Namjachingu – Jinki with Onew Condition (Condition 4)

JOC – Condition 4
–Special on vacation–


Author : mamoTHo
Title : Namjachingu – Jinki with Onew Condition
Main cast : Lee Jinki (Onew), Han Jira (Urara)
Suport cast : Shinee member, Ny. & Mr. Han, Keysha, Keyra
Lenght : Sequel
Genre : Romance – friendship – humor
Rate : PG 13


AN: Part ini ibarat edisi spesialnya di JOC (Jinki Onew Condition). Cerita Liburan!! Kk~ author sedikit keluar dari plot. Habis, ngiler pengen liburan ke suatu tempat. Hehe~  part ini aga panjang 20 hlm! Selamat menikmati^_^

This Story©mamoTHo

 ++(^_^)++

_JIRA POV_

Hari ini aku mengajak Jinki ke rumahku di Gwangju. Dia sendiri yang memaksa untuk ikut. Aku sedang libur semester jadi kuputuskan untuk pulang mengunjungi keluargaku di sana. Sekalian aku memang rindu pada adik-adikku yang bodoh. Keysha dan Keyra. Namanya saja sudah terdengar aneh, bukan begitu? Jadi sebelum keberangkatan kami berdua tepatnya siang tadi seseorang telah mengejutkanku karena kedatangannya.

“JIRAAA.. HARI INI AKU BEBAS!!!” teriak seseorang yang masuk sembarang ke dalam apartemenku.

Aku mendesah pelan. Aku sudah tahu itu siapa. Tidak aneh lagi, dia Lee Jinki yang tiba-tiba datang dan bertengger di apartemenku hari ini.  Kuberi tahu, dia memang  tahu pin apartemenku baru-baru ini. Memang sengaja kuberikan padanya agar dia bisa masuk apartemen ini sesuka hatinya. Dan aku yakin itu akan terbilang jarang. Yap, memang benar kenyataannya, dia memang jarang menginjakan kakinya di sini karena segudang aktifitasnya sebagai seorang entertaint.

“Jira, kau mau kemana? Kok kau berkemas?” tanyanya heran melihat aku mondar mandir untuk mengepak barang bawaan. Yah, aku memang sedang sibuk memasukan beberapa barang-barang yang akan aku bawa ke rumah. Jadi, aku memutuskan untuk mengabaikan pertanyaannya.

“Oi, kau mau kemana?” tanyanya lagi dan aku mendesah pelan.

Haish.. Kau ini kebiasaan!”

“Kenapa?”

“Sudah kubilang beberapa kali telepon atau sms dulu kalau mau datang! Jangan asal masuk!” omelku padanya. Yap, aku memang senang dia bisa sesuka hatinya ke tempat ini, tapi aku lebih senang lagi kalau dia masuk dengan memencet bel, bukan asal masuk seperti tadi, mengagetkan orang saja.

“Kau yang bilang sendiri aku boleh—“

“Ya.ya.ya… oke, aku yang bilang, tapi lain kali sms dulu yah, Jinki. Jadi, aku tidak kaget saat kau datang.”

Handphone-ku hilang.” jawabnya datar membuat aku membalikan tubuhku untuk melihat dirinya. Dan aku menatap naas dirinya sekarang.

“Astaga sudah berapa kali kau kehilangan handphone -mu, Lee Jinki?!”

Kulihat dia malah terkekeh dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Dan kini dia malah tersenyum tanpa kuketahui alasannya.

“Tenang saja. Aku sudah beli yang baru!”  katanya padaku sambil menunjukan sebuah ponsel yang kini ber-cashing hitam.

Pletak! Kupukul kepalanya.

“Bukan itu maksudku, bodoh. Jangan seenaknya membeli barang kalau kau tidak bisa menjaganya. Jangan karena kau banyak uang kau bisa membeli sesuatu dengan mudah!”

“Memang kok.” responnya dengan tampang tak berdosa.

Jinki memang gila. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang aku bicarakan sekarang, pikirku sambil lanjut mengepak beberapa barang lagi, dan mengabaikan dirinya yang masih berdiri di dekatku. Masa bodo. Bicara dengan Lee Jinki itu memang melelahkan.

“Urara! Jangan marah. Aku mau mengajakmu kencan loh!” katanya sambil tiba-tiba menggelayut di bahuku. Baiklah sekarang aku jadi senang, karena dia mau bermanja padaku. Itu terbilang langka.

“Terimakasih sudah mengajak. Tapi sayang, aku mau pergi, Jinki!”kataku sambil melepaskan tangannya yang jadi berat di bahuku. “Dan, lagi jangan kebiasaan memanggilku Urara. Aku punya nama yang cantik. Han Jira!” terangku dan dia sama sekali tidak mendengarkanku karena saat ini dia sedang melihat ke layar ponselnya yang baru, mengamati detilnya, dan mengotak-atik aplikasinya. Huft!

“Memangnya kau mau kemana sih?”

Aku menoleh padanya dan berdiri di dekatnya sekarang agar dia berhenti memainkan  ponselnya dan melirikku. “Libur semester. Aku mau pulang ke rumah. Gwangju! Kau ingat di mana keluargaku, ‘kan?”

“Jadi kau mau pulang kampung?” tanyanya yang kini melihatku. Akhirnya!

“Yeah, begitulah. Jadi maaf ya mr. Jinki aku tidak bisa kencan hari ini padahal aku sangat ingin menghabiskan waktu denganmu setelah satu minggu kau lupa menghubungiku lagi.”

Aku lanjut mengepak barang bawaanku, mondar mandir ke seluruh ruang apartemenku untuk mengecek barang apa saja yang kira-kira belum kumasukan ke dalam koper.

“Aku ikut deh!” ucap Jinki tiba-tiba membuat aktifitas bebenahku terhenti dan menoleeh padanya.  “Aku ikut bersamamu ke Gwangju! Aku juga libur selama dua hari. Boleh kan?”

“Serius?” tanyaku mendekatinya.

Ne, aku akan ikut. Jadi boleh?”

Berlibur dengannya ke Gwangju? Aku bahkan tidak pernah membayangkannya. Tapi, haruskah aku mengajaknya dan menginap di rumahku selama dua hari? Aku belum pernah mengenalkannya pada orang tuaku. Tidak masalah kah?

Aku terlalu lama menimang-nimang, hingga akhirnya Lee Jinki, ikut memperhatikanku dan mendekatkan wajahnya untuk mengawasiku yang sedang berpikir. Si bodoh ini sedang apa sih?

“So?” tanyanya yang membuat jarak pandang kami menyempit.

“Baik!”

Kulihat dia tersenyum, senyum yang sempat melunakan hatiku saat pertama kali kita jadian, senyum Lee Jinki memang maut.

“Aku pulang ke dorm dulu, nanti aku kembali lagi setelah 2 jam. Tunggu aku ya honey!” katanya sambil mengecup kilat pipiku sebelum menghambur keluar apartemen.

Wajahku sudah pasti memerah. Dia memang suka seenaknya. Tapi, aku suka. Kecupan di pipi tidak buruk. Aku suka Jinki yang manis seperti itu.

Baiklah, jadi sekarang kami akan menghabiskan liburan kami di Gwangju. Tempat terindah yang selalu kuidam-idamkan untuk menghilangkan penatku. Rumah tercinta. Dan lagi, aku benar-benar akan pergi dengan Lee Jinki, kekasihku yang sudah lama kupacari sejak sekolah. Aku akan free ongkos bukan? Jinki yang sekarang kan sudah punya mobil dari  jerih payahnya. Sudah kupastikan Jinki akan membawa kendaraannya—sebuah mobil sedan hitam—yang sempat kulihat saat dia tersorot di jalanan. Yah, dia seorang selebritis, jadi mana mungkin akan berjalan begitu saja bersamaku tanpa membawa mobilnya.

Chup! Sesuatu mengecup pipiku membuat aku menghentikan pikiran kotorku. Lee Jinki?? Jadi dia belum pergi dari tadi?

Yaa! Kau sedang melamunkan apa?” tanyanya membuatku jadi menganga.

“K-kau, bukannya sudah pergi?”

Jinki malah terkekeh, “Belum. Yasudah aku pergi! Annyeong, honey!” katanya sambil mengecup pipiku lagi.

Blush!

Aku jadi ingat kejadian di bioskop itu. Kejadian disaat aku menciumnya diam-diam. Setidaknya itu ciuman pertama bagiku. Ya, selama kami berpacaran, kami tidak pernah berbuat lebih dari sebuah kecupan pipi, dan kening. Padahal aku sangat menantikannya. Aku selalu ingin dicium olehnya. Tapi, Lee Jinki yang sangtae itu tidak peka. Onew sangtae, dia terlalu bodoh dan sering membuatku dilanda badmood seharian.

++(^_^)++

_AUTHOR POV_

Di tempat yang berbeda, kini Lee Jinki dengan tergesa-gesa menghambur masuk dorm. Dia masuk begitu saja tanpa menghiraukan para member yang sedang berkumpul di ruang tv.

Hyung, kau kemana saja?” Key menoleh sedikit lalu kembali memfokuskan pandangannya ke Tv yang dia lihat.

“Key punya ide untuk berlibur ke rumah keluarganya. Gimana, hyung? Menghabiskan 2 hari. Lumayan kan?”  ujar Jonghyun dengan volume dikeraskan karena saat ini Jinki ada di kamarnya.

“Kalian saja! Aku sudah punya jadwal!”

Semua member  saling memandang satu sama lain. Mereka jadi kebingungan. Tidak biasanya mereka menangkap ekspresi, cara bicara, dan otomatis tolakan hyung-nya untuk berlibur. Onew hyung menurut mereka yang paling suka berlibur, jadi tidak mungkin dia mentah-mentah menolak kalau bukan karena ada sesuatu yang lebih menarik baginya.

“Memangnya hyung punya jadwal apa lagi?” tanya Jjong menghampiri Jinki yang kini sibuk mengemas barang-barangnya. Dia melipat pakaiannya, mengemas barang elektroniknya, membawa cemilan favoritnya, dan tidak lupa memasukan Ipod kesayangannya.

“Perlu kah?” Jinki mendongakkan wajahnya pada yang lain membuat yang lain jadi sebal melihat kelakuan si leader.

“Iya, hyung. Memangnya kau mau ke mana? Kenapa berkemas dan tergesa-gesa?” Taemin ikut menghampiri Jinki yang masih berkemas. Dia dan Jonghyun saling menaikan alisnya bingung.

Jinki telah selesai mengepak bawaannya. Dia jinjing ransel tersebut dan berbalik ke arah Jonghyun dan Taemin yang ada di belakangnya. Tiba-tiba saja Jinki tersenyum mencurigakan.

“RA~HA~SIAAAA~~~”  katanya sambil melengos ke luar kamar.

Jelas, hal itu sangat membuat para member jengkel, terkecuali Minho yang tahu maksud dari rahasia Jinki apa. Dia sekarang sudah dapat membaca gerak-gerik Lee Jinki setelah beberapa saat yang lalu mengamatinya.

Dia tersenyum, moodnya bagus, dan kelihatannya sedang bahagia atau.. akan melakukan sesuatu yang menyenangkan? pikir minho tidak salah lagi.

“Aku pergi!! Selamat bersenang-senang semuanya!” seru Jinki menghambur keluar masih sama dengan yang tadi—tetap terburu-buru—tanpa mempedulikan tatapan heran dari para member lain.

++(^_^)++

Jinki menghambur masuk apartemen Jira dengan langkah mantap. Sebuah senyum tergambar sudah di bibirnya menandakan dia sangat senang hari ini.

“AKU DATANG!!!” teriaknya yang untuk kesekian kalinya membuat Jira melompat kaget.

Huh, harusnya tidak kuberitahu pin apartemen ini. Aku bisa jantungan! umpat Jira kesal dalam hati.

“Ayo! Kau belum siap siap Jira—“ Jinki tidak melanjutkan kata-katanya. Dia menatap Jira dengan takjub saat ini.

Wae?? Kenapa kau melihatku seperti itu?”

Neomu yeppune…,” puji Jinki yang terpana dengan penampilan Jira saat ini. “Pipimu Jira—“

“Aku baru saja memoleskan blush on. Aku tahu dinginnya hari ini akan membuat pipiku pucat, makanya aku sedikit berinisiatif memakainnya.”

Jinki langsung menghampiri Jira, dia mendekati gadis itu, dan memeluknya. “Kau cantik, Jira!”

Jira yang diperlakukan seperti itu malah diam saja, kaget dengan perlakuan Jinki yang suka tidak terduga. Setelah beberapa menit menghabiskan waktu dengan berpelukan, Jinki melepasnya dan memandang wajah Jira yang merona saat ini. Dia mengelus pipi Jira dengan kedua tangannya sambil terus menatap Jira yang jantungnya sudah berdebar sedari tadi.

“Kalau kau dandan mungkin akan lebih cantik yah?” ujar Jinki sambil mencubit pipi Jira gemas. Dia benar-benar membuat atmosfir yang bagus tadi jadi buruk karena kecanggungan di antara keduanya.

Mereka akhirnya keluar dari apartemen itu dan memulai hari-hari mereka dengan satu kata. Traveling! Setelah turun dengan atmosfir yang jadi tidak baik karena Jinki yang tidak peka itu, mereka diam saja sampai tiba di luar apartemen. Jira mencari sesuatu yang sudah dibayangkannya, yaitu sebuah kendaraan yang akan mengantarkannya sampai tiba di rumah. Tapi sayangnya Jinki terus membawanya berjalan sambil menggandeng tangannya.

Yaa! Kok kita berjalan terus?” protes Jira menghentikan langkahnya.

“Memangnya?”

“Em, bukannya kita akan naik mobil barumu?”

“Eh?”

“Iya, mobil barumu, Jinki.”

“Aku tidak bawa!” jawab Jinki dengan santainya membuat Jira jadi ingin memukul kepalanya.

“Kita naik kereta seperti orang lain. Aku rasa itu akan menarik, Jira. Sudah lama aku tidak menggunakan subway.” gumam Jinki tidak sadar kalau sekarang Jira memberengutkan wajahnya sebal. Dan Jinki, dengan segala kesangtaeannya, dia sama sekali tidak peka.

++(^_^)++

Di Subway! Tepatnya di dalam kereta. Jinki langsung memasang kacamata andalannya untuk menutupi penyamarannya. Dia masih saja tidak peka kalau saat ini Jira masih marah karena kebodohannya.

“Gimana? Aku tidak terlihat seperti orang terkenal kan?” tanyanya pada Jira yang duduk di sampingnya.

Jira hanya mengerucutkan bibirnya tidak menggubris ucapan Jinki. Dia masih jengkel dengan kelakuan kekasihnya itu.

Yaa.. kau kenapa, urara?” tanya Jinki dan Jira diam saja tidak menjawab.

Jira mengeluarkan ponsel dari saku coatnya. Dia mengetik cepat di sana dan memberikan ponsel itu pada Lee Jinki.

Aku kira kita akan pergi dengan mobil hitam milikmu! Kalau seperti ini sih, aku pergi sendiri juga tidak masalah. Aku selalu berharap bisa menaiki mobil hasil jerih payahmu itu. Kau benar-benar tidak peka!

Itulah pesan singkat yang ditunjukan Jira pada Jinki. Saat Jira menahan emosinya dia pasti tidak akan mengatakan langsung. Dia akan menulisnya. Menurutnya itu adalah hal yang paling baik untuk meredam emosi.

Jinki yang membaca itu jadi tersenyum. Dia mencubit pipi Jira lagi saking gemasnya.

“Tenang saja! Aku akan mengajakmu suatu hari nanti. Aku ingin merasakan apa yang biasa kau lakukan. Pergi ke Gwangju dengan Subway. Aku pikir kalau kau pergi berdua denganku, kau akan selalu mengingat itu.” bisiknya pada Jira membuat Jira jadi menatapnya.

Sebuah senyum terlukis di bibir Jinki. Hati Jira jadi berdebar tidak karuan saat melihatnya tersenyum. Dia akan mati dengan senyuman maut Lee Jinki.

Senyum itu.. dia memiliki senyum yang lebih manis dari seorang bayi. Jinki babo! Bisa saja menyelamatkan situasi saat aku sedang kesal padanya, gerutu Jira dalam hati yang kini tidak sadar dia ikut tersenyum.

“Baiklah Han Jira, kita akan melakukan perjalanan pertama kita. Semoga kau mengingatnya.” ujar Jinki lalu mengambil tangan Jira dan menggenggamnya sepanjang perjalanan.

++(^_^)++

“Astaga!” wajah Jinki terlihat panik saat baru turun dari kereta. Dia kini sedang mencari-cari sesuatu di kantong celanannya.

Wae?”

Handphone-ku!”  katanya panik sambil mencari-cari di kantongnya. “Handphone-ku aku simpan di mana?” tanyanya pada diri sendiri dan masih sama paniknya.

Jira yang sudah biasa menyaksikan adegan seperti ini sih tidak ambil pusing. Dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sudah maklum dengan kondisi Lee Jinki yang seperti ini.

“Yah~~” tiba saatnya Jinki meletakan kedua tangannya di kepalanya sendiri. “Aku menghilangkannya lagi!”

“Bagus, Lee Jinki! Handphone yang baru kau beli dan baru kau tunjukan tadi padaku?! Bagus!!” wajah Jira terlihat lebih datar dari biasanya. Tidak ada ekspresi marah dan kesal. Dia benar-benar sudah lelah.

“Yah, aku harus bagaimana?!”

“Bahkan aku belum sempat kau beri nomormu yang baru, kau sudah kehilangannya lagi? Bagus, Lee Jinki. Selamat!!!” ucap Jira dengan ekspresi datar namun kesal.

“Gimana nih? Itu mana handphone keluaran baru.”

“Tinggal beli, kau kan bilang begitu!”

Jira sudah bosan dengan sikap Jinki yang sedikit-sedikit ceroboh. Dia lanjut berjalan di depan Jinki, berusaha tidak mengurusi kesalahan namja itu yang berulang kali.

“Awas saja kalau kau menganggapku seperti barang-barangmu yang bisa kau hilangkan seenaknya!” kata Jira memperingati sudah di puncak kesalnya.

Jinki berlari mengejar Jira. “Aigoo~ Urara cute!”  dan dia kini berujung menggoda Jira.

++(^_^)++

Sesampainya di rumah Jira!

Dari kejauhan sudah nampak sebuah Rumah sederhana. Tidak kuno tapi tidak modern juga. Sebuah rumah yang lumayan besar dan mempunyai pekarang yang lumayan luas. Bermacam-macam bunga, tumbuh-tumbuhan, dan rumput-rumput yang tinggi menjadi pemandangan yang enak dilihat saat mereka tiba. Belum lagi cuaca hari ini benar-benar sedang bagus. Rasanya aroma bunga dan tumbuhan di sana bisa tercium oleh mereka berdua.

Jira terlihat senang saat tiba di rumahnya itu. Begitupun dengan Lee Jinki , dia terlihat excited karena ini kali pertama kalinya bisa mengetahui sisi lain dari Jira, yaitu keluarganya.

Ting~nong~ting~nong~~

Jira memencet bel tersebut dengan bersemangat. Sedang di sampingnya, Lee Jinki berdiri dengan gelisah terus-terusan menunjukan ekspresi senangnya pada Jira.

Klek!

Pintu rumah pun telah dibukakan dari dalam membuat Jira spontan menghambur masuk rumah dan langsung menyambar wanita dewasa yang ada di balik pintu. Seorang dengan paras cantik—hampir mirip Jira—menyambut anaknya dengan ramah.

Eomma, bogoshipo!!” pekik Jira kegirangan sambil terus memeluk Ny. Han.

“Anak eomma, kau terlihat sehat!”

“Tentu saja!”

Tatapan Ny. Han beralih pada sosok yang baru saja dilihatnya. Yap, dia melihat sosok Jinki yang masih berdiri di ambang pintu sambil tersenyum menunggu intruksi Jira untuk masuk.

“Siapa?” bisik Ny. Han.

“Ah ya, aku hampir lupa.”  kata Jira dan kemudian langsung menoleh pada Jinki dan mengisaratkan pada namja itu untuk masuk.

Jinki pun masuk sambil terus tidak terlepas dari senyumnya, tapi sialnya, baru saja namja itu melangkah.

DUAK!!

Namja itu tersandung pembatas pintu yang membuat dia hampir jatuh.

Oh my god! Apa lagi yang dilakukannya?! rutuk Jira dalam hati.

Ny. Han spontan jadi menahan tawa melihat  tingkah Lee Jinki yang belum mengenalkan dirinya saja sudah berbuat ulah, sedang Jinki sendiri hanya bisa cengengesan pasrah karena imejnya yang mendadak jatuh di depan mertuanya.

Jira mendesah pelan dan berusaha menormalkan situasi. “Eomma, kenalkan. Dia Lee Jinki. Kami teman sekolah awalnya.” ungkap Jira pada ibunya dan ibunya menatap Jira heran.

Teman sekolah? Mungkin maksudnya pacar Jira tanpa perlu memberi tahu, gumam Ny. Han dalam hati tidak mau menanyakan lebih jauh lagi pada Jira.

“Lee Jinki Imnida, Ny. Han. Banggapsemnida.”  sapa Jinki dengan sopan sembari membungkuk.

“Banggapsemnida, Jinki. Kau lucu sekali ya!” puji Ny. Han membuat Jira menoleh ke arahnya dan Jinki bergantian.

Ne, aku memang lucu. Orang lain juga bilang begitu. Tapi aku tidak merasa begitu.” ucap Jinki yang membuat Ny. Han terkekeh pelan.

“Dia bukan lucu eomma, tapi konyol!” sambar Jira sudah merasa kesal pada Jinki dengan omongannya yang tidak penting.

Setelah ajang perkenalan itu, Jira membawa Jinki masuk ke dalam rumahnya. Jinki tidak luput terus-terusan memperhatikan isi rumah Jira yang perabotannya 50% klasik.

Jangan macam-macam kau Jinki. Bersikap yang normal.” bisik Jira padanya sambil berjalan mengekori Ny. Han.

“Aku memang normal.” aku Jinki sambil mengernyit heran.

Aniya! Maksudku kau jangan konyol! Ini rumahku.  Kau namjachingu-ku,   ingat?” terang Jira sambil masih berbisik.

Ne, honey!” jawab Jinki sambil merangkul Jira. Spontan hal itu membuat Jira terkesiap dan langsung menepis tangan Jinki yang menggelayut di bahunya.

“Jangan macam-macam!” ancam Jira dengan mata yang membulat.

++(^_^)++

Eonni!!” sapa suara cilik yang langsung menyergap Jira saat masuk ke ruang Tv.

“Jira-eon, pulang? Cih! Pasti karena kehabisan uang makanya dia pulang.” gumam suara yeoja cilik yang berbeda dari yang barusan.

Yaa, Keysha! begitukah kesopananmu padaku!” omel Jira langsung memeluk adik perempuannya yang masih bocah itu, Keysha, adik pertama Jira yang bersekolah tingkat 1 di Junior High School, sedang Keyra adalah adik kedua Jira yang masih duduk di  tingkat 3 elementary school.

Girls Family! Pikir Jinki saat melihat Jira dan kedua adiknya saling memeluk.

Eonni, itu siapa? Namjachingu-mu kah?” tanya Keyra polos sambil menunjuk ke arah Jinki. Jinki langsung tersenyum dan berjalan ke yeoja cilik yang baru saja menunjuknya. Dan dia tiba menggendongnya.

Annyeong, anak manis? Aww—“ ringis Jinki saat Keyra terus-terusan meronta minta turun, tidak terima digendong.

Bugh! Bugh! Tidak henti-hentinya Keyra memukul kepala Jinki.

“Dia tidak suka digendong, Jinki!” kata Jira memberitahu dan membuat Jinki terpaksa menurunkan adik Jira itu.

“Siapa namamu?” tanya Jinki berusaha ramah pada anak  kecil yang memukulnya barusan.

“Dia Keyra.” Jira memberitahu.

“Rasanya wajahnya familiar. Aku seperti pernah melihatnya.” gumam Keysha yang masih asik dengan aktifitas membaca komiknya. Sedari tadi dia memang mencuri lirik memandang orang yang baru saja dibawa Jira ke rumahnya.

“Tentu saja. Lagu AMIGO yang jadi nada dering ponselmu itu, dia yang menyanyikan, Keysha bodoh!” terang Jira yang membuat Keysha spontan menoleh cepat pada orang yang Jira maksudkan.

Hening… dan Keysha benar-benar jadi terdiam.

Semenit kemudian!

“AAAAAAAA!!!” jerit Keysha histeris lalu berlari secepat kilat ke kamarnya, melewati Jinki dan Jira begitu saja.

++(^_^)++

Jira dan Jinki sekarang sedang duduk di sofa ruang keluarga. Mereka berdua sedang mengobrol, membahas majalah yang mereka baca berdua.

“Lihat ini!” seru Jira.

“Hubunganya terungkap. Hubungan Jessica dan Jay Park. Omo!”

“Kau suka baca gosip juga?”

Ani, hanya iseng saja. Lagian majalah ini isinya memang gosip kan?”  terang Jira lalu kini dia mengalihkan aktifitasnya pada Jinki.  “Oh ya Jinki, aku mau tanya,  kalau seandainya hubungan kita diketahui publik, kira-kira kau akan berbuat apa? Kau kan seorang leader?”

“Kau berharap?”

“Jawab saja. Apa yang akan kau lakukan?”

“Mm, aku tidak pernah memikirkannya. Aku rasa hubungan kita akan baik-baik saja.”

“Hmm, aku setuju! Hubungan kita akan baik selama kau tidak menunjukan Onew sangtaemu.”

“Kenapa? Keberatan?!” tanya Jinki mulai terkekeh karena pertanyaanya sendiri.

“Pikir saja sendiri!” kata Jira lalu beralih pada majalah yang sedang dibacanya lagi. Kini dia membuka halaman zodiak zone.

“Mana zodiakku yah!” gumam Jira mencari-cari di mana zodiaknya tertulis.

Keuangan: menipis..
Kesehatan: gud condition.
Karir: sedang malas
Asmara: seseorang sedang menarik perhatianmu.

“Eh?!” spontan Jira langsung menutup bagian tersebut membuat Jinki tidak tahan dan jadi tertawa.

“Jangan tertawa. Sekarang bagianmu, Jinki!” seru Jira lalu kemudian mencari zodiak Lee Jinki. “Di sini menyebutkan keuanganmu stabil. Kesehatan, kau perlu istirahat banyak. Karir,semakin baik. Dan asmara,“ Jira diam sejenak, “Sedang sayang- sayangnya dengan si dia??” Jira menoleh ke arah Jinki memasang muka jijik. “Mwoya??”

Lagi-lagi itu membuat Jinki tertawa. “Tepat. Aku memang sedang sayang sayangnya padamu, honey!” gombal Jinki.

“Dasar ramalan! Bisa saja membuat orang jadi gila!” kata Jira tidak peduli dengan omongan Jinki dan segera menutup majalahnya.

Hening…

Tiba-tiba beberapa saat kemudian Keysha datang menghampiri dan langsung menggelayut pada bahu Jira manja.

Eonni, kenalkan aku!” bisik Keysha malu-malu. Jira mengerenyitkan dahinya heran tapi kemudian langsung mengerti maksud yeodongsaeng-nya itu.

“Jinki, ini adikku. Dia masih junior high school tingkat satu. Namanya Keysha. Dan dia penggemar berat SHINee terutama Taemin.”

Jinki menoleh pada orang yang baru saja dikenalkan Jira, seorang gadis dengan tubuh yang agak ramping, berambut pendek, agak tomboi kalau melihat dari cara  berpakaiannya, tidak sama sekali mirip Jira kalau bukan matanya, itulah pendeskripsian dari Jinki pada adik Jira.

Annyeong, anak manis!!” sapa Jinki yang tidak sengaja membuat semburat merah pun muncul di wajah Keysha. Dan itu membuat Jira menyenggol lengan Jinki geram karena Lee Jinki seperti sedang menggoda adiknya.

“Jangan macam-macam kau dengan bocah, Lee Jinki!” bisik Jira padanya yang justru kelihatan cemburu.

Kedatangan Keysha yang menghambur di tengah aktifitas Jinki dan Jira bersama itu, membuat posisi Jira tergantikan. Keysha terus-terusan mengobrol dengan Jinki, membicarakan ketertarikannya pada Taemin. Dan bertanya-tanya seputar Taemin.

Oppa, nyanyikan sebuah lagu.” pinta Keysha dan tiba-tiba membuat Jira berdiri.

“Aku mau buat makan. Kau mau membantuku?” tanya Jira pada Keysha yang kini duduk lengket di samping Lee Jinki.

“Tidak. Aku dan Jinki-oppa akan menunggu saja. Iya kan oppa?” katanya dengan puppy eyes-nya pada Jinki.

Jira mendesah pelan sekarang, sedang  Jinki tengah asik menyanyikan banyak lagu dan Keysha pun tengah asik merekamnya. Keduanya benar-benar lupa dengan Jira yang kini sedang sibuk sendirian di dapur.

“Keysha, awas saja kalau kau sampai comel ke teman-temanmu! Ini rahasia! Dan jangan merekam, mempotret apapun juga dari namjachingu-ku!” teriak Jira dari dapur saat mendengar keakraban yang dilakukan dua orang itu semakin terdengar.

“Masa bodo! Dasar pelit. Kau pikir Onew oppa milikmu. Dia milik shawol.” balas Keysha tidak mau kalah.

“Hyaaa!! Dasar Bocah! Awas kau ya!!”

++(^_^)++

_JIRA POV_

Saat makan bersama di ruang keluarga!

Tidak pernah kusangka aku akan mengalami hal seperti ini, makan satu meja bersama Jinki dan keluargaku, yaitu eomma, appa, Keysha dan Keyra. Sepertinya mereka menyukai Jinki. Mereka terlihat tidak risih dengan keberadaan namja itu di rumah ini. Sebaliknya merasa justru terlihat senang karena di rumah ada namja selain appa. Bagus sih, tapi bagaimana kalau mereka tahu sifat asli seorang Lee Jinki? Aku selalu memikirkan itu!

“Jadi kau seorang penyanyi?” tanya appa-ku memulai percakapan di meja makan.

Ne!” jawab Jinki yang rupanya tidak gugup sama sekali menghadapi kedua orang tuaku.

“Wah hebat. Di usiamu yang muda kau bahkan sudah terkenal.” puji appa. Kurasa appa salah memuji. Tuh, lihat, Jinki jadi cengengesan sekarang. Dia jadi kegeeran.

No condition. Pliss.. no condition. Dont say something it’s better, gumamku dalam hati takut kalau kekasihku itu keceplosan lelucon yang garing.

“Kalian sudah kenal semenjak sekolah?” tanya appa padaku yang membuatku terkejut. Apakah ini juga akan menjadi ajang introgasi?

Ne, kami satu kelas, appa.” jawabku akhirnya.

“Wah hebat!”

“Apanya yang hebat, appa?”

“Hebat. Kalian pacaran kan?”

Aku tersedak karena pertanyaan to the point appa. Tidak perlu ditanya kurasa semua juga tahu. Aku diam tidak menjawab, tapi si Keysha langsung ikut ambil bicara membuatku jadi geram pada bocah itu.

“Tentu saja, appa! Sebentar lagi aku juga akan berpacaran dengan Lee Taemin. Iya kan oppa?” Keysha langsung beralih pada Jinki sambil menunjukan aegyo yang tak penting. Cih, dia sedang merengek.

Ne, kami memang pacaran.” ucap Jinki tiba-tiba membuat semua orang termasuk aku melihat ke arahnya. Apa? Sudah kubilang dia tidak usah bicara lebih dari satu kata. Jelas itu membuat eomma dan appa terkejut dan malah tertawa bersamaan.

Apa aku salah bicara?” bisik Jinki padaku  yang duduk di sebelahnya.

“Yap! kau terlalu polos!”

++(^_^)++

“Hoamm~~” aku menguap sambil menggeliat bebas.

Hari sudah malam dan sudah 2 jam tadi aku terus-terusan bersemedi di kamar. Sungguh aku rindu kamar ini. Walau kamar ini sempit, tapi kamar ini membuatku nyaman.

Aku beralih mengambil sebuah album, setelah dari tadi bernostalgia dengan barang-barang yang tersimpan rapi di setiap sudut kamarku. Kusentuh dan kubuka album sekolahku dan berkutat di dalamnya. Album kenangan saat berada di sekolah menengah atas. Aku jadi rindu masa-masa itu. Masa remajaku. Aku jadi ingat dulu aku terlalu bodoh untuk belajar.

Aku mulai membuka lembaran dari album kenangan itu, dan tiba-tiba berhenti saat melihat foto Lee Jinki. Dia memang terlihat tampan sedari dulu. Matanya dengan yang sekarang tidak ada bedanya, terlalu sipit. Pipinya dulu lebih tembam dari yang sekarang, yeah, aku tahu dia sedang program diet makanya dia terlihat lebih kurusan jika dibandingkan dengan yang dulu. Rambut Lee Jinki yang dulu hitam kini sudah berganti dengan rambut yang seringkali di cat dengan warna yang berbeda-beda, dan sekarang beralih pada cokelat emas. Senyumnya dengan yang dulu, masih sama. Aku suka senyumnya. Bibirnya… aku terdiam saat memikirkannya. Bibir yang kucium diam-diam baru-baru ini. Bagaimana kalau dia sadar? Ah, memalukan!

Jinki sedang apa ya sekarang? Tiba-tiba aku teringat padanya. Gara-gara terlalu memikirkannya aku jadi benar-benar rindu padanya. Jarang-jarang bisa bertemu dengan orang itu. Apalagi kali ini aku menghabiskan libur musim panas ini dengannya. Ini bukankah sangat langka?

Beberapa menit kemudian, aku memutuskan keluar kamar. Aku ingin mengintip ke kamar Jinki yang letaknya tidak jauh dari kamarku, Keysha dan Keyra. Aku ingin melihat apa yang dilakukan namja itu sendirian di kamarnya. Appa dan eomma sudah tidur kan jam segini? Pikirku mulai timbul niat iseng.

Aku berjalan mengendap-ngendap ke seberang ruangan. Berjalan dengan perlahan agar tidak ada satu orangpun menyadarinya. Aku tiba di depan kamar tamu, tempat Jinki memakai kamar itu.

Kubuka pintu tersebut pelan-pelan sampai suaranya tidak terdengar sama sekali. Aku menyembulkan kepalaku ke dalam.

Mana? Kok tidak ada tanda-tanda kalau Jinki di sana? Pikirku mulai aneh karena tidak menemukan Jinki di sana. Aku pun mengintip makin dalam lagi. Mana dia? Kok benar-benar tidak ada?

“HYAAAAA~oppa!!!! Andwae! Andwae!!!” teriak seseorang yang terdengar di belakangku. “Oppa!! Andwae!!” teriaknya lagi.

“Jira-ya, kau sedang apa di situ?”

Aku terkejut saat mendengar suara yang tiba-tiba menyahut tepat di belakangku. Itu suara Jinki kan? Aish, tertangkap basah deh sedang mengendap-ngendap ke sini. Mampus!

Eon, apa kau sedang mencoba masuk kamar tamu? Jinki-oppa sedang bersamaku kok!” ucap suara yang sudah tidak asing lagi. Itu suara Keysha.

What the hell dengan anak itu!!

Aku menoleh kebelakang dan melihat aktifitas mereka yang berisik di malam hari. Kulihat Jinki menunjukan sesuatu pada Keysha, seekor cicak yang jelas membuat Keysha menjerit dari tadi. Mwo?? Mereka belum tidur dan malah bercanda-canda seperti ini?

“HYAAA!! OPPA!! ANDWE!!!” teriak Keysha histeris lalu berlarian. Mereka benar-benar mengacuhkanku. Termasuk Jinki. Kurang ajar pria itu! Bukannya dia harusnya bersamaku saat ini?!

“Onew oppa, jangan berisik.” sahut seseorang yang masuk ke ruang tengah sambil menggisik-gisikan matanya. Itu Keyra.

“Keyra, kau sudah mengantuk? Padahal oppa masih ingin main.”

Ne, aku ngantuk, oppa!”

“Ya sudah. Ayo! Akan kutemani sampai kau tidur. Mau kunyanyikan lagu apa?” ucap Jinki lalu  menggandengan tangan yeodongsaeng keduaku, membawanya berjalan. Sedang yang bocah satu lagi malah mematung di belakangnya.

Oppa!!!aku masih mau main!”

Jinki langsung memegang puncak kepala Keysha dan mengacak-acak poninya pelan. Mwoya? Kenapa dia jadi baik begitu?  This’s my house and he’s my boyfriend, remember?!

YAA!!!” teriakku kesal pada orang-orang yang membiarkanku kini hanya berdiri mematung. “Kau masih mau bermain dengan mereka, Jinki? Ini sudah malam.” Omelku padanya yang hanya alasan belaka.

Aniya, aku akan membuat mereka tidur.”

“Jinki!”

“Kenapa, eon? Eonni keberatan?” goda Keysha padaku. Kelihatannya dia sedang mengolok-olokku saat ini. Memang adik kurang ajar.

 “Aku urusi mereka dulu. orang tuamu kan sedang keluar.”

Ne, eonni. Eomma-appa sedang keluar. Kau sih mengeram di kamar saja.” tambah Keysha yang jadi meledekku.

Setelah itu, Jinki masuk ke kamar Keyra dan menina-bobokannya. Dia menyanyikan sebuah lagu untuk gadis itu. Aku tahu, karena aku mengintip saat ini. Apa-apaan aku ini, padahal tinggal ikut masuk, tapi aku lebih memilih mengamatinya dari sela pintu yang tak tertutup rapat.

Aku terus mengamati mereka dan sepertinya aku memang iri pada kedua anak itu yang bisa terlalu dekat dengan Jinki.

Si Jinki bukannya menginap di rumahku ingin menghabiskan liburan denganku saja? Cih! Kenapa malah meladeni bocah-bocah itu.

++(^_^)++

“Hosh~hosh~ hosh~~~” napasku terengah-engah tapi terus berlari kecil.

Hari ini hari minggu. Aku, Jinki dan ke dua adikku sedang jogging di sekitar komplek. Aku rasa Jinki merasa nyaman dengan keluargaku. Yeah,  lihat saja tadi pagi dia bangun dan tidak merasa canggung dengan situasi karena langsung beralih ke dapur. Dia menghampiri aku yang sedang mempersiapkan sarapan untuk orang rumah. Aigoo, melihat kita bisa saling menatap di pagi hari membuatku berpikir kami terlihat seperti sepasang suami istri.

“Morning..” sapanya ketika aku menceplokan telor kesukaan orang rumah.

“Morning..”

Ya ampun jika ingat kami saling menyapa di pagi itu, aku bisa jadi memanas. Andaikan sapaan itu dibarengi dengan sebuah kecupan. Jadilah morning kiss! Omo!! Aku sedang memikirkan apa?! Sial, itu tidak mungkin. Jinki menciumku, itu sebuah anugrah! Aku saja heran dia ini pria macam apa. Sudah beberapa tahun berpacaran, kok tidak tertarik untuk menciumku. Sebaliknya, hanya hal konyol terus yang diperlihatkannya padaku.

“Hosh~ hosh~~ hoshh~~” napasku makin terengah-engah saat ini. Kulihat jauh di depanku, Jinki dan kedua adikku sedang asik bercanda. Sial!

Beberapa saat kemudian, tak kusangka Jinki memperlamban larinya dan berlari sejajar denganku saat ini. Padahal, tadi aku berusaha sekuat mungkin agar bisa mengejar mereka. Tapi, apa daya aku terus-terusan terdampar di belakang mereka.

“Hei Jira-ya, kau lelah?” tanyanya masih sambil berlari kecil.

Ne.”

“Mau istrahat? Ayo kita—“

DUAKKK!!! belum menyelesaikan kalimatnya dia malah tersandung dan hampir jatuh ke aspal.

Moredo Onew sangtae!” ledek Keysha menyanyikan lagu kebangsaan itu saat melihatnya. Aarghhh, Lee Jinki. Bisakah kau normal sedikit?!

Beberapa saat kemudian, akhirnya aku bisa istrahat dan duduk di kursi taman. Yeah, kami terdampar di taman yang cukup sepi. Taman ini, taman yang paling indah di komplek. Rumput, daun dan pohon-pohonnya terlihat segar. Udara yang dihasilkan pun tidak kalah. Hal ini cukup menghilangkan rasa capekku setelah hampir sejam berolah raga.

Aku memutuskan untuk diam, sedangkan Jinki, Keysha dan Keyra masih memiliki tenaga dan sedang asik main di dekat kolam yang letaknya jauh dariku. Sial! Kapan aku bisa berduaan dengan si Jinki kalau begini?

Aku menghela nafas saking lelahnya.

++(^_^)++

_AUTHOR POV_

Seorang gadis dengan rambut terurai bergelombang terlihat kelelahan dari balik kacamata penyamaran Lee Jinki. Dia Jira, yeojachingu-nya yang selama ini bersabar menghadapinya.

Jinki menghampiri yeoja itu lalu duduk di sampingnya dan merapihkan poninya yang menutupi keindahan matanya. Jinki sangat suka mata Jira. Mata Jira memang indah. Tidak seperti yeoja lain di korea yang punya mata sipit, setidaknya Jira memang bermata sipit tapi agak bulat. Matanya hampir mirip dengan mata Minho. Dan bulu matanya sudah dipastikan tanpa memerlukan maskara pun sudah lentik.

Chu~ Lagi-lagi Jinki mencium Jira diam-diam, membuat jantungnya sendiri berdegup kencang saat melakukannya.

Ah~ aku melakukannya lagi. Babo! rutuk Jinki pada diri sendiri.

Jinki memang sering melakukan itu. Dia memang ingin menciumnya sedari dulu, namun dia tidak memiliki keberanian untuk itu, yang akhirnya hanya dengan diam-diamlah dia bisa melakukannya.

Han Jira, sudah seharian kemarin dia hanya marah-marah. Dan aku hanya menghabiskan waktu bersama adiknya. Padahal aku juga rindu padanya! Tapi adiknya selalu mengintili kami. Mau bagaimana lagi? ucap Jinki dalam hati bicara pada dirinya sendiri.

Hening..

Jinki terdiam dan terus memandangi Jira dari dekat. Sedang di tempat lain, tidak disangka-sangak dari kejauhan adik Jira menangkap aktivitas Jinki barusan.

“Hyaaaaaa!! mencium Jira-eon diam-diam!!” pekik Keysha yang spontan menutup kedua matanya saat melihat Jinki mengecup bibir Jira lagi. Itu sangat membuatnya terkejut, apalagi karena Jinki yang dia kenal konyol tiba-tiba berubah menjadi namja yang mendadak romantis.

“Apa benar itu Onew oppa? Aigoo~ kissu eonnie-ku diam-diam. KYaaaaaa~ romantis.” .

Dasar anak bodoh. Bukannya pergi dari tempat itu, dia malah asik menyaksikan kelakuan iparnya.

Ayo Oppa.. Cium eonni-ku lagi. Aku ingin lihat! katanya bergumam dalam hati yang tiba-tiba geregetan melihat tingkah Jinki.

“Keysha, Keyra, pulang! Cepat mandi!!” sahut eomma dari pinggir taman berteriak . Hal itu terang membuat Jinki dan Jira pun kaget. Jira jadi terbangun dan langsung terkejut saat melihat jarak antara dirinya dan Jinki yang terlalu dekat.

 “Sudah bangun, Urara?!” sapa Jinki sambil memegang puncak kepala Jira.

Yaa!!” respon Jira dan Jinki malah jadi terkekeh melihat gadis itu masih dalam keadaan kaget.

Hening sejenak..

“Jira aku jadi ingat bukit Kiraa. Berapa bulan lagi kita akan ke sana?”

“Emm, 6 bulan lagi.”

Anniversary yang ke-5!” seru Jinki sambil mengucak rambut Jira. Itu membuat Jira malu sekaligus senang.

Gomawo, sudah sabar padaku!” lanjut Jinki.

“Iya sih. Tapi, kau harus hilangkan sedikit-sedikit kondisi yang konyol itu di hadapanku. Lama-lama aku bisa ilfil tahu!”

Jinki memperhatikan gerak-gerik gadis itu saat berbicara dan kemudian dia memeluk Jira tiba-tiba. “Bogoshipo, Han Jira.”

Tubuh Jira jadi membeku karena perlakuan kekasihnya yang spontan. Terlebih lagi bahasa tubuh Jinki menunjukan dia seperti terlihat senang.

Jinki memelukku? Aduh suasana seperti ini sangat mendukung! Ayo Jinki, cium aku saja sekarang, gumam Jira dalam hati tidak sabar dengan ciuman tersebut.

Jinki melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah Jira terdiam dan Jira pun melakukan hal yang sama. Jantung Jira berdegup kencang sama halnya  dengan jantung Lee Jinki saat ini.

Tiba-tiba tanpa Jinki sendiri mengerti dia mulai memegang pipi Jira dan mengelusnya perlahan. Hal itu membuat Jira agak canggung menghadapi perlakuannya.

Cepat cium aku saja di sini Jinki! Jadikan ini yang pertama untukmu! ucap Jira terus-terusan berharap kalau ciuman pertamanya dari Lee Jinki akan terjadi sebentar lagi.

Ah, dia mendekatkan wajahnya padaku. Kurasa ini memang saatnya. Saat yang tepat untuk kami berciuman. Yap, tinggal sedikit lagi.. sedikit lagi. ayoooo… Jira terus bersorak dalam hati tidak bisa tenang saking terlalu senangnya.

Jarak di antara keduanya sudah mulai menyempit. Jira menutup matanya saat bibir Jinki hampir menggapainya. Dan dia pun mengerucutkan bibirnya menunjukan bahwa dirinya siap untuk dicium.

Yaa! Dasar bodoh!” seru Jinki sambil menusuk pipi Jira dengan telunjuknya. Itu membuat Jira membuka matanya lagi.

“Kau sedang apa, Urara?!” sahut Jinki dengan santai.

Jira membulatkan matanya tidak percaya. Dia benar-benar kesal dibuatnya. Jadi Lee Jinki tidak menciumnya dan malah membuat kaget dirinya? Ah, ini membuat Jira jadi benar-benar gila.

BUGHH!! Tibalah Jira memukul perut Jinki dan pergi dari situ dengan kesal.

“Sialan! Siapa yang Onew condition kalau begini? Aku yang terlihat bodoh. Awas saja kau Jinki mempermainkanku lagi!” rutuk Jira kesal sambil terus berjalan cepat menghindar dari Jinki.

“JIRA-YA, TUNGGU!!”

++To Be Continue++

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/ ~

 

# 191211 Update!

# Oke, deh! Berakhir seneng-senengnya. Sekarang kita akan mulai memasuki alam serius.

# Seperti biasa, selalu di tunggu komennya^^/


About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 27 June 2011, in Namjachingu - Jinki with Onew Condition, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 57 Comments.

  1. Ahhhh…. bagus onnie….. Si onew beneran kocak abiz….. terutama pas di part-part mau ciumannya, aduh beneran gak bisa berhenti ketawa….
    Ternyata di Onew ama Jira kompak, nyium diam-diam…

    Lanjuti ya,… aku beneran penasaran, di part selanjutnya katanya mau ada minho??? Aduh… onnie beneran gak bisa lepas dari minho, ya… hahaha…

    Cepetan di post ya….! Onnie hwaiting!!! ^O^

    • heheh~
      ga capekan bacanya.. soalnya panjang tuink. kk~
      iya ga bisa. tapi beneran deh ada alesannya onni knapa masukin minho. alnya dia yang cocok disini. ntar tak kasih tau lewat cerita. hoho..

      gomawo ^_^

  2. bagus eonni ff nya,onew gokil eonni 🙂

    • gomawo say..
      tapi, jgn senang dulu.. mungkin part yg akan dtg mau onni kurangin gila2nya~
      mau masuk ke ranah konflik. *naon si*

      Ne, ditunggu j ya eka ^__^

      • cheonmaneyo eonni 🙂
        ne eonni ditungguin kok,oh mau ke arah konflik,kira-kira sampe part berapa eonni?

  3. di tunggu lanjutannya ya eonni,jangan lama2 ya eonni lanjutinya 😀

  4. aaaa~~~ onew ah masa ga beraniiii????
    cupuuuuuuu *dihajar MVP*
    akh ayo ayo lanjuuut eon!!!
    uwoooo skarang Jira yang sangtae. deket-deket onew sih!! *ditampol jira*
    Moredo jira sangateee~~~~~ huakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakaka…
    *ditendang jira kepelukan minho* *dihajar flames*
    uwooooo part ini seruuuuu! Keyra ama Keysha malah nonton si onew nyium jira lagi!!!! gubrakkk…. dasar ade ga bener!!!!! “Ayo Oppa.. cium Eonni-ku lagi. aku ingin lihat!” ampoooooon moga-moga adek ku nggak kayak gitu daaaah~~~~ itu berdua napsu amat pengen liat orang ciuman??? ckckckckck…..
    uwooo sangtaenya onew kliatan banget di sini….
    oh ya, ramalan jira… yg “ada namja lain yang menarik perahtianmu” itu…. uwoooo jinki ada saingan nihhh!!!!!!!
    ayo lanjut eon!!! hwaiting!!!!
    \(^o^)/

    • Iya~~~ cupu. *dibabat MVP*
      gerae, Jira jg punya sangtae. aneh. weleh2.
      ini part bonus sih.. jadi abis2an onni. kk~
      tapi part yg kedepan belum buat sama sekali. udah abis stocknya.kk~ tapi abis seminar besok. langsung babat.
      andwae.. adikmu? adikku jg jangan sampai error ky gitu. jauhkeun *komat kamit*

      gomawo reen..

      • iyaaa… kalo liat orang ciuman jga napsu~~ *gelenggeleng*
        Uwoo… semangat deh eon… besok seminar??? hwaitiiiiiing!!!!!!!!!
        \(^O^)/
        nee~~~ cheonmaneyo eonn…..
        XD

      • hahaha~~~
        ia.. doain. smoga lancar. gomawo

        tadi udah di peluk m onew oppa.. jadi tenang. *mulai gila*

  5. ahahha akhirnya muncul juga 😀
    makin lama jinki makin konyol aja. ahahhaa
    hmm, jinki cium jira diem2.ahahha
    tapi malah ketauan sama adenya jira.
    itu jinki naro hp dimana ya? ilang2 mulu. ahahha

    lanjuut ya 😀

  6. yippy, haha
    Part ini aku kyk org gila bacanya onn, ngakak sendiri.
    Tuuhkan apa aku bilang, dua2nya emg sangtae tuuh, kk~

    aigoo~ aku penasaran bgt sm part yg ada Minhonyaa,
    onnie lg berantem sm minho yaa?
    kok tumben kejam? #wink #plaak

    aiish, ngiri bgt sm jiraaa (lagi?)
    cpetan di post y onnie.
    puas bgt deh baca yg ini
    jempol2 buat onnie

    eh, ngmg2 itu kok ada nama aku di adek2nya jira “key”
    #ditendang onnie gr2 kepedean

    ASAP y onn
    onnie jjang!!

    • Emang~ udah lah kepalang.. keluar dari image aslinya si Jira. hadeuhhh menyesal. (?)
      iya onni lagi kesel sama dia. makanya mau di buat kejem . halahh~
      gomawo gomawo gomawo..

      iya aku kepikiran sama kamu. (?) ga tau yang kepikiran emang nama itu. keyra keysha. lucu aja kata onni mah.
      ne gomawo.

      • aku terharu onn, kk~ :p
        lucu kok, aku pikir awalnya adeknya jira itu kembar, namanya mirip gtuu.

        cheonmahee~ onnie 🙂

  7. ya ampun onew pelupanya sudah tingkat akut, nyampe hilang hp 3x tapi yang satu kalinya ketemu ya. ckckck…
    urara ketularan sangtae ya onew,,, bahaya tuh. hehe

    eh tu adenya urara lucu banget,,

    minho dapet peran antagonis ya?
    eonni aku tunggu lanjutannya.
    hwaiting…

    • HAHAHAA XDDD
      yap dia hobi ngilangin hape disini. bedon~bedon~
      iya tertular dan bahaya. dia aja yang ga sadar samanya bedon~ bedon~

      Bukan antagonis sih.. tapi ga tau deng.kk~
      okk~
      gomawo^^

  8. kkkkkkk~
    makin ngakak >< mending minho sama irma unnie aja yaaa~ hahahaha XD

  9. huahahaha… jinki oppa..ckckck…*gelenggeleng kepala

  10. anyeong authorrr,,,q ska bnget ma ff2 dsni,,pa lgy brother kompleksx,,hehehe
    o iya author,,krna kbtulan bias q tAemin,,da gq complicated girlsx taemin??????

    • Woahh anyeong~
      welcome in my simple blog.
      brother complex? jd suka ma taemin/minho/ onew nihh?kk~~~

      lagi proyek tuh yang taemin. lagi buat.. tapi kok susah banged y bikin ff yg castnya bukan bias sendiri. huhukkk~ cuma minho yg bikin insipirasi ngalir terussss.. sama onew. udah. buat cast yg lain tu ya klo beres udah sukurr(Plong)>>> ky buat yg jjong.hehe.

  11. onnie ceritanya rameeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….. ^_^
    nyuppa nya romantis tp sangtae, jd gemes.. 😀
    lanjutin onn..
    kl bs diadain orang ke-3 gt onn..
    hihih

  12. hehe.. Onew nya makin ngegemesin…
    hehe..Jira & Jinki, kelakuannya sama-sama aneh..
    Aduh itu Hp kasian, baru beli udah ilang. Jinki bukan cuma konyol tapi ceroboh juga ya..!

    Haha..tunggu aku di next part.. ^^

  13. jiraaa kenapa gak kamu aja dluan yg kecup jinki ><
    dianya maluan terus sih *digetok MVP*
    ada apa dgn minho??? tp sjht-jhtnya minho ttp suka dah XD

  14. Jinki antara polosgapolos deh
    pas polos, polosnya parahhhhh banget

    kayaknya setiap episode hpnya Jinki bakal ilang -__–

  15. jinki knpa jdi kya taem dah…gmpang bngt ngilangin hp…

    Serius aku suka bngt cra onew memperlakukan jira…so sweet…omongan jinki ke jira itu bukan tipe2 yg gombal..tapi tulus dr hti…jdi tmbh pngen jd jira…

  16. idiih dikit lagi tinggal nyosor itu mah XD #plakdor

    hehehe

  17. nice ff thor 😀

  18. jiranya udah napsu minta dicium tuh bang….gih…
    Keysa nya gak comel kan ya? Gawat kalo iya :C

  19. gaya bgt si onew, hp ilang, beli lagi, drpd d ilangin mending kasih k aku aja, hehehe
    kasian jira d cuekin, haha tp onew nih demen bgt nyium jira diem2 ya, haha udah gitu ketauan ade nya jira lagi, haha
    jgn2 masalah gara2 minho nih??

  20. Entah kenapa selalu suka kalau ada cowo yang suka sama anak kecil. Meski di sini Onew ga dibilang suka anak kecil tapi dideskripsikan kalau dia akrab sama adik2nya Jira dan ituuuu kebayang banget gimana unyunya. Meski bener juga sih si Jira jadi cemburu karena Onew terus-terusan main sama adik2nya haha.

    Dibalik sangtaenya, Onew suka gak terduga dan yang begini juga nih yang malahan bikin romantis. Pake acara meluk tiba-tibalah kyaaaa. Tinggal kisseunya aja nih belum kekekekeke

  21. onyuu..onyuu… km slalu bz nenangin jira klo lg marah y
    onyu d terima bgt sm keluarga jira y, senangnya
    kasian jira pas dpt lburan bareng onew malah seringan sm adik2nya jira
    sukaa… suka… sm onew oppaa
    biarpun dy sangtae tp dy manis
    pngen pnya cwo kyk onew oppaaaa
    #malah curcol
    hehehe……

  22. oppa hapenya kasih aku aja deh daripada dihilangin….
    itu sih keysha ngapain masih disitu. anak2 dibawah umur nggak boleh liat….
    hush2 pergi bukan tontonan anak kecil..

  23. Adeknya jira lucu banget pas mergokin jinki XD NICE FF THOR! baru kemarin malem nemu ini, dan ternyata ceritanya bagus dan menarik <33
    aku reader baru eon, Asra 14 th, maaf baru sempet komen eon ^^v

  24. kekekekekkkk
    aku udh ngira pasti gk bakalan kisseu dh..Jinki tll babo untuk itu..hihiihih
    babo tp kyeoptaa..aigooo uri Jinkiiii*dibakar MVP*

  25. ㅋㅋㅋ
    sumpah ngakak baca nih ff
    kasian bgt jira kesiksa batin sama jinki akibat sangtenya *lho?
    jinki uda berapa kali nyium jira diem diem aah ga gentle..
    nanti adenya bakal bilang k jira ga kalo jinki nyium jiraaa?? penasaran…
    lanjut~
    oiya nice epep eon :*

  26. rika herlina

    haha jdi deg deg gan masuk konflik ya di part selanjutnya

  27. iiiihhhh bikin gereget aja tuh onew, gak peka bgt… waduh mau ke konflik ya,, siap siap nih

  28. part ini so sweeeeeeettttt banget ..
    Couple baru yyah .. Kiraa ..
    Jinki jira ..
    Xixixixixi :p

  29. Eiyyy tp Onew tetep romantis ya, walaupun ada gombal2 ala Onew di sini. Hehehe ^^

    HYAAA Jinki ketahuan Keysha deh, lagi curi2 cium Jira. OMO Mata Keysha telah terkontaminasi, terus malah di bilang romantis lagi.
    #author tanggung jawab! ^^

  30. kyahahaha…onew~
    itu adik2nya rusuh bgt…
    tuh, mereka saling curi2 kesempatan… XD jinki cuma malu aja~
    sabar ya jira….

  31. Lucunya~~~ so sweet walaupun pasti ada ajapertengkaran kecil, tapi biasalah orang pacaran mah gitu ekeke

  32. Kyaaa..
    Ngebayangin jinki nyium diem2..
    Kenapa saya yg jadi malu2 🙈🙈

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: