Namjachingu – Jinki with Onew Condition (Condition 1)

JOC- Condition 1
–Onew  Sangtae , Uri namjachingu!–

 Author :  mamoTHo
Title : Namjachingu – Jinki with Onew Condition
Main cast : Lee Jinki (Onew), Han Jira (Urara)
Suport cast : Key
Lenght : Sequel
Genre : Romance – friendship – humor
Rate : PG 13

A.N:  CONDITION, menceritakan suatu kondisi seseorang. Lee Jinki, karena di sini adalah Jinki yang berperan penting sebagai orang yang soheh menjadi cast dengan segala macem condition-nya, makanya saya akan terus eksplore apa aja ke sangtae-an si onew! Sangtae tidak selalu bodor/konyol! Tapi, sangtae juga akan beberapa hal. Pokoknya condition di sini, menceritakan semua tentang Jinki dalam menanggapi suatu hal.

Ini SEQUEL pertama saya selain MINHO!! SAYA BAWA ONEW, karena ONEW juga adalah bias kedua author. Hihi~ OPPA!! Yyeyeyeye~ jadi kupersembahkan ff ini u/ diriku, reader setia Blog ini, MVP, Shawol, n semua pecinta dunia perepepan. SELAMAT MEMBACA~ ENJOY IT!!

This Story©mamoTHo

++(^_^)++

_JIRA POV_

Aku Han Jira mempunyai namjachingu bernama Lee Jinki. Dia sudah kupacari selama dua tahun sejak kami masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah tingkat atas. Dia namja  yang paling aku puja saat itu, tapi sungguh tidak kusangka ternyata dirinya sebenarnya seperti ini.

Kalian tidak akan mengenalnya kalau hanya beberapa hari menghabiskan waktu dengan namja yang satu itu. Ketika dia merasa nyaman dengan kalian, dia akan berubah menjadi dirinya sendiri, menunjukan salah satu kemampuannya. Bukan makan ayam, tapi kemampuan membuat orang ilfill. Ya,  mungkin hanya aku saja yang merasa seperti ini. Toh, orang lain terlihat sama sekali tidak terganggu. Lain denganku!! Dia kan namjachingu-ku. Bersifat normal sedikit kenapa sih?!

Lee Jinki memang namja konyol!!  Sebenarnya dia memang jarang menunjukan kekonyolannya padaku, hanya saja aku tahu dia lebih sering berkonyol ria di depan orang lain. Termasuk yang sedang aku lihat sekarang, gumamku sambil mendongak untuk melihat layar Tv.

Beberapa hari ini dia sungguh terkenal dengan Onew condition-nya—Onew sangtae—kalian juga pasti tahu. Yap, Aku sering melihat namja itu melakukan konferensi pers dan menjatuhkan gelas yang ada di depannya. Baru-baru ini juga aku melihat dia jatuh saat sedang perform di acara musik. Dan yang paling parah yang sering kudengar dari komen-komen beberapa kawanku, kadang dia suka memulai lelucon yang tidak pas di variety show sehingga member lain mengejeknya dengan –Onew condition—song of that condition.

Yah, begitulah namjachingu-ku! Aku tetap menyukainya walau dia dikenal konyol, pada awalnya.

++(^_^)++

Aku memandang ke arah meja belajarku. Sekarang aku pindah kesini hanya untuk mengenang beberapa hal mengenai namja itu. Aku melihat ada dua benda yang bersih dibanding dengan benda lainnya. Benda itu adalah hasil saling tukar kado dengan Jinki yang selalu kami lakukan saat hari jadi tiba. Childish memang, tapi aku suka melakukannya. Itu  terlihat seperti ritual pacaran.

Aku melihat benda ke satu. Benda itu diberikan pada saat tahun pertama jadian. Tepatnya saat aku masih duduk di tingkat kedua di SHINee Town High School.

Kita kembali ke masa itu!

 ..Flashback..

Saat itu dia  belum memberitahuku kalau dia adalah seorang trainee, yang kutahu dia hanya seorang siswa yang sama sepertiku. Aku ingat kami selalu janjian di Bukit Cinta. Bukit itu memang suka dijadikan tempat orang pacaran. Tidak hanya kami tapi banyak bejibun pasangan yang berpacaran di sana. Berbeda dengan mereka, kami punya tempat spesial di tempat itu, BUKIT KIRAA, Jinki menamakan itu. Kekanak-kanakan, ‘kan? Ki untuk Jinki dan raa untuk Jira. Huft, terkesan memaksa. Memang! Tapi jangan salah, pemandangan yang ditawarkan di tempat itu lebih indah dari kedengarannya.

“Haish! kau telat, Jinki!”

“Mian, aku mengantar eomma dulu.” kata Jinki sambil masih ngosh-ngoshan menstabilkan nafasnya.

Hari itu kami janjian di bukit Kiraa. Bukit yang tidak terlalu ramai dan jarang diminati orang karena harus naik lagi ke atas untuk mencapainya. Lumayan melelahkan.

Jinki tersenyum padaku. Dan senyumnya sudah pasti sangat ramah. “Ini!” ujarnya sambil memberikan sesuatu padaku.

Sebuah bingkisan? Aku pun tersenyum padanya. “Ini! Aku juga punya!”  

Kami bertukar kado pada hari itu. Setelah itu kami berpacaran lebih tepatnya. Dia memang agak pemalu tapi tidak konyol di masa itu. Yeah, baru awal-awal belum begitu menonjol dan keluar kekonyolan namja yang satu ini. Jinki masih terlihat normal bagiku.

“Kau membelikan aku drawing book setebal ini? Tidak salah?” tanyaku yang lebih terkesan memprotes dari pada takjub.

Kulihat dia malah cengengesan. “Karena tebal makanya tidak akan habis!” katanya padaku sambil lanjut cengengesan tanpa kumengerti. “Kau pasti akan menjadi illustrator terkenal, Jira!” lanjutnya lagi.

Kenapa sih namja ini tidak seperti yang lainnya, gumamku dalam hati. Jinki selalu memberikan sesuatu yang berguna ketimbang yang cute! Drawing book? Dia memberiku itu.

..Flashback end..

ILUSTRATOR! Aku ini seorang illustator di dunia maya. Aku punya media online yang sering dikunjungi orang-orang. Hobiku adalah menggambar. ‘Uraracomicalgirl.com’  itu nama web yang sedang aku kerjakan sekarang. Urara! Aku mempublikasikan nama itu di dunia maya. Sebenarnya aku tidak begitu sreg dengan nama itu. Itu panggilan aneh lebih tepatnya. Dan Jinki selalu meledekku. Katanya, Urara itu seperti binatang purba hanya mendengarnya saja. Masa bodo, aku tidak peduli! Toh, hanya nama pena belaka.

Ilustrasiku kutuangkan dalam bentuk gambar komik. Komik biasa dan Komik ilustrasi berbeda. Begitu pun yang aku buat. Dengan membuat ilustrasi aku membuat semacam komik online di web yang kumiliki itu. Walau masih bersifat online aku sekarang juga sedang berusaha untuk menerbitkannya dibeberapa penerbit. Sayang masih sering ditolak. Mungkin, aku memang belum berusaha maksimal, pikirku selalu berbesar hati pada akhirnya.

Berbeda dengan namjachingu-ku yang sudah meraih suksesnya. Lagunya yang berjudul ‘A.Mi.Go’ menyedot antusias masyarakat. Aku juga sangat suka lagu itu. Namjachingu-ku keren!! Sayangnya, setelah masuk ke dunia entertaint hubungan kami tidak seperti dulu. Tiap hari aku selalu menanti ponsel berdering dengan nada khusus untuknya—Pabo ya!pabo ya!pabo ya!—itu bunyi deringnya. Aku jadi ingin terkekeh saat ini. Sayangnya suara ponsel yang kunantikan itu rupanya tidak datang tiap hari, tiap minggu, atau bisa dibilang datangnya terbilang langka!

Aku mendesah pelan, “Apa jadwal seorang Lee Jinki sepadat itu?” gumamku yang lebih mengeluh pada udara kosong saat ini. Terakhir kali dia menghubungi itu pun dua minggu yang lalu. Dan terakhir kami bertemu itu dua bulan yang lalu.

“Arghhh!  Sekarang dia fokus dengan pekerjaannya! Sampai-sampai memutuskan tidak masuk universitas bersamaku!”

Aku jadi ingat dulu. Dulu saat aku kami berdua masih tingkat dua sekolah menengah atas, kami sering bertemu, bahkan dia selalu ikut andil dalam setiap pembuatan komikku. Yeah, walau ujung-ujungnya selalu memberikan protes.

..Flashback..

“Jira–ya!!” panggil seseorang saat aku yang sedang sibuk menggoreskan pena di sketsa.

Saat itu aku memang sedang rajin-rajinnya membuat ilustrasi komik. Di jam sekolah pun aku selalu sembunyi-sembunyi membuatnya. Aku benar-benar addict untuk hal yang satu ini. Hidupku penuh dengan gambar. Aku tidak pernah bisa kalau harus keluar dari sana.

“Jira–ya! Aku punya kabar baik.” katanya lagi sambil duduk di depanku saat ini. Wajahnya super terlihat kelelahan.

Kuhentikan pekerjaanku sejenak dan tersenyum padanya. Lee Jinki memang ada-ada saja, gumamku dalam hati.

Dia masih mengatur nafasnya. “Sebentar, Urara.”

“Waeyo? Kenapa kau terlihat terburu-buru?”

“Aku akan debut sebentar lagi!” katanya memberitahu dengan air muka yang terlihat bahagia. Kulihat dia kini menghitung jarinya. “Kira-kira dua bulan lagi.”

Aku terkejut! Secepat itukah?  Dia memang seorang trainee di salah satu manajemen yang selalu melahirkan bintang terkenal. Dia juga sudah cukup lama menjadi trainee di sana, walau aku baru tahu akhir-akhir ini. Tapi mendengarnya akan debut sebentar lagi? Aku merasa aneh! Secepat itu bagiku? Apa karena aku memang baru tahu saja makanya merasa itu terlalu cepat untuk Jinki yang sudah mengalami hampir 5 tahun masa trainee.

“Yaa! Urara! Aku akan debut! Kau kelihatan tidak senang?“

Aku pun menggelengkan kepalaku untuk tidak berprasangka buruk padanya. “Sungguh? Bagus sekali, Jinki!”

Jinki tersenyum dengan manis saat ini padaku. Padahal aku sih terlihat biasa saja.

 “Hehe~ gomawo, Jira-ya!” katanya sambil menjambak pelan rambutku karena terlalu senang. “Aku dapat kabar kemarin saat training. Kalau tidak salah aku akan debut dalam sebuah contemporary band. Kabarnya partner kerjaku juga hebat-hebat!”

“Ah, jinca? Aku ikut senang deh!!” kataku tapi masih merasa aneh kalau dia harus debut secepat itu. “Tapi.. kalau kau debut, bagaimana dengan sekolahnya?”

Mungkin air mukaku entah terlihat kecewa atau apa, dia mulai mengetuk keningku dan tersenyum lagi bagai malaikat. Senyumnya, memang yang terbaik!

“Sekolah  pasti akan kuselesaikan dulu lah. Aku harus bisa bagi waktu mulai saat ini.” katanya dengan mantap sambil manggut-manggut.

“Memangnya, kau akan sekolah tiap hari? Aku rasa tidak deh, Jinki. Kau nanti pasti sibuk.”

“Mmm.. tidak tahu juga. Aku belum tahu sampai ke situ.” katanya semakin membuatku khawatir.

“Lalu, bagaimana denganku?” tanyaku mulai aneh dan dia malah tertawa. Aku bahkan sempat berpikir, kenapa aku bisa melontarkan pertanyaan bodoh seperti itu.

 “Denganmu?” Dia tertawa sambil mengacak poniku pelan, “Yaa.. kau tetap Jira. Memangnya?”

“Ani, Jinki. Maksudku, bukankah ada larangan berpacaran?”

“Emm, iya, tapi tinggal merahasiakannya, semua bisa beres deh!” katanya membuatku sedikit lebih tenang sekarang.  

..Flashback end..

Yeah, begitulah masa-masa sekolahku bersama Jinki. Kami jadian di tahun pertama kami di sekolah. Namja itu seperti namja pada umumnya. Kami satu kelas. Dan aku tahu, aku si bodoh Jira tidak pernah belajar dengan baik di kelas yang akhirnya menarik perhatian namja baik, charming, serta pintar yang bernama Lee Jinki. Namja itu memang namja yang pintar. Setiap siswa di sekolah ini pasti percaya dengannya. Gaya bicaranya pun sungguh cerdas. Aku kagum padanya. Dulu aku kagum karena belum sepenuhnya mengenalnya, tapi kekagumanku tetap saja tidak bisa memotivasi diri untuk menjadi pintar seperti dirinya.

Aku hanya yeoja yang suka menggambar dan membuat komik online. Sudah itu saja keahlianku yang bisa kubanggakan. Pelajaranku di sekolah? Entahlah! Aku hanya berharap cepat-cepat masuk ke perguruan tinggi dan masuk jurusan yang aku inginkan saat berada di jenjang pendidikan itu.

++(^_^)++

Kini, aku duduk di sofa ruang Tv di apartemenku. Aku sudah tidak tinggal dengan orang tuaku semenjak aku menjadi mahasiswi di Konkuk University. Sekarang aku sudah tingkat dua. Dan ini adalah saat tersulit dalam membagi waktu. Aku bingung membagi antara hobi yang sekaligus menjadi sumber uangku dan kuliah yang merupakan tumpuan masa depan. Begini nih kalau tinggal sendirian. Tidak terurus! Orang tuaku serta keluargaku semuanya tinggal di Gwangju. Sebenarnya, aku memang lebih suka tinggal sendiri. Aku lebih bebas berekspresi. Mau tidur sampai malam dan online 24 jam juga tidak akan ada yang mengomel. Huft, aku memang yeoja yang serabutan.

“Kita panggil Leader SHINee, ONEW!!”

Suara itu berasal dari channel Tv yang sedang aku tonton saat ini. Acara variety show yang baru-baru ini sedang dilakoni oleh namja itu. Flower Boy Generation. Yeah, dia makin sukses saja setelah lagu ‘Juliette’ muncul.

Saat melihat Jinki yang dipanggil dengan nama stage-nya. Aku lumayan agak aneh. Tapi, aku akui nama itu lucu juga. Bahkan sempat dipanggil dubu Onew juga, ‘kan? Namja ini memang sungguh menggemaskan, gumamku dalam hati tak penting.

Apa dia sedang memikirkanku sekarang? Pikiran seperti itu selalu menghantuiku saat melihatnya tampil di layar kaca. Aku selalu merindukannya. Sayang, dia terlalu sangtae untuk lupa pada yeojachingu-nya sendiri.

Aku mengamati percakapan di acara tersebut, melihat Leader SHINee itu sedang duduk di sebelah Mc yang selalu melukiskan senyum khasnya— Senyum yang renyah dan tulus. Senyum itulah yang paling aku suka darinya.

“Onew-ssi, apa kau sedang berniat untuk menjadi Mc saat ini?” tanya si Mc pada namjachingu-ku yang duduk di sampingnya.

“Ne,  aku akan berusaha dan melakukan dengan baik. Dimulai dengan variety show ini.”

Lumayan jawabannya. Dia selalu berbicara seperti orang cerdas menurutku.

“Onew-ssi, Kudengar, kau baru-baru ini jatuh saat perfom di Inkigayo? Bagaimana pendapatmu akan hal itu?”

Mendengar pertanyaan itu aku langsung bangun dari tidur santaiku di sofa dan duduk tegak. Aku juga penasaran dengan apa yang akan dijawab oleh orang paling sangtae sedunia. Yeah,  walau pada akhirnya aku selalu ingin tertawa saat mengingat semua kebodohan dan kekonyolannya.

Kulihat Jinki langsung memegang pundaknya dengan memasang wajah yang hopeless.

“Ahahaha~~~ benar. Sebenarnya aku malu membahas ini.” jawabnya sambil menutup wajahnya.

“Dia memang payah!” cibirku saat melihat tingkahnya yang makin menggemaskan itu. Andai dia ada di sini, ingin sekali aku menjitak kepalanya.

“SHINee terkenal dengan image cute dan sweet boy-nya? Apa kalian itu memang seperti itu, Onew-ssi?”

 “Emm, Ne! Tapi kami punya sisi lain selain itu. Saat kami bersama, kami benar-benar tidak kelihatan seperti sweet boy. Ahahahaa…” Dan akhirnya, dia mulai dengan leluconnya yang tidak penting.

Mungkin yah, tadinya dia ingin membuat lelucon, tapi karena tidak lucu, akhirnya membuat Jonghyun dan Key menyanyikan hymne dari Onew condition, “Moredo Onew sangtae~~ ble~ble~~~”

 “Onew, banyak noona disini yang ingin mengenalmu. Mereka bahkan banyak yang ingin punya pacar sepertimu. Kau menduduki ranking 1 sebagai namja yang ingin dipacari berdasarkan polling.” ujar si Mc dan kulihat Jinki menggaruk-garuk kepalanya.

“Ish~ pasti dia kegeeran deh.”

“He..he… ghamshamnida.”  jawabnya sambil cengengesan.

Tuh kan, benar dia kegeeran!

“Lalu apa kau pernah berpacaran, Onew-ssi?”

Aku langsung melihat dan memperhatikan pembicaraan itu dengan cermat. Pertanyaan yang mematikan. Aku cukup penasaran walau sudah tahu apa yang akan dijawab oleh namja itu. dan Hening… Aku masih menunggu jawaban yang akan dilontarkan oleh Jinki.

“Aniyo!”

Argghhhh! Aku memang tahu Jinki akan bilang seperti itu. Tapi, gayanya saat mengucapkan itu seperti memang tidak pernah ada yang terjadi di antara kita. Bahkan dia tetap tersenyum saat mengatakannya. Menyedihkankah aku ini?

Aku langsung mematikan Tv, merasa bosan melihat tingkahnya yang hanya bisa kulihat dari layar kaca. Aku menunggunya. Aku ingin bertemu dan melihat dia dari dekat. Jinki membosankan kalau hanya dilihat dari layar kaca, gumamku dalam hati dan mulai merebahkan diri di sofa.

Aku mendesah pelan. “Beginikah berpacaran dengan seseorang yang mendadak jadi idola?!” tanyaku pada udara kosong untuk kesekian kalinya.

Aku jadi teringat hari-hariku bersama namja itu. Saat dia belum debut dulu kami selalu bersama. Dia selalu menemaniku membuat sketsa, dia orang yang paling mendukungku 100% saat itu. Lee Jinki yang kusayang.

..Flahsback..

“Kau ini pintar ya menggambar seperti ini? Lucu sekali!” pujinya padaku setelah membaca salah satu komik ilustrasiku. “Tapi, kenapa yang kau ceritakan selalu tentang kehidupan pribadimu sih?”

“Mereka kan tidak akan tahu ini!” jawabku membela diri sendiri.

“Aku saja yang awalnya tidak tahu, lama-lama jadi tahu kalau kau menceritakan dirimu sendiri sebagai seorang siswa yang pemalas.”

Aku mengerucutkan bibir sebal, karena dia selalu saja memprotes apa yang telah kubuat. Lain kali, harusnya kata-katanya jangan seperti itu, diperhalus dan sedikit memotivasi kek.

“Memang sih lucu ceritanya, tapi kau buat sesuatu yang berbeda lah. Apa kek, love story, horror, supaya pengunjungmu banyak, Jira.” katanya memberi saran padaku dan aku lagi-lagi memberengut.

“Aku tidak bisa membuat cerita seperti itu. Lagi pula mereka suka kok dengan genre komik ilustrasiku.”

“Yang mana? Yang bodoh?” katanya sambil mendekatkan wajahnya padaku. Kami sedang di perpus. Apa-apaan sih dia?

Tiba-tiba dia terkekeh di depanku. “Itukan hanya saran. Kau boleh tidak menerimanya.”

.. Flasback End..

Jinki memang pintar. Saat itu tidak sengaja aku terima sarannya diam-diam, karena saat itu sedang ada kejadian horor-horornya di sekolah. Aku pun membuat komik online tentang itu. Ilustrasiku sangat lucu. Dan aku cukup terkejut karena reader senang dengan genre baru tersebut.

Memang sih, dulu Jinki banyak membantuku. Ide-idenya sungguh briliant. Tapi sekarang semenjak jauh denganku, hampir setidaknya, aku sangat minim inspirasi. Hilang semangat! Itu kata yang tepat untukku ketika aku tidak bisa setiap saat untuk menemuinya.

++(^_^)++

_JINKI POV_

Huft, akhir-akhir ini aku butuh vitamin lebih banyak. Tidur 5 jam kami sudah tersita sedikit demi sedikit. Aku lelah, tapi pekerjaan ini adalah pekerjaan yang amat kusukai.

Hyung!” panggil seseorang di belakangku.

“Oh, Kibum. Waeyo?”

“Akhir-akhir ini kau terlihat kurang sehat.” ujarnya padaku yang langsung kujawab dengan gelengan kepala.

 “Jadwalmu bertambah lagi ya, hyung? Aku dengar satu bulan lagi kau akan latihan drama musical, ‘kan?”

Ne.”

Hwaiting hyung, jangan sampai kau sakit. Ini aku buatkan teh madu.” katanya sambil memberikan teh hangat itu padaku yang baru saja tiba di dorm dan duduk di ruang Tv.

Aku  melihat kesekeliling. Dorm sangat sepi tidak seperti biasanya. Tidak ada Jonghyun yang biasa duduk di sofa sambil mendengarkan Ipod-nya, juga tidak ada Minho dan Taemin yang biasanya bermain winning eleven.

“Kemana member yang lain?”  tanyaku pada Kibum yang sedang merapihkan isi kulkas.

“Minho sedang melakoni hobi tidurnya, Jonghyun sedang mandi, sedangkan Taemin sedang latihan.”

“Taemin masih latihan?” aku cukup terkejut saat mendengar apa yang dilakukan seorang maknae hampir tengah malam seperti ini.

“Iya, dia ingin meningkatkan kualitas vocalnya, hyung.”

Taemin memang sungguh berusaha. Masa aku mengeluh terus. Sedangkan, melihat semangat si maknae melakukan yang terbaik. Itu sungguh memotivasiku. Tapi, sebentar, tadi kibum bilang apa, Minho tidur?

“Jadi Minho benar-benar tidur seharian ini?” pekikku agak kesal. “Dasar anak itu!”

“Jangan marah dulu, hyung. Dia kelelahan setelah dikerjai habis-habisan di starking.”

“Serius?”

Ne, aku kan ikut bersamanya. Tadi dia benar-benar dikerjain gara-gara ulah Teuki dan Ehnyuk hyung.”

“Tsk. Mereka memang selalu menindas hoobae-nya dengan baik.” kataku mendecak dan jadi merasa kasihan pada Minho. “Ya sudah Kibum, kau tidak pergi tidur juga?”

“Nanti sebentar lagi, aku mau membereskan dapur dulu deh.”

Selalu! Itulah kibum. Aku  menatap namja yang kini sedang mengelap meja makan. “Kau masih saja seperti itu. Dasar eomma!”

“Kalau bukan aku siapa memangnya, ah?” katanya yang berubah jadi galak.

++(^_^)++

_AUTHOR POV_

Dengan jalan yang gontai karena lemas, Jinki menuju sebuah ruangan. Di ruangan itu terdapat komputer berlayar Lcd, lemari dengan penuh koleksi komik slamdunk, film kartun dan kaset games Minho. Walau itu lemari bersama, tapi yang banyak menaruh barangnya di sana adalah Minho. Belum lagi di dinding itu banyak sekali hasil kreatifitas Key. Dia memang suka berfoto. Makanya banyak sekali foto pose—ga jelas sekalipun—dia tempel dengan figura yang sangat besar. Unik! Yap, satu kata tentang Kibum. Memang anak itu unik!

Jinki pun berjalan menuju meja komputer dan menyalakannya.

“Aku ingin lihat memeday!” katanya sambil duduk menyender di kursi berhadapan dengan layar komputer. “Andwae!! Aku akan melihat Uraracomicalgirl.com dulu.” pekik tiba-tiba lalu terkekeh sendiri.

Jinki menatap layar dengan serius. “Oh, dia sudah lama tidak meng-update komik lagi. Sudah hampir dua minggu? Wae?”

Tiba- tiba saja jinki jadi teringat dengan Jira-yeojachingu-nya. Dia mencari ponselnya yang dia taruh di saku celananya. Kemudian membuka inbox-nya dan tidak mendapatkan sms apapun dari yeoja tersebut.

“Sudah lama dia tidak mengirimi message padaku. Apa dia marah?” gumam Jinki pada diri sendiri. “Marah karena aku sudah lama tidak menghubunginya? Ah, mana mungkin. Dia kan yeoja yang sangat pengertian dan tidak manja. Tapi, terakhir bertemu…,” lamunan Jinki pun kembali pada masa itu.

..Flashback..

“Iya, kau kan tahu teman-teman sekelas kita sudah tahu kalau dulu kita memang pacaran!” omel Jira pada Jinki di tengah jalan.

“Ya sudah, memangnya kenapa?”

“Ihhh.. kau tidak mengerti juga! Ini! kau lihat saja sendiri.” Jira memberikan kardus-kardus yang berisi tumpukan kertas pada Jinki yang berdiri di depannya, “Dari penggemarmu yang mengancamku!!”

Jinki melihat tumpukan kertas itu dan beralih menatap Jira lagi yang sedang melipat kedua tangannya di dada kesal.

“Tapi semua siswa juga pada akhirnya tahu, kau sekarang, maksudku kau cuma ex-yeojachingu. Walau hanya bohongan.”

“Iyaaa.. aku tahu. Tapi, aku kesal dengan ulah fangirl itu, Lee Jinki!! Err!”

“Sabar ya, Jira–ya. Maaf, kau jadi susah seperti ini.”

Jira mendesah pelan entah untuk kesekian kalinya. “Untung saja kau tidak setenar itu! Bisa-bisa aku diwawancarai juga karena berstatus ex-girlfriend leader SHINee!!” omel Jira yang sebaliknya malah membuat Jinki terkekeh melihatnya.

“Ayo akan aku teraktir makan.” ajak Jinki sambil merebut tangan Jira yang sedari tadi berkacak pinggang di hadapannya.

“Yasudah!” kata Jira yang akhirnya mau menenangkan hatinya karena akan di teraktir makan oleh kekasihnya.

Tiba-tiba saja Jinki berhenti saat baru berjalan beberapa langkah. Dia memeriksa saku celananya. Dia terdiam, lalu kemudian beralih menatap Jira lagi. “Yah Han Jira.  Aku lupa bawa dompet!”

“KYAAAAA!!!!! DASAR BODOH!!” jerit Jira sudah geram dengan kelakuan kekasihnya. “KAU—‘“

Chup! Jinki mengecup pipi yeojachingu-nya kilat yang sudah hampir mau meledak lagi.

“Kau kalau marah,  menggemaskan deh!” godanya pada Jira yang saat ini pipinya memanas karena tingkah laku Jinki. “Neo, Yeppune~~” goda Jinki lagi.

“Yaa, Lee Jinki!! Kau tidak lihat ini dimana?? Di tengah jalan ya?”

“Tenang saja. Seperti katamu aku belum setenar itu. Jadi, tidak akan ada yang sadar, Jira.” kata Jinki sambil menarik sebuah lengan dan mulai berjalan.  Dia tidak bisa membiarkan yeoja itu mengomel lagi untuk kesekian kalinya.  

Excuse me?” sahut seseorang yang terdengar dekat sekali di telinga Jinki.

Jinki terus berjalan beberapa langkah mengabaikan suara orang yang terdengar asing. Dia terus menggandeng tangan Jira tanpa melihat ke belakang.

“Excuse me?” panggil suara itu lagi, dengan dibarengi dengan lengan Jinki yang merasa tertahan.

Jinki menoleh ke belakang, “Yaa, Jira–ya! Wae—” kata-katanya terputus saat sosok yang dilihatnya bukan Jira tapi seorang bule yang tidak sengaja terbawa oleh ajakan Jinki.

“HEEEE?????” pekik Jinki langsung melepaskan tangan bule itu. Dia refleks menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal merasa malu pada orang itu.

Setelah dengan aksi kebodohan seorang Lee Jinki, dia sadar kalau ternyata dia tidak menggandeng Jira sehingga dia harus tahu di mana dan bagaimana bisa Jira bisa terlepas darinya. Dia pun mencari-cari sosok Jira dengan matanya.

Terlihat dari kejauhan beberapa meter di belakang Jinki, seorang gadis dengan tampang kesal, seperti sedang merutuk kesal, berkacak pinggang pada Jinki.

Jinki menghampiri Jira lagi. Dia sudah siap-siap dengan apa yang akan di dengar dan dilakukan Jira padanya. Dia sudah pasrah karena kebodohannya itu.

“HIAAAAATTT!!!” dalam bayang Jira dia sedang menendang namjachingu-nya yang sedang berjalan kearahnya.

“JINKI BABO!!!!!” omelnya dengan disertai pukulan sebuah buku sketsa tebal ke kepala Lee Jinki.  “Tidak habis-habisnya ya kau bertindak konyol di depanku!!” cerca Jira terus-terusan yang tingkat stress-nya semakin akut karena Lee Jinki.

..Flashback end..

“Yeah, itu kejadian dua bulan yang lalu. Kami bertemu hanya untuk bertengkar gara-gara ulah fangirl yang mengancamnya. Untung saja mereka tidak tahu sebenarnya Jira itu siapa. Bisa-bisa status dia sebagai ilustrator pun terancam.” lanjut Jinki berbicara dengan layar Lcd Komputernya.

Jinki kini menyenderkan dirinya di kursi lebih santai. “Ada-ada lagi, selain itu dia malah menindasku karena menurutnya yang kulakukan itu konyol. Aku kan memang benar-benar tidak bawa dompet. Itu ketidaksengajaan, bukan konyol. Lalu saat menggandeng tangan orang lain. Wajar saja aku memang tidak melihat saat itu, jadi ya terpaksa harus salah menggenggam tangan orang. Dan teganya, dia malah memukulku. Sungguh kasar dan tidak sopan. Aku namjachingu-nya padahal.” katanya jadi mengeluhkan semua hal yang berhubungan dengan Jira dan dirinya.

Jinki menatap kosong layar komputernya. Dia terdiam dan memikirkan sesuatu.

“Sudah lama kami tidak bertemu,” katanya tiba-tiba jadi merasa rindu pada kekasihnya itu. “Haruskah aku bertemu denganya sekarang?”

++To Be Continue++

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
~Publish by mamotho @https://mamothozone.wordpress.com/~

 

# {Update 18 des 2011} Oke, ini udah eon revisi ff-nya, dibuat halus lagi bahasanya, dirapihin lagi tulisannya, pokoknya jangan di copas ya^^/ kecuali minta ijin authornya langsung~! saya tidak mau ada kejadian plagiat, dll~! Karena Semua Plot, dan alur author buat sendiri sesuai dengan imajenasi yang ada di otak. Hehe~ so~ let appraise it^^

# Otte? Onew sangtae-nya udah keliatan belon atau kurang?

# Dont forget to leave comment ^^/

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 2 June 2011, in Namjachingu - Jinki with Onew Condition, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 81 Comments.

  1. Ya ampun jinkinya konyol bgt disini heheheh… Lanjut baca part 2 dulu ah, mau liat kekonyolan jinki yg laen hahahaha..
    Jira semangat ya punya pacar kek jinki wkwkwk..
    Ijin baca yaa hehheh *telat

  2. Alurnya aku suka banget, bener-bener like pro ♥ ijin baca ya thor, maaf kalo nanti bakal loncat-loncat komennya soalnya penasaran sih jadi suka kelewatan ehehe :3

  3. Annyeong kaka author 😄
    Yeahh akhirnya aku nemu lagi ff yg main castnya abang onyu kuh sayang…
    Mungkin saya telat bgt bru baca..
    But… it’s okay selama itu onyu…
    Dan disini…omegat abang onyuku konyol bgt yak…
    Mau bca y kaka author
    😊😊

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: