BROTHER COMPLEX – Part 8

BROTHER COMPLEX – Part 8

Title : Brother Complex [Revision version]
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Other Cast : Lee Jinki
Lenght : Sequel
Genre : Bromance – family
Rate : PG 17

This Story©mamoTHo

*****

..AUTHOR POV..

Malam sedang hujan. Minhye yang sedang mandi tiba-tiba berteriak memanggil Minho karena lampu mendadak mati. Dari kecil yeoja itu memang takut dengan gelap. Jadi tidak heran saat mati lampu dan hujan besar dia jadi ketakutan bukan main.

Back song: OH My Gosh- usher

*pernah dinyanyiin Minho jg di SHINee 1st concert, reader bayangin ekspresi Minho betapa manly, badboy, n flamenya dia pas nyanyi ya. Inilah yang menginspirasi author*

Minho langsung mendekap tubuh Minhye yang masih bergetar ketakutan. Tubuh gadis yang basah menyadarkan Minho kalau adiknya itu hanya mengenakan handuk saja. Hal itu jelas saja membuatnya jadi risih saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya walau memang tidak begitu jelas terlihat karena gelap. Minho pura-pura melihat ke segala arah. Pura-pura menghiraukan Minhye yang sedang menarik perhatiannya secara tidak langsung.

Aishh~ kenapa harus seperti itu di depanku sih? pikir Minho.

Mereka masih mematung dengan posisi mereka. Minho dengan kegelisahannya sedang Minhye dengan ketakutannya masih memeluk Minho.

Tidak lama dari itu Minho yang dari tadi menahan rasa risihnya, mulai mengarahkan pandangannya pada tubuh Minhye yang masih ada di pelukannya. Dia mulai melirik ke paha Minhye yang mulai terlihat karena penerangan yang samar-samar.

Astaga, apa yang aku pikirkan? katanya terus merutuk dalam hati dan masih menahan pikiran kotor yang merasuk di kepalanya.

Minho menghela nafas, dia benar-benar merasa sudah gila saat ini. Setelah melihat betapa menggodanya paha mulus gadis itu, kini dia meneruskan pandangannya kembali ke dua gundukan besar yang ranum yang menyembul dari balik handuk Minhye. Minho terdiam dan menelan ludah.

Andwae andwae!! Jangan pikir macam-macam, Minho!! katanya berbicara dalam hati pada diri sendiri bermaksud menyadarkan dirinya yang benar-benar mulai gila karena melihat tubuh seorang wanita di depannya. Minho masih berusaha mengontrol pikirannya, walau Minhye yang masih memeluknya erat tidak sadar.

Ah~ aku benar-benar tidak tahan kalau begini terus! Batin Minho dalam hati tidak tahan karena Minhye sudah terlalu membuatnya tergoda.

Sikap Minhye saat ini sungguh membuat Minho jadi hilang akal sehat. Minho hampir lupa Minhye itu yeodongsaeng-nya. Minho lupa kalau dia adalah satu-satunya orang yang harus menjaga gadis itu. Pikiran kotor Minho benar-benar melupakan semuanya.

Beberapa saat berkutat dengan menahan godaanya, rupanya  membuat Minho jadi benar-benar tersiksa dengan posisi ini. Minho menghela nafas lagi dan tiba menatap Minhye dalam. Dia mulai menengadahkan wajah Minhye agar menatapnya. Dia menatap dalam pada gadis itu dan Minhye hanya ikut terdiam. Tidak banyak yang bisa dilihat mereka dalam keadaan yang remang-remang.

Minho memegang tengkuk bahu Minhye membuat tubuh Minhye jadi sedikit menegang. Dan dengan nalurinya, Minho pun mulai mendekatkan wajahnya perlahan pada yeoja yang menarik perhatiannya, sambil tidak melepaskan tatapan sendu di matanya. Bibir Minhye benar-benar menjadi fokus utama Minho saat ini.

Oppa, wae gurae??”

Deg!

Ucapan serta kepolosan Minhye membuat Minho jadi sadar dengan apa yang mau diperbuatnya. Hal itu benar-benar membuyarkan lamunan mesum dirinya. Dengan segera, Minho melepaskan tangannya yang tadi mencengkram bahu Minhye dan dengan salah tingkah dia mulai mengalihkan pandangannya dari adiknya. Jantung Minho benar-benar berdebar bukan main.

Klik! Lampu akhirnya menyala lagi, membuat Minho bernafas lega, karena dia tidak harus terdiam dan gugup dengan situasi barusan.

“Ahhaha…” tiba-tiba saja tanpa alasan dan tanpa ekspresi yang sulit dideskripsikan, Minho tertawa. Minhye yang masih duduk di lantai di dekatnya  terdiam dan menaikan alisnya.

“Itu… Aku melihat kotoran di wajahmu, Minhye-saeng.” lanjut Minho  berbohong. Minho benar-benar tidak bisa mengontrol perasaannya saat ini, sedang Minhye masih sama, masih bingung dengan sikap oppa-nya yang mendadak jadi aneh.

“Ya sudah ya!” kata Minho langsung berdiri dan pergi tanpa melihat adiknya yang makin membuat Minhye—yang barusan membuatnya gila—jadi bingung bukan main.

Setelah meninggalkan Minhye, Minho masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan membantingnya. Pikirannya jadi benar-benar kacau sekarang.

Apa yang kulakukan tadi?? Kenapa denganku? Kenapa rasanya aku sangat menginginkan adikku sendiri? Andwae, Minho! Yaa.. Kau harus sadar! Dia itu yeodongsaeng-mu, batin Minho masih mengucak rambutnya frustasi. Dia sendiri sadar kalau sesuatu dibalik celananya sudah menegang lama hanya karena berada dalam situasi sulit bersama Minhye tadi. *What the hell I wrote something like this*

Damn! Benar-benar situasi yang sulit!” katanya lalu menghempaskan dirinya ke ranjang miliknya.

Minho kemudian membaringkan dirinya ke tempat tidur, merasa gelisah mengingat kejadian barusan. Dia masih memikirkan lekuk tubuh Minhye yang memang mencirikan tubuh indah seorang yeoja. Itu pertama kali dalam hidupnya bisa secara langsung mengetahui lekuk tubuh seorang wanita, dan sialnya, lekuk tubuh yang dia lihat adalah lekuk tubuh adiknya sendiri. Minho juga sempat membayangkan yang tidak-tidak. Dia baru saja memikirkan ingin bercinta dengan yeodongsaeng-nya sendiri. Bukankah itu aneh? Yap, kejadian barusan benar-benar bisa membuat Minho jadi gila!!

Di tempat lain, Minhye masuk kamarnya dengan beberapa pikiran yang mengganjal. Dia merasa Minho jadi aneh.

Kotoran apa? Tidak ada apa-apa kok! Pikir Minhye saat melihat pantulan wajahnya di cermin. Dasar oppa yang aneh memang. Tapi, tadi oppa mau apa?  Kenapa aku jadi tiba-tiba berdebar mengingatnya?Aishh~ apa yang kau pikirkan, Minhye! Molla!

*****

..MINHYE POV..

Pagi yang cerah, aku bangun dan keluar dari kamar. Aku menoleh ke sebelah kamarku. Yeah, kamar oppa. Huh, oppa menutup pintunya lagi! Apa oppa belum bangun? Apa oppa-ku masih marah! Molla!

Oppa!!” panggilku. Hening, tidak ada jawaban.

Oppa? Apa kau masih tidur?”  Hening juga tidak dijawab. Ish, sedang apa sih dia.

Kuberanikan membuka pintu kamarnya dan aku tidak melihat oppa ada di kamarnya. Minho-oppa benar-benar tidak ada.

Aku pergi turun ke bawah, ke lantai dasar rumah kami, berharap kalau oppa ada di sana sedang makan, atau bersantai di sofa. Tapi, NIHIL!! Oppa tidak ada di sana. Aku tidak merasakan keberadaan namja itu di rumah ini. Apa dia sudah pergi? Tapi kenapa dia tidak memberi tahuku? Apa benar dia memang masih marah?  Aish, kenapa aku harus mengalami hal seperti ini lagi.

*****

Aku pergi ke kampus dengan lemas. Ada beberapa hal yang kupikirkan. Entah itu tentang Minho-oppa yang tiba-tiba jadi aneh, atau aku merasa diriku juga aneh. Tapi aku rasa, kami berdua sedang mengalami masa-masa aneh tersebut.

Aku mendudukan diri di taman kampus. Tepat di hadapanku harusnya ada oppa bertengger di bawah pohon itu. Biasanya Minho-oppa akan nongkrong di sana sambil mendengarkan musik lewat Ipod kesayangannya. Tapi, hari ini aku benar-benar tidak mendapatinya ada di sana. Itu membuatku aneh.

“Tumben tidak dengan bersama oppa-mu?” sahut seseorang yang membuat aku sadar akan lamunanku. Aku menoleh ke belakang tepat suara itu berasal. Kulihat Jinki sedang tersenyum di belakangku. Senyumnya indah.

Oppa! Yaa~ kau mengagetkanku!”

“Apa kau melamun?”

Ne!” kataku kembali murung. Jinki ikut duduk bersamaku.

“Kenapa?”

Aku  mendesah pelan. “Sepertinya Minho-oppa masih marah padaku, oppa!” kataku dan Jinki malah tersenyum.

“Apa masih karena perkara memanggilku dengan sebutan ‘oppa’?”

Aniya, aku rasa karena sifatku juga.” Aku benar-benar cemberut sekarang. Jinki lalu mengucak rambutku dan aku jadi malu karena itu.

“Kenapa kau tidak tanya saja?”

“Jangankan tanya, aku mau mendekatinya saja jadi susah. Hari ini dia pergi bergitu saja tanpa menungguku. Dan itu aneh. Sekarang aku duduk di tempat ini berharap Minho-oppa ada di seberang jadi aku bisa menemuinya, tapi pada kenyataannya dia juga tidak ada di sana. Huh, makin membuatku susah saja untuk bicara.”

Jinki mengusap kepalaku dan tersenyum. “Kau lucu.” katanya makin membuatku aneh. Apa yang lucu.

“Kenapa tidak kau temui saja ke kelasnya?”

“Ke kelasnya?”

“Iya, lalu kau ajak dia bicara.”

“Tidak mau ah!” kataku terang-terangan menolak. “Aku tidak mau Minho-oppa jadi besar kepala.  Biarkan saja! Nanti juga dia akan baik sendiri. Dia kan sudah berjanji akan menjagaku, baik padaku, dan sayang padaku! Jadi paling juga marahnya tidak akan lama. Iya kan, oppa?”

Kulihat Jinki tersenyum. Dia memang pacar yang baik. Selama aku berpacaran dengannya, tidak sedikitpun pria ini menjelek-jelekan Minho-oppa. Dia selalu membuatku positive thinking mengenai sifat oppa yang over protektif.

Oppa, kau baik padaku. Aku suka!”

“Kau sedang menggodaku? Bukankah kita sudah berbicara, kalau kita memang saling suka?”

Ani, aku hanya ingin mengatakannya lagi.”

“Ehm, baik. Aku senang mendengarnya.”

Aku pun jadi tersenyum. Jinki selalu membuatku tersenyum. Walau usia kami terpaut lumayan jauh, tapi aku merasa dia sosok yang paling dewasa. Yeah, Minho-oppa tidak ada apa-apanya dibanding dengan kelembutan pria ini.

Minho-oppa? Aku jadi memikirkannya lagi. Dia sedang apa sekarang? Aku ingin mengetahuinya, tapi aku tidak mau terlihat butuh. Dia akan besar kepala pastinya. Apa dia memang sedang menghindariku? Tapi karena apa? Apa dia akan cuek dan mendiamiku lagi seperti dulu? Sudah kami hanya tinggal berdua di rumah, sekarang dia malah seperti itu. Ah, aku seperti seorang yang menyedihkan! Eomma appa, ottokhae?! Namja yang satu itu mulai berulah seperti dulu lagi.

*****

..AUTHOR POV..

Beberapa hari kemudian!

Akhirnya namja yang bernama Choi Minho yang berstatus Minhye-oppa sudah mau berbicara dengan adiknya walaupun tidak seakrab dulu. Benar dugaan Minhye saat itu. Minho memang mencuekinya dan mendiamkan keberadaannya, sekalipun mereka sedang ada di rumah berdua. Minho sering kali hanya tidur di kamarnya yang membuat Minhye makin bersalah.

Minhye jadi jarang membicarakan Jinki lagi di depan Minho sekalipun ada cerita bahagia yang ingin dia bagi. Yeah, tak terasa sudah 2 bulan sejak Minhye pacaran dengan Jinki! Dan ini pacaran paling lama yang dialaminya. Jinki memang baik, itulah yang ada dipikiran Minhye, dan Minho pun memang sempat berpikir demikian. Sosok Jinki memang seperti sifat Minho versi baik bagi Minhye, itulah hal mendasar yang dirasakan gadis itu.

Oppa, kau sedang apa?” tanya Minhye saat melihat Minho sedang duduk di teras halaman belakang rumah. Minho duduk sendirian meminum coke dan memandang terus ke atas langit.

“Kau lihat sendiri kan?”

Oppa, jangan begini.”

Minho terdiam dan terus menatap langit. Minhye pun melakukan hal yang sama. Dia ikut melihat apa yang sedang dilakukan Minho saat ini. Suasana di malam ini sungguh tenang, hening dan damai. Itulah yang keduanya rasakan. Mereka jadi sama-sama menatap langit walau tak banyak bintang.

Sebenarnya ada yang ingin Minhye tanyakan pada Minho malam ini. Dia merasa sudah terlalu lama tidak berbincang dengan oppa-nya. Gara-gara sikap Minho yang sekarang jadi ketus dan sering mengabaikannya, dia jadi sulit berbicara apalagi bertindak manja padanya. Bahkan sekarang dia tidak bisa masuk sembarangan ke kamar Minho. Minho selalu mengunci kamarnya kalau sudah ada di dalam. Entah dengan alasan apa Minho mulai bertingkah menghindar dari Minhye.

Suasana terlalu hening. Minho sadar Minhye sedang menunggunya untuk mengacuhkannya. Dia pun menoleh ke samping tempat Minhye duduk bersamanya.

Minho melihat sosok gadis yang jauh berbeda dengan anak bocah yang dulu sering dia umpati keberadaannya. Minhye yang terlalu kekanak-kanakan sekarang justru berbanding terbalik. Minhye terlalu terlihat dewasa di mata Minho. Itulah yang membuat dia jadi takut berada lebih sering dengan adiknya.

Wajah Minhye yang masih menengadah ke atas langit dengan damai membuat Minho ikut melihat langit lagi.

“Ada apa, saeng?” tanya Minho tiba-tiba. Minhye jadi kaget. Minho baru bertanya padanya setelah hampir setengah jam membuat atmosfir jadi canggung.

“Oi, kau pasti ingin berbicara kan?” tanya Minho lagi sambil duduk menggeser ke dekat Minhye dan Minhye jadi terlihat gugup.

“Apa yang ingin kau bicarakan, saeng? Aku akan mendengarnya.”

Minhye menghela nafas pelan. Dia cukup ragu berbicara dengan oppa-nya. “Oppa.. emm.. ciuman itu rasanya bagaimana??”

Deg! Jantung Minho serasa ingin keluar dari tempatnya. Dia cukup shock dengan pertanyaan konyol adiknya. Dia membulatkan matanya pada Minhye.

Yaa~!”

“Bagaimana, oppa? Aku ingin tahu!”

Yaa! Kenapa kau tanyakan hal itu?”

Minhye mendelik pada Minho. “Aku tahu oppa sudah berciuman. Oppa yang bilang sendiri oppa suka melakukan itu.”

Pikiran Minho jadi melayang kemasa lalu. Masa di mana dia pernah mengatakan itu. Dulu memang Minho pernah mengatakannya sekali. Tapi, dia tidak bermaksud demikian. Dia hanya bercanda. Dia merasa kalau adiknya tidak tahu apa-apa perkara ciuman yang saat itu dia lakukan karena kecolongan dengan Yuri. Adiknya sendiri yang bilang kalau tidak tahu apa-apa. Dan sekarang Minho tahu kalau Minhye saat itu berbohong dan memikirkannya.

“Ah itu,” Minho pura-pura ingat.  “Jadi kau berbohong waktu bilang tidak melihat?” tanya Minho. Wajah Minhye berubah jadi merah seketika. Yeoja itu kini menenggelamkan wajahnya karena malu.

Ne! Sebenarnya aku melihat oppa berciuman dengan Yuri-sunbae!! Aku jijik sekali, oppa!! Makanya aku pura-pura tidak tahu. Oppa benar-benar menghancurkan reputasi sendiri di depanku saat itu.” tanpa Minhye sadari dia jadi marah-marah dan mengomel pada Minho. “Oppa ternyata sama saja dengan yang lain. Yadong!”

Minho membulatkan matanya tidak terima dikatakan yadong oleh adiknya sendiri.  “Yaa!! Kenapa kau jadi mengumpatku?!”

“Ah ne. Mian, oppa.” jawab Minhye ketika sadar kalau dia memang terlalu berlebihan.

“Aku tidak berciuman. Dia yang menciumku!” lanjut Minho dengan cuek. Minhye jelas jadi tidak terima Minho mengelak. Dan akhirnya mereka jadi berujung dengan bertengkar lagi karena membahas masa lalu Minho.

Yaa! Tetap saja oppa menikmatinya! Seberapa sering kah oppa melakukan itu, huh??”

“Kau kenapa sih, saeng??” teriak Minho yang akhirnya membuat Minhye jadi tenang lagi.

Mian, oppa. Masa lalumu jangan dibahas.”

“Setuju!” jawab Minho. Minho sendiri merasa kalau semua masa lalu buruk itu akibat perbuatan Minhye yang gencar-gencarnya meminta Minho agar berpacaran.

Mereka pun terdiam..

Oppa,” panggil Minhye lagi. “Otte? Jadi bagaimana rasanya?”

Minho membulatkan matanya. “Yaa!! Kau yang bilang sendiri jangan dibahas. Aish~ Benar-benar!”

“Jawab saja, oppa!”

Minho menatap Minhye dan melihat keseriusan dalam tatapan Minhye. Dia merasa Minhye memang serius ingin mengetahuinya.

“Em~ sebentar aku ingat-ingat dulu, saeng!” kata Minho lalu mulai menatap langit lagi. Tiba-tiba timbul niat iseng untuk mengerjai adiknya.

Minho terlalu lama berpikir membuat Minhye jadi serius mengamatinya. Dia benar-benar mengharapkan suatu jawaban akan terlontar mengenai pertanyaannya.

Minho menoleh lagi pada Minhye. Dia tersenyum penuh curiga. “Rasanya.. Emm.. seperti… Telor asin!” jawabnya berbohong sambil terkekeh.

Yaa, oppa!! Jangan bercanda!” Minhye memukul lengan oppa-nya dan Minho masih tertawa.

“Aku serius!”

“Kau bohong!!”

Minho menatap Minhye saat ini. Dia mulai mau  serius menanggapi adiknya yang sudah mengerucutkan bibir sebal padanya. Minho sudah tidak terkekeh puas seperti tadi lagi.

“Lagipula, kenapa kau menanyakan hal itu, huh?” tanya Minho dan Minhye jadi tersipu malu mendengarnya.

“A-aniyaaa.

“Hey hey~ jawab aku, babo!”

Minhye mendelik pada Minho tajam, “Babo Babo!! Aku tidak bodoh, oppa! Lagi pula, bibirku ini masih perawan. Bweee!” katanya sambil menunjukan bibirnya dengan sombong.

Good job!” Minho dengan bangga menunjukan jempolnya di depan wajah Minhye.

“Makanya sebelum melakukannya aku ingin tahu, oppa.” gumam Minhye membuat senyum yang tadi merekah di bibir Minho menghilang. Minho menatap Minhye tajam. Dia tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.

“Aku ingin merasakan itu dari dulu. Tapi, tidak pernah terjadi karena aku belum menemukan orang yang tepat. Tapi rasanya, sekarang aku sudah menemukannya.”

MWO?!!”

“Besok hari itu, oppa! Aku sudah yakin bahwa namja itu adalah Lee Jinki!”

Yaa yaa yaa!!” Minho meneriaki Minhye kesal. Minhye terus saja bicara sementara Minho masih menatapnya dengan tatapan emosi.

“Jinki yang bilang sendiri kalau aku siap maka kita akan melakukan ciuman itu. Sekarang aku sudah siap, oppa! Kurasa jika melihat orang berciuman rasanya tidak akan seperti.. emppphhhhhht—”

Tiba-tiba sesuatu yang hangat mendarat di bibir Minhye. Minhye sangat kaget ketika mendapati Minho kini menciumnya. Tangan Minho mulai merangkul tubuh Minhye agar tidak lepas darinya. Minho benar-benar menikmati bibir adiknya sendiri. Dia menciumnya dengan perasaan yang sudah lama ia pendam entah berapa lama. Dia menyapu bibir Minhye dengan lembut, tapi karena terbawa suasana akhirnya malah melakukan deep kiss. Minhye hanya diam saja masih terkejut dengan yang dilakukan Minho padanya. Dia masih membulatkan matanya menatap wajah namja itu di hadapannya yang sedang menutup matanya dan terus menikmati bibirnya dengan ciuman yang dalam.

Beberapa menit kemudian, Minho akhirnya melepaskan ciumannya dan menatap Minhye yang masih dalam keadaan shock.  Minho berdiri dan menahan gejolak yang ada di dalam dirinya. Kepalanya sudah pusing mengingat apa yang telah dilakukannya saat ini.

“Rasanya seperti itu!!” kata Minho memberitahu Minhye dan berjalan pergi dari tempat itu.

Minhye masih duduk di teras. Dia masih terkejut. Debaran yang ada di dadanya benar-benar tidak bisa terbendung. Pikirannya pun kini merasa kacau. Tangannya bergetar, dan dari dahinya peluh keluar.

“Omomo! Barusan.. ♥Kissu?” katanya sambil memegang bibirnya sendiri dan masih merasakan hangatnya bibir yang tadi menyapunya lembut. Minhye berbalik menoleh pada Minho yang makin lama menghilang dari pandangannya.

“Rasanya benar-benar seperti itu, oppa?” tanyanya bergumam sendiri dan tidak sengaja menyenggol sebuah kaleng minuman di sampingnya. Dia terdiam.

Coke?

“Seperti coke ini!!” katanya pelan masih penuh pemikiran akan ciuman barusan. Dia mulai memegang dadanya. Dia menahan degupan yang dari tadi mulai bergemuruh di sana. Dia hampir pingsan mengalami debaran hati yang seperti ini, mungkin itu yang ada dipikiran Minhye saat ini.

Oppa, wae gurae?!”

*****

Minho masuk ke kamarnya dengan langkah cepat. Dia langsung melempar benda apa saja yang ada di dekatnya. Dia merasa bingung dan pusing dengan semua yang ada dihadapannya saat ini.

Yaa! Apa yang kulakukan barusan 100% Konyol!!” teriaknya mengumpat diri sendiri.

Minho menghempaskan dirinya di tempat tidurnya dan menenggelamkan wajahnya di bawah bantal.

“ERR~~!!”  Dia membangunkan dirinya lagi dan menjambak rambutnya. “Apa yang merasukiku hingga aku hilang kendali?! Kenapa aku mencium Minhye??”

Minho bangun dari tempat tidur karena merasa gelisah buka main. Dia berjalan mondar-mandir di kamarnya sendiri.

Apa yang harus aku katakan padanya nanti? Bodoh bodoh!! Oppa macam apa aku ini? Menyukai yeodongsaeng sendiri. Jatuh cinta pada Minhye. Apa yang membuatku seperti ini? aku sudah berusaha menghindarinya. Kini aku malah benar-benar menunjukan rasa butuhku padanya!

Minho mengingat-ingat kembali kejadian barusan. Minho memang begitu kesal saat mengetahui kalau Minhye akan berciuman dengan Jinki. Awalnya dia tenang karena Minhye bilang belum pernah berciuman dengan seorang namja. Tapi, mendengarnya dia ingin melakukan itu besok, Minho jadi hilang kendali dan berujung dengan mencium Minhye.

“Sekarang malah aku yang merebut ciuman pertamanya!! Argggghh… Sungguh konyol!”

Minho pun terdiam dan tak lama dari itu dia mulai lalu menyentuh bibirnya dan mengingat betapa lembut dan hangatnya bibir yang barusan dikecupnya.

“Terbawa perasaan. Benar-benar sudah kelewat batas dan sudah tidak bisa menahannya lagi!”

Di tempat yang berbeda tepatnya di kamar Minhye, Minhye benar-benar tidak percaya dengan yang barusan Minho lakukan. Dia masih terdiam dan terkejut bukan main. Dia masih menahan betapa berdegup kencangnya jantungnya saat merasakan perasaannya beberapa saat yang lalu.

Minhye bercermin melihat bibirnya yang terpantul di sana. Dia memegang bibirnya lagi. Dia masih merasa hangat karena ciuman oppa-nya. Badannya jadi panas lagi, dan jantungnya berdebar lagi setiap mengingatnya.

Wae gurae, oppa? Kenapa kau menciumku?” tanya Minhye lirih masih berdebar-debar karena Minho.

~~Let me seeya LaLaLaLa..Love me hey YaYaYaYa..Ni apeseon (Oh) neomu jagajyeoseo (Oh) I like U.. (T-Ara Yayaya~)~~

Ponsel Minhye sudah berdering dari tadi, tapi pemilik dari ponsel itu tidak menyadarinya karena pikirannya masih terlalu kacau. Pikiran Minhye belum menghilang dari kejadian barusan.

*****

Esoknya! Pagi-pagi Minho berniat pergi dari rumah itu. Dia merasa kalau perasaannya bisa lebih liar lagi kalau didiamkan. Dia tidak bisa tinggal bersama Minhye karena Minhye justru akan memperparah perasaannya. Dia tidak mau Minhye berpikir kalau kakaknya aneh. Ya, aneh , karena menyukainya.

Aku benar-benar akan terus hilang kendali jika bersamanya. Sekarang perasaan ini pasti akan terus berkembang lebih besar kalau aku masih di sini. Untuk sementara sebaiknya aku menghindar lebih jauh lagi. Lagi pula seorang kakak yang benar-benar aneh sepertiku sudah tidak pantas tinggal lagi bersamanya. Sungguh memalukan! Batin Minho sambil menuliskan beberapa pesan untuk adiknya yang ia letakan di tempat tidurnya. Dia berharap Minhye akan mengerti saat membacanya.

Minho berjalan ke luar kamar dan menoleh ke kamar Minhye. Dia membuka pintunya dan melihatnya seorang yeoja di tempat tidurnya masih terjaga. Minho lalu menghampirinya.

Seorang gadis dengan wajah suci sedang tertidur pulas di tempat tidurnya dengan nyaman. Minhye terlihat cantik, bahkan saat dia sedang tertidur, pikir Minho.

Minho berlulut di samping ranjang itu. Dia menatap wajah Minhye dalam. Jantung Minho berdegup sangat kencang ketika menatap wajah polos yang mulai jadi mengingatkan kejadian konyol semalam. Dia merasa bersalah pada Minhye karena justru malah dirinya sendiri yang tidak bisa menjaganya. Kini dia sudah sadar dan tidak bisa menyangkal lagi kalau selama ini yang ia sukai adalah yeodongsaeng-nya sendiri, dan karena itu juga yang selama ini tidak bisa menggantikan posisi Minhye dengan yeoja lain di hatinya. Itulah yang selama ini membuat Minho tidak tertarik memiliki pacar, karena sudah lama Minhye terus-terusan berdiam di hatinya.

Saengi-ya, mianhae.” ucap Minho pelan sambil mencium punggung tangan adiknya.

*****

Tidak lama dari itu, sinar matahari masuk dibalik tirai kamar Minhye membuat gadis itu perlahan-lahan terbangun dari tidurnya. Dia mulai membuka matanya dan beradaptasi dengan cahaya yang mulai menyilaukannya.

“Auchhh~ badanku pegal-pegal.” katanya masih dalam keadaan lemas bangun dari tidur.

Minhye bangkit dari tidurnya. Dia berjalan keluar dari kamar dengan gontai. Saat berjalan melewati kamar Minho dia mendapati kamar Minho yang terbuka gamblang tidak seperti biasanya. Dengan masih belum begitu sadar sepenuhnya  dia masuk kamar itu seakan tidak ada kejadian apa-apa. Dia lupa masalah kemarin dan dengan santainya memanggil oppa-nya.

Oppa?” panggilnya namun tidak mendapat respon apa-apa.

Oppa? Kau di mana?”

Secarik kertas yang ada di atas ranjang Minho menarik perhatian Minhye. Minhye berjalan ke sana untuk mengambilnya. Sebuah note dengan tulisan tangan kakaknya dia baca.

Mianhae  saeng, aku menjadi konyol kemarin. Aku rasa aku tidak bisa menjagamu seperti oppa lagi. Pasti kau juga tidak ingin melihatku kan? Untuk sementara aku akan pergi dari rumah ini. Kau jaga diri baik-baik yaa sayang.

..TO BE CONTINUE..

~This story is mine. This plot is mine. Say no to plagiarsm.~
  ~ Publish by mamotho @ https://mamothozone.wordpress.com/~

~ See kan? Ada beberapa adegan yang aneh?! Ada berapa coba?! bener2 aneh si Minho kan?! Saya cuma bisa nelen ludah! Adegan di atas jangan dipikirin, apalagi dipraktekin. Saya bisa marah!! *Seriusan ini mah*

~ Akur-akur yah ama kakak/adiknya di rumah! Di ff ini hubungan kakak beradik ini emang cuma khayalan saja~!

~ Part depan harus saya protect, karena adegannya bener-bener keluar batas! Yoyoy!! Harus saya protect walau masih pake SKip!

~ Okeeee.. dont forget to leave komen yo^^/

 

Advertisements

About mamotho

Special Girl. Always loved her self, and know what makes she herself happy. Fangirlling is also her spirit (ʃƪ˘ﻬ˘) SHINee is her oxygen too!

Posted on 6 April 2011, in BROTHER COMPLEX, SEQUEL, SHINee FF and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 56 Comments.

  1. ranie2minewjongkey

    wadahhh …

    lumayann NC ..

    hehehe ….

    lanjutt chinguu ..

    penasarann endhingg.na nihh …

    hehehe ..

  2. ranie2minewjongkey

    chingu, cepett dipublish donkk ..

    udah penasarann bangett nihh …

  3. gyaaa.. MINO… itu gpp kale dia kan bukan ade kandungmu.. cium az ampe puas…
    ya ampun..
    aq kira NC nya udh masuk yadong beneran.. ternyata masih sampe *tegang* .. *busyet dah nih bahasa.. ketahuan bngt ngarep adegan R*
    kyayaya~
    lanjut ah.. baca part berikutnya…
    *wuisss.. ngilang bagai jin*

  4. Haha…gila adegan yang ciuman nya bwt seeerrrrrrrrr dpt ide dr mana tu mot??? 😛
    Klo ada film nya lebih KEREN ky nya,soalnya dengan baca aja dah ngayangin yg ga2,haha…

  5. sumpah aku gemeteran bacanya padahal cuma kisseu doang! *soalnyaakurajinbacayglebihparah lol
    feelnya dapet pisaaaaaaan lah!

  6. Annyeong.. Readers baru… Mau meninggalkan jejak yg manis dan imut sprti sya… Kekeke~ *kepedean==”* Setelah UAS selesai baru mampir lagi buat baca+coment… Kekeke~
    Man Seung Hyo imnida, 16 yo, elFlawless, B2uty, Shawol, VIP , blackjack , aff(x)tion , cassie , primadona, etc.. Hahaha XDD *maruk abis#plak#*
    sebaiknya aku menghilang dlu sebelum di ceburin.. Wkwk XDD
    kpan2 saya akan nyasar ke sini lagi… *apaan seh==”#gaje#*
    #BOW#
    *salam sayang anak ayam*
    ^o^

    NB :: “umma.. Umma.. *narik2 baju mamot onn* aku boleh baca yahh, seung hyo ga bakal liat apa2 koe.. *PUPPY EYES*” tanya Seung hyo membujuk authornya.. Wkwk XDD

  7. Wkwkwkwk
    chingu, kykna ini gak sampai nc 17 deh.
    Geli aku bcany*plakk* hahaha
    ngakak bner, dsni minho m minhye kelewat polos ato bego ya.
    Sumpah, bkin gemes chingu.
    Minho jgan pergi donk.
    Aduh, gra2 g bsa ngendaliin dri kog mlah kbur.
    Nice chingu^^

    • HAHAHA~~~~ *tertawa gajelas*

      aku kira udah.. kan ada kissing2 yang gimana gituuuu. kk~
      gomawo sudah ngasih tau ako.

      geli.. geli..? aku ga ngelitikin kamu hyun_ae?!

  8. Onnie……..

    Lama-lama aku berpaling deh dari Onew n Key dan malah jadi flames kalo terus-terusan baca ff di sini……… *pasrah*

  9. unnie… Minho kelepasan ya?
    sadis nih, udah tau mereka yatim piatu, Minhye malah ditinggal!
    aish, babo oppa! #lho?
    hey, good job sis!

  10. onnie qw ikut meninggalkan jejak di sini
    gomawo 😀

  11. O.O #glek
    minppa… ah, sudahlah shock aku… ga bisa komen panjang2 ++”

  12. Waah seru~ akhirnya minong sadar juga. Kapan minhyenya sadar?
    onew plis deh sampe dikau cium minhye..kau..err-__-

    kak, kalo boleh jujur nih ya, kategori NCnya terlalu berat deh. Rating PG15 atau T juga udh cukup buat adegan kissing ._.v *mian kalo sok*
    setau aku sih NC17 itu yang bener2 udah “wah” adegannya. Misal sih udah ampe adegan masuk kamar terus buka baju terus blablabla. *maaf jiwa yadong keluar T.T*

    • Yey boleh donk nyunyu nyium minhye, kan aku udah ijinin. kk~~
      wow~ iruz bukan orang pertama yg bilang gitu. aku udah di protes m yg di ats2.kk~~
      salah me-rate. soalnya aku masih polos.. *reader say: prettt*
      dulu kata mama klo belum 17 tahun jangan liat cium2(itu yg keinget dari pengalaman nonton pelm sama mamah). kk~~

      iya ini masih PG-15. setelah menjajaki level dalam perfanfican aku baru tau.
      mian semua reader karena kesalahan ku me-rate kalian jd kecewa. *Bow guling2*

  13. OMO~~
    Minho kenapa pergi? Andwae. . T_T
    *nah lho ? o.O

    next part 9 ^^

    *mian k0men’a gak bermutu xD

  14. jiah minho ga tanggung jawab tu masa udah kissu minhye malah pergi.

    lanjut baca ke part selanjutnya.ergi.

    lanjut baca ke part selanjutnya.

  15. ini nich part favorit saya di Brother Complex!! deg-degan gimana gitu bacanya gemetaran jg pdhl cuma adegan kissu cuma gimana gitu rasanya bacanya feelnya dapet bgt~~

    ketawa ngakak bacanya apalagi pas minhye nanya begini ke oppanya “oppa…emm…ciuman itu bagaimana rasanya??” lalu minho berkata “kenapa tiba2 kau bertanya seperti itu? rasanya seperti telur asin haha” ketawa guling-guling bacanya wkwkwk ciuman rasanya ky telor asin?!! minho jawabnya asal tp lucu si minhye jg saking polosnya ya tu anak smpe nanya ke oppanya segala gimana rasanya ciuman eh ujung”nya mlh oppanya yg nyuri first kissnya duluan ckckck….

    DAEBAk!! bner2 suka ma part yg ini yg paling bikin deg-degan+gemetaran th pas adegan minho nyium minhye kebawa suasana bacanya ksian minhye pasti syok bgt th dia minhonya jg pikirannya yadong mulu nich -,-

    tp wajar aja sih namanya jg cwo jadi ya gitu minhyenya jg salah th scra ga langsung minhye mancing2 minho th smpe pikirannya jd yadong haha…

    udh dlu dech mian onnie ga bisa komen panjang2 udh kehabisan kata-kata saeng~~
    onnie teruslah berkarya!! Hwaiting!!!

  16. Lanjut baca Ounn…
    Hyaah, akhir.a FIRSTKISS.a Minhye untuk Minho.. Yah Kasian Onewppa…

    Tp aq kug yg deg-degan pas baca adegan Kisseu.a *pngenjgah#

    Kiss rasanya kaya COke? #barutauh aq#

  17. mybabyLionOnew

    minho merasa aneh.. minhye jg merasa aneh.. aplg authornya yg bikin aneh. wakaka piss eon.. damai..

    waaa jinki knp sebaik itu… mau pegang tngn aj ijin dulu.. mau kisseu aplg.. nunggu yeojanya siap.. huuaas #dies

  18. reread!

    kurang lebih, ini part yang paling aku suka sepanjang BC, sebelum revisi maupun sesudah revisi. entah kenapa, feel kakak-adiknya lebih dalem, tapi feel namja yang suka yeojanya juga dalem. antara iri pengen punya kakak seperti Minho, atau pacar kayak Minho. namun, berhubung adikku mirip Minho *11:12 lah, tapi adikku versi arabnya (?)* jadi aku pengen punya pacar aja deh #plak

    Jinki. cast yang paling aku tunggu di BC, dari dulu sampai sekarang. pas awal-awal, sebelum revisi maupun sesudah, aku merasa Jinki tuh sweet banget. sampai sekarang persepsiku masih sweet sih, tapi konsentrasinya berkurang *loh kok jadi kimia?*. mengapa? entahlah. apa karena Jinki terlalu baik? *biarkan orang ini berargumen sendirian, sendirian*

    yeay 3 parts remaining :3

  19. Aku reader baru di sini thor… jadi ya baru FF ini yg aku comment. Hehehe…. Bagus itu thorrr…. Di sini dapet bgt feel nya, terutama pas minho udah nyium Minhye, kekeke.. Thor, itu kenapa minho nggak dilanjutin aja ke acara yadongan ?? Kan seru tuh thor, ada NC nya~

    Bibirnya Minhye udah ga perawan skarang ya thor ? Kekeke… Aku senyam senyum sendiri bacanya.. Daebak thor ^^

  20. Wow, amazing.. Pengen baca lanjutan.y nih..

  21. soo sweeeet 😀

  22. My Lovely Mon5ter

    Wadoooohhhh,,,,,

    Si Minho dh mulai yadong ma saeng sendiri
    Huffhht.. Untung listrik nyala klo ƍäªќ В̍ȋ̝̊̅̄$äª kebablasan(?)

    Whaaatttt!!!!
    Minho, kau merebut first kiss Minhye
    Padahal ♏ά̲̣ǚ buat jinki
    Kasian jinki dpt Ўªήğ bekas(?)

  23. Mamoth eon datang \(^0^)/ Maaf ya telat membalas. Aku bikin lapak nih di bawah:

    @mybabyLionOnew : Authornya labil banged bikin ginian >.<
    @AlsKey : Iya biarkan alskey berargumen. wkwkwkw.. Lee Jinki emang daebak di sini. Ga salah ditunggu-tunggu kehadirannya . hehe
    @blingblingkiara : Iya ga apa-apa. Maap yahhh eonnimu telat merespon. KECUP DEH!!!! Makasih udah baca BC ini yaaa 🙂 LUPH U PULL!!
    @Onsy : Baca aja, sy.
    @trya001 : Alhamdulilah, ga ada yg bilang yadong =="
    @My Lovely Mon5ter: RUSUH!! hahahahahha!!

  24. minho…minho……
    gak pa” lah…….. hilaf ini #plak

  25. Huwaa minho pergi ?? Andwe !!
    Lgian si minhye klw dket minho suka ngomongin onew sih, kan jdi panas sndiri minhonya :/
    Nice FF thor 😉

  26. iiiiihhhh eonni, aku mupeng bacanya *ketauan bgt yadongnya ._.*
    huwaa pengen deh dicium minho #plakk ditimpuk mamoth eon ^^v

  27. okeh.. aku melotot eonn aku melotot!!
    mungkin sekarang mata aku sama belo-nya kaya mata si minong xD

  28. Uhhhh Minho.. Hottt, lagsud d’sambr aja tuh bibir ngangur si MinHye

  29. haehee @hee_cassioelf

    eoni, masa d protect? ketinggalan cerita dong!

  30. ich..wow bgt tu si minho,ngrebut 1st kiss minhye

  31. Dan akhirnya minhopun menunjukkan rasa sukanya pada minhye .

    Okey next part

  32. Si minho main cium-cium aja nih, deep kiss pula, wah~ gawat!! Setelah melakukan hal konyol malah kabur-_- *tanggungjawab bang*
    Lanjut next part^^ thanks

  33. yah eon, kalo diprotect aku gak bisa baca lagi dong 😦

  34. Huwaa kenapa jadix seperti ini,ckck mengharukn. ^^

  35. Wooowoo..saya semakin penasaran..
    Tapi kenapa rpart selanjutnya di protect 😦
    yahh author.. Mana susah lagi minta PW nyaa. *Huee ;'(

  36. Syarifah Fahriah

    minho… jdi yadong hehe

  37. Aku pengen punya kk lyk mingo tapi aku gak mau yg over protectiv jga kyk dia.. wkwkwk

  38. *minho

  39. huaaaa.ahirnya kisseu juga.haha
    mereka bdua konyol bgt bis kisseu.haha
    tp kok minho pergi si chingu?
    Tp gak papa,jadi minhye bkal ngrasain kehilangan,dan bkal nyadarin perasaanya yg sbnernya ma minho.kekekeke

  40. Huh minho mencintai adiknya” gmn tuh…

  41. Ohmegot
    Cuma bisa komen gini doang eon :3

  42. Waaaa…. Minho daebakk!!

KOMEN YO ( ˘ з˘ )/

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: