BROTHER COMPLEX – Part 10 (END)

BROTHER COMPLEX – Part 10(end)

Title : Brother Complex [Revision version]
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Other Cast : Jinki, Taemin, Jonghyun, Kibum, Yuri, Yenyoung, Luna
Lenght : Sequel
Genre : Bromance – family
Rate : PG 15

This Story©mamoTHo

*****

 Ada ada saja kekonyolan yang kakak beradik ini lakukan. Mereka keduanya kini telah melakukan kekonyolan sudah di luar dari batasnya. Minhye yang datang pada Minho yang justru memperburuk suasana, membuat perjuangan Minho untuk menghindarinya jadi sia-sia. Minho yang berusaha menjauhkan pikiran, bayangan, keinginan bahkan perasaannya itu sirna tiba-tiba saat Minhye datang yang justru menuntunnya menjadi namja yang hilang kontrol. Dan bodohnya, setelah kekonyolan yang Minhye sendiri lakukan, dia justru pulang ke rumahnya tanpa sepengetahuan Minho. Seakan-akan membalas dendam pada kakaknya, dia melakukan hal sama dengan hanya meninggalkan sebuah note.

Oppa, pulanglah kerumah kalau kau memang serius padaku.
Aku menunggumu. Saranghae oppa!

“Tidak ada yang lain yang sudah lama kupendam selain perasaan pada yeodongsaeng-ku sendiri. Aku memang aneh. Tapi akan lebih aneh lagi kalau aku lagi-lagi harus menyangkalnya.” gumam Minho setelah membaca note yang lagi-lagi dia baca sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya.

*****

Di kediaman Choi!

Dengan mengendap-ngendap masuk ke dalam rumah yang memang resmi menjadi milik Minho, Minho pun akhirnya pergi ke tempat di mana seharusnya dia tiba. Yap, Dia pergi ke ke kamar Minhye.

Minho membuka perlahan pintu kamar tersebut dan dia jadi terdiam. Seorang gadis dengan masih diambang mimpinya terlihat damai dari pandangan Minho. Minhye tertidur dengan damai di sana, membuat Minho yang datang jadi ingin terus memandanginya. Minho menghampirinya dengan langkah pelan. Dia tidak ingin membangunkannya, dia ingin memandangnya. Mungkin hari ini, dia benar-benar tidak akan menganggap Minhye sebagai adiknya, atau malah Minhye pun berpikir demikian?

“Kenapa aku bisa jadi seperti ini karena dia? Dia benar-benar membuatku gila!! Saengi-ya, Aku benar-benar sayang padamu.” kata Minho pelan sambil mengecup punggung tangan Minhye setelah memakaikan sesuatu yang cantik di jari manis Minhye.

*****

Suara alarm ponsel Minhye berbunyi membuat pemiliknya jadi terbangun dari tidur yang amat nyaman. Kamarnya masih terlihat gelap padahal cahaya pagi sudah masuk sedikitnya melalui tirai kamarnya. Pagi hari di Seoul memang masih berkabut.

Minhye yang tidak tahu apa-apa berusaha bangun dari tempat itu hendak menyalakan saklar lampu. Dia berjalan dengan gontai untuk mencapainya sambil tidak terpikir mengenai apa dan hal apa yang akan membuatnya benar-benar terkejut nanti.

Klik! Cahaya terang sekarang menyinari kamarnya. Keseluruhan sudut ruangan kini sudah terlihat jelas baginya.

“Oppa..” Minhye melompat terkejut ketika melihat Minho yang kini sedang tidur dengan posisi yang tidak enak dilihat. Yeah, Minho benar-benar tidur di satu ranjang dengan posisi badan meringkuk.

Oppa ada di tempat tidur yang sama denganku? Sejak kapan?! Mungkin itu yang kini ada di dalam kepala Minhye. Bukannya marah karena Minho tiba-tiba ada di sana, sebaliknya, Minhye justru tersenyum melihat oppa-nya. Minho benar-benar membuat Minhye jadi lupa kalau dia itu adiknya, dan dia juga lupa kalau Minho itu kakaknya. Keduanya mulai gila sekarang.

Menyukai oppa-ku sendiri? Aku memang aneh! Tapi aku memang benar-benar suka padanya. Jadi, Mau bagaimana lagi?!

Minhye menghampiri Minho dengan cepat. Dia menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur itu dengan satu hentakan yang sengaja dia buat agar Minho sadar.

Yaa! OPPA!!” panggil Minhye dengan berteriak. Minhye menggerak-gerakan tubuh Minho agar orang itu bangun. Dia mendesah pelan karena Minho masih bergeming di tempatnya. Yeah, kalau masalah tidur Minho memang nomor satu.

Oppa! Yaa~ oppa kok malah keenakan tidur di ranjangku! Bangun! Banguuuunnnnn, oppa sayang!! ”  Minho masih dalam kondisi sama. Tidak bergeming.

Minhye mendesah pelan. Dia benar-benar kelelahan sekarang. Karena lelah membangunkan si raja tidur Choi Minho yang tidak bangun-bangun, akhirnya dia tidak berusaha membangunkannya lagi. Minhye sekarang menatap wajah namja itu lekat. Memandanginya seakan-akan itulah hal yang paling dia inginkan selama ini.  Wajah namja yang polos ketika sedang tidur, itu baru pertama kalinya dia pandangi.

Oppa sangat tampan. Dia seperti Choi Minho yang ada di MV SHINee-hello!
Oppa joahe.. neomu joahe.. neomu neomu joa!

Chup! Sebuah kecupan kilat Minhye daratkan di pipi Minho.

Yaa~ sudah berani mencuri kesempatan kau, Minhye?” sahut Minho tiba-tiba saat di kecup. Minhye membulatkan matanya.

Oppa!!” pekik Minhye terkejut sekaligus malu karena tertangkap basah. Minho  menarik lengan Minhye dengan cepat membuat Minhye jadi jatuh kepelukannya.

“Minhye-ya.. Saranghae…” ucap Minho dengan wajah yang terbilang masih setengah sadar.

Saranghae?!

Yaa~ oppa! Apa aku tidak salah dengar kau bilang apa?”

Namja itu tersenyum masih mendekap tubuh Minhye erat, “Jongmal jongmal saranghaeyo!”  bisiknya lagi tepat di telinga Minhye membuat Minhye jauh lebih terkesiap. Tubuhnya menegang.

Minhye tidak meresponnya, dia masih terdiam, wajahnya memanas, sedang Minho masih menatap dekat wajah adiknya dalam.

Saengi-ya, bisakah kita menikah dengan segera?”

Mwo?!” respon Minhye kaget bukan main. “Yaa! Choi Minho!! Kau sedang melamarku atau menembakku sih sekarang?” tanya Minhye yang lebih terkesan protes. Dia melepaskan pelukan Minho dan menatap langit. “Ah~  tidak salah dengar ‘saengi’? Kau masih anggap aku yeodongsaeng-mu, oppa??”

Minho tersenyum dan mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi hingga hembusan nafas itu  terasa. “Aku mau menikah denganmu, Choi Minhye. Sudah aku bilang aku tidak pernah menganggapmu dongsaeng dari dulu.”

Oppa…” Minhye melepaskan diri dari Minho yang terlalu dekat dengannya. Kini dia bangun dan duduk di samping Minho yang masih berbaring di ranjang. “Cih~ Oppa sangat percaya diri sekali!!”

“Barusan saja memanggil namaku!”

Ara.. Choi Minho! Kalau kau benar melamarku pernyataannya seharusnya ‘Maukah kau menikah denganku?’ Tapi, kau malah bilang bisa menikah dengan segera atau tidak! Yiak~ Kau benar-benar tidak romantis. Apa aku kelihatan seperti mau menikah denganmu, huh? Bweeee~~!”

Minho bangun dan duduk berhadapan dengan Minhye. Dia menatap dalam gadis itu. Dan tatapan itu tidak aneh membuat Minhye jadi takut bukan main.

Segurat senyum terlukis di bibir Minho. “Setelah melakukan ‘itu’ kau masih berfikir tidak akan menikah denganku?!”

Itu? Minhye terdiam. Arghhhhh~~ Aku jadi ingat!  Konyol konyol konyol! Dia benar-benar namja evil dan yadong! Cih, sama saja dengan namja lain! Babo! babo! Pikir minhye terus mengumpat dalam hati. Dia kini akhirnya sadar dengan apa yang telah dilakukannya bersama oppa-nya kemarin.

“Kau mau membuatku tersiksa terus ya? Aku ingin kita bersama lagi, tapi tidak dengan status saengi dan oppa.” tutur Minho sambil mencubit pipi Minhye.

Oppa benar-benar namja yang paling tidak romantis yang kukenal! Sudah melamarku di ranjang tanpa sebuah cincin pula!” Minhye mendengus padanya, sedang Minho malah tersenyum.

Minho mengambil tangan Minhye dan menunjukan sesuatu pada Minhye yang sudah melekat duluan di jari Minhye. Minhye jadi terdiam.

“Ini.. Sudah melekat di jarimu kan?”

Oppa?” Minhye melihat ke jarinya yang sudah terpasang sebuah cincin  yang cantik. “Yaa! Oppa! Kau kapan… emppphhhtt..”

Minhye tidak bisa bicara lagi karena bibirnya sudah terkunci oleh bibir Minho. Serangan mendadak kedua dari Minho benar-benar membuat Minhye terkejut dan terkesiap untuk kesekian kalinya. Minho benar-benar melumatnya dengan baik. Jantungnya berdebar tidak ada bedanya dengan yang dirasakan oleh gadis yang sedang diciuminya saat ini.

Minho melepaskan ciumannya dan menatap Minhye dengan serius. “Mau tidak?” tanya Minho lagi dengan tawaran menikah itu. Minhye berbalik memunggunginya. Dia cukup malu.

“Baik kalau oppa memaksa!” jawabnya lalu mengambil selimut yang kemudian digunakannya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Jujur saja Minhye sangat malu. Jantungnya berdebar tidak karuan karena namja yang dulu berstatus kakaknya sebentar lagi berbalik justru akan menjadi suaminya.

Minho tersenyum mendengar ucapan Minhye. Dia sudah ingin terkekeh melihat sikap adiknya yang mulai malu-malu di depannya. Akhirnya, tanpa canggung, Minho mulai mendekap tubuh Minhye dari belakang sembari berbaring di sampingnya.

Saranghae, Minhye-ya..” bisik Minho lalu  terpejam di samping gadis itu.

Nado saranghaeyo, oppa.” balas Minhhye. Terlukis senyum bahagia di bibir Minho saat mendengarnya.

*****

Setelah saling mengutarakan apa yang mereka rasakan, setelah melanjutkan tidur berdua yang tertunda, kini mereka terdampar di dapur dan makan bersama seperti yang biasa mereka lakukan. Minhye yang kini duduk di depan Minho tidak berhenti memandang cincin yang melekat dijarinya. Dia selalu tersenyum melihat itu.

“Kau harus berterimakasih pada Jinki-oppa.” gumam Minhye tiba-tiba membuat Minho menatapnya.

“Semua karena Jinki-oppa. Jinki-oppa memang baik.” lanjut minhye tanpa tahu ekspresi apa yang yang kini ditunjukan Minho.

“Ah pacarmu itu?”

Deg! Minho langsung menatap minhye dengan tatapan cemas.

“Sebentar! Minhye-ya. Bukannya kau…”

“A-aniya, oppa. Aku mungkin suka padanya tapi tidak lebih dari rasa sukaku padamu!” ucap Minhye yang sudah mulai bisa menebak isi pikiran Minho. yeah, Minho memang sempat khawatir.

“Terus hubungan kalian?” tanya Minho dengan hati-hati. Dia belum yakin dengan apa yang ada dipikiran Minhye saat ini. Minhye memegang bibirnya tiba-tiba, membuat Minho merasa aneh.

“Aku sadar kalau aku sungguh-sungguh menyukaimu saat Jinki menciumku.”

Minho tersedak makanan saat mendengarnya. Dia lalu cepat-cepat mencari minum untuk menenangkan dirinya sendiri.

MWO?? Apa Minhye??” Minhye mengangguk cepat saat mendengarnya.

Ne, oppa. Saat Jinki-oppa menciumku, aku benar-benar ingat dirimu.”

YAA!! KAU—”

“Rasanya sungguh beda dengan yang aku rasakan denganmu, oppa. Harusnya jantungku berdegup kencang karena dicium oleh pacarku sendiri. Tapi kali itu aku malah menangis sedih karena namja yang menciumku bukan dirimu, oppa! Aku aneh kan?”

Minho jadi diam menyimak penjelasan Minhye. Dia bingung harus memberikan ekspresi apa pada adiknya. Haruskah dia senang karena akhirnya dia memiliki duluan adiknya setelah berpisah dari Jinki orang yang sudah dengan baik menjaga adiknya, atau haruskah dia sedih karena Minhye adiknya ikut gila seperti dirinya karena berujung menyukainya?

 “Begitulah, oppa. Karena Jinki-oppa  dan karena kau yang menghilang tiba-tiba, aku jadi sadar bahwa sebenarnya aku memang menyukaimu! Sebenarnya dari dulu, aku selalu merasa butuh pada dirimu, oppa. Hanya saja, aku memastikan itu seperti rasa butuh seorang adik pada kakaknya. Tapi..”

Minho tersenyum mendengarnya. Dia sudah tahu apa yang akan dikatakan minhye. Minho meneguk coke minumannya dan langsung bangkit dari duduknya membuat minhye menatapnya heran. Tidak peduli terbatasi oleh meja makan. Dia membungkuk dan merengkuh wajah Minhye yang tidak jauh darinya.

Chu~ Minho mencium bibir itu dan minhye membulatkan matanya.

Minho merasa perasaannya benar. Ya, dia memang menyukai adiknya, dan adiknya pun menyukai dirinya. Yang salah bagi mereka adalah waktu pertemuan mereka yang terlahir menjadi sepasang seorang kakak beradik yang tidak sedarah. Tapi, mereka juga tidak bisa menyalahkan waktu dan takdir itu, karena karena status itulah mereka akhirnya saling menyadari perasaan masing-masing dan perasaan butuh datang pada keduanya.

“Jangan seperti itu lagi, Minhye-ya!” ucap Minho saat melepaskan kecupan lembut setelah membuat Minhye ikut bermain dengan ciumannya. Wajah Minhye memerah lagi.

Coke!” hanya kata-kata itu yang keluar dari Minhye.

Coke apa?” tanya Minho bingung, tapi Minhye terus melihat ke arah minuman kaleng yang ada di sebelah piring Minho.

“Rasanya seperti coke, oppa!! Bukan telor asin!” teriak Minhye membuat Minho membudal dengan tawanya.

“AHAHA~ Babo babo! Kau masih ingat saja yang itu!”

Minho masih tertawa dan Minhye jadi memperhatikannya. Menurutnya minho yang seperti ini sungguh yang selalu dia inginkan. Seorang Minho yang ramah di depannya, bukan Minho yang dingin yang selama ini dia rasakan. Minhye kini sangat bahagia.

Oppa, kau tinggal di sini lagi kan?” tanya Minhye tiba-tiba membuat Minho menatapnya.

Ani!”

“Loh! Aku kira kita akan tinggal bersama lagi! Kau tidak serius denganku, oppa? Bukankah kau tadi bilang ingin menikah denganku? Kenapa kau tidak mau tinggal bersama lagi?”

Minho tersenyum. Dia mendekati adiknya yang duduk di kursi dan berlutut di depannya lalu menatapnya. “Yaa~ apa tidak terlihat aneh tinggal bersama dengan namja yang bukan lagi oppa-mu??” tanya Minho dan Minhye terdiam.

 “Makanya aku ingin segera menikah. Aku ingin menghilangkan status ini dan tinggal bersama.” ucap Minho mengambil tangan Minhye dan mengecup punggung tangannya.

Oppa, apa yang akan dikatakan orang-orang tentang kita?” ada nada cemas saat Minhye bertanya. Minho langsung berdiri dan membawa Minhye untuk menenggelamkan wajahnya di dadanya. Dia mendekap gadis itu.

“Kau tenang saja, Minhye-ya. Kita akan jelaskan ke semua orang. Aku rasa, semua akan baik-baik saja selama kita percaya.”

Ne, oppa!”

Di mulai dari hari di mana mereka yakin akan keputusan yang mereka buat, baik Minho dan Minhye mulai mempersiapkan pernikahan mereka. Di mulai dari ijin dari keluarga besar sampai pada resepsi pernikahan yang akan mengeratkan hubungan cinta keduanya. Awalnya mungkin orang tidak percaya dengan keseriusan kedua orang ini. Ada-ada saja bukan?

*****

Tepat di hari pernikahan mereka!!

Semua tamu undangan yang diundang lumayan banyak. Baik itu dari kampus, teman SMA, saudara dan rekan-rekan dari perusahaan appa yang kini sepenuhnya dipegang Minho, bahkan mantan-mantan pacar Minhye pun datang. Kibum, Jjong dan Taemin yang bersama kekasihnya. Yuri juga datang. Dan tidak lupa juga dengan namja baik bernama Jinki yang berjasa dalam hubungan keduanya ikut menghadiri upacara pernikahan mereka.

Saat ini Minhye sedang berfoto-foto di sebuah ruangan bersama teman-teman lamanya. Ada Yenyoung, dan juga tidak ketinggalan teman yang menambah semangatnya di kampus, yaitu Luna. Minhye yang sedang duduk sambil memegang buket bunga merasa terus-terusan berdebar, karena mungkin beberapa menit lagi dia akan mengucap sumpah di depan altar. Dan pastinya, dia akan berdebar bukan main karena itu.

Yaa! Aku tak menyangka yang kau nikahi itu justru oppa-mu, Minhye.” sahut  Yenyoung. Yap, Minhye tahu temannya yang satu itu memang sangat suka minho dari dulu.

“Dia kan pangeranku. Kau sungguh tega!” lanjutnya lagi sambil bercanda dan Minhye hanya bisa tersenyum.

“Tidak heran sih. Siapa yang tidak terpikat oleh ketampanan Choi Minho! Sekalipun kau adiknya.” tutur Yenyoung lagi mengolok-ngolok Minhye.

“Yaa~ bukan begitu, Young-ah! Ceritanya panjang. Kau tidak akan percaya kalau aku menceritakannya.”

“Tapi benar yang aku bilang kan?! Dia tampan, keren. Ahhh….pokonya daebak lah!”

“Young-ah, kau ingat sedang membicarakan siapa?”

“Ah ne. Mian! Calon nampyeon-mu. Ahahaahaa…”

*****

“Minhye-ya, kau sudah harus berjalan di altar.” sahut Luna dan dimulai dari detik ini, jantung minhye mulai berlari dengan cepat.

Minhye berjalan agak kaku hingga akhirnya sampai dan berdiri bersanding dengan mempelai prianya yang awalnya adalah kakaknya sendiri. Minhye menoleh pada Minho dan Minho tersenyum padanya. Dan karena itu pula, senyum manis di wajah Minhye terlukis sudah.

Sebelum saatnya ikrar diucapkan keduanya, mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu. Dan Minho selaku pria yang nanti akan menjaga Minhye, merawatnya, mengasihinya, dan mencintainya dengan tulus, akan menyampaikan sesuatu pada seluruh tamu undangan mengenai beberapa hal yang mungkin akan membuat semuanya pada akhirnya bisa mengerti posisinya sebagai kakak yang mencintai adiknya sendiri.

Minho menoleh sebentar pada Minhye dan tersenyum. Dia kemudian mendekatkan bibirnya pada mic dan mulai berbicara dengan mantap.

“Mungkin pemandangan yang kalian lihat di depan aneh. Aku Choi Minho menyukai adik angkatku sendiri.” kalimat pertama justru membuat dia jadi menghela nafas. “Dari awal kesalahan ada pada diriku. Aku tidak pernah bisa menerimanya sebagai seorang adik. Aku selalu berpura-pura tidak butuh padanya walau pada kenyataannya aku justru sangat membutuhkannya. Entah waktu berlalu terlalu cepat, atau kami yang terlalu lamban menyadarinya, tapi yang pasti aku minta maaf atas kesalahan masa lalu yang kuperbuat. Aku hanya minta kalian merestui kami karena aku sangat mencintainya sebagai perempuan bukan sebagai adik lagi.” ucap Minho sambil menatap Minhye dan Minhye terlihat haru hampir menangis.

Beberapa tamu undangan terlalu serius menanggapi resepsi pernikahan ini, membuat Minhye ingin melumerkan suasana dengan candaannya. Dia memang gadis periang dari dulu. Minhye beralih mengambil microphone dan mulai berbicara.

 “Umm… Aku sungguh tidak bisa bilang apa-apa. Aku juga tidak mengerti kenapa cerita cintaku seperti ini.”

Yaa!” kata Minho menyenggol Minhye yang akhirnya membuat tamu undangan jadi mulai tertawa.

“Ah~ yang aku tau. Dulu oppa, eh.. maksudku namja yang ada di sampingku sekarang…,”  tamu undangan itu tertawa lagi membuat Minho melotot pada yeoja yang ada di sampingnya. “…Namja ini dulu sangat jutek, sering marah-marah dan jarang bicara padaku. Sekalipun aku ini adiknya, kami jarang berkomunikasi. Dia itu bisanya hanya melarang-larang dan bicara semaunya. Semua mantan pacarku juga tahu.”

Aishhh..” Minho mengambil microphone. “Yaa! Kau jangan mempermalukanku.” bisik Minho yang justru terdengar samar-samar membuat tamu di sana  tetap terkekeh melihat tontonan yang jarang dilihat dalam sebuah prosesi pernikahan.

 “Ah,  dia memang seperti itu. Tapi, setelah kecelakaan yang menimpa eomma dan appa,” nada bicara Minhye makin melemah membuat suasana menjadi haru,  “Aku benar-benar merasa dia adalah seorang kakak yang baik. Saat itu dia menjadi namja yang baik padaku! Dia berjanji akan menjagaku, dan akan menyayangiku. Walau awalnya, aku merasa sangsi karena sebelumnya Minho-oppa tidak pernah begitu padaku.” tutur minhye  yang kemudian malah terisak. Minho lalu merangkul bahunya berusaha menenangkannya.

“Entah kapan mulai menyukainya, yang jelas aku sekarang sungguh ingin bersamanya. Maka dari itu aku mohon doa restu dari kalian semua. Gamsahamnida. ” lanjut Minhye sambil membungkuk.

“AKU MENDUKUNG KALIAN!!!” teriak seseorang yang membuat semua menoleh ke arahnya. Itu suara Luna dan teman-teman kampus Minhye dari bangku tamu. Mereka membuat suasana haru tadi jadi sedikit ceria, walau awalnya mereka ikut sedih. Tapi, apa yang mesti disedihi, ini kan prosesi pernikahan, semua harus berbahagia bukan?

“Kami merestui kalian!! Go Minhye Minhye go!!” sorak mereka para sahabat Minhye. Minhye jadi tersenyum melihat tingkah Luna dan teman-temannya yang lain.

“Minhye-ya, walau kau merebut pangeranku. Tapi karena kau sahabatku, aku relakan!” sahut Yenyoung bercanda membuat suasana lebih hangat sekarang.

Setelah mendengar sorakan itu Minhye dan Minho bahagia bukan main. Jinki pun yang berada dipojok bangku tamu undangan hanya bisa tersenyum melihat pasangan pengantin yang ada di altar yang sedang bahagia. Dia tidak pernah menyangka kalau bisa melihat Minhye tersenyum seindah itu. Yap, jinki bahagia sekarang. Sementara itu mantan-mantan Minhye yang lain sadar bahwa kejadian yang dialami mereka dulu memang berhubungan dengan semua ini, dan dengan Minho.

Yaa~ benar kan Yuri kataku!” kata Jjong sambil merangkul Yuri. Sekarang dia memang berpacaran dengan Yuri. “Minho itu memang suka pada adiknya.”

Sedang Taemin hanya tersenyum bahagia melihat dan mengetahui apa yang menjadi pertanyaan di masa lalunya itu. Dia kini sudah memiliki pacar lagi dan menggenggam tangan pacarnya sambil terus melihat mantan kekasihnya yang kini mulai menangis di depan para tamu.

Yaa~ Kau jangan menangis.” Minho menyusut air mata yang membasahi pipi Minhye yang sudah lama tumpah.

Oppa..”

Saranghae, Minhye-ya~!” ucap Minho sambil mengecup bibir Minhye tanpa diminta. Sontak para tamu undangan jadi ricuh melihatnya. Ada yang menjerit kagum terutama Yenyoung  dan Luna. Lalu ada juga yang tertawa.

Ini memang kali pertama mereka berciuman di depan umum tapi mereka tidak malu-malu. Minho semakin melumat bibir itu yang justru makin membuat minhye jadi menikmatinya untuk beberapa saat. Sampai akhirnya mereka pun melepaskan ciumannya.

Oppa.. Aku malu!” ucap minhye menatap Minho yang masih merengkuh wajahnya. Minho tersenyum dan mengecup bibir itu lagi.

“Tenang saja, jagi.”

Wajah Minhye merah bukan main mendengarnya. Dia kini benar-benar berdebar. Melihat wajah Minho yang terlalu dekat, mendengar suara Minho yang selalu berbisik di telinganya yang meyakinkannya kalau Minho sayang padanya dan serius padanya. Dia benar-benar berdebar.

Aku sungguh mencintai oppa-ku sendiri. Aku yakin aku tidak salah dengan perasaanku. Walau aku tidak tahu kapan perasaan ini bermula, tapi aku yakin kalau perasaan butuhku sedari dulu adalah karena semata-mata aku memang membutuhkannya sebagai pria yang ada di sampingku selalu, bukan sebagai kakak. Aku membutuhkannya, dan aku akan bahagia dengannya! Gomawo for being my brother, oppa!  

 “Bisa kita mulai??” tanya pendeta menamatkan lamunan Minhye. Minhye dan Minho pun beralih ke pendeta dan tersenyum merasa malu.

NE!!”  jawab mereka berbarengan.

..BROTHER COMPEX STORY END..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
  ~ Publish by mamotho @ https://mamothozone.wordpress.com/~

~ Otte?? Semoga suka dan berkenan ya endingnya!! semoga punya kesan tersendiri ffnya di hati para reader semua!!

~ Terimakasih sudah mengikuti ff ini dari awal sampai ending. Terutama bagi kalian yang sudah menyempatkan komen. makasih yaaa.. komen kalian adalah nafas saya!!

~ Abis ini ada after story cerita ini!! Agak singkat!! dan nampaknya akan menghancurkan imej Minho di BC dalam sekejabb!! hhhheeee~

~ Sampai berjumpa lagi di ff lainnya^^/

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 13 April 2011, in BROTHER COMPLEX, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 106 Comments.

  1. Eonni…….end-nya kerennnnn,ak udh bca ff ini berkali-kali tp ak gk bosen2 ….sumpah ni ff hrs diacungi 10 jempol…ok ditunggu karya2 yg lainnya^^

  2. Disini gak ada ceritanya key ya ??

    Tp gpp deh hahahaha aku kasian kalo key harus terzolimi disini #plak *dijitak author*

    Okey akhirnya bahagia semua dan sepertinya minho itu diem diem sedikit *tiiiiiit* #sensor

    Hahaha okey dari pada banyak cing cong mending aku lari ke after storynya aja deh

  3. Akhirnya mereka bisa bersatu tanpa ada yg menghalangin cinta mrka.
    Penasaran sama after story nya..

  4. nandacamilla

    ha? jadi daritadi yang ngomong itu belom mulai acaranya? kirain dah selesai ijab kobul nya, abis ada kisseu nya,haha 😀
    tapi gapapa lah, meski ga rela, tetep dukung (^^)b

  5. happy eeeend ^^J

  6. Yeee happy ending. ^^

  7. Tiara indah olivia

    Uwaa..minho oppa benar2 romantis… 😀
    catatan: Aku benar2 merestui kalian berdua,selamat menempuh hidup baru dan berbahagia ^^

  8. hahaha,so sweet…
    Mengharukan bgt kisah cinta mereka.huhu
    ahirnya mereka menikah juga.huaaaha
    senangnya.

  9. so sweet bgt sih minho uhuhuhu..nice ending kak. meskipun blm dapet passwordnya. gpp xD

  10. Baca longkap2. Yg do protect gk bisa Ku baca

  11. Hwaaa… Akhirnya end.. Tp ada yg hilng ya.. Gue g baca part 9 nyaa~~ T____T gimana cr mi ta pwordnya ya eon?

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: