adalah Lee Hyemi.

“Hyemi–ya, kok kau diam saja?? Jawab aku!” Krystal mengguncang-guncangkan tubuh Hyemi, membuat Hyemi sadar dari lamunan dan ekpresinya yang sedari tadi kosong.

Ne??” akhirnya Hyemi pun sadar.

“Astaga. Kau ini tuli? Ke mana saja? Panitia mencarimu ke mana-mana? Kau ini bagaimana sih, kau kan ketua panitianya kenapa malah menghilang?!”

“Ah, ne?” Hyemi menjawab itu lalu kemudian pergi berjalan ke tempat yang tertunda. Masih sama dengan sebelumnya, dia berjalan dengan tatapan bingung dan gontai.

~~♥♥♥~~

Noona, sudah pulang???” tanya seorang bocah masuk ke kamar Hyemi. Ya, saat ini Hyemi memang sedang berbaring di kamarnya. Dia sudah berada di rumah.

Hyemi tidak menjawab. Dia masih asik menatap langit kamarnya. Sudah 1 jam dia menatapnya dengan tatapan bingung dan kosong. Sepertinya dia sudah kehilangan akal sehatnya saat ini.

Noona~~ kau tuli.” ejek bocah itu sambil berlalu keluar kamar dan membanting pintunya membuat Hyemi sadar.

Joongki! Dasar berisik. Kau tidak tahu noona-mu kenapa, ah!, rutuk Hyemi dalam hati pada adiknya sendiri.

Hari ini sungguh aneh!! Sumpah aneh!!

Sedetik kemudian, Hyemi memegang bibirnya sendiri. Masih kebingungan dengan apa yang dirasakannya. Dia masih merasakan hangatnya dan liarnya bibir yang beberapa saat yang lalu mendarat di bibir miliknya. Dia kembali lagi dengan lamunannya.

Ah! Harusnya aku marah. Apa-apaan namja itu? mencium orang dengan seenaknya. Parah!! Aniya,  aku yang parah! Aku.. Aku malah diam saja barusan. Bodohhhhhh! Aku memang kurang waras hari ini. Terlalu banyak pikiran, atau mungkin lelah.

Sebentar! Dia mencium bibirku?? Dengan alasan apa? Kami tidak pernah bicara. Bertegur sapa pun tidak. Tapi, kenapa dia… ARGHHHHH~~ CHOI MINHO!!! What hell are doin that thing?!

To Be Continue

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
 ~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~


~ Yang sudah menanti ff ini hadir. Otte? Baru part awal kissu udah muncul ke permukaan. hehe… *tutup muka* oke deh, yang sudah baca, gimme your comment gud reader~

~ {update 301211} tambahan, kalau melihat masih ada typo kasih tahu ya^^/

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 16 July 2011, in SEQUEL, SHINee FF, START with a KISS and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 119 Comments.

  1. Hduh itu minho main nyosor aje..
    Itu mah bkn krna bawel, tpi minhonya jaa yg kepengen kiss ‘kkk~
    nice ff thor 🙂

  2. Author ngajak berantam ya-_- ngefly nih, huhu

  3. ige…. NGAKAK! bacanya pas pemenang lomba estafet juara ke-3 IDONGE! sejak kapan lelaki pendek kaki itu jago lari?/dorr
    wkwk ini bagaikan beauty and beast-.- minho si sempurna dan hyemi si itik buruk rupa/piss
    YAK! itu apa apaan size 34? beha ukuran segitu kan lumayan gede eon._. /tukang behanya marah/

    wakakkak xD si minho ada ada aja, naksir mah bilang aja. pake nyosor segala dgn alasa hyemi itu tukang ngomong. sekali cuma dikecup, kedualinya dilumat ehhh/sensor
    next yah eon

  4. waaaaahhhh keren bgt eon….

  5. eonni gara² kiss addicted kmren mlm aku jd kangen ama ff ini..
    Aku mau baca ulang..
    Dlu wkt bc ini, blm punya akun wp jd ssh msukin komen. nahh aku bkln byar utang komen ku skrg hheh..mian telat ._.v
    Aku baca dl yaa eonn.. 😀

  6. eonni…aku baru baca ff ini -_- ini asal mulanya homi couple ya?
    itu mino maen nyosor aja :\
    hyemi responnya lambat ya? -_-

  7. eonni jadi ff nh gk ada partnya tapi sequelnya???

  8. Salam kenal.. aq reader baru di sini….
    ceritanya seru… Minho knapa mainkiss aja….

    baca part selanjutnya…

  9. Hehe…Tinggalin jejak 😀
    Wew..Minho mmg tak terduga..

  10. nandacamilla

    Uuh, untung banget ye di cium minho 😀

  11. dikira kissue’a gk sengaja, trnyata sengaja dari minho*ih pervert deh, bagus thor

  12. Woah,keren ceritane.
    Minho pervert bgt,haha
    suka bgt ma karakter bad boy nya minho dsini,huhu
    hyemi ekspresinya bikin ngakak chingu,haha

  13. Bgus jalan ceritanya,wlaupun diawal gak terlalu suka sma bahasanya tpi lama2 seru juga :D.apalagi sma sifat minho yg ngegemesin hihihi .izin baca ya ,maaf baru bisa komen dan baca skarng pdahal minta pw nya udh lama 😐

  14. Haha yeoja yg berisik + heboh bisa diam seketika 😀

  15. Min numpang baca yaaa hehheheh

  16. Aigoo~ sok dingin gitu… xP

  17. Eh lohh? Minho nyium ampe 2 kali.. Wow .-. Hyemi juga shock berat kali ya? XD
    Kkk~ lanjut ne eon, fighting!!

  18. halo Thor aku New reader disini.
    skin nature ketemu dgn ini dari rekomendasi temen .
    ff nya bagus penasaran sama kelanjutan ceritanya.

  19. dwiputrimelisa

    ffnya keren eonn!:3 hehe

  20. kekekeke,gara gara di cium sma minho jadi dibilang tuli,hehehe

  21. Q pikir awal mereka ciuman tu krn gx sengaja alias krn kecerobohqn hyemi yg jatuh trus gx sengaja ciuman sm.minho..ternyata dugaan saya salah besar…ternyata minho yg nyium duluan…hahaha

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: