Namjachingu – Jinki with Onew Condition (Condition 2)

JOC- Condition 2
–Condition still condition!–

Author :  mamoTHo
Title : Namjachingu – Jinki with Onew Condition
Main cast : Lee Jinki (Onew), Han Jira (Urara)
Support cast : Minho
Lenght : Sequel
Genre : Romance – friendship – humor
Rate : PG 13

This Story©mamoTHo

++(^_^)++

_AUTHOR POV_

Drttt..drttt…drttt… suara ponsel bergetar membangunkan Jira dari tidurnya.

Jira yang matanya belum terbuka sepenuhnya itu  langsung mengangkatnya dengan lemas. “Yoboseyo?”

“Jira annyeong!” sapa suara di dalam saluran telepon dengan riang dan sontak membuat Jira sadar saat mendengar siapa pemilik suara itu.

“JINKI??!!” pekik yeoja itu langsung membulatkan matanya yang sebelumnya masih terbuai dengan tidur nyamannya.

“Hehehe~~~” kekeh suara dalam saluran telepon.

“Yaa! Kau kemana saja? Kenapa larut-larut begini meneleponku? Apa kau baru sadar sudah lama tidak menghubungiku? Er~ Jinki.. kau—”  

“Ck..ck..ck.. kau tidak mau aku telepon ya? Ya sudah.. Aku tutup ya?”

“Ya sudah! besok saja telepon lagi. Aku ngantuk!” kata Jira sambil menggisik-gisikan matanya yang masih mengantuk.

“Emm… tidak jadi aku tutup deh. Aku rindu kamu, Urara!”  

“Yaa! Berani-beraninya masih memanggil itu.”

“Kau lucu! Cepat bangun! Cuci muka dan buka pintu apartemenmu segera! Aku sudah ada di luar!”  perintah Jinki dan membuat Jira langsung bangun dan duduk tegak karena kaget. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding yang terpajang di ruang tengah, tepatnya di atas Tv.

“JAM 1 MALAM??” pekik Jira lalu kembali ke ponselnya. Bohong! Sekarang sudah malam, Lee Jinki. Jangan bercanda. Kau mana pernah ke tempatku malam-malam begini.”

“Aku pencet ni yah?”

NET…NET…NET…

Suara itu berasal dari bel apartemen Jira yang berbunyi. Jira langsung bangun dengan cepat karena terkejut. Dia langsung menarik selimutnya dan masih menggenggam ponselnya.  Percaya atau tidak, tampangnya saat ini, 100% konyol.

“Jinki andwae! Aku sedang kacau!” pekik yeoja itu masih tidak terima kalau Lee Jinki memang benar sedang berdiri di depan apartemennya.

“Cepat buka pintunya, Han Jira! Di luar dingin.”

Jira menutup panggilan itu. Dia terlihat panik juga bingung. Dia masuk ke kamarnya dengan segera, mengambil sweater berwarna hijau yang dia suka dan memakainya sambil berjalan ke depan pintu. Tidak lupa dia mengambil  syal tebal yang ada di sofa lalu dililitkannya ke leher untuk menutupi sebagian wajahnya. Keadaan yeoja itu sungguh kacau dan awut-awutan.

Dia berjalan ke pintu tapi pandangannya teralihkan pada kondisi apartemennya yang berantakan. Kertas-kertas di mana-mana, juga sampah makanan berserakan yang belum dibuangnya.

“ARGHHH!!! AKU TIDAK PERNAH SEPERTI INI DI DEPAN, JINKI!” teriaknya frustasi lalu berjalan lagi mendekati pintu.

Kalau saja diluar tidak dingin aku tidak akan menyuruhnya masuk dulu. Semoga dia tidak shock dengan diriku yang sebenarnya, katanya berdoa dalam hati.

KLEK!

Jira membuka pintu apartemennya. Di luar tepat di hadapannya, kini seorang namja dengan setelan yang ada di variety show–Jelana jeans tidak terlalu ketat dan kaus oblong yang di tutupi oleh jaket jeans biru gelap—tersenyum renyah padanya. Dia sedang berdiri di depan apartemen Jira sambil menenteng kantong plastik besar di tangan kirinya.

Annyeong, honeyya!”  sapa Jinki sambil memperlihatkan rangkaian giginya yang rapih.

Jira tersenyum paksa melihat sapaan konyol dari Jinki. Tanpa basa-basi Jira merampas kantong plastik besar yang sebelumnya dijinjing oleh Jinki dan masuk ke dalam lagi.

“Di luar dingin. Bisa-bisanya kau terdampar di sini. Ayo masuk.” ajak Jira yang  masih menyembunyikan wajah dibalik syal dan sweaternya.

Jinki melangkahkan kakinya ke ruangan yang lebih hangat itu. Tapi tiba-tiba saja dia terpaku saat masuk lebih dalam dan melihat ke sekeliling ruangan.

“Jangan kaget, Jinki! Salahmu datang mendadak!”

“Habis terjadi perang apa di apartemenmu, Jira? Kenapa hancur begini?!”

Jira mendesah pelan, merasa malu mendengar ucapan Jinki. Dia berjalan melewati Jinki dan tidak mempedulikan sindirannya barusan. Tiba-tiba Jinki menahan tangannya dan menariknya hingga kini dapat memeluk tubuh Jira dengan cepat.

Aigoo~ aku sangat merindukanmu.” ucap Jinki sambil tersenyum dan menaruh kepanya di bahu Jira.

Jira tersenyum walau dia cukup tersipu malu karena perlakuan kekasihnya. “Nado, Jinki-ya.”

Jinki melonggarkan pelukannya. Kini dia beralih menatap wajah Jira lekat. “Kau sakit?”

Ani,” jawab Jira sambil menggelengkan kepalanya.

Andwae!!” pekik Jira sambil menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya saat Jinki hampir membuka syal yang menutupi sebagian wajah Jira.  “Andweyo, Lee Jinki.”

Yaa, kau kenapa, Han Jira?” Jinki menaikan kedua alisnya merasa bingung.

“Kau, duduk dulu di sini. Aku mau melakukan yang barusan kau katakan.”

“Apa?” tanya Jinki datar sambil memperhatikan gerak gerik yeoja itu.

Jira melirik ke arahnya dengan tajam. “Cuci muka!!”

Jinki tertawa. “Rupanya kau benar bangun tidur, Urara.” ucap Jinki  membuat Jira semakin mendengus sebal ke arahnya.

“Tentu saja. Apa jam di dorm-mu mati? Lihat, sudah jam berapa sekarang?!”

++(^_^)++

Aigoo.. gyeopta, gumam Jinki dalam hati saat melihat Jira keluar dari kamar mandi dengan wajah yang 100% lebih segar dari yang sebelumnya.

“Manis!” puji Jinki dan Jira nampaknya tidak peduli dan malah melengos melewatinya yang masih berdiri di dekat sofa.

Jira memang manis. Daya tarik sesungguhnya yang ada pada yeoja itu sebenarnya terletak di wajahnya, lebih detil lagi pada pipinya. Dia memiliki pipi yang chuby yang siap dicubit oleh siapa saja. Jinki suka itu.

Jinki melihat sekeliling. Dia ikut merasa frustasi saat melihat beberapa pandangan yang merusak matanya. Sekeliling ruangan di tempat Jira  sungguh seperti terkena serangan perang. Benar-benar hancur. Kertas di mana-mana, gelas kopi bekas masih terpajang di meja tamu, dan beberapa bungkus snack berserakan di mana-mana.

Bukankah dia yeoja? Kalau eomma-ku tahu sifatnya seperti ini, aku curiga dia akan terkejut! Pikir Jinki sambil dengan berbaik hati memungut kertas-kertas yang berserakan di lantai.

“Sudah kuduga itu sketsa yang dia buat. Apa mungkin dia frustasi hingga sampai saat ini belum mem-publish komiknya?? Lalu apa ini juga yang membuat apartemennya seperti kapal pecah?” katanya berbicara sendiri pada udara kosong.

Jinki mengambil salah satu kertas yang terlihat olehnya. Dia membaca hasil corat-coret di sketsa tersebut. Semenit kemudian dia pun malah ikut frustasi saat membacanya.

JINKI BABO!! DIA TIDAK MENGHUBUNGIKU SELAMA INI?? APA DIA DIAM-DIAM PUNYA YANG LAIN DI HATINYA!! AKU SUNGGUH IRI DENGANNYA!! KENAPA DIA BISA JADI ORANG TERKENAL SEMENTARA AKU TIDAK!!!

Jinki mendesah pelan, tidak menyangka yeojachingu-nya mengumpatnya di dalam coret-coret kertas. Dia pun mengambil kertas lain yang ada di pandangannya dan membaca isinya.

AKU INGIN BERTEMU DENGANNYA! AKU INGIN DIA MENDUKUNGKUNGKU DI SAAT AKU KALUT SEPERTI INI! ARGHHH KULIAHKU JUGA MEMBUATKU JENUH AKHIR-AKHIR INI. AKU BUTUH TEMAN!

Mwoya!” pekik Jinki shock dengan tulisan-tulisan yang dibacanya. “Benar, yeoja itu sedang stress rupanya.”

Jinki beralih  melihat Jira yang ada di dapur mini. Dia sedang mengeluarkan isi di dalam kantong plastik yang Jinki bawa. Jinki memang membawa makanan untuk mereka makan malam ini. Kelihatannya dia benar-benar berniat untuk berpesta kecil dengan Jira.

Yaa, Jinki-ya. Apa kau mau piknik bawa makanan sebanyak ini?”

Saat Jira sedang mengeluarkan isi dalam kantong plastik yang dibawa Jinki itu, dia tiba-tiba terpaku melihat sesuatu yang ada di dalamnya. Dia melirik ke namjachingu-nya yang sedang duduk santai dan menonton Tv. Dia masih diam, namun tubuhnya tiba-tiba menjadi tegang dan malah berkeringat.

 “KYAAAAAAA!!!!!!” teriak yeoja itu yang membuat Jinki melompat dari sofa dan berlari cepat ke arahnya.

“Kau kenapa, Jira-ya?”

Jira melirik ke Jinki dan kantong plastik itu bergantian dengan ketakutan. Dengan tangan yang bergetar, dia mengeluarkan sesuatu yang telah membuatnya berhasil menjerit barusan. Sebuah benda berbentuk kotak persegi dan sangat ramping kini telah dipegangnya. Jinki ikut terkejut saat melihatnya, dia juga menatap Jira dan benda itu bergantian dengan wajah heran.

“SANA! JANGAN DEKAT-DEKAT DENGANKU!! DASAR MESUM!!!!” teriak Jira histeris.

Jinki masih diam di tempat sambil menatap benda itu bingung.

“YAA!! KAU DATANG MALAM-MALAM BEGINI MAKSUDNYA INI, AH?!! DASAR MESUM!! AKU TIDAK MENYANGKA, LEE JINKI!!” teriak Jira semakin histeris.

Benda yang berhasil membuat mereka jadi heboh yaitu Seista. Sebuah alat pengaman yang sering dipakai oleh beberapa pasangan untuk berhubungan sex yang terkenal dapat mengindari kehamilan. Walau tidak menjamin juga sih tidak akan hamil jika menggunakannya.

Benda itu langsung Jira lemparkan pada Jinki. Sementara yang melempar langsung menjauh menjaga jarak dari Jinki.

Jinki masih bingung dengan Jira dan barang yang dilemparkan kepadanya. “Jira, kau kenapa?”

“Kenapa? pantas saja kau malam-malam datang seperti ini? Kau mau berbuat itu, ah??? Sireo!!! Never!!” teriak Jira masih heboh.

Yaa!! Maksudmu ini…,” Jinki mengambil benda itu sambil mendekati Jira, tapi Jira malah semakin mundur selangkah mengindari Jinki.

“Iya! Kau mau apa?! Sana pulang!!”

“Ya ampun Jira, aku tidak tahu kenapa ini ada padaku.”

“Bohong! Kalau tidak tahu, kenapa ada di kantong itu?”

Hening… dan mereka jadi terdiam.

“HYAAAAA!! AKU TIDAK MENYANGKA!!” pekik Jira lagi.

Jinki memutar-mutar pikirannya mengenai benda tersebut. Kenapa itu bisa ada di kantong plastik yang dibawanya. Padahal dia sendiri tidak merasa membelinya.

Siapa yang tega-teganya menaruh barang nista itu pada kantong yang dia bawa, itulah yang ada dipikiran seorang Lee Jinki saat ini. Dia mendesah pelan, dan mengumpat dalam hati kalau hal tersebut bisa saja jadi membuat Jira semakin ilfil pada dirinya.

“Midnight care!! Kau dapat bonus karena belanja di sini!”  bayangan itu terlintas di pikiran Jinki saat ini.

Akhirnya Jinki ingat. Saat itu dia hanya tersenyum dan membiarkan bonus itu dimasukan ke dalam kantong belanjaannya.

Hah, jadi ini yang dia berikan. Babo! umpat Jinki dalam hati sambil memegang benda yang disebut. Memberi kondom pada orang baik-baik seperti diriku, lanjutnya lagi berbicara dalam hati sebelum menatap Jira pasrah.

“Jira, aku tidak membelinya. Itu pemberian dari minimarket depan. Midnight care katanya. Aku kan belanja tengah malam.”

“KYAAAAA! BOHONG!!!” Jira langsung pergi berlari menghindari Jinki ke ruang tengah.

Yaa! Lagi pula Aku tidak tahu benda apa ini.” terang Jinki yang sebenarnya berbohong.

“HHheeee??” alis Jira bertemu, dia pun berjalan mendekati Jinki, “Kau benar-benar tidak tahu benda apa ini?”

Ne, memangnya apa? Kau tahu?”

Ah ya! dia kan anak baik, pikir Jira jadi lega. “Ani, bukan apa-apa kok. Sini kemarikan mau aku buang barang tidak berguna itu.” katanya yang sekarang berbalik lembut pada Jinki.

Jinki jadi terdiam melamunkan sesuatu karena benda tersebut.

Dasar yeoja. Akhirnya emosinya bisa reda juga. Terpaksa aku pura-pura bodoh lagi tidak mengetahuinya. Yah, dari pada dia ketakutan padaku selamanya. Baru melihat itu saja sudah setengah mati mencercaku. Bagaimana kalau benar-benar aku mengajaknya? Mungkin aku akan dihajarnya, gumam Jinki dalam hati pada dirinya yang sedikit berpikiran aneh.

++(^_^)++

Jinki kini sedang merapihkan ruang tengah yang berantakan. Jam menunjukan pukul 1 lewat 30 menit dini hari. Jira yang tadinya mengantuk kini sudah tidak mengantuk lagi karena namja yang sudah dia dambakan akhir-akhir ini ada bersamanya.

“WOOOAAHHHHH… KEREN!!!” pekik Jira senang saat masuk ke ruang tengah, dia tercengang ketika melihat ruangannya jadi jauh lebih bersih dari sebelumnya.

Jinki yang sedang duduk santai di sofa dengan sombongnya melipat kedua tangannya ke dada dan mengangguk pelan. “Ne, kau kan yeoja. Jangan  memalukan. Kau harus lebih apik dibanding diriku.”

“Iya deh.” Jira mengangguk dan menghampiri Jinki, “Sebentar! Apik?”

Jinki mengangguk cepat lagi sambil mulai memasukan kentang goreng ke mulutnya.

“Lalu, lupa menaruh ponsel apa bisa kau sebut apik juga?” sindir Jira dan Jinki malah cengengesan membuat Jira menggeleng-gelengkan kepalanya.

Jira menaruh beberapa makanan lagi di meja itu, lalu duduk di sofa dan menarik lengan Jinki untuk duduk dekat bersamanya. Jinki melirik padanya dan menunjukan beberapa kertas yang beberaa saat lalu dipungutnya.

“Ini?”

Jira membulatkan matanya saat melihatnya. Sketsa curhatan yang bertuliskan kekesalan pribadi itu ada di tangan Jinki, pikir gadis itu mulai frustasi.

Yaa! Kau baca!!”

Jinki mengangguk mantap. “Apa kau sering marah-marah padaku di sini?? Apa kau marah padaku, Han Jira?”

A-aniya, mungkin itu yang bisa kulakukan saat kau tidak bisa membalas tiap message yang kukirim karena kebodohanmu, Lee Jinki.”

Mianhae, Honey~” ucap Jinki sambil mengusap kepala Jira.

“Minta maaf? Kau tidak salah. Untuk apa? Aku sudah biasa kok. Jadi, tenang saja. Aku pacar Lee Jinki dan aku sudah terbiasa dengan kondisi ini.”

“Ya sudah jangan cemberut! Aku kesini bukan mau ribut! Aku rindu padamu!” kata Jinki sambil mencubit pipi Jira.

“Malam-malam kesini, tumben?”

“Malam ini aku free sampai jam 10 pagi. Jadi aku terpikir pergi ke tempatmu deh.” ucap Jinki sambil membentangkan tangannya lalu merangkul Jira.

“Kapan waktu istirahatmu kalau kau jadi mampir ke sini?”

 “Ini aku sedang beristrahat denganmu, Jira. Kau tidak tahu ya, bertemu denganmu lelahku jadi hilang.” kata Jinki mulai menggombal dan Jira tersenyum mendengarnya. Dia memang suka digombali.

“Kalau begitu kenapa tidak tiap hari atau tiap minggu kau bertemu denganku? Bukankah itu lebih bagus.”

“Kau mau terliput dan masuk berita karena intensitas bersamaku? Sulit sekali untuk melakukan ini diam-diam. Tapi, aku bersyukur kau sudah mau sabar padaku.”

“Iya, tenang saja. Aku akan selalu bersabar bersamamu. Aku senang kau menemuiku, Jinki.”

Jinki mengelus puncak kepala yeoja itu lagi membuat Jira terharu atas perlakuannya. Dia menggelayuti tubuh Lee Jinki dan bermanja di sana. Mereka berdua berbincang dan saling bercanda di ruang TV itu padahal ini sudah malam. Mereka saling memeluk satu sama lain. Jira menjadikan dada Jinki sebagai sandarannya dan puncak Jira pun dijadikan tempat Jinki menaruh dagunya. Mereka benar-benar menikmati kebersamaan mereka.

++(^_^)++

Esoknya di dorm SHINee, Jinki pulang dengan senyum yang merekah. Dia kelihatan sangat bahagia setelah pulang dari apartemen Jira—yeojachingu-nya.

 “Hyung, kau habis dari mana??” tanya seseorang yang keluar dari kamar. Itu Minho yang baru bangun dari tidurnya dan berjalan malas ke dapur.

Jinki tidak menanggapi, sebaliknya dia malah terkekeh sendiri dengan lamunannya. Dia sendiri bahkan tidak sadar kalau saat ini Minho duduk di depannya memperhatikannya.

Hyung?”

“Mi-Minho?!” serunya kaget saat mendapati Minho sudah berada di depannya.

“Kenapa hyung sedari tadi senyam-senyum?”

Aniya. Kau ingin tahu saja.”

“Eh?”

Jinki masuk lagi ke dalam lamunannya. Dia teringat akan kebodohan yang beberapa saat lalu dilakukannya.

Malam tadi saat Jira tertidur, aku menciumnya diam-diam. Sungguh jantungku sangat berdebar. Aku tahu walau kita sudah berpacaran lama, kalau ingin melakukan itu aku tidak berani kalau memang tidak sedang mencuri kesempatan. Aku memang pengecut, lamun Jinki dalam hati namun bangga akan aksi diam-diamnya.

HYUNG??” panggil Minho menghentikan lamunan mesum Jinki.

++(^_^)++

Beberapa saat kemudian, Jinki pergi bersiap-siap untuk mengejar latihan jam 10. Sementara  itu, Minho masih penasaran dengan sikap hyung-nya yang berubah jadi misterius. Karena bosan Minho pun pergi ke ruang komputer. Di sana, dia mendapati komputer yang masih menyala dengan modus standbye. Dia mulai duduk dan memegang mouse dan dia cukup terkejut karena rupanya internetnya masih tersambung. Bahkan layar mozzila masih aktif.

http://www.uraracomicalgirl.com?

Minho menatap bingung saat melihat sebuah situs yang masih aktif di layar. Siapa yang membuka situs kekanak-kanakan seperti ini, pikir Minho.

“Taemin! Pasti bocah itu!” katanya dengan yakin.

Minho mengamati sesuatu yang dikiranya dibaca oleh bocah yang bernama Taemin. Sedikit demi sedikit segurat senyum terlukis di bibirnya. Dia bahkan kini mulai memainkan bibirnya dan terus-terusan menatap layar dengan mata yang berbinar.

“BHUAHAHAAA~ lucu juga cerita horornya.” tawa Minho akhirnya pecah. “Ah, si Taemin gak bilang-bilang dia suka baca komik geje kaya ini.”

Haruskah aku berkomentar, pikir Minho. “Ah ya, harus! kan aku sudah baca. Aku harus memberi apresiasi agar orang ini mendapat feedback dari pembacanya.”

Minho pun menggerakan kursornya ke bawah. Sampai akhirnya menemukan username dan email yang baru saja berkomentar.

Handsomeboy? Dubu.dubu?

“Dubu? Taemin tidak mungkin. Dubu, emm.. dubu…,” dia menaikan alisnya. “ MWO??” Mata Minho langsung terbelalak saat mengingat sesuatu. “Jadi, hyung yang membaca komik seperti ini?” pekiknya sudah sadar siapa orang  yang membacanya.

“Sejak kapan orang pintar dan sibuk seperti dia menyempatkan waktu untuk membaca hal seperti ini? Komikku yang bejibun saja tidak pernah disentuhnya. Lagi pula, Handsomeboy?” Minho tertawa lagi. “Apa dia menganggap dirinya tampan? Hoho~ aku kan yang paling tampan di antara para member.”

++(^_^)++

_JIRA POV_

Two month later!

Ini sudah dua bulan lamanya dari perjumpaan terakhir kami.  Kuputuskan untuk mengiriminya pesan singkat  sekedar ingin menyadarkannya kalau dia lupa menghubungiku selama 2 bulan ini.

To Jinki:
Jagi-ya, aku ingin bertemu!!

Hening…

“Baik. Paling cepat juga malam hari baru dia bisa balas.” kataku dengan percaya diri. Jinki memang begitu, dia terlalu sibuk dan tidak pernah memperhatikan ponselnya. Jadi, aku lebih suka memakluminya saja.

Setelah malam datang!

“Cih, dia tidak membalasnya.”

Ini sudah malam, seharusnya Jinki sudah membalasnya. Dia selalu begitu. Di saat aku sedang membutuhkannya dia tidak pernah peka.

Kuputuskan untuk mengiriminya message lagi.

To Jinki :
Jinki, kau sedang apa, ah?? Kenapa seharian SMSku tidak dibalas? Aku ingin bertemu!!

Hening…

Aku benar kan? Dia tidak membalasnya lagi. Dia sungguh keterlaluan memang.

Sambil menunggu ponselku menyahut, aku menatap layar televisi. Tayangan Flower boy generation lagi. Dan Jinki ada di sana!

“Huft, dia seceria itu sementara aku kusut seperti ini! Benar-benar menyebalkan.”

Lama-lama aku kesal deh. Dia sekarang benar-benar kelewatan. Kenapa schedule-nya lebih banyak di antara member lain? Aku tahu dua bulan lagi dia ikut musical, sekarang dia jadi Mc, minggu kemarin dia touring ke Jepang. Apa harus seperti ini nasibnya? Ani, maksudku nasibku. Padahal aku saat ini ingin memberi tahu kabar gembira untuknya. Aku pacarnya kan? Aku butuh diperhatikan juga, pria bergigi kelinci yang kusukai!

Karena menunggu lama pesan balasan dari Jinki, akhirnya aku beralih ke laptop dan mengakses internet. Aku membaca komen-komen dari orang yang berkomentar. Orang yang bernama ‘handsomeboy’ itu sekarang jadi intens berkomentar. Dubu.dubu?? Apa dia pikir dirinya seperti tahu?!

Aku semakin asik memainkan internet. Memang sih membuang-buang waktu, tapi inilah yang sering kulakukan di saat aku sedang bosan—membaca komen-komen dari pembaca.

@Medeile : Eonnie fighting!

@Vania: Ahaha… aku pengen deh punya namja terkenal, tapi kalo aku kangen gimana. Susah juga ya.

@Wikey : Suka! Aku suka!!

Dan namja bernama ‘handsomeboy’ yang sering berkomentar itu malah menulis komentarnya—@handsomeboy : Mestinya kau harus banyak bersabar lagiseakan tahu masalahku apa.

Ada juga ya namja yang menyukai cerita romance. Kupikir laki-laki hanya menyukai hal yang berbau action, tapi rupanya ada juga. Memang sih, cerita romance-ku ini benar-benar tentang kehidupan pribadi yang kuilustrasikan. Tentang kerinduanku pada Jinki. Tentang kekesalanku dengan namja yang sekarang sibuk dengan persiapan lagu ringdingdong-nya. Lebih tepatnya kekesalanku karena Onew condition-nya. Respon para readers pun sangat bagus.

++(^_^)++

_MINHO POV_

Di dorm SHINee Lagi-lagi aku melihat Onew hyung sibuk dengan komputer. Dia kadang cekikikan sendiri. Dia jadi kelihatan aneh. Aku tahu pasti dia sedang membuka komik online itu. Sudah kupastikan, seorang hyung Masih sempat membaca hal seperti itu? huh, itu aneh!

Setelah hyung keluar dari ruangan itu, aku iseng pergi ke tempat di mana tadi dia berada,  membuka komputer dan mengetik web tersebut lagi. Bahkan kini aku sudah hafal alamat web-nya.

Ah, postingan baru rupanya. Mr.Populer? pikirku mulai aneh dengan judulnya. Jadi sekarang genre-nya romance. Apa ini yang dibaca hyung juga?   Aku pun langsung meloncat ke komentar berharap menemukan yang hyung tulis.

Gotcha! benar saja!”

@handsomeboy : Mestinya kau harus banyak bersabar lagi….

“Eh? Apa maksudnya?”

Drrtt…drrrrt….. suara getar dari kolong meja komputer terdengar menghentikan lamunanku. Aku pun langsung mencari sumber suara tersebut. Ponsel Corby berwarna hijau? Bukankah ponsel punya Onew hyung?

Aku melihat ke layar ponsel tersebut. “3 message?? 5 miss call?”

Kenapa ponselnya tergeletak di kolong meja? Bukannya hyung sudah dua hari ini mencarinya? Jadi, Onew hyung lupa kalau menaruhnya di sini ?

“Aishhhhh, dasar! Hyung selalu saja ceroboh!”

Urara? Aku iseng melihat pengirim message tersebut. Aku berpikir sejenak karena merasa tidak asing dengan nama itu.

“Ah! bukannya itu nama ilustrator yang ada di web itu?!”

++(^_^)++

_AUTHOR POV_

Hyung, Handphone-mu nih!”

Jinki yang sedang bermalas-malasan di sofa pun langsung menoleh pada suara yang menyahutnya.

 “Dasar Ceroboh!” ujar Minho sambil memberikan ponsel tersebut.

“Ahhh! Kau menemukanya, Minho? Di mana?”

“Di kolong meja komputer! Dasar pelupa!”

Gomawo, Minho saeng.”

Jinki langsung membuka layar ponselnya dan mendapati tiga message dari Jira yang dinamai olehnya menjadi Urara.

Ah tumben sekali Jira sms, gumamnya dalam hati sambil masih konsen melihat ponselnya.

Jinki mulai membaca pesan dari Jira secara bergantian. Pesan kesatu, membuatnya tersenyum sampai tidak sadar kalau Minho masih memperhatikannya di depannya. Pesan kedua, agak membuat namja itu kehilangan senyuman, dan pesan ketiga nyaris membuatnya benar-benar kehilangan senyumannya. Dan dengan spontan dia pun buru-buru pergi dari duduk santainya di sofa.

“Kau mau kemana, hyung??” tanya Minho melihat hyung-nya yang tiba-tiba terlihat gelisah.

“Tanggal berapa sekarang?”

“Sembilan, wae?”

“Aku pergi dulu sebentar!” kata Jinki langsung melesat ke luar dorm tanpa mempedulikan Minho yang kini mematung karenanya.

++To Be Continue++

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~ Publish by mamotho @ https://mamothozone.wordpress.com/ ~

 

# Hahaha~ tertawa puas karena kebedonan Jinki! Apakah Lee Jinki terlalu kelihatan konyol?

# Oya, nama produk itu aku ngarang. yah, deket2 fiesta gitu namanya. gitu deh di plesetin.

# Dont forget to leave comment ^^/

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 9 June 2011, in Namjachingu - Jinki with Onew Condition, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 51 Comments.

  1. Uwaaa.. uda di post!!!!
    Haha…. Jinki kau juga seneng cari kesempatan ya?? Hahaha…..
    Haduh tuh udah ketauan ama minho… Seperti biasa dia selalu kepedean klo dia itu yg paling ganteng di SHINee… Huehehe….. Gubrakk….
    Jinki tuh dodol ya?? sms kapan diresponnya kapan. Gubrakkk…. Naro hape sembarangan, ketauan bloonnya….
    Huahaha.. daebak eonni…
    Lanjutannya ya… ditunggu.. ^_^

    • Huaaaa!!! *ikutan ngejerit*
      kkk~
      Jinki. cari kesempatan? ahahah~ emang. aku pengen buat kaya gitu.
      Minho.. emang paling ganteng di shinee *kata si mamot*
      Jinki… kasiannnnnnn jadi dodol gara-gara FF ini. para MVP. mavkan saya kalo conditionnya gekgek.

      gomawo ya sudah baca seng^_^

  2. onnie!! waa, aku baru baca..
    huaa, kok onew oppa radang yadong, kk~
    lagi, lagi, minho oppa ttp eksis rupanya. skali2 ajak member yg lain onn *lol*
    lanjut onn.
    penasaran bgt knpa si Jira urara mnta ketemu.
    trs ada typo dikit onn, harusnya two months later, bukan letter.
    mianhe, lagi2 komennya panjang.
    ASAP onn 🙂
    daebak !!

    • key!!!!
      Aduhhh.. jadi malu. ia nih soalnya yang paling pas disini. Minho aja. ntar kamu tahu kenapa minho yang aku bilang pas.
      liatt part ke berapa gitu ya~
      kk~
      ntar onnie mau ajak member lain. tapi da susaaaahhhh.. wkwkwk~
      jatohnya minho lagi-minho lagi. padahal niatnya mau di kerem dulu. tapi da ga bisa. eh? ko jadi curcol.

      oya.. makasih ya~ sudah di kasih tau. pantesan onni merasa ada yang ngeganjel pas liat tu kata. eh, taunya.. bener salah.kk~
      gomawo^___^

  3. eonni maaf aku komennya langsung di part 2 aja ya.
    ya ampun onyu kissing ga minta ijin dulu*tabok onyu*
    ku kira onyu beneran polos,eh ternyata dia tau juga tentang benda itu.
    ckck. .
    onyu ketularan ma taemin ni jadi pelupa naruh HP.
    minho udah mulai curiga tu ma sang leader?
    eonni ceritanya makin seru,menarik n wajib di tunggu part selanjutnya.
    fighting eonni ^^

    • *angguk2*
      ia onew condition .. ternyata… dia kissing diem2. kk~
      Hah? umurnya berapa?! kk~ masa iya dia ga tau #plak.
      *sorakin author*

      HP lupa.. mudah2an dia gak lupa kalo sekarang udah punya pacar. AKU! eh, salah.. JIRA maksud aku.
      gomawo sudah baca dan berkomentar ^___^
      ga pada bosen kan author bawa2 MInho lagi?? Pisss!!

  4. wahh tega…
    dibilang kebedonan jinki.hahaXD
    ngakak XD
    lucu banged.
    kok kepikiran buat ada cuplikaan iklan siesta y kalo gak salaH?
    Lanjutttttt..

  5. Ceritanya bagus…….

    Aku lanjut baca yang ke 3 dulu ya……..

  6. Aaaahh~.. berharap Onew juga gt ya… hmm..

  7. bagus eonni ff nya,sama lucu ceritanya eonni 🙂

  8. kkk~ ngakak guling2 kkk~
    keren dah ah si jinki kali nih >< #plak

  9. Ahahahaaha.. Onew condition nya ber-api-api =D
    Minhoo jadi baca komik juga.. haha
    Onew..awas ketauan Minho~~
    Lucu ceritanya kekeke^^

  10. YAAH< yg awal-awalnya aku seneng eonni! XD
    tapi pas pas kebawah kebawaah ng-down lg deh DAEBAK!!
    agknya tiap komen ada kata 'daebak trs aku wkwk

  11. jinki==”
    un, aku baru bara nyampe sini —
    maklum udah kelas IX (TERUS?)
    wkwk lanjut!!!!!!

  12. anjirrr geligeligeligeli sangtaenya parahhh
    kalo handphone keselip disitu sampe tiga hari, kok bisa?
    aku aja tanpa hp sehari bisa gila -__-

    kok Jinki tibatiba kabur ya?

  13. serius aku paling ga tahan byangin onew mesra-mesraan sma cwe laen…saya cembokur berat…pngen jdi jira…

    Onew ko jd pelupa gtu…itu khan kebiasaan na taem lupa naro brng dmna…jngan direbut dong bang *LOH

  14. Ini jinki ngaku ngaku pinter tapi ternyata bloon . Pelupa lagi haha *kabuuuur .

  15. hehehe..
    numpang comment..
    gatel mw comment ni….

    Pesan kesatu, membuat Jinki tersenyum sampai tidak sadar kalau Minho masih memperhatikannya di sana. Pesan kedua, agak membuat namja itu kehilangan senyuman itu, dan pesan ketiga nyaris membuatnya benar-benar kehilangan senyuman.

    sumpah.
    ngebayangin onew ngelakuin hal itu beneran…
    andwae..
    ok..
    *geje tingkat tinggi

  16. hahaha
    @handsomeboy ??

    onew oppa mau melepas rindu mlah jd ngbabu tengah mlam..
    ada apa d tgl sembilan ?
    ..lanjut baca condition 3..

  17. aigo, kenapa onew oppa bisa sampe lupa hp nya ada di kolong meja? pantesan aja sms dr jira gak dibalas. ckck
    hahaha 😀

    emg ada apa dengan tgl 9? lanjut ke condition 3…

  18. seruuu thor !!!!!!! 🙂
    #terbang ke next part

  19. minho curiga…..hayoloh bang onyuuu

    Segala hape dikolong meja komputer terus dianya lg didepan komputer masih juga gak nyadar..hadeh -.-
    Minho jangan iseng ya sama hubungannya jira onyu…okay?

  20. aduh oppa, hp sendiri lupa naro nya, gmn sih, pantes sms nya jira gak d bales, haha
    haha onew d kasih bonus belanja nya yg kayak gitu, udah gitu dy gak nyadar lagi, haha
    wah minho mulai curiga ini, dan ad ap dgn tgl 9?
    Lanjut baca k part 3, whuss!!

  21. Aaaaa Onew pas ngomong kalau lelahnya hilang saat bertemu Jira ituuuuuu entah kenapa bikin galau rrrrrr. Dan Onew pencuri! Nyuri-nyuri kisseu Jira hahahaha.
    Hayo hayo Minho curiga lhooo :p

    Btw aku mau nanya dong Eon, ini sangtaenya berdasarkan kenyataan yang terjadi atau ada yang pake imajinasi Eonni?

  22. aihhh.. minho mulai curiga nie kyknya
    onew oppa knp bz seceroboh itu sie hp keselip smpe 3 hri
    aq brapa jam ja ga da liat hp ud ga bz pa lg smpe berhari-hari

    ayo oppa lbh perhatian lg k jira kasian dy d abaikan terus

  23. kalau nggak salah di yahaengsung onew oppa pernah bilang urara juga deh, apa namanya trinspirasi dari situ eon????

  24. i am a new reader 😉
    khusus membaca ffnya abang dubu 😉
    dan saya jadi makin cinta dh sama si dubu ituuu*slimutan brg Jinki*

  25. apa pesan ke 3 dari jira?
    penasaraaan…
    terus aa apa dgn tgl 9? lanjut

  26. lucu

  27. ya ampun oneeeewwwww,,,, hahaha aku ngakak terus bca nih ff,,,

  28. daebak…
    suka, suka, suka

  29. makin gemes sama onew ..
    onew parah pake bawa bawa siesta .. Wew banget ..
    Trus juga dia polos pas bilang aku tidak tau itu benda apa? #doeng

  30. duh onew itu, emg bener2 ceroboh….atau cuek?
    periksa dong belanjaannya…
    member shinee gk ada yg tau ya? onew punya pacar..

  31. syaalloohh onyu lancanggg!!!
    nyium anak orang diem2wakakakakak

  32. Yaampuuuunnnn eon aku minta ff macem gini lagi dooong huhu onewnya sesuai aslinya banget aku sukaaaa

  33. Ah jinki babo..
    Bisa2nya hape ilang trus idup nyantae gtu.. pengen tak getok aja kepalanya..
    Sabar y yg jadi pacalnya…

    Aku sukak ff nya uni 😘
    Aku mau langsung bca udah gatel pngen tw kelanjutanx…

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: